Jabatanku yang pertama masuk Humpuss adalah Kepala Sub-Divisi Pemasaran, di Holding. Bosku yang pertama kali adalah Ongki Sumarno, putra mantan Gubernur RI zaman Bung Karno. pak Ongki selaku Direktur Operasi Humpuss Grup zaman itu mempunyai tanggung jawab untuk mengatur dan memanaje bahwa semua anak perusahan di Humpuss mempunyai rencana kerja, menjalankan dan mengechek agar berjalan sesuai dengan rencana kerja. Kegiatanku adalah ikut rapat pengawasan pembuatan rencana kerja, pelaksanaan operasi. Semua rapat itu dipimpin pak Ongki. Maka dalam waktu singkat, semua Direksi anak perusahaan Humpuss mengenal aku dan mereka menunjukkan ingin kerja sama agar perusahaan maju. Pekerjaan ini tidak mudah, banyak masalah. Mengapa ? Karena masing-masing eksekutif membawa budaya kerja tempat mereka bekerja sebelumnya. Ada yang lokal ada yang internasional.
Saya bergabung Humpuss dengan pengalaman 20 tahun di IBM, ibarat gelas saya merasa sarat dengan berbagai jenis pekerjaan dan pengalaman. Pembuktian itu dilihat dari 3 pertama bulan kerja di Humpuss.
Ada tiga pekerjaan besar yang saya kerjakan selama awal aku kerja di Humpuss. Yaitu membuat Manual Kepegawaian, yang kedua menyelenggarakan Leadership Development program bagi semua Eksekutif dan yang ketiga menggarap Proyek Premix yaitu membuat bensin beroktan tinggi dan bersih lingkungan. Ketiga proyek itu saya kerjakan simultan dan berjalan sangat mulus. Saya ambil dua orang staf muda sebagai asisten sekaligus sebagai kader. Manual SDM itu penting sekali sebagai landasan mengatur SDM. Training executive juga perlu sekali, karena waktu itu belum ada perusahaan lokal yang canggih menyelenggarakan training untuk executive. Saya menjiplak 100 % gaya IBM. Ada dua studi kasus yang dipakai oleh Harvard dan IBM yang saya terapkan. Hasilnya bagus. Lalu proyek Premix, yaitu membuat BBM beroktan tinggi. Ini perlu SDM, Sistim prosesnya, Kontrolnya dan modal awal. Alhamdullilah lancar.
Pada bulan keenam, saya dipromosi menjadi Direktur Muda Humpuss untuk Pembinaan Pemasaran dan SDM. Berkat ketiga proyek yang sukses.
Pembinaan pemasaran produk Humpuss, melalui ISO 9000. Untuk pembinaan SDM, terutama pembinaan eksekutif termasuk CEO agar lebih profesional dan siap mengahadapi tantangan bisnis. Dengan selesainya Manual Kepegawaian Humpuss, dimana saya mencontoh manual kepegawaian yang ada di IBM dan melakukan perubahan perubahan disesuaikan dengan kondisi Humpuss waktu itu. Bantuan dari konsultan SDM pun saya manfaatkan.
Dengan selesainya Manual Kepegawaian Humpuss yang sangat komprehensive, saya mengusulkan untuk menyelenggarakan Leadership Development Program (LDP) bagi semua eksekutif Humpuss. Disitulah kelebihanku dan itulah area dimana saya mempunyai pengalaman yang banyak. LDP diikuti semua Eksekutif Humpuss Grup. Saya dibantu teman-teman di Holding, seperti pak Ongki, pak Cenik, pak Dino Vega, bu Sri dan tentunya saya sendiri, yang bertindak sebagai narasumber dibidangnya masing-masing. Masih ditambah dari luar yaitu Maya Gita Institute untuk bidang kepribadian dan motivasi.
Kursus LDP berlangsung 5 hari. Dan dihari terakhir ada temu bicara Eksekutif dengan pemegang saham dan Dirut Humpuss yaitu pak Tommy sendiri. Para eksekutif boleh bertanya apa saja mengenai apa saja dan akan dijawab oleh pak Tommy sendiri. Pertanyaan ditulis dan dikumpulkan 2 hari sebelum nya. Untuk bagian bisnis dan komersial, pertanyaan para eksekutif Humpuss dijawab dengan lancar oleh pak Tommy. Gagasan pak Tommy sangat jelas, yaitu ingin membangun Humpuss agar menjadi Humpuss sebagai aset negara dan perusahaan yang berguna bagi bangsa dan negara. Tujuan jangka pendek dan panjang dipaparkan dengan jelas. Ingin membuka lapangan kerja, ingin perusahaan dikelola oleh putra-putra bangsa, ingin menjadikan Humpuss sebagai perusahaan yang bisa ‘go international’ dan bisa ‘go public’. Kalau Humpuss bisa go publik maka masyarakat bisa membeli saham-saham nya Humpuss.
Dijelaskan oleh pak Tommy bahwa Humpuss akan berbisnis dibidang transportasi. Transportasi di laut dengan tangker-tangker LNG yang sudah dimiliki. LNG Tanker Eka Putra waktu itu terbesar didunia. Lalu transportasi udara yaitu Sempati. Lalu Humpuss bergerak dibidang minyak dan energi, ada Patra Gas di Cepu dan Pengolahan Minyak, walau ukurannya tergolong mini yaitu mengolah 10.000 barel crude oil per hari. Lalu Humpuss akan mengembangkan industri petrokimia yang berbasis mengolah gas alam dari Indonesia agar Indonesia mampu mengexport kekayaan alam yaitu gas alam yang sudah diproses sehingga sudah ada nilai tambahnya. Industri petrokimia Humpuss akan menghasilkan methanol, dipakai sebagai bahan baku untuk glue yang dipakai untuk mengelem plywood. Dan paraxylene sebagai bahan baku PTA yang selanjutnya diolah menjadi serat fiber, untuk bahanbaku di industri sandang. Anak perusahaan yang lain akan dikembangkan secara khusus dan dikategorikan sebagai penunjang ketiga industri itu. Yang pokok adalah industri petrokimia, minyak dan gas, transpotasi dan elektronik.
Proyek ketiga yang kembangkan di awal aku kerja di Humpuss adalah membuat bisnis Premix, nama sekarang telah diganti menjadi Pertamax.. Premix atau Pertamaz adalah bensin beroktan tinggi, oktannya mencapai 98. Disini saya leader dari Humpuss dan bekerja sama dengan perusahaan lain yang bergabung dalam Konsorsium Premix, yang ditunjuk sebagai pelaksana bisnis Premix. Proses persiapan bisnis Premix memakan waktu setahun, dan selama proses persiapan peranan saya cukup besar. Saya berhasil membuat konsorsium menjadi satu tim, yang mempunyai satu tujuan. Meredam keinginan yang nyleneh, membuat sistim cashflownya,, baik yang cash in maupun cash out. Disini ilmu2 dari IBM bermanfaat, persiapan yang teliti, yang dikomunisasikan ke Pertamina dengan baik sekali. Pertamina bertindak sebagai penyedia bahan baku untuk premium, yang beroktan 84. Kemudian oleh Konsorsium Premix, premium Pertamina (oktan 84) diblending dengan MTBE sehingga angka oktannya naik menjadi 98 dan diberi nama Premix atau Pertamax. Pendistribusiannya melewati SPBU-SPBU yang dimiliki oleh Pertamina maupun swasta. Bisnis ini amat menguntungkan bagi konsorsium Premix. Pertamax tidak mengandung timbel, jadi termasuk bersih lingkungan.
Setahun sesudah bergabung dengan Humpuss, wawasan bisnisku bertambah luas sekali. Ada begitu banyak ilmu yang saya peroleh selama kerja di IBM, ada banyak pengalaman kerja di IBM, dan saya mendapat kesempatan mempraktekkannya secara benar. Nilai-nilai budaya kerja di IBM saya bawa ke Humpuss dan saya tunjukkan kepada staf lain agar membantu mewujudkan impian dan angan-angan pak Tommy. Hampir setiap hari, saya membantu teman-teman eksekutif dai anak perusahaan memecahkan problem lapangan. Mulai teknis dan non-teknis. Saya aktif membagi dan sharing pengalaman dengan mereka. Perasaanku waktu itu bangga, karena pindah suasana dari internasional ke lokal. Bangga karena merasa bahwa ada suatu karya yang saya kerjakan untuk tanah air tercinta. Bangga karena karya saya dihargai dan mulai bisa dilihat. Para eksekutif Humpuss mulai percaya diri didalam mengelola anak perusahaan.
Budaya kerja di IBM yang istiqomah, saya tularkan ke Humpuss. Saya bermimpi mudah-mudahan Humpuss dapat meniru IBM, dalam hal budaya kerja, kedisiplinan dan integritasnya. Mudah-mudahan Humpuss dapat ‘go international’ dan menjadi perusahaan yang disegani di DN dan di LN. Tantangan yang harus dihadapi luar biasa besar dan kompleks, namun saya yakin bahwa pak Tommy mampu mengendalikan dan membesarkan Humpuss. Semoga. (bersambung)