andong di monas

dua cucu

dua cucu

andong monas

andong monas

naik andong

naik andong

Naik andong di monas, ternyata sangat mengasyikkan juga. Saya mempraktekkannya pada hari Minggu 12 April 2009 yang lalu. Ceriteranya begini. Saya punya cucu 2 orang, Aisha 3 tahun dan Aidan 2 tahun, keduanya sehat dan sangat lucu sekali. Setiap pagi mereka datang kekamar saya, lalu setiap pagi saya membuka ‘Youtube’ dan saya carikan lagu anak2 yang jumlahnya banyak sekali, tinggal pilih (tanpa membayar gratis, justru cari CD nya ngga ada yang jual). Selain lagu anak2 juga disertai ada gambar/foto yang lucu sesuai judul lagunya, sehingga hal itu menjadikan bahan pendidikan untuk anak2 kecil seperti Aisha (3 th) dan Aidan (2 th). Mereka sangat senang lagu ‘naik delman hari Minggu’. Lagu itu setiap hari saya putar, setiap hari mereka berdua melihat delman dan setiap hari mendengar lagu itu, sampai hapal. Namun mereka belum pernah naik delman, belum pernah naik kuda, belum pernah merasakan pengalaman ber-andong.
Hari Minggu itu, setelah kami selesai makan siang di satay House Kebon Sirih, kami ke monas dan memarkir mobil didepan setasiun. Kami memilih andong yang ada, kuda yang kami pilih sangat gagah, hitam warnanya, masih muda kira2 umur 10 tahun. Agak sedikit liar dan sangat sehat. Setelah memilih andong, dan kami bertanya berapa biaya naik andong keliling monas, mula-mula kami kaget waktu biayanya ditawarkan rp 50.000. Dengan pertimbangan memberikan nafkah kepada tukang kuda, maka tanpa menawar naiklah kami ke andong itu. Saya, istri, pembantu dan dua cucu.
Kami keliling monas dari setasiun andong menuju ke merdeka barat, merdeka utara. lewat istana, ke merdeka timur lewat air mancur, patung ksatria memanah. Dan kami berhenti di taman didepan monas untuk berfoto ria. Sungguh menyenangkan dan kami semua menikmati suasana. Cuacanya sangat mendukung, Jam 1500, berawan tipis, tidak terlalu panas, trafiknya lengang, kosong, jalannya tidak penuh, tidak berdebu, tidak berasap. Benar2 sangat ideal untuk berandong ria keliling monas. Walau hanya setengah jam saja, tetapi kami puas dan senang. Ocehan kedua cucu menjadi makin ramai saja.

About these ads

About Gufron Sumariyono

Born in Pati, Central Jawa on Nov 5, 1945. Retired in 2004. Joined ESQ group. Executive of LK ESQ and Yayasan Wakaf Bangun Nurani Bangsa. Believe in the Islamic Socio Economic Concept.
This entry was posted in pendidikan and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s