Selat Gibraltar (1) – pertemuan dua jenis air laut yang berbeda

Di Selat Gibraltar itu ada pertemuan dari dua jenis laut yang berbeda. Perbedaan itu sangat jelas kelihatan dari perbedaan warna air laut. Ada garis batas yang memisahkan keduanya. Air laut dari lautan atlantik berwarna biru lebih terang. Air laut dari laut Mediteranian berwarna biru lebih gelap, lebih pekat. Garis batasnya sangat jelas.

Bagaimana bisa terjadi ?

Ceriteranya begini. Air laut dari Lautan Atlantik memasuki Laut Mediterania atau laut Tengah melalui Selat Gibraltar. Keduanya mempunyai karakteristik yang berbeda. Suhu air berbeda. Kadar garam nya berbeda. Kerapatan air (density) airpun berbeda. Waktu kedua air itu bertemu di Selat Gibraltar, karakter air dari masing-masing laut tidak berubah. Dari atas ferry yang kami naiki, masih bisa terlihat dengan jelas mana air yang berasal dari Lautan Atlantik, dan mana air yang berasal dari laut tengah atau laut Mediterania. Kalau dipikir secara logika, pasti bercampur, nyatanya tidak bercampur. Kedua air laut itu membutuhkan waktu lama untuk bercampur, agar karakteristik air melebur. Penguapan air yang di Laut Mediterania sangat besar, sedang air dari sungai yang bermuara di Laut Mediterania berkurang sekali. Itulah sebabnya air Lautan Atlantik mengalir deras ke Laut Mediterania.

Air laut di Gibraltar

Air laut di Gibraltar

Sifat lautan ketika bertemu, menurut modern science, tidak bisa bercampur satu sama lain. Hal ini telah dijelaskan oleh para ahli kelautan. Dikarenakan adanya perbedaan masa jenis, tegangan permukaan mencegah kedua air dari lautan tidak becampur satu sama lain, seolah terdapat dinding tipis yang memisahkan mereka.

Air laut Mediteranian, yang berwarna biru tua, menyusup sampai kedalaman 1000 m dari permukaan laut, di lautan Atlantik, dan terus masuk sejauh ratusan km di lautan Atlantik dan tetap tidak berubah karakteristiknya. Subhannallah.

Kapal ferry kami berangkat dari kota Tangier di Maroko menuju kota Al Gacera di Spanyol. Dari atas ferry aku melihat, warna kedua laut itu, sangat jelas berbeda. Subhanallah. Takjub sekali. Dalam penciptaan bumi dan langit, Allah memperlihatkan kebesaran-Nya, yang dipahami oleh machluk manusia yang mau berpikir.

Dan, hal ini sudah dijelaskan dalam Al-Qur’an.

“Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu. Antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing.”
(Q.S. Ar-Rahman:19-20)

“Dan Dialah yang membiarkan dua laut yang mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.”
(Q.S. Al-Furqaan:53)

Penjelasan secara fisika modern baru ada di abad 20 M oleh ahli-ahli Oceanografi. Firman di Al Quran itu diturunkan di abad ke 7 M, empatbelas abad yang lalu. Jadi kalimat siapa itu? Yang pasti bukan kalimat Muhammad (yang butahuruf). Itu adalah kalimatnya Allah. Itu adalah firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad melalui malaikat Jibril. Maka nikmat Tuhan yang mana yang kamu dustakan?

Luar biasa, pemandangan selat Gibraltar yang memiliki dua warna air sungguh menakjubkan. Sudah lama membaca dan memahami tafsirnya, tentang adanya dua warna air laut di Gibraltar. Alhamdullilah, saya sudah melihatnya. Sungguh nikmat sekali.

“Sesungguhnya dalam penciptaan bumi dan langit dan silih bergantinya malam dan siang, terdapat tanda-tanda bagi orang orang yang berakal”. (Q.S.Al Imran : 190)

semua kebenaran datangnya dari Allah, sementara kesalahan-kesalahan dalam tinjauan ini sepenuhnya tanggung jawab penulis yang mungkin tidak bisa menjangkau ilmu Allah yang begitu luas. Wallaahu a’lam bish-shawab.

gibraltar dari satelit

gibraltar dari satelit

Ferry dari Tangier menuju Al Gericas

Ferry dari Tangier menuju Al Gericas

di kapal Ferry

di kapal Ferry


dua laut berwarna

pemandangan laut dua warna

pemandangan laut dua warna


rombongan tur

rombongan tur

About these ads

About Gufron Sumariyono

Born in Pati, Central Jawa on Nov 5, 1945. Retired in 2004. Joined ESQ group. Executive of LK ESQ and Yayasan Wakaf Bangun Nurani Bangsa. Believe in the Islamic Socio Economic Concept.
This entry was posted in agama, jalan2 ke luar negeri and tagged , , , . Bookmark the permalink.

26 Responses to Selat Gibraltar (1) – pertemuan dua jenis air laut yang berbeda

  1. Al Furqon says:

    Subhaanallah….Allah SWT maha kuasa atas segala sesuatu

  2. Ninu Welly says:

    Allah Maha Sempurna ya pak..saya baru saja posting mengenai selat ini..salam kenal.

  3. Asca Wijaya says:

    SubhanaAllah…. Fa biayyi ala irobbikuma tukadzdziban…

  4. Gun Gunawan says:

    Subhanalloh,……Allohuakbarr,………………

  5. Assalamualaikum Pak. Salam kenal. Subhanallah.. Pengen sekali bisa ke sana… Insya Allah… entah kapan.. Jazakallah Pak atas sharing ilmunya

    • Gufron Sumariyono says:

      waallaikum salam. insya Allah kalau Allah menghendaki bisa kesana. Sambil sekolah atau kerja di Spanyol dan sekitarnya.

  6. Pingback: Kebenaran Surat Ar-Rahman 19-20: Dua Laut yang Tidak Pernah Bercampur « Catatanku

  7. Ridz Albarn says:

    Assalamualaikum pak izinkan saya yg bodoh ini bertanya
    Allah SWT berfirman kepada Nabi Musa As:

    “Sesungguhnya di sisi-Ku ada seorang hamba yang berada di pertemuan dua lautan dan dia lebih berilmu daripada kamu.”

    dan seperti kita tau hamba Allah itu adalah Nabi Khidir, salah satu dari 4 nabi yang masih hidup, menurut bapak apakah ada kemungkinan bahwa tempat tersebut merupakan tempat tinggal Nabi Khidir??

    Wassalam..

    • Gufron Sumariyono says:

      mas Ridz Albarn,
      Saat ini saya belum mempunyai jawabannya. Referensi tentang itu mungkin sudah tertulis didalam buku-buku karangan beliau yang ahli sejarah. Saya akan menanyakan ke guru saya.

  8. vitasith2011 says:

    assalamualaikum. . .
    bapak, alumni ESQ juga ya?? terimakasih tentang artikel ini. sangat membantu saya memahami arti ciptaan-ciptaannya dan menambah keyakinan akan benarnya Islam, benarnya Al-Qur`an dan Maha Benarnya Allah.

    punten pak, , , Vita izin buat share tentang masalah ini ke teman-teman ya Pak. Makasih
    wassalam

  9. Assalamu alaikum………
    Saya mohon izin untuk share ke teman-teman!
    Terima kasih sebelumnya!!

  10. Pingback: Dua Laut yang Tidak Pernah Bercampur « springocean83

  11. coba ada lokasi GPS nya saat di laut dua warna tersebut…

  12. Subhanallah Walhamdulillah Walaa ilaha ilallah…..Allahu Akbar…

  13. Pingback: Kebenaran Surat Ar-Rahman 19-20: Dua Laut yang Tidak Pernah Bercampur « aguspurnomosite

  14. drama says:

    Di Indonesia sendiri juga ada keajaiban yang serupa, di selat antara Pulau Sumatera dengan Pulau Bengkalis, Riau. Air tawar dan air asin mengalir berdampingan, tetapi di sana air tawarnya berwarna merah dikarenakan tanah di sana berwarna merah.

  15. SUBHANALLAH,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,

  16. subhanallah….salam kenal pak. Mahaagung yg telah menciptakan langit dan bumi….mohon izin untuk sy share ya pak….trmksh telah berbagi ilmu :)

  17. Pingback: Kebenaran Surat Ar-Rahman 19-20: Dua Laut yang Tidak Pernah BercampurKebenaran Surat Ar-Rahman 19-20: Dua Laut yang Tidak Pernah Bercampur | Tempat Berbagi

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s