Derawan (5) – Penyu Hijau di Sangalaki

Sangalaki cukup terkenal dengan tempat bertelurnya para penyu. Kami mengunjungi pulau Sangalaki di siang hari, kami hanya dapat bermain dengan tukik, anak penyu yang baru lahir,  yang dipelihara oleh pegawai konservasi. Bermain dengan tukik, melihat birunya laut sudah cukup memberikan kesenangan bagi kami.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

| 2 Comments

Derawan (4) – Snorkeling

derawan 04b

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Snorkeling di perairan kepulauan Derawan sangat mengasyikkan. Air lautnya bersih, jernih. Ikan2 warna warni pun banyak sekali. Ditambah ada penyu laut yang sering ditemui di bawah laut.

Pemandangan bawah air bisa dilihat sambil berenang dengan wajah menghadap ke permukaan air dan bernapas melalui snorkel. Saya bisa mengambil napas dalam-dalam sebelum menyelam ke bawah air.Kegiatan snorkeling bisa dilakukan semua orang. Penyelam yang tidak bisa berenang atau tidak bisa mengapung bisa mengenakan baju pelampung.  Ketika menyelam di air bersuhu rendah, bisa memakai baju selam. Baju selam merupakan pelindung tubuh dari luka tergores terumbu karang atau sengatan ubur ubur. Selain menguasai cara bernapas dengan mulut melalui snorkel, kegiatan snorkeling tidak memerlukan pendidikan khusus. Pemula yang belum pernah melakukan snorkeling bisa mempelajarinya dalam waktu singkat dari pemandu selam. Cara mengenakan masker, snorkel, dan kaki katak bisa dipelajari dari pemandu selam, toko selam, atau tempat penyewaan alat selam di pinggir pantai. Walaupun demikian, seperti halnya selam scuba,  kegiatan snorkeling tidak untuk dilakukan seorang diri, melainkan bersama teman atau secara berkelompok.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Snorkeling adalah kegiatan rekreasi  air yang populer, di resor pantai Derawan kami melakukan setiap hari di dua atau tiga tempat yang berbeda. Saya bisa mengamati beraneka ragam flora dan fauna bawah laut, terumbu karang warna warni, ikan, kerang, bintang laut, rumput laut, udan dan penyu. Di Kakaban yang berair tawar atau payau kam melakukan snorkeling juga.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

| Leave a comment

Derawan (3) – Kakaban

Pulau Kakaban ini tak berpenduduk. Sangat terkenal karena mempunyai danau yang airnya merupakan air laut yang terperangkap. Ditambah air dari dalam tanah dan air hujan dan itu berlangsung selama ribuan tahun. Apa istimewanya? Di dalam danau terdapat ribuan atau jutaan ubur-ubur stingless jellyfish, yaitu ubur-ubur yang tidak menyengat. Ubur-ubur ini terjadi akibat adanya proses evolusi selama ribuan tahun. Air danau disini menjadi lebih tawar dibandingkan air laut yang ada di sekitarnya. Spesies ini hanya bisa ditemukan di dua tempat didunia yaitu di pulau Kakaban dan di pulau Palau di Micronesia.

derawan 04c derawan 04b IMG_7590  IMG_7591 IMG_7597 IMG_7596 IMG_7595 IMG_7594 IMG_7593 IMG_7592

Dari dermaga kapal, kami harus trekking naik turun tangga yang cukup licin karena hujan. Naiknya curam dan turun ke danau juga curam, lumayan untuk orang setua saya. Sampai didanau ya lantas nyemplung saja. Tunggu apa lagi. Ubur-ubur di dalam danau tidak menyengat, pertama kali geli. Warna trasparan putih. Jumlahnya ribuan bahkan mungkin jutaan. Berenang bersama ubur-ubur ini lama lama menyenangkan. Saya menikmati sekali.. Inilah keajaiban dunia yang terdapat di pulau Kakaban. Atraksi wajib kalau berkunjung ke Derawan. Kami memegang ubur-ubur hidup tanpa takut disengat. Luar biasa. Subhanallah.

Medan yang sulit, berbahaya dan tidak adanya tempat berlabuh di Pulau Kakaban menjadikan lokasi selam ini penuh tantangan. Catatan para penyelam juga memberikan gambaran, hewan-hewan yang ada di danau ini mempunyai cahaya lebih berwarna warni.

Namun  sayangnya secara nasional dan internasional Pulau Kakaban ini sudah di kenal oleh dunia kerena banyaknya kunjungan wisata yang datang hanya untuk melihat keindahan Danau Kakaban yang terkenal dengan 4 jenis ubur-ubur yang mungil dan tercatat sebagai ubur-ubur yang hanya  ada di dua lokasi di dunia tidaklah seperti apa yang kita bayangkan.

Ada delapan jenis ikan di Danau Kakaban, empat di antaranya adalah serinding (Apogon lateralis), puntang (Exyrias puntang), teri karang (Antherinomorus endrachtensis) dan ikan julung-julung (Zenarchopterus dispar). Pada akar Rhizopora yang terbenam di tepian Danau Kakaban banyak ditemukan alga Halimeda dan Caulepa, yang mirip anggur kecil berwarna hijau. Kakaban bisa dikatakan sebagai benteng terakhir tempat biota laut di kawasan terlindung dari serbuan manusia yang populasinya sudah kian meningkat.

Sisi luar Pulau Kakaban merupakan tebing yang tinggi dan curam yang langsung masuk ke laut, dengan terumbu karang-nya yang sangat indah, bergua-gua dan lorong-lorong, menjadi surga bagi penyelam.

Siapapun yang menjelajahi Danau Kakaban dengan perlengkapan selam/snorkel, atau menonton dokumentasi video bawah air akan memahami mengapa Kakaban patut menjadi sumber kebanggaan nasional dan bahkan internasional.

Dunia penyelaman telah mengenal beberapa titik penyelaman disekitar Pulau Kakaban yaitu : Barracuda Point, The Drift, Cabbage Patch, The Wall, Blue Light Cave, The Plateau, Rainbow Run, Diver’s Delight dan The North Face. Variasi dari berbagai tipe lokasi penyelaman ini sangat menarik bagi para penyelam pemula sampai yang berpengalaman.

IMG_7601 IMG_7600 IMG_7598IMG_7602IMG_7606IMG_7605IMG_7603  IMG_7611 IMG_7609 IMG_7608IMG_7617IMG_7635IMG_7633IMG_7632IMG_7630IMG_7629IMG_7627IMG_7626IMG_7625IMG_7624IMG_7623IMG_7621IMG_7619IMG_7618 IMG_7614 IMG_7613 IMG_7612

| Leave a comment

Derawan (2) – Maratua

Menjelajah pulau Maratua mengasyikkan sekali. Banyak resort berdiri diatas air laut. Berwarna warni. Pasirnya putih bersih sekali. Inilah Indonesia tanah dan airku. Inilah keindahan pulau yang tersebar di seluruh Indonesia. Dermaga kayu menjorok kelaut. Resort kayu diberi cat warna warni. Angin sepoi sepoi. Warna air laut yang biru sekali dan jernih sekali. Ikan ikan kelihatan dari atas. Alangkah indahnya.

DSC_9299 DSC_9298 DSC_9303 DSC_9304 DSC_9302 DSC_9301DSC_9305DSC_9308 DSC_9307 DSC_9314 DSC_9315 DSC_9329

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Maratua Resort

| Leave a comment

Derawan (1) – Tarakan dan Pulau Derawan

Kami berkumpul di pelabuhan Tengkayu menunggu kapal yang akan membawa rombongan ke kepulauan Derawan. Sebuah pelabuhan yang sibuk dengan kapal speed boat membawa manusia dan barang keluar masuk Tarakan.

Sedikit sejarah Tarakan.

Pada saat pendaratan Sekutu, 1945, angkatan Jepang di Tarakan berjumlah 2.200 orang yang didatangkan dari AD Kekaisaran Jepang dan AL Kekaisaran Jepang. Satuan terbesar adalah Batalion Infantri Independen ke-455 yang berkekuatan 740 orang yang dikomandoi oleh Mayor Tadai Tokoi. 150 pasukan pendukung AD juga ada di Tarakan. Sumbangan AL kepada garnisun Tarakan tersusun atas 980 pelaut yang dikomandoi oleh Komandan Kaoru Kaharu. Satuan laut utama adalah Angkatan Garnisun Laut ke-2 yang berkekuatan 600 orang. Satuan laut ini dilatih bertempur sebagai infantri dan mengoperasikan beberapa senapan pertahanan pesisir. 350 pekerja minyak sipil Jepang juga diharapkan bertempur pada saat serangan Sekutu. Angkatan Jepang termasuk sekitar 50 orang Indonesia yang berdinas di satuan pengawal pusat. Mayor Tokoi mengarahkan keseluruhan pertahanan Tarakan, meskipun hubungan antara AL dan AD buruk. Angkatan Jepang dipusatkan di sekitar Lingkas, pelabuhan utama Tarakan dan tempat satu-satunya pantai yang cocok untuk pendaratan pasukan. Pembela itu telah menghabiskan waktu beberapa bulan sebelum serangan yang menyusun posisi bertahan dan menanam ranjau. Pertahanan yang diatur itu banyak dipakai selama pertempuran, dengan taktik Jepang yang difokuskan pada posisi bertahan pra-persiapan yang kuat. Jepang tak melakukan kontra-serangan besar apapun, dan kebanyakan gerakan menyerang terbatas pada beberapa pihak penyerang yang mencoba menyelusup garis Australia.

Mendapatkan ladang minyak Tarakan adalah satu tujuan awal Jepang selama Perang Pacific. Jepang menyerang Tarakan pada tangga1 11 Jan 1942 dan mengalahkan garnisun Belanda, yang kecil dalam pertempuran 2 hari di mana separuh pasukan Belanda gugur. Saat ladang minyak Tarakan berhasil disabotase oleh Belanda sebelum penyerahannya, Jepang bisa dengan cepat memperbaikinya agar bisa menghasilkan lagi dan 350.000 barel diproduksi tiap bulan dari awal tahun 1944.

Menyusul penyerahan Belanda, 5.000 penduduk Tarakan amat menderita akibat Jepang. Banyaknya pasukan Jepang yang ditempatkan di pulau ini mengakibatkan penyunatan bahan makanan dan sebagai akibatnya banyak orang Tarakan yang kurang gizi. Selama pendudukan itu, Jepang membawa sekitar 600 buruh ke Tarakan dari Jawa. Jepang juga memaksa sekitar 300 wanita Jawa untuk bekerja sebagai jugun ianfu (pelacur) di Tarakan setelah membujuk mereka dengan janji palsu mendapatkan kerja sebagai juru tulis maupun membuat pakaian.

Arti penting Tarakan bagi Jepang makin menguap dengan gerak maju cepat angkatan Sekutu ke daerah itu. Tanker minyak Jepang yang terakhir meninggalkan Tarakan pada bulan Juli 1944, dan serangan udara Sekutu yang hebat pada tahun-tahun itu menghancurkan produksi minyak dan fasilitas penyimpanan di pulau itu. Serangan ini juga membunuh beberapa ratus penduduk sipil Indonesia.

Speedboat kami meninggalkan pelabuhan Tengkayu menuju ke Derawan. Dientrog-entrog ombak yang tingginya semeter semeter sakitnya bukan main. Anginnya kencang sekali. Kami memakai pelampung. Takutnya kalau ada apa2 dilaut kami bisa terapung apung. Angin yang keras sekali, ditambah speedboa yang memukul mukul laut dan bau bensin dari speedboat membuat kami diam tidak ada yang bicara. Selama 2 jam lebih kami tidak menikmati perjalanan ini.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Tiba di kepulauanDerawan kami disuguhi dengan pemandangan resort yang berdiri diatas laut. Indah sekali resort itu. berwarna warni. dan eksotik.

 

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

DSC_9274 DSC_9267 DSC_9276 DSC_9330

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

| Leave a comment

Komodo (3) – Treking di pulau Komodo.

IMG_8591IMG_8599IMG_8660 IMG_8688 IMG_8687 IMG_8686IMG_8661

Kami tidur di kapal cruise pinisi 6 kamar ini, wah ributnya suara mesin. Ditambah bau solar benar2 mengganggu kenyamanan tidur. Tiada masalah sih bagi kami berdua tetapi banyak yang memilih mengungsi tidur di dek kapal. Jam 4 saya sudah bangun, untuk sholat.  Kapal berhenti sepanjang malam selama kami tidur, berlainan dengan kapal cruise yang malah berlayar ketika kami beristirahat. Jadi kapal Indonesia solider dengan manusianya, sama-sama istirahat di malam hari.

Ada satu fenomena alam yang menarik hati yang diperkenalkan Ondo. Terbangnya sejuta kalong keluar dari sarangnya di senja hari setelah matahari terbenam. Ratusan kalong terus keluar seperti semburan air selama 20an menit tak berhenti sedetikpun, kapal kemudian berjalan lagi mendekati Pulau Komodo. Kami mulai trekking setelah selesai sarapan pagi, yakni jam 7 teng. Anak-anak IBM memang tepat waktu, mudah diatur. Kapal pinisi ini tak kalah dengan kapal cruise pelayanannya, yakni mereka juga punya tender, sekoci untuk mengangkut penumpang dari kapal ke pantai pp.

Trekking di Pulau Komodo ini hasil nya lumayan daripada di Pulau Rinca kemarin sebab kami berjumpa dengan 2 ekor komodo yang sedang melakukan penyamaran, pura-pura jadi batang pohon mati, tak bergerak, namun siap mengintai mangsanya kalau-kalau ada yang mendekat. Akan halnya bau manusia, apalagi kakek nenek uzur yang alot, engga makanan kata mereka. Trekking hari ini mengambil route yang medium, tidak terlalu berat, tidak terlalu sulit medannya.

Snorkeling site ketiga ini memang top markotop selain mudah aksesnya, artinya beberapa meter saja dari pantai, taman lautnya sudah aduhai. Namun arusnya memang deras dan terasa sekali ketika hari semakin siang. Ongkos trip ke Kepulauan Komodo terbayar lunas disuguhi pemandangan. Kami berenang di atas air laut di pantai itu dan melihat ke bawah seperti sedang ada di akuarium raksasa. Puluhan jenis ikan berwarna-warni yang indah serta terumbu karang yang hidup menerpa mata dari spot yang satu ke yang lain.

Setelah sekitar 2 jam snorkeling, kami kembali ke kapal untuk makan siang bersama. Di pinisi ini, makanan cem-macem lauk dimasak  ABK. Menu makan siangnya, chicken snitzel alias ayam goreng tepung, sayur gocai yakni sekitar 5 macam sayuran dicah, tahu tempe masak tomat, ikan teri asin pakai cabe, yang terakhir bukan disiapkan chef kapal tapi dibawa salah satu dari kami.

Setelah makan, snorkeling kembali. Yang kedua hari ini di dekat Pulau Sebayur. dan snorkeling di Kanawa Resort. Resort ini sederhana tampaknya dibandingkan dengan yang di Raja Ampat dan menurut Ondo kepunyaan orang Itali. Jelas tamunya yang terlihat disana-sini bule semuanya. Kata Ondo lagi, ongkos nginap di resort
tersebut cuma Rp 200 ribu per orang per malam. Snorkeling di pantai resort ini so-so untuk ukuran Kepulauan Komodo.

Jam 7 malam, dinner keluar, nasi dengan lauk pauk ikan bakar, terong cah tomat dan bawang, bakmi goreng dan sayur urap. Tiada appetizer dan dessert, chef kapal Padaelo sudah kecapean. Sebagai gantinya, kami isi dengan gosip-gosip anak-anak exIBM yang tidak ikutan trip, termasuk mantan bos-bos kami yang lucu-lucu, termasuk bos bule-bule kami. Video Klik

_DSC1940 _DSC1936

IMG_8527 IMG_8448 002

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

_DSC1854 IMG_8688 IMG_8600 IMG_8808 IMG_8809

| Leave a comment

Komodo (2) – Snorkeling

Acara selanjutnya adalah snorkeling di dua pantai yang pasirnya bersih dan airnya jernih. Salah satunya yang unik adalah di Pink Beach. Pantainya benar2 berwaena pink atau merah jambu. Apa yang sebenarnya terjadi?

Pink Beach atau Pantai Merah Muda adalah salah satu pantai yang ada di Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur. Pantai ini disebut Pink Beach dikarenakan pasir pantainya yang berwarna pink, kesannya romantis. Warna pink dari pantainya merupakan campuran dari warna pantai pasir putih yang bercampur dengan serpihan karang, cangkang kerang, serta kalsium karbonat dari invertebrata laut yang berukuran sangat kecil, dan juga Foraminifera, Amuba Mikroskopis yang memiliki cangkang tubuh berwarna merah. Pantai seperti ini hanya ada 7 lho di dunia. Jadi kita harus bangga mempunyai salah satu pantai yang berwarna pink ini.

Di Pink Beach ini terdapat begitu banyak biota lautnya meliputi 1000 spesies ikan, 260 spesies terumbu karang, dan 70 spesies spong. Dengan adanya biota laut yang begitu banyak, kami menikmati sebagai tempat snorkeling. Arus di pantai ini cukup kuat. Hal itu dikarenakan adanya pertemuan air laut tropis dari utara dan air laut dari selatan. ada satu teman putri terseret arus keras, dan dibantu oleh pemandu kami yang jago berenang. Alhamdullilah. Foto lainnya : https://www.youtube.com/watch?v=eajb82Qvbdw    Video Klik

Pink beach

Pink beach

_001 001  _DSC1980 _DSC1981 _DSC1982 _DSC1983 _DSC1984

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

IMG_8708 IMG_8709 IMG_8798 IMG_8799 IMG_8800

| Leave a comment

Komodo (1) – Trekking di pulau Rinca.

IMG_8576IMG_8577IMG_8578IMG_8579IMG_8630IMG_8631_DSC1795_DSC1854

_DSC1849Setelah semalam istirahat di hotel di Labuhan Bajo, pagi jam 09:00 rombongan dibawa ke pelabuhan Labuhan Bajo. Kami naik kapal Pinisi yang dirubah menjadi mini hotel, dengan 6 kamar, ditengah ada tempat kumpul, tempat makan dan tempat bercengkerama, paling atas atap yang disulap menjadi tempat mencari angin diwaktu malam. Kemudi kapal ada di bagian paling atas.

Jam 11 kami tiba dipulau Rinca. Ada 4 ranger yang akan mengawal 16 orang rombongan eks IBM untuk treking. Kalau menjumpai komodo dialam bebas, kami dilarang bicara keras. Dilarang bercanda. Gerakan harus sesedikit mungkin. Kalau bisa jangan jauh jauh dari ranger yang ditugaskan mengawal kami.

Pulau Rinca, mempunyai 2,300 komodo. Kami melakukan trekking, berjalan menyusuri hutan kering alias pohonnya menanggas, untuk melihat komodo dan berbagai macam binatang liar seperti rusa, babi hutan, monyet, banteng dan aneka ragam burung. Baru melangkah 1 km sudah menemukan beberapa komodo yang berada dibawah rumah yang dihuni ranger.

Terus mulai menaiki bukit gersang panas karena matahari. Nemu seekor kerbau yang sedang berkubang di air, dngan luka bekas gigitan komodo di kaki belakang dan punggungnya. Kerbau ini akan mati dalam waktu kurang dari seminggu karena bisa komodo.  Pesta menyantap kerbau oleh beberapa komodo akan dimulai kalau kerbau sudah mati.

Kami naik ke bukit dan melihat seekor komodo sedang dibawah pohon. Ngeri juga melihatnya. Adrenalin kami naik.

Naik terus kepuncak bukit untuk melihat pemandangan laut dan pantainya yang indah dari atas. Panasnya bukan main. Keringat menetes sampai kaos kami bash kuyup. Setelah selesai memotret, kami turun kebawah lewat jalan lain. Sampai dibawah ditempat kantor ranger baru istirahhat dan terus kedermaga, naik ke Pinisi. dan makan siang….. Nikmat sekali makan siang. Menunya seperti hotel. Capjai, ayam goreng, tahu goreng dicampur sayur dan ada nanas dan ditambah bawaan dari Jakarta. Nikmat sekali. Klik Video.

_DSC1888

5 eks IBMer di Komodo island. Keren

IMG_8372IMG_8372

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

IMG_8401_001 001_DSC1770

treking di pulau Richa

treking di pulau Richa

a

| Leave a comment

Anak Guru (12) – pendidikan kemandirian dalam bisnis oleh orang tua

Usia ayah saya ketika itu  50 tahun. Mempunyai anak 12 orang. Yang no 12 baru 3 bulan, yang no 1 19 tahun, belum ada yang mentas, belum ada yang kerja. Anak no 2 baru masuk Teknik Kimia Gadjah Mada, perlu biaya bulanan ketika itu rata-rata sebesar Rp 1.500 per bulan. Tetapi dari mana uangnya? Pensiun bapak jumlahnya kecil.

Ibu bapak bingung sekali. Putra no 3 baru masuk SMA N Pati kelas 1. Dan setiap hari dik Jadik melihat keadaan itu.

hal 58adikku kel soegijono 12 saudaraBayangkan ada 10 anak yang masih kecil kecil harus diberi makan minum. Bayangkan Ciput, putra ke 12, umur 3 bulan, butuh susu tetapi tidak ada uang. No 11 Titik dan no 10 Kris masih kecil butuh susu juga tidak ada uang. Dik Jadik putra ke 3, ketika itu umur 15 tahun, laki-laki paling besar dirumah.

Bapak Ibu panik.

Apakah bapak dan ibu mampu dan sanggup memberi makan 10 anak, dari bayi sampai abg? Dik Jadik yang paling tua, yang paling besar di rumah Pati melihat dengan mata kepala sendiri, betapa bapak dan ibu panik. Panik mencari biaya makan untuk 10 anak. Panik mencari uang pondokan untuk putra ke 2 Yono sebesar Rp 1.500 setiap bulan. Benar benar kondisi yang sangat kritis.

Harus ada sesuatu tindakan yang drastik. Harus ada trobosan yang berani, yang masuk akal dan bisa menghasilkan uang. Tetapi bagaimana? Sahabat sekolah dik Jadik di SMA N Pati adalah sahabat di SMP N Pati, mereka sahabat yang akrab, yang dekat dan yang ada keinginan untuk menolong, tetapi apa daya kemampuan belum ada. Akhirnya dik jadik memberanikan diri meminjam uang ke Heru, anaknya Lurah Marsi dari Dengkek yang dipandang paling kaya. Dengan uang pinjaman yang tidak seberapa dik jadik pergi ke Yogya, berniat dagang naphtol, mau kulakan naphtol dari Yogya. Naphtol obat pewarna yang dipakai untuk mewarnai batik batik di Yogya. Tempat yang menjual naphtol di Yogya ada dibelakang Pasar Beringhardjo, namanya daerah Ketandan. Disitu memang pusat penjualan obat warna warni untuk pabrik pabrik batik di Yogyakarta.

Yang pertama kali ketika bertemu dengan babah China di Ketandan adalah dik jadi belajar dari dia bagaimana cara mewarnai dengan naphtol, bahan pewarna untuk batik. Cat warna naphtol penggunaannya ternyata mudah, cepat dan praktis. Keuntungan nya adalah daya tahan warna cukup baik terhadap sinar matahari. Yang paling murah adalah warna hitam yang diimport dari RRC. Warna lain mahal karena buatan Bayer atau diimport dari Eropa.

pewarna-batikMewarnai kain membutuhkan 2 item, yaitu naphtol dan garam yang disebut diazonium sebagai pembangkit warna. Gunanya garam diazonium adalah untuk menyempurnakan larutnya warna naphtol kedalam kain, yang mau diwarnai dengan memakai air panas. Agar stabil dan tidak mudah luntur. Setelah menyiapkan air mendidih larutkan bahan cat warna naphtol, cukup 2 gram untuk satu atau dua baju. Airnya kira-kira 2 – 3 liter. Lalu masukkan garam diazonium kedalam air yang mendidih. Perbandingan naphtol dan garam 1 : 3. Mengingat bubuk naphtol mahal.

Proses mewarnai baju ini sama dengan proses mewarnai didalam pembatikan. Bahan kain atau baju atau celana yang mau diwarnai dibasahkan dulu, lalu dicelup ke air yang sudah ada bubuk warnanya kira-kira 3 – 5 menit, merata dan air masih dalam keadaan panas. Lalu diangkat dan dicelupkan ember yang ada larutan yang berisi garam diazonium yang juga panas. Kalau air dalam keadaan panas maka warna bisa masuk ke pori-pori kain, sehingga hasilnya bagus. Warna dijamin tidak luntur dan warna bisa bertahan dan tidak mudah berkurang walau kena pengaruh ultra violet dari matahari.

Untuk memasarkan naphtol dan garam diazodium ada ceriteranya tersendiri. Dik Jadik sengaja membolos sekolah dan mendatangi warung warung kelontong di Pati dan sekitarnya, mulai Trangkil, Kayen, Tayu dan Djuwana. Banyak warung yang saya datangi. Banyak warung yang diajarin bagaimana mewarnai kain baju atau celana dengan naphtol dan garam diazonium. Ini barang baru. Belum ada pewarna kain yang dijual di Pati dan sekitarnya. Dan dik Jadik memberikan gratis naphtol warna hitam dan garam diazonium untuk mereka pakai. Dimulai dari 50 bungkus, kulakan pertama, separohnya diberikan gratis kepada pemilik warung, yang separoh mereka jual. Dan laku. Alhamdullilah.

Hari Sabtu pagi dik jadik ke Yogya kulakan naphtol di Ketandan Yogya, pulangnya hari Minggu. Tidurnya dirumah bude Setro di Purwokinanti. Dan kembali melakukan penetrasi pasar dengan cara yang sama. Datangi warung kelontong, melakukan demonstrasi gratis, dan separoh ditinggal untuk dijual. Warna hitam murah sekali. Kalau warna lain sangat mahal. Warna hitam banyak diminati oleh pemuda kampung atau pemuda aktivis dari Marhaen atau komunis. Kalau mereka kumpul mereka memakai seragam hitam. Naphtol pak Giek dicari dan dibeli oleh kelompok ini. Kadang didatanginya kelompok Marhaen dan komunis, untuk ngajarin bagaimana memakai naphtol. Dan membolos sekolah lebih sering, karena melihat kegiatan jualan naphtol bisa menghasilkan uang.

Rupanya bapak dan ibu memperhatikan apa yang putra no 3 lakukan. Bapak ibu sangat prihatin. Bapak ibu tidak sampai hati anaknya membolos sekolah dan mulai mencari uang dengan dagang kecil-kecilan naphtol. Pada suatu malam putra ke 3 dipanggil bapak dan diajak berbicara. Bahwa mulai hari itu pekerjaan berjualan naphtol akan dilakukan oleh bapak. Bahwa bapak akan meminjam uang dari Toko Lares uang sejumlah Rp 30.000 untuk dipakai kulakan di Yogya. Bahwa bapak akan berangkat ke Yogya naik kereta api dan selama di Yogya akan tinggal di rumah Bude Setro. Bahwa putra ke 2 akan mengantar bapak belanja ke Ketandan di Beringhardjo. Bahwa untuk membeli 2 drum diazonium dan 1 drum warna hitam, akan dibayar cash. Untuk angkutan ke Pati akan dibantu putra ke 2 yang sekolah di Gadjah Mada.

Setiap hari bapak memecah garam diazodium yang harus dikeluarkan dari drum. Garam ini sangat berbahaya karena mengandung natrium dan phosphor, racun bagi tubuh manusia. Kalau kena kulit gatal sekali. Kalau kena mata wah .. bahaya. Maka bapak membungkus diri dengan kain berlapis-lapis, memakai kacamata, memakai topi dan pekerjaan memecah garam diazonium dilakukan dikolam ikan yang sudah dikeringkan agar pecahannya tidak menyebar ketempat lain. Bapak melakukan dengan penuh semangat. Bapak sadar bahwa tanggung jawab untuk memberi makan 12 anaknya adalah tanggung jawab beliau.

Bapak menegaskan bahwa anaknya harus tetap sekolah. Bahwa semua harus lulus SMA N Pati. Bahwa bapak menghendaki kalau bisa semua meneruskan ke Perguruan Tinggi.

Setelah lulus SMA N Pati dik jadik mendaftar ke Akademi Angkatan Udara. Tetapi tidak diterima karena ada masalah dengan mata. Kemudian pergi ke Jakarta, menginap di rumah Bapak Amin Singgih di Jalan Musi. Putra ke 3 mendaftar ke Trisakti Fakultas Teknik Sipil. Diterima. Tetapi untuk uang pangkal tidak punya uang sebanyak Rp 25.000. Akhirnya tidak jadi kuliah di Trisakti.

Lalu mendengar bahwa AIP menerima pendaftaran untuk mahasiswa baru. putra ke 3 diantar oleh Bapak Amin Singgih menemui Menteri Maritim yaitu Bapak Jatidjan yang tinggal di Jalan Panglima Polem. dia juga dibantu mas Tetet Sadjimin dokter dari Pati. Singkat cerita dik Jadik putra ke 3 diterima di AIP Ancol.

Untuk mengatasi biaya dia mencari beasiswa dan dapat beasiswa dari PT Bahtera Adiguna. Jadinya selama 3 tahun kuliah tidak usah mengeluarkan ongkos alias gratis.

Setelah lulus AIP dik Jadik langsung bekerja di kapal milik Bahtera Adiguna yang bernama MV Adiguna Meranti. Komoditi yang diangkut kayu meranti dari kalimantan ke Jepang. dia berlayar ke Asia, termasuk Singapore, Hongkong, Thailand, Malaysia dan Jepang. Setelah kewajiban selesai, pindah kapal. Bisa berlayar ke Australia dan Eropa dengan ganti kapal dan ganti pemilik kapal.

Posted in keluarga, manajemen | Leave a comment

Anak Guru (11) – Pendidikan karakter oleh bapak dan ibu.

Pendidikan karakter oleh Bapak dan Ibu.

Pendidikan karakter di Pati oleh bapak dan ibu adalah usaha dari bapak dan ibu, yang terus menerus, yang dilakukan oleh bapak dan ibu kepada 12 orang putra putrinya agar putra putrinya memahami, memperhatikan, menghayati dan melakukan nilai-nilai budi pekerti. Pola berpikir dan pola berperilaku untuk hidup, untuk bekerja sama, di keluarga, di masyarakat itulah yang didoktrinkan bapak dan ibu. Dilengkapi dengan pendampingan oleh bapak dan ibu sampai kami 12 putra dan putri tamat SMA.

Saya masih ingat bagaimana bapak ibu mengajarkan kami bersembahyang secara katolik. Berdoa Rosario. Agar ada jiwa religious di hati kami semua. Bapak membuat jadwal agar setiap hari ada anaknya yang mengikuti misa dengan cara dibuatkan giliran mengikuti misa. Bapak Ibu juga mengajarkan dan memberi contoh bagaimana kejujuran, toleransi, disiplin dan kerja keras itu ditegakkan dan dilaksanakan dikeluarga.

Sejak kecil kami sudah hidup dalam kondisi budi pekerti yang baik. Kebersihan rumah, memasak, mencuci pakaian dan mencuci piring adalah tugas rumah tangga yang dibagi sama rata kepada kami semua. Setiap anak bertanggung jawab.

Ketika bapak berbisnis naphtol, wenter atau wantex, kami harus kerja dan disiplin. Setiap malam membungkusi naphtol satu per satu di kantong plastic yang ukurannya kecil. Suasana nya dibuat yang rileks, yang penuh canda membuat kami anak2 menyenangi pekerjaaan bungkus membungkus. Setelah bisnis naphtol berhenti, karena naphtol tidak laku, Ibu mengganti dengan bisnis es mambo. Kreatifitas ibunda patut diacungi jempol. Kami dan adik adik diajarin kerja setiap malam sebelum tidur untuk membungkusi es mambo dikantong yang kecil. Sebelum memulai membungkus ibu bertanya sambil senyum dan dengan perkataan yang lemah lembut bahwa apakah PR nya sudah dikerjakan. Es mambo buatan ibunda terkenal di kota Pati. Enak rasanya dan pasti bersih karena terbuat dari air matang. Inilah pendidikan karakter dari bapak dan ibu yang diajarkan kepada kami. Inilah cara bapak ibu mengajarkan kemandirian dalam hal ekonomi. Luar biasa.

aubade 01aa

Bapak adalah pemimpin Aubade lagu perjuangan. Namanya adalah dirigen music yang sangat pandai dan terkenal di Pati. Bapak belajar music waktu Sekolah di Normaalschool Muntilan dan di Negeri Belanda. Beliau mampu memimpin aubade pelajar SMP dan SMA seluruh kota Pati. Jumlahnya mencapai ribuan murid. Mereka dilatih bernyanyi lagu lagu nasional dan lagu perjuangan. Dan puncaknya adalah pagelaran aubade menyanyi lagu perjuangan di Upacara 17 Agustus di Karesidenan Pati. Semangat Kebangsaan dan Cinta Tanah Air tumbuh mengakar sangat kuat dihati sanubari setiap pelajar SMP dan SMA seluruh kota Pati yang mengikuti latihan aubade lagu perjuangan. Bapak memimpin aubade sejak pengakuan kemerdekaan tahun 1950 sampai bapak pensiun tahun 1963. Dengan penuh semangat bapak melatih bernyanyi para pelajar SMP dan SMA seluruh Pati. Cinta Tanah Air dan Semangat kebangsaan tertanam dengan bagus dihati setiap murid SMP dan SMA.

Bapak dan ibu mengajarkan bagaimana cara yang baik untuk membina persahabatan, menciptakan dan mencintai suasana damai, memiliki kepedulian lingkungan, belajar kepedulian sosial dan tanggung jawab. Karakter itu diajarkan oleh bapak dan ibu. Kedua orang tua kami, bapak dan Ibu Soegijono telah memberi contoh yang dapat ditiru dan dapat dilaksanakan.

Pendidikan karakter di Pati yang diawali di keluarga, saya terima selama 18 tahun sangat membekas, sangat baik dan sangat berguna bagi kami putra dan putri bapak ibu Soegijono. Sehingga bapak dan ibu tidak perlu kawatir, ketika tiba masanya kami harus meninggalkan kota Pati untuk kuliah di Universitas dikota besar seperti Yogyakarta, Semarang dan Jakarta. Bahkan mas Anto yang kuliah di Sydney Australia dilepas dengan penuh keyakinan.

pak Giek 01Bapak saya lebih dikenal dengan Pak Giek. Beliau adalah guru dan pendiri SMP N I Pati. SMP yang didirikan pada tahun 1942, yang merupakan SMP satu-satunya di Karesidenan Pati, meliputi Kab Jepara, Kab Kudus, Kab Pati, Kab Rembang dan Kab Blora. Pak Giek adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Pengabdian pak Giek didunia pendidikan di Pati diakui oleh banyak alumni SMP Rondole (nama sebelum merdeka) dan SMP N I Pati (nama sesudah merdeka). Pak Giek adalah lulusan Noormalschool Muntilan tahun 1939. Dan tahun 1942 telah memilih kota Pati sebagai tempat pengabdian kepada nusa dan bangsa sebagai guru SMP.

Pak Giek adalah pendidik generasi muda Pati. Beliau mengajarkan ilmu pasti di SMP, beliau mengajarkan karakter yang baik diluar sekolah, beliaupun mengajarkan mencintai tanah air dengan sungguh2.

Pendidikan Karakter diajarkan diluar mata pelajaran dengan memimpin aubade lagu perjuangan yang terdiri dari semua pelajar SMP dan SMA seluruh Pati. Pak Giek mendapatkan partitur lagu nasional dari sahabat Noormallschhool Muntilan yang bekerja sebagai dirigen nasional Bapak Komisaris Besar Polisi R AJ Sudjasmin. Dirigen aubade Istana dari tahun 60-80. Berkat partitur lagu nasional yang dikirim oleh pak Sudjasmin, maka pak Giek dengan mantap memimpin untuk menyanyikan lagu2 nasional di kota Pati setiap tanggal 17 Agustus dari 1949 sampai 1963. Ribuan anak sekolah dilatih berhari-hari, berminggu-minggu tanpa kenal lelah. Tanpa diberi servis minuman. Tanpa diberi servis makanan. Pokoknya tertib dan teratur.

Waktu upacara 17 Agustus di halaman rumah Residen Pati, ribuan pelajar sekolah SMP dan SMA Pati mempertunjukkan kebolehannya menyanyikan lagu2 nasional. Paduan suara sampai 4 suara. Dampak dari pendidikan aubade lagu nasional kepada para pelajar Pati adalah perasaan mendalam tentang cinta tanah air dan semangat kebangsaan. Rasa cinta tanah air yang sangat membekas dihati para pelajar eks SMP N I Pati. Mereka menjadi lebih tebal rasa kebangsaan dan nasionalismenya. Mereka alumni SMP N Pati menjadi orang yang mengisi kemerdekaan. Mereka para alumni SMP N I Pati mempunyai karakter baik yang dibutuhkan oleh bangsa Indonesia.

| 1 Comment

Ibunda (10) – Ibu bapak mendorong saya agar maju

Tulisan dari Kristiyono adikku putra ibu Sugiyono no 10.

Ibunda Sugiyono yang Kris sayangi. Izinkan Kris menyampaikan ucapan Selamat Ulang Tahun yang ke 90.

ImageLuar Biasa. Hebat sekali. Ibu sudah melahirkan 12 orang anak dengan segala penderitaan terutama diwaktu sedang hamil 12 orang anak, lalu ibunda juga turut aktif menyumbangkan tenaga dan pikiran untuk membantu ekonomi keluarga, agar 12 anak yang ibu lahirkan dapat makan, minum, berpakaian dan bersekolah dengan normal.

Saya masih teringat betapa ramai dan hebohnya rumah di Pati di Jalan Pangeran Diponegoro nomer 108, pagi menjelang mau sekolah. Andre dan saya bergantian mengisi jeding kamar mandi agar selalu tersedia air untuk mandi mbak2 dan mas2. Ibu setiap pagi mengontrol makanan pagi yang termasuk sederhana, nasi dengan lauk tempe goreng dan sambel trasi dari Juwana. Dan ibu masih sibuk memindahkan es mambo dari refrigerator kedalam termos agar saya dan Andre dapat membawa ke warung2 untuk dititipkan dijual.

Setelah semua anak kesekolah, rumah memang sepi tetapi ibu masih berkutat dan sibuk dengan macam2 mulai ngurusin mbok bakul sayuran yang membawa sayur, dan ikan bandeng. Ibu masih aktif berkomunikasi dengan ibu Darsono dengan 1001 macam urusan mulai merias penganten, urusan doa Rosario bersama, urusan organisasi WK.

Siang hari kami pulang sekolah, ibu masih harus mengontrol agar tersedia makanan siang buat Kris, Titik, Ciput, mas Andre, mbak Wawang, mbak Nunuk. Sampai mas Andre lulus SMP Keluarga lalu memutuskan untuk sekolah di Seminari Mertoyudan Magelang. Saya melihat sendiri bahwa bapak dan ibu ikhlas melepas mas Andre yang baru berumur 15 tahun, atas kemauan sendiri, pergi dari rumah Pati untuk sekolah di seminari Mertoyudan. Malamnya kami dikumpulkan untuk berdoa Rosario bersama dan memohon melalui Bunda Maria agar selama Andre sekolah di mertoyudan selalu dalam lindungan Tuhan.

Sesudah mas Andre pergi sayalah satu2nya putra laki2 yang tinggal di pati, karena Ciput masih kecil masih SD jadi tugas mengisi jeding jatuh ke saya. Beban dirumah berkurang satu. Padahal waktu itu saya sedang senang2nya ikut latihan drumband pimpinan pak Dalidjo. Dengan lemah lembut ibu selalu mengingatkan agar sebelum pergi latihan drumband semua tugas rumah dapat diselesaikan. Pulang dari latihan drumband saya mandi dan kemudian mengerjakan PR dan makan malam. Sebelum tidur masih sempat membantu membungkusi es mambo. Kris juga ikut latihan gamelan di rumah pak Supar yang terletak dibelakang rumah.

Sampai Kris SMA Kris masih nganter es mambo ke warung2, karena pendapatannya lumayan sekali. Setiap hari dihitung berapa sisanya dan dicatat dibuku catatan es mambo. Kris sekolah di SMA Negeri Pati selama 3 tahun, belum pernah juara, yang dijaga setiap tahun Kris naik kelas. Terima kasih kepada bapak dan ibu yang selalu memberikan dorongan agar Kris tetap memiliki semangat untuk sekolah, walau kadang2 ada kondisi negatip artinya Kris merasa jenuh dengan sekolah. Aneh memang, tetapi ya begitulah. Spirit sekolah Kris dapat terjaga karena dorongan dari Bapak dan Ibu agar nantinya tidak menjadi orang yang kleleran. Harus mampu membiayai hidup, mampu mencari nafkah yang halal untuk membiayai hidup bersama keluarga yang Kris akan bangun. Waktu itu itu Kris belum berpikir seperti itu.

Lulus dari SMA Kris meneruskan ke Sekoah Pelayaran P3B di Semarang. Kris dapat masuk ke P3B Semarang karena ditolong oleh teman mas Jadik lulusan AIP yang menjadi dosen di P3B. Sesudah 3 tahun sekolah di sekolah pelayaran P3B Semarang, lalu Kris bekerja dikapal selama 4 tahun, di bagian mesin kapal. Selama 3 tahun sudah banyak pelabuhan yang Kris singgahi. Semua pelabuhan di Asia Tenggara dan Asia sudah Kris lihat.

Dan di tahun keempat Kris berlayar ke Eropa. Tujuan kapal berlabuh di Antwerpen, kota pelabuhan terbesar kedua di Eropa setelah Rotterdam, dan kota terbesar kedua di Belgia setelah Brussel. Mbak Nunuk dan mas Pitono sedang bertugas sebagai diplomat di KBRI di Brussels, maka saya minta izin turun dari kapal menuju ke Brussel untuk menengok mbak Nunuk. Sesudah berdiskusi dengan mbak Nunuk dan mas Peter Pitono Kris memutuskan tidak kembali kekapal. Alias melarikan diri. Saya kursus bahasa Inggris, sambil mengurus izin tinggal di Belgia dibantu mas Peter Pitono. Berhasil.

Ketika mbak Nunuk dan mas Peter meninggalkan Brussel mereka tidak kawatir, karena izin tinggal di Belgia sudah ada ditangan. Benelux itu terdiri dari Belgia, Belanda dan Luxemborg, ketiganya dalam satu administrative bersama. Maka saya bebas mencari pekerjaan di Belgia atau di belanda. Nasib baik untuk Kris karena akhirnya mendapatkan pekerjaan di Belanda, menetap di Den Haag sampai sekarang. Kris bekera di Perusahaan Kereta Api milik Kerajaan Belanda di bagian teknis mesin.

Sekarang Kris sudah berkeluarga. Istri Kris namanya Sila. Anak ada dua, Reza dan Neyla. Kami hidup berbahagia di Den Haag. Kris tidak kecewa memutuskan untuk tinggal di Den Haag. Banyak orang Indonesia dan membuat hidup kami kerasan. Alhamdullilah.Image Gallery 10 kris3

Posted in keluarga | Tagged | Leave a comment

Ibunda (9) – Ibuku memberi tugas memasak

Kesan dari Sri Ratna putri no 7, kepada ibunda yang berulang tahun ke 90.

Saya dipanggil Nunuk tinggalnya tidak selalu menetap di Indonesia, karena mengikuti tugas suami yg seorang Diplomat. Tidak banyak yg saya rasakan bersama Ibunda tercinta yg berkesan setelah saya berkeluarga, ya..karena pindah2 tinggalnya.

Tetapi saya mau berbagi kesan yg paling saya ingat sewaktu saya masih duduk di bangku sekolah SMP Keluarga Pati. Saya selalu ditugaskan oleh Ibuk untuk menyiapkan makanan tambahan atau snack di sore hari. Untuk semua mbak2 dan mas2 dan semua adik2. Itulah hebatnya ibuk saya, mampu menjaga agar anak2nya mendapat makanan yang bervitamin, berenergi dan bermanfaat bagi tubuh yang sedang bekembang. Di Pati belum ada McDonald, belum ada KFC, belum ada 7 Eleven. Semua dikerjakan sendiri. Dan saya bertanggung jawab untuk menyediakan makanan tambahan. Dari sini hobi memasak saya berkembang. Terima kasih Ibuk.

Untuk menghemat biaya saya masak bubur kacang ijo atau bubur ketan hitam atau kolak. Setelah saya selesai masak lalu saya menyiapkan gelas2 sejumlah yang ada dirumah lalu saya mulai membagi. Makanan tambahan tsb terserah kami masing2 apakah mau dimakan langsung sore itu atau untuk nanti saat tengah2 belajar.

Kalau musim ulangan2 Ibuk selalu memberikan anak2 makanan tambahan. Kadang juga beli getuk atau tape di Pasar Plangitan atau beli jajanan Ndog gludug. Ndog gludug adalah makanan khas Pati, dibuat dari kedele campur kacang hijau direbus dulu lalu dibulat-bulatin ditambah gula jawa dan digoreng.

Hayooo masih pada ingat gak makanan itu ? Waaahh..waaahh..seneng nya ya, ada makanan enaaakk. Yang paling senang makan dik Andre, dik Kris dan dik Ciput, ketiga anak sedang tumbuh, banyak berolah raga, banyak beraktifitas dan bergerak, jadinya perut ketiga anak itu selalu lapar. Mau jajan tidak punya uang, tidak ada pilihan lain kecuali menunggu saya memasak makanan tambahan untuk ketiga adik laki2ku, yang ceria, sehat dan lucu. Selesai makan bubur kacang hijau, wajah menjadi lebih cerah, menjadi lebih semangat dan tertawa-tawa cengingisan karena enaknya. Kalau laparnya berat, jumlah yang saya masak tidak cukup, terus melapor ke ibu, bahwa kok masaknya sedikit. Padahal saya sudah masak banyak. Ibu hanya senyum2 sabar dan mengelus elus kepala adik Ciput, dengan janji beso akan diperbanyak jumlahnya. Saya sangat menikmati suasana yang indah dan manis, baru sekarang timbul ditulisan ini.

Makanan tambahan, akan menambah kami semangat belajar kalau sedang ada ulangan. Keceriaan dan rasa senang selalu nampak di kami semua. Tidak ada iri-irian, tidak ada menang-menangan, bapak dan ibu mengajarkan agar selalu toleran dan berbuat baik kepada saudara dan teman diluar. Jangan mencari musuh tetapi mencari teman sebanyak-banyaknya. Hargailah pendapat saudara dan teman, walau kadang kurang sreg.

Saya juga teringat dulu kalau Ibuk datang ke Jakarta , Ibuk kami ajak ke Mangga Dua .. woooww…Ibu senang sekali dan tidak merasa capek dari pagi hingga sore lo. Hebat sekali Ibunda kita ini senangnya bershopping ria. Oh jadinya saya tahu bahwa kesenangan shopping para putra putri ibu itu menurun ke kami semua. Baik yg laki2 maupun yg perempuan semua senangnya shopping.

Di hari yg bahagia sekali dan special untuk Ulang Tahun Ibuk yg ke 90 ini, saya selalu memohon agar Ibunda diberkati Tuhan untuk selalu sehat, bahagia dikelilingi anak, mantu, cucu , cucu mantu dan cicit.

Ibuk telah memelihara / mendidik kita semua, kami mengikuti teladan Ibuk yg diajarkan ke kami, kami ajarkan / kami turunkan ke anak2 kami.

Bunda Maria Pelindung keluarga besar Diponegoro 108 Pati selalu beserta kita semua amiiinn..

Image

| Tagged | Leave a comment

Ibunda (8) – ibuku enterpreneur yang ulet

Dikarang oleh Marca Sri Mawar dipanggil Mawar adikku putri no 8.

Di ulang tahun ibunda ke 90, izinkan Mawar putri no 8 untuk sharing menceriterakan masa manis, masa indah, masa pengembangan diri sewaktu Mawar masih tinggal bersama ibu di Pati.

ImageYang ditekuni ibu agak lama adalah pembuatan es mambo. Es mambo itu produk olahan beku yang menjadi kegemaran orang di Pati sejak dulu. Pasarnya ada, saingannya es lilin dari toko Canada. Banyak orang Pati bilang kalau es mambo buatan bu Giek lebih enak, lebih lembut dari es lilin buatan toko Canada. Rasa es mambo bu Giek cukup beragam dari mulai rasa buah-buahan memakai essence, kacang2an, coklat, vanilla, ketan hitam. Resep es mambo sangatlah mudah. Setiap sore ibu membuat adonan di 2 buah panci besar. Terdiri dari air yang sudah mendidih, gula dan biang gula dan rasa atau essence. Yang mengkonsumsi es mambo di Pati bukan hanya anak2, remaja, dewasa sampai kakek nenek pun ikut menikmati es. Es mambo yang dibuat ibu Sugijono terkenal di kota Pati, karena kebersihannya, karena air yang dipakai membuat es mambo pasti air matang bukan air mentah dan rasanya sangat bervariasi. Agar tekstur es mambo halus dan lembut, ibu selalu menjaga agar air jangan terlalu banyak. Penggunaan susu full cream sebagai bahan dasar dapat membuat es mambo buatan bu Giek lebih creamy dan lembut. Bahan lain yang penting untuk memainkan peranan kelembutan es mambo adalah stabilizer atau pemantap nabati seperti gelatin, guar gum, karagenan. Bahan tambahan lain pengemulsi nabati seperti lesitin, gmc gliseril mono stearate. Bahan2 itu semua mudah diperoleh ditoko kue atau toko kimia. Yang ibu jaga adalah stabilizer dan emulsifier tidak boleh lebih dari 2% dari total berat adonan. Proses pembekuan juga amat berpengaruh terhadaap kelembutan. Es mambo buatan bu Giek top markotop, bersih dan enak. Es mambo bu Giek tidak menggunakan pengawet. Tidak dicampur natrium benzoate atau potassium sorbet. Pemasukan uang lumayan. Setiap sore sebelum tidur saya dan mbak Nunuk serta adik Andre, dik Kris dan Titik dan Ciput rame2 duduk dimeja makan membungkusi es mambo, sambil bercanda ria. Yang paling lucu dik Ciput no 12 si ragil, kalau lagi mendongeng menceriterakan apa yang terjadi di sekolah. Lucu sekali. Walau paling ragil tetapi sudah pinter mendongeng. Masa indah yang sangat mengesankan dan semakin mempererat hubungan emosi dan spiritual diantara kami 6 bersaudara dari total 12 bersaudara.

Ibu pernah menebas tebu di sawah dan menjualnya ke pabrik gula Trangkil berkongsi dengan sahabat ibu bernama bu Darsono dari PJKA. Keuntungannya lumayan dan dibagi dua dengan bu Darsono. Ibu juga pernah membeli dan menjual garam yang banyak dihasilkan disepanjang pantai dari Djuwana sampai Rembang. Untuk menuju ke lokasi gudang garam di daerah Rembang, ibu dan bu Darsono rela naik truk pengangkut barang, bergelantungan dibelakang, sampai sopirnya merasa kasihan dan menyuruh ibu pindah duduk didekat sopir truk. Spirit dan perjuangan nya luar biasa. Berdagang garam pun menguntungkan.

Ibu juga berjualan emas perhiasan yang satu set dengan batu berharga, seperti blue safir, giok, kecubung, merah siam, merah delima, kelulut dan alexandry. Penggemar perhiasan satu set dengan batu berharga di Pati banyak yaitu teman2 ibu dari pemerintah daerah atau ibu2 Muspida. Barang dagangan dibuat di Martapura dan diambil dari seorang pedagang emas di Jakarta atau Semarang yang baik hati kepada ibu dan sangat percaya kepada kejujuran ibu. Barang boleh diambil, setelah sebulan yang laku dibayar dan yang tidak laku dikembalikan dan diganti dengan model lain. Ibu memilih perhiasan anting2 dan leontin yang ada inthil2nya. Oleh ibu inthil2 itu dilepas dan dikumpulin. Setelah banyak lalu dilebur dan dibuat barang lain seperti cincin dan dijual. Dan laku. Ada keuntungan lagi. Pinter deh ibu saya ini, sambil senyum ceria ibu cerita ke kami bagaimana inthil itu dilepas, dikumpulkan, dilebur dan dirubah manjadi barang hiasan emas yang laku dijual.

Setiap 3 bulan sekali, ibu pergi ke Jakarta untuk kulakan barang dagangan. Saya selalu mengawal ibu kalau kulakan barang dagangan. Kami berdua naik bis Mayasari bakti jurusan Manggarai – Blok M. Di Blok M ibu belanja bermacam-macam. Ibu membeli BH dan CD yang bagus dan murah diblok M. Kata ibu model seperti itu tidak dijual di Pati, ini tahun 1970-an lho. Mas Yanto, mas Yono sudah bekerja di Jakarta dan ibu menginap di salah satu rumah kakakku ini. Ibu juga membeli kain batik, rok2 yang model baru, blus yang model baru, ibu sangat tahu selera orang Pati. Dan feeling ibu hampir betul, apa yang dibeli di blok M sudah ada pasarnya di Pati. Sudah ada yang pesan. Pokoknya dagangan ibu laris sekali.

Ibu mempunya catatan keuangan yang sangat rapi, sangat rinci dan tersimpan dilemari dengan aman. Ibu sering mengajak saya untuk mengupdate catatan ibu itu. Sambil senyum dan mengelus-elus kepala saya karena sayangnya. Itu lah momen yang saya rindukan. Betapa sayang ibu kepada saya, kepada semua putra putrinya yang berjumlah 12 orang anak. Tidak pernah terdengar keluhan. Tidak pernah terdengar ngresulo atau komplen. Semua dijalani dengan sabar, dengan ikhlas dan mensyukuri rejeki yang diperoleh secara halal. Semua rejeki dipakai untuk membayar biaya makan, minum, pakaian dan sekolah anak2nya yang berjumlah 12. Ibu sadar bahwa penghasilan bapak sebagai seorang guru SMP sangat tidak mencukupi.

Ibu juga pernah menyewa sawah lalu dengan piawainya dicarinya buruh tani untuk menggarap sawah yang disewa itu. Ibu menanam padi dan memeliharanya sampai panen. Pada hari panen padi, ibu datang sendiri memberikan komando di sawah. Setelah padi semua terkumpul lalu ibu menyewa gerobak sapi besar beroda besar untuk mengangkut hasil padi ke dese Dengkek ke Lurah Marsie yang mempunyai huuler atau pabrik beras. Anak2 mengawal gerobak berisi padi dari sawah ke desa Dengkek. Beras yang diperoleh sebagian kecil untuk konsumsi sendiri dan sebagian besar dijual, modal kembali masih ada keuntungan.

Ibu tidak pernah sekolah ekonomi, ibu tidak pernah kuliah perdagangan tetapi ibu mempunyai instink yang luar biasa untuk mencari nafkah, untuk berdagang apa saja memanfaatkan jejaring ibu di pati, memanfaatkan image ibu sebagai orang jujur yang sangat dipercaya.

Marca Sri Mawar Sumariyaningrum putri no 8 dari keluarga Sugijono.

Posted in keluarga | Tagged | Leave a comment

Ibunda (7) – berdagang naphtol dan es mambo

Ungkapan kasih sayang untuk ibu dari dari Andreas Sumariyatmo putra ke 9.

andreSaya Andre putra ibunda no 9. Saya ingin sharing sedikit tentang kehidupan saya di Pati waktu masih kecil.

Dari mulai SD sampai di SMP saya sekolah di SD dan SMP Keluarga di Pati. Saya menjalani kehidupan yang sangat menyenangkan. Secara spiritual saya diajarin untuk rajin ke gereja dan bersembahyang secara katolik. Secara kekeluargaan saya hidup dalam keluarga yang damai dan menyenangkan. Saya sebagai anak laki dirumah di Jalan Pangeran Diponegoro 108 mempunyai tugas rumah tangga yaitu mengisi jeding kamar mandi yang sangat besar dan sangat luas untuk ukuran sekarang. Mengisi jeding dengan menimba air sumur ini saya harus lakukan setiap pagi sebelum berangkat ke sekolah. Sekalian olah raga tidak berat dan banyak mengeluarkan keringat. Dampak positipnya saya sangat sehat. Jarang sakit. Saya anggap mengisi jeding kamar mandi sebagai olah raga harian.

andre 01Kalau mau ke sekolah, saya berboncengan dengan adik no 10 di Kris. Kami membawa naphtol dalam bungkusan besar untuk dititipkan ke warung disekitar sekolahan. Sesudah sekolah selesai, saya dan dik Kris mendatangi warung tersebut dan meminta uang hasil penjualan, sambil menghitung berapa yang sudah laku dan berapa yang belum laku. Yah .. ada administrasi kecil-kecilan, namanya sekarang konsinyasi.

Ketika bisnis naphtol berganti dengan bisnis es mambo, tugas saya dan dik Kris belum berubah yaitu setiap pagi membawa 2 termos dan dititipkan termos berisi es mambo ke warung disekitar sekolahan. Siang setelah sekolah mendatangi warung dan meminta uang hasil penjualan. Yah .. ada administrasi kecil2an dan sangat sederhana. Saya dan dik Kris berboncengan sambil membawa termos itu bukan pekerjaan berat, bukan pekerjaan yang memalukan, bukan menurunkan gengsi. Sama sekali bukan. Kami berdua telah di latih dan dididik oleh ayah dan ibunda untuk melakukak kegiatan ekonomi untuk menjaga agar selalu ada pemasukan untuk biaya sekolah dan biaya hidup. Orang hidup harus bekerja mencari makan, kata ayah, dan cara ini adalah cara yang halal dan yang terbaik yang bisa dilakukan.

Pengalaman berdagang naftol dan es mambo sangat bermanfaat bagi diri saya pribadi. Sekarang saya berdagang bahan kimia seperti methanol dan melamin. Kunci yang saya pertahankan adalah kejujuran dan ketepatan waktu sebagai bagian dari servis kepada para pelanggan. Yang kadang2 menyulitkan saya adalah tugas menagih hutang dagang. Namun selama ini masih mampu saya lakukan dengan cara yang manusiawi sekali, ajaran bapak dan ibu selama di pati saya pakai.

Ibunda yang sekarang berusia 90 tahun, Ibu sangat berjasa dalam mendidik karakter saya, agar tetap bermanfaat bagi sesama, bertanggung jawab kepada keluarga, bertanggung jawab sebagai bapak dan sebagai suami. Terima kasih atas didikan ibunda sehingga saya bisa seperti sekarang ini.

andre 04andre 03a

Posted in keluarga, memoir | Leave a comment

Ibunda (6) – kebanjiran di Semarang

ImageAdik saya no 11 Titik berceritera. Nama saya Titik, putra ibunda no 11, hampir ragil, saya masih punya adik satu laki-laki bernama dik Ciput, yang sekarang menjadi Rektor UKWK di Malang. Saya sekarang bekerja di Asuransi Sinarmas, posisi di perusahaan asuransi sudah lumayan tinggi, maklum sudah bekerja 35 tahun, sudah makan asam garam didunia perasuransian.
Saya ingin sharing menceriterakan tentang ibunda. Waktu saya kecil saya sangat disayangi ibunda, sekarang gantian saya yang amat sayang ke ibunda. Mulai tahun 1970, satu demi satu mas-mas dan mbak-mbak lulus SMA N Pati dan meninggalkan kota Pati. Tinggal saya sendirian di rumah menemani ibunda.
Menjadi anak ragil seorang diri banyak senangnya ada sedikit susahnya. Ini bagian cerita senangnya. Saya masih di SMP dan SMA saya teringat kalau ibu mendapat order merias penganten, saya sering diajak untuk menemani dan menjadi asisten ibunda. Saya tidak paham merias penganten, saya bertugas menyiapkan peralatan yang akan dipakai ibu. Selama ibu merias penganten kerjaan saya makan sampai puas. Sesudah selesai merias, tugas saya mengatur makanan yang diberikan atau dihadiahkan oleh pemangku hajat untuk dibawa pulang. Ada buah2an, ada kue2 dan ada makanan lain. Yang saya senangi karena selalu ada 1 ingkung ayam utuh yang digoreng untuk kami bawa pulang. Saya paling rajin untuk membereskan semua makanan untuk dinikmati dirumah. Tugas sebagai asisten perias manten ini yang saya sukai, dan akan saya kenang terus. Bulan2 yang banyak penganten, menurut hitungan jawa, yang saya ingat adalah Rejeb nanti penganten banyak kawan, Jumadilakhir nanti penganten menjadi kaya akan emas dan perak, bulan Ruwah nanti akan selamat perkawinannya, bulan Puasa .. wah yang ini jangan dipakai karena banyak bencana, bulan Syawal nanti rejekinya sedikit banyak hutang. Boleh percaya boleh juga tidak, berlaku untuk orang Jawa semacam saya.</p>
<p>Kegiatan ibu banyak ada arisan dengan ibu2 pejabat Muspida, pertemuan yang dimanfaatkan oleh ibu  untuk menjajakan batik model baru, kain brokat model baru, dan perhiasan emas satu set. Kalau ada yang membeli tugas saya yang menagih, karena ibu memberi servis boleh bayar tiga kali. Kata ibu hasilnya lumayan untuk membayar ongkos pondokan mas2 dan mbak2, walau sudah disokong oleh mas Anto atau mas Yono atau mas Jadik.
banjirkaligaweCerita yang unik lainnya. Saya pernah ditugaskan sebagai Branch Manager Asuransi Sinar Mas untuk daerah Jawa Tengah 1991 sampai 1993. Saya menyewa rumah di Perumahan Puri Anjasmoro. Karena dekat saya sering pulang ke Pati, lebih2 kalau  week end. Kondisi kesehatan bapak kurang bagus. Waktu itu penyakit diabet bapak sudah mulai parah, maka bapak setiap hari rabu periksa ke dokter Djoko di Semarang. Kebetulan pas musim hujan yang tidak berhenti-henti, air mulai membanjiri perumahan Puri Anjasmoro. Bapak dan ibu ada di Semarang untuk periksa, air banjir naik sudah menggenangi jalan dan masuk rumah tetapi masih sedikit, lalu Rabu sore dibersihkan oleh pembantu. Hari kamis bapak dan ibu mau pulang ke Pati, tetapi saya tahan kaarena hujan masih turun agar pulangnya hari sabtu pagi bias saya ikut. Nggak tahunya hujan deras tidak berhenti dan malam jam 21:00 terjadi banjir bandang. Air masuk kerumah pelan2 naik dan tahu2 sudah sampai sepinggang. Kami panik. Listrik mati. Suasana dirumah gelap. Bayangkan air didalam rumah sampai sepinggang. Ibu naik ke meja makan dan duduk diatas meja makan semalam suntuk, dari jam 9 malam sampai pagi. Pengalaman kebanjiran pertama bagi bapak, ibu dan bagi saya sendiri. Oh begini toh kalau rumah kebanjiran. Saya menikmati banjir naik pelan sampai setinggi pinggang. Ibu orangnya sabar. Tidak terlihat diwajah beliau rasa sedih atau murung. Ibu senyum terus dan menasehati ke saya agar tetap sabar dan tenang. Peristiwa banjir bandang di Puri Anjasmoro bersama bapak ibu tidak akan pernah saya lupakan.
Ibunda yang Titik sayangi, dihari ulang tahun ibu yang ke 90 ini Titik mengucapkan selamat ulang tahun. Saya menyaksikan sendiri perjuangan ibu mengasuh, mendidik, memberi makan kepada 12 orang putranya. Ibu tidak pernah mengeluh. Ibu tidak pernah  merasa capek. Ibu merasa bersyukur diberi 12 anak, yang tidak cacat, yang dengan sabar, dengan ikhlas Ibu pelihara kami semua. Ibu adalah pahlawan keluarga. Ibu selalu mendorong kami semua. Matur nuwun ibu. Saya tidak mampu membalas kasih sayang yang ibu berikan kepada kami. Ya Tuhan ampunilah dosa ibuku. Terimalah semua amal beliau selama hidup didunia, selama membesarkan 12 orang anak2nya dengan sabar dan ikhlas. Ya Tuhan berikan kepada ibu tempat di surga. Amin.semarang banjir semarang banjir 01
| Leave a comment

Ibunda (5) – Ibunda ke Melbourne dan Sydney

Bapak meninggal dunia pada tanggal 6 Desember 1996. Sesudah bapak meninggal, ibunda hidup sendiri di kota Pati. Kami putra putri ibunda telah mengusulkan agar ibunda pindah ke kota Jakarta dan tinggal bersama salah satu putra ibunda. Rencana perpindahan ibunda ke Jakarta belum mendapat respond dari ibunda karena ibunda merasa bahwa tinggal di kota Pati lebih menyenangkan. Ibunda ingin hidup mandiri dan merasa mampu hidup mandiri di kota Pati. Teman2 banyak, sahabat2 banyak dan terutama kehidupan spiritual ibunda lebih terjaga. Suster2 dari Biara Susteran di kota Pati sangat memperhatikan ibunda. Secara berkala ibunda ikut sembahyang Rosario bersama para suster. Kemudian kalau ingin kegereja untuk mengikuti misa ibunda diantar oleh tukang becak yang sudah menjadi langganannya. Famili ibu yang tinggal di Pati ada beberapa dan merekalah yang menjaga ibu, ada dokter Prambapak 02b keponakan ibu, ada anaknya Lik Warso yang tinggal tidak jauh dari rumah kami.

Kami tidak memaksa ibunda pindah, kami harus melakukan secara perlahan-lahan agar ibunda bersedia pindah. Yang berperanan besar untuk meyakinkan ibunda pindah adalah adik Ien no 5. Kira2 setahun setelah bapak meninggal, ibunda diajak dik Ien untuk piknik ke Padang, ikut rombongan ibu2 dari Krakatau Steel. Ibu sangat senang dan menikmati perjalanan keluar kota, inilah pertama kalinya ibunda piknik kekota selain Jakarta. Selama 40 tahun lebih ibunda disibukkan mengurusin anak2nya yang berjumlah 12 orang. Bapak tidak mengijinkan ibunda pergi kemana-mana kecuali ke Jakarta menengok anaknya.

Kira2 duabulan sesudah perjalanan ke Padang, ibunda diajak ke Bali oleh dik Ien. Kepergian ke Bali benar2 membuka wawasan ibunda, beliau sangat senang, sangat menikmati liburan ke Bali. Inilah janji almarhum ayah yang belum sempat dilaksanakan, yaitu almarhum ayah ingin mengajak ibunda ke Bali untuk liburan.

Setahun sesudah itu ibunda diajak berlibur ke Melbourne. Ibu pun sangat setuju dan sangat senang. Mas Yanto bersekolah di Sydney selama 10 tahun dan sekarang ibu diajak berlibur ke Australia. Mula2 ke Melbourne kemudian dengan mobil akan diajak ke Sydney.

Melbourne adalah ibukota Negara bagian Victoria Australia. Penduduknya 4,5 juta. Terletak di dekat teluk besar yaitu Port Philip Bay. Didirikan tahun 1835 oleh Inggris yang menjajah Australia. Pada masa Victorian gold rush sekitar 1850, Melbourne menjadi kota paling besar dan paling kaya diseluruh dunia. Melbourne mendapatkan predikat kota paling nyaman untuk ditinggali dari majalah The Economist tahun 2002 dan 2004. Daerah metropolis Melbourne memiliki jaringan trem listrik terbesar didunia.

Selama Ibunda di Melbourne, ibunda tinggal dirumah mas Anto di daerah suburban Melbourne. Ibunda bukan tinggal di hotel, ibunda merasakan bahwa memang environment Melbourne sangat berbeda dengan Jakarta atau kota lain di Indonesia. Melbourne kotanya sangat teratur, sangat tertata rapi, sangat bersih dan aman sekali. Ibu menikmati naik City Circle Tram di Central Melbourne, dan melihat lihat kota tua Melbourne yang masih dirawat dengan sangat baik, menjadi atraksi turis. Ibunda pun diajak ke downtown Melbourne yang berjejer restorant macam-macam kuliner dari barat maupun dari timur, seperti restoran China, restoran Thailand, ada juga restoran Indonesia. Di down town banyak bar, ada juga tempat entertainment, pertokoan, coffee shops dan hotels. Semuanya tertata rapi dan bersih enak untuk dilihat. Ibunda sempat ke Victoria Market berbelanja keperluan sehari-hari untuk dimasak dirumah. Ada ayam, daging, sayur mayur dan buah-buahan. Mirip sebuah pasar tradisionil yang sangat modern, sangat bersih dan teratur rapih.

<aSeminggu setelah ibunda berlibur di Melbourne, ibunda diajak pergi ke Sydney dengan mobil. Rencananya hanya sehari pulang pergi. Dengan berkendaraan mobil VW Combi Caravel berangkatlah rombongan dari Melborne menuju ke Sydney. Jalannya lebar dan udaranya panas karena musim panas. Perjalanan lancar sekali tidak ada halangan apa2. Selama berkendaraan mobil, rombongan disuguhin panorama yang bagus sekali, melalui daerah pertanian yang hijau. Jalan mulus dan teratur. Selama dalam perjalanan ibunda sangat menikmati dan selalu tersenyum-senyum menandakan gembira di hati beliau.

Sampai di Sydney sudah agak siang. Sydney mempunyai banyak taman seperti Hyde Park, Royal Botanical Gardens dan taman nasional. Yang menjadi ikon kota Sydney adalah Sydney Harbour membuat kota Sydney menjadi salah satu kota terindah didunia. Sydney termasuk kota termahal di Australia. Sydney menempati peringkat ke 10 sebagai kota yang pantas dihuni didunia menurut the Economist. Sydney juga merupakan kota pusat keuangan internasional.

melbourne 06

melbourne 05

melbourne 04

melbourne 03

melbourne 02

melbourne 01

| Leave a comment

Ibunda (4) – ibunda ke Belanda, Paris dan Lourdes

Ziarah ke Lourdes.

 Lourdes adalah sebuah desa kecil di pegunungan Pyrenee, Perancis Selatan. Meskipun letaknya terpencil di pegunungan Perancis Selatan, Lourdes adalah kota yang penting buat umat Kristen Katolik. Bunda Maria, ibu Yesus Kristus pernah menampakkan diri di sebuah gua di pinggiran Lourdes kepada Bernadette Soubirous ketika ia sedang mengumpulkan kayu bakar bersama saudara-saudaranya di tahun 1858.

Jutaan orang dari seluruh dunia berziarah ke tempat suci ini, setelah berziarah dan minum dari mata air di gua tempat Maria menampakkan diri sebagian dari para penziarah yang sakit ingin mendapatkan kesembuhan. Air tersebut dipercaya bisa menyembuhkan penyakit. Keajaiban-keajaiban di Lourdes itu yang menarik kedatangan para peziarah dari seluruh dunia.

Kabut menyapu Lourdes setelah hujan gerimis ketika kami melangkah keluar dari bis. Menyaksikan pemandangan kabut menyapu bukit, saya langsung jatuh hati pada Lourdes. Tempat ziarah ini sangat tenang dan damai.

Hotel kami tidak jauh dari gua tempat penampakan gua Maria. Kami istirahat sejenak di sore itu menikmati kehangatan hotel. Kami berangkat menuju gereja dan hujan sudah turun meski tak terlalu deras. Prosesi doa rosario dimulai di malam yang hujan itu doa rosario didaraskan dalam bahasa-bahasa utama Eropa yaitu Italia, Perancis, Inggris, Jerman, Belanda.


Keesokan paginya kami mandi dan bersiap ke gereja untuk merayakan misa kudus. Sebelum misa, kami membeli pastry untuk sarapan di sebuah toko. Ketika memilih-milih roti, ternyata pemilik toko roti bisa sedikit bicara bahasa Indonesia. “Lima Euro,” kata si Bapak pemilik toko. Mungkin si Bapak bisa sedikit bahasa Indonesia karena lumayan banyak peziarah datang dari Indonesia. 

Di luar gereja kami menemukan banyak sekali orang sakit yang merindukan mukjizat di Lourdes. Mereka ini duduk di kursi roda antri menuju gua yang letaknya di bawah gereja. Di gua ini di abad 19 Bernadette Soubirous mendapatkan penampakan bunda Maria ketika sedang mengumpulkan kayu bakar.


Gua Maria Lourdes itu hanya kecil dan sederhana saja. Dalam imajinasi semula, gua Maria Lourdes pasti sangat megah dan mewah. Namun kenyataannya tidak begitu. Suasana sederhana tidak mengurangi kesucian gua Maria itu.


Salah satu pesan Bunda Maria kepada Bernadette adalah membangun kapel gereja kecil di dekat gua tersebut. Ketika itu tidak sedikit orang yang skeptis dengan penampakan Maria kepada Bernadette. Tak kenal lelah Bernadette diuji oleh ilmuwan dan gereja.  Baru tahun 1870 Paus Pius IX setuju membangun katedral di atas gua tempat Maria menampakkan diri. Katedral inilah tempat kami beribadah dipagi itu.


Dalam cuaca yang dingin dan hujan itu Titik, mbak Dewi dan ibunda duduk di depan gua Maria sambil berdoa rosario. Selesai berdoa rombongan kecil ini memasuki antrian untuk memasuki gua dan memegang dinding gua yang dialiri mata air. Setelah itu Titik mengambil air untuk dibawa pulang, ada keran-keran air tempat mengambil air dari mata air yang ditemukan Santa Bernadette. Air ini bagi yang percaya berkhasiat menyembuhkan. Tanpa rasa percaya, tidak ada kesembuhan. Begitu kata Santa Bernadette.

03v16lourdes

 03v22   03v18 001 lourdes03

001 lourdes04

001 lourdes05

001 lourdes06

001 lourdes07

001 lourdes08

001 lourdes09

001 lourdes10

| Leave a comment

Ibunda (3) – Ibu yang sabar, ikhlas dan syukur

Ibu yang sabar, ikhlas dan syukur

ibunda 11Karakter yang sangat kuat yang ada pada bapak dan ibu adalah  sabar, ikhlas dan syukur. Ibu itu memiliki kesabaran yang luar biasa. Sabar disini diartikan secara positip. Sabar yang optimis, sabar yang pantang menyerah, sabar yang terus berusaha, sabar yang bersemangat dan sabar yang konsisten melaksanakan rencana dengan kepercayaan yang tinggi. Sangat yakin bahwa Tuhan akan menolong.  Menghidupi 12 anak perlu biaya besar, perlu kesabaran yang tinggi, perlu semangat pantang menyerah. Bapak dan ibu sangat sadar akan tanggung jawab yang besar untuk memberi makan, untuk mendidik karakter anak2nya agar mempunyai agama dan budi pekerti yang baik.

ibunda 10

Tahun 1963 bapak memutuskan untuk pensiun dari guru SMP N Pati. Bapak berdagang naftol, pewarna pakaian. Modalnya meminjam dari sahabat bapak pemilik toko Lares. Naftolnya dibeli drum druman dari Yogya, dibawa sendiri dengan kereta api sampai Semarang, lalu pindah naik truk menuju ke Pati. Dirumah naftol itu dibungkusi satu per satu didalam plastik kecil ukuran yang cukup untuk satu baju. Tanpa merek tanpa label. Naftol dititipkan kebeberapa warung. Bulan pertama masih promosi, belum dikenal oleh masyarakat. Barang kurang laku, masih seret, masih belum menghasilkan untung. Bapak dan ibu sabar sambil terus berupaya promosi, menjaga tetap semangat walau barang tidak laku dan pantang menyerah. Kesabaran  sambil berupaya itu sedikit demi sedikit membuahkan hasil. Terutama warna hitam, sebab warna hitam menjadi seragam berbagai organisasi masyarakat. Waktu itu suhu politik sedang tinggi. Semakin banyak rapat partai atau pawai partai, semakin banyak naftol hitam laku dibeli oleh anggota ormas. Terutama ormas yang berhaluan kiri alias PKI. Naftol pak Giek mulai diminati masyarakat karena bagus, tidak luntur dan murah. Bulan berikutnya bapak belanja ke Yogya lagi. Dalam waktu sebulan sudah habis. Belanja lagi dan jumlahnya di dobelin. Dalam waktu sebulan habis lagi. Bapak dan ibu senang sekali karena upaya dan keuletan dagang naftol mulai memperlihatkan hasil. Hutang ke toko Lares sudah dikembalikan, dan mulailah dagang dengan modal sendiri. Dari bulan ke bulan usaha semakin maju, volume naftol yang terjual semakin banyak. Bapak mendapatkan kemudahan dari distributor Yogya, tidak perlu diangkut sendiri tetapi dikirim dengan perusahaan dsitribusi dan diterima dirumah. Hal ni berlangsung sampai tahun 1966. Terjadilah peristiwa G30S. Pawai dan rapat partai PKI sudah drop malahan sudah dilarang. Bisnis naftol pun ikut amblas, tidak laku. Masa nyaman jualan naftol di tahun 1967 berhenti total.

ibunda 03

Bapak ibu tetap sabar dan tetap berupaya berdagang komoditi yang lain. Ibu tidak mengenal putus asa. Sebagai gantinya ibu ganti berbisnis es mambo. Ibu membeli  refrigerator sebanyak 3 box dan beberapa termos. Setiap malam sebelum tidur adik adik membungkusi es mambo di kantong plastik kecil dan disusun di refrigerator selama semalam. Pagi pagi ibu dengan sabar dan semangat memindahkan es mambo kedalam termos, dan tugas dik Andre dan dik Kris untuk menitipkan kewarung disekitar SD Kanisius.

Ibuku  juga dagang emas berlian. Ada pedagang kaya yang tinggal di Jakarta yang mensuplai perhiasan set-setan, ditawarkan   ke teman arisan ibu para pejabat Kabupaten pati. Ibu juga ikut arisan kopyok bersama teman2 wanita tionghoa dari Pati. Setiap week end ibuku merias manten di luar kota maupun didalam kota.

ibunda 01b

Sekarang kami tahu dan kami sadar bahwa bapak dan ibu menghidupi kami,  12 orang anak  termasuk makan dan biaya sekolah dari pekerjaan yang halal. Luar biasa. Berkali-kali ibu menyatakan rasa syukur kepada kami bahwa 12 anaknya semuanya normal tidak ada yang cacat. Penyebabnya karena ibunda sabar, penuh kasih sayang dan bersyukur atas rezeki dari Tuhan yang dicari dengan halal. Ibunda telah sukses mengerjakan pekerjaan besar dalam waktu yang lama dan kosisten yaitu memberi makan 12 anak, mendidik 12 anak, mendampingi 12 anak dengan sabar, ikhlas dan syukur. Hasilnya sungguh luar biasa.

| Leave a comment

Ibunda (2) – Ibu Aktifis Perwari

Ibunda (4) – Ibu aktifis Perwari

Perwari singkatan dari Persatuan Wanita Republik Indonesia, relatif kurang dikenal. Perwari menolak terhadap poligami dan berani menghadapi konflik terbuka dengan Sukarno. Penolakan terhadap poligami merupakan upaya lain Perwari untuk meningkatkan kedudukan perempuan dalam hukum perkawinan dan masyarakat.

Sejarah mencatat, konsistensi Perwari menolak poligami berujung pada konflik dengan Sukarno, terkait dengan perkawinan  kedua sang presiden. Menurut Perwari, perkawinan Sukarno dengan Hartini menurunkan derajad dan martabat kedudukan kepala negara dan menusuk hati kaum pergerakan perempuan yang memperjuangkan kedudukan perempuan dalam perkawinan. Itulah cerita yang sayup sayup pernah diceriterakan oleh ibunda di tahun 1960 an, saya aktifis PMKRI. Perwari mengajak organisasi-organisasi perempuan yang mereka undang untuk berkonsolidasi menyikapi perkawinan sang presiden.

Delegasi Perwari pernah menemui Sukarno, diberi janji oleh Sukarno. Janji tersebut berisi pernyataan Sukarno bahwa ia tidak akan memperkenalkan Hartini di hadapan publik sebagai istrinya. Tidak hanya itu, Sukarno berjanji pula bahwa ia dan Hartini tidak akan tampil bersama, terutama dalam acara-acara yang bersifat umum. Dengan kata lain, janji Sukarno, hanya ada first lady yakni Fatmawati.

Tidak hanya mengirim delegasi, konsistensi Perwari menolak perkawinan Sukarno dengan Hartini juga dilakukan dengan seruan terbuka anggotanya untuk memboikot Sukarno dan Hartini. Pemboikotan itu antara lain dengan menghindari berbagai pertemuan yang memungkinkan berhadapan dengan Sukarno dan Hartini, baik ketika mereka bersama maupun sendiri.

Sementara itu, oleh karena sikapnya yang reaktif terhadap Sukarno, Perwari mengalami mengalami hambatan. Selain menjadikan banyak usaha sosial Perwari kurang berkembang, pascaprotes terhadap Sukarno, banyak anggota Perwari yang mengundurkan diri dari organisasi karena suami mereka mendapat tekanan di tempat lain. Tidak hanya itu, pemimpin-pemimpin Perwari pun banyak mendapat tekanan moral serta ancaman dari pihak yang tidak bertanggung jawab. Bahkan, Perwari pun nyaris dibubarkan oleh pemerintah. Itulah seelumit erjuangan Perwari yang saya dengar dari ibunda.

Ibunda adalah bendahara umum Perwari Kabupaten Pati dengan Ketua Umum adalah ibu Suwignyo, ibunda dari mbak Titiek. Dari saya masih SD 1955 sampai tahun 1980 an, jabatan ibunda masih tetap sebagai bendahara Perwari. Ibunda ulet, gigih, rajin mengikuti rapat dan mencatat keuangan organisasi dengan beres tidak sepeserpun dikorupsi. Luar biasa. Malahan di tahun 1980 ibu pernah diusulkan untuk menjadi anggota DPRD Pati mewakili Partai Golkar. Ibu dianggap dan dinilai mempunyai talenta untuk memperjuangkan nasib kaum wanita di DPRD Pati. Yang melarang ibunda masuk ke DPRD Pati mewakili Partai Golkar adalah ayahanda sendiri. Sebab ayah juga dicalonkan untuk menjadi anggota DPRD Pati mewakili Partai Demokrasi Indonesia. Pertimbangan ayah mosok dalam satu rumah ada 2 anggota DPRD, yang satu Golkar dan yang satu PDI. Akhirnya ibunda mengundurkan diri dan diganti dengan istrinya pak Djais, guru bahasa Djerman di SMA N Pati. Bapak menjadi anggota DPRD Pati mewakili PDI bersama dokter Tedjo tetangga yang tinggal di pojok prapatan Bleber.

Rombongan Perwari dari Pati pernah menghadiri Konggres Nasional di Jakarta. Ibunda ikut sebagai delegasi dari Kabupaten Pati. Ibunda mengikuti Konggres dengan sangat serius sekali. Didalam acara Konggres ada accara pertemuan dengan Ibu Tien Suharto di Istana Negara. Ada foto ibunda didepann Istana Negara dengan Ibu Tien Suharto sebagai Ketua Dewan Pelindung Perwari. .

ibunda perwari 001

| Leave a comment

Ibunda (1) – Perias manten

Ibu saya dikenal dengan nama Bu Giek adalah perias manten yang populer di Pati dan sekitarnya di tahun 70-80 an. Beliau adalah perias manten jawa tradisionil yang akan puasa minimum 3 hari sebelum merias pengantin. Puasa mutih sambil terus menerus berdoa agar riasannya bagus, riasannya disukai oleh banyak orang, tidak diganggu macam-macam, termasuk mendoakan agar pengantin akan senang dan hidupnya sukses di kemudian hari. Sebagai perias penganten ibu mempunyai penghasilan yang cukup dan statusnya juga terhormat. Ini tidaklah mengherankan karena juru paes seperti ibu saya memiliki ketrampilan dan keahlian khusus, juru paes sering disebut dukun manten.

Paesan adalah tata cara mempercantik wajah calon pengantin puteri dengan menggunakan sarana lengkap seperti bahan paes, sarana dan gaya tertentu. Paesan sangat diperhatikan karena seorang pengantin adalah raja dan ratu sehari yang menjadi pusat perhatian, sehingga dandanannya harus berbeda dengan yang lain sesuai dengan statusnya sebagai raja dan ratu sehari. Harus kelihatan  anggun, cantik, gagah dan menarik. Untuk rias pengantin Jawa itu ada pakem soal warna, bentuk dan guratan untuk mendandani si pengantin. Pokok-pokok paes adalah paes wajah dan busana. Tidak ada pengantin yang bisa memaes dirinya sendiri. Paesan pengantin adat Jawa sangat rumit. Semua acara merupakan simbol-simbol dan perlambang yang seharusna diadakan.


Waktu pengantin dipaesi biasanya sudah disediakan beberapa sesaji oleh perias mantennya, seperti
1. Sesaji Alas Paes.
2. Sesaji Paes ditempat di kamar pengantin pada waktu rias
3. Sembanga

Tata rias busana adat pengantin Jawa Solo dan Jawa Yogya adalah suatu karya budaya yang sacral, agung, elegan dan penuh makna filosofi tinggi. Tradisi tata rias busana ini terinspirasi dari busana para bangsawan dan raja keraton Kasunanan Surakarta, Istana Mangkunegaran, keraton Kasultanan Yogyakarta dan istana Pakualaman.

Gaya Solo

001solo-putri02Untuk tata rias busana pengantin Solo Putri, pengantin pria menggunakan baju beskap langen harjan dengan blangkon dan batik wiron bermotif Sidoasih prada. Penganten wanita menggunakan kebaya panjang klasik dari bahan bludru warna hitam berhias sulaman benang keemasan bermotif bunga manggar dan bagian bawah berbalut kain motif batik Sidoasih prada. Tata rias pengantin wanita Solo Putri laksana putri raja dengan paes hitam pekat menghiasi dahi. Rias rambut dengan ukel besar laksana bokor mengkureh (bokor tengkurep), berhias ronce melati tibo dodo, diperindah perhiasan cundhuk sisir dan cundhuk mentul di bagian atas konde.

 tomi-1Gaya lain yang terkenal adalah Solo Basahan. Busana Solo Basahan berupa dodot atau kampuh dengan pola batik warna gelap bermotif alas-alasan (binatang) dan tetumbuhan hutan. Seiring berjalannya waktu, pilihan motif dan corak warna dodot semakin beragam namun pilihan motif batik kain dodot tetap berpegang pada filosofi derajat mulia yang layak dikenakan pasangan pengantin.

Makna dari busana basahan adalah simbolisasi berserah diri kepada kehendak Tuhan akan perjalanan hidup yang akan datang. Busana basahan mempelai wanita berupa kemben sebagai penutup dada, kain dodot  atau kampuh, sampur atau selendang cinde, sekar abrit (merah) dan kain jarik warna senada , serta buntal berupa rangkaian dedaunan pandan dari bunga-bunga bermakna sebagai penolak bala.

Busana basahan pengantin pria berupa kampuh atau dodot yang bermotif sama dnegan mempelai wanita, kuluk (pilihan warnanya kini semakin beragam, tidak hanya biru sebagaimana tradisi Keraton) sebagai penutup kepala, stagen, sabuk timang, epek, celana cinde sekar abrid, keris warangka ladrang, buntal, kolong keris, selop dan perhiasan kalung ulur.

 Busana Sikepan Ageng / Busana Solo Basahan Keprabon adalah salah satu gaya busana basahan yang diwarnai dari tradisi para bangsawan dan raja Jawa yang hingga kini tetap banyak diminati. Mempelai pria mengenakan kain dodotan dilengkapi dengan baju Takwa yakni semacam baju beskap yang dulu hanya boleh dipergunakan oleh Ingkang Sinuhun saja. Untuk mempelai wanita memakai kain kampuh atau dodot dilengkapi dengan bolero potongan pendek berlengan panjang dari bahan beludru sebagai penutup pundak dan dada. 

 Gaya Jogja

Tata rias dan busana pengantin khas Jogjakarta tentunya terinspirasi dari corak busana pengantin tradisi Keraton Jogjakarta. Ada beberapa style dari pengantin Jogja, antara lain ada Paes Ageng atau disebut Kebesaran, Paes Ageng Kanigaran, Jogja Putri dan Kesatrian.

001paesagengyogjaYang paling terkenal tentunya gaya Jogja Paes Ageng atau Kebesaran. Pengantin Jogja Paes Ageng menggunakan dodot atau kampuh lengkap dengan perhiasan khusus. Paes hitam dengan sisi keemasan pada dahi, rambut sanggul bokor dengan gajah ngolig yang menjuntai indah, serta sumping dan aksesoris unik pada mempelai wanita. Pada pengantin pria, memakai kuluk menghiasi kepala, ukel ngore (buntut rambut menjuntai) dilengkapi sisir dan cundhuk mentul kecil.

001Jogja Paes Ageng KanigaranKemudian ada Paes Ageng Jangan Menir. Pengantin pria memakai bahu blenggen dari bahan beludru berhias bordir, pinggang dililit selendang berhias pendhing, dan kuluk kanigara menutup kepala. Paes Ageng Jangan Menir tidak memakai kain kampuh maupun dodot. Kalau Paes Ageng Jangan Menir tidak memakai dodot kampuh, Paes Ageng Kanigaran justru menggunakan dodot kampuh yang melapisi cinde warna merah keemasan pada busana pengantin corak Kanigaran. Kebaya bludru berhias benang keemasan menyatu dengan dodot kampuh, cinde dan detil riasan serta perhiasan.

Untuk Jogja Putri, tata riasnya agak berbeda dengan Paes Ageng. Pengantin Jogja Putri menggunakan sanggul tekuk berhias sebuah mentul besar menghadap belakang dan pelat gunungan bagi mempelai wanita. Busana tradisionalnya menggunakan kebaya beludru panjang berhias sebuah bordir keemasan dan kain batik prada. Namun dengan banyaknya sentuhan modern, muncullah gaya Kesatrian Modifikasi yang terinspirasi dari tata rias Jogja Putri. Yang membedakan adalah busana yang digunakan adalah kebaya bahan lace berpadu kain prada, bersanggul gelung tekuk berhias cundhuk mentul (kembang goyang) serta untaian melati menjuntai di dada . Mempelai pria berbusana beskap putih dipadu bawahan kain batik prada serta blangkon penutup kepala.


 

| 1 Comment

Pengalaman Spiritual (6) – Mendirikan Pesantren bersama KH Kholil Ridwan

N.KH-Kholil-Ridwan Sesudah naik haji di tahun 1984, saya dan istri  Nur mendalami agama Islam dengan mengaji ke Pesantren Husnayain di Pasar Rebo dengan pembimbing dan gurunya adalah Uztad Kholil Ridwan. Setiap hari Minggu, mulai jam 07:00 pagi sampai jam 10:00 saya ke Pesantren Husnayain di Pasar Rebo. Hal ini saya lakukan selama 5 tahun atau lebih sampai tahun 1990, dalam sebulan saya mengaji empat kali, setiap Minggu dan berkesinambungan. Uztad KH Kholil Ridwan merujuk kepada kitab tradisional yang berisi pelajaran-pelajaran agama Islam mulai dari fiqh, aqidah, akhlaq/tasawuf, tata bahasa Arab, hadits, tafsir, ulumul qur’aan hingga pada ilmu social dan kemasyarakatan. Bayangkan bahwa saya selama 5 tahun digembleng dengan ilmu agama Islam yang masuk akal sehat. Uztad Kholil menggunakan kitab gundul, Tafsir Thabari / Tafsir Ibnu Katsir dimana huruf Arabnya tidak memiliki harakat seperti tidak ada fathah, tidak ada kasrah, tidak ada dhammah dan tidak ada sukun. Saya tidak bisa membaca arti harfiah kalimat per kalimat.

 

Tahun 1991 saya pindah pekerjaan dari IBM ke Humpuss. Frekwensi saya mengaji ke Husnayain terganggu. Saya mengaji hanya sekali sebulan, atau bahkan sekali setiap dua bulan. Kegiatan yang sering mengganggu adalah bermain golf di hari Minggu dengan teman eksekutif dari Humpuss atau dengan eksekutif dari BUMN yang menjadi mitra Humpuss.  Sejak 1991 urusan duniawi meningkat sedikit demi sedikit dan menggeser pelan-pelan urusan spiritual. Namun silaturahim dengan guru saya Uztad Kholil Ridwan tetap saya jaga agar terus berkesinambungan. Terlebih-lebih dibulan Ramadhan. taraweh dan sholat Isya kadang kadang kami lakukan di Pesantren Husnayain.  

 

Tahun 1999 saya mengajak bapak Uztad Kholil Ridwan untuk mengunjungi area kerja saya di HPH Rante Mario yang terletak di Salulebbo, Mamuju, Sulawesi Barat. Waktu itu Mamuju masih bagian dari Sulawesi Selatan.  Sesudah pengajian akbar kami berdialog dengan pemuka tokoh masyarakat dan umat Islam di masjid Camp Rante Mario di Salulebbo. Para tokoh masyarakat ini memohon agar Uztad Kholil berbuat sesuatu untuk memajukan umat islam di Salulebbo, terutama generasi muda. Banyak anak-anak di Salulebbo yang tidak mendapat pendidikan yang memadai, ilmu agama Islam rendah dan ilmu pengetahuan umum rendah.  Saya dan Uztad Kholil Ridwan mendengarkan dengan seksama permohonan para tokoh adat dan tokoh masyarakat Salulebbo. Kemiskinan dan kebodohan sangat akrab dengan umat islam di Salulebbo. Satu-satunya jalan untuk mengentaskan kebodohan dan kemiskinan masyarakat Islam di Salulebbo adalah dengan pendidikan.  

 

Hasil diskusi malam itu menelorkan keputusan yang sungguh luar biasa. Kami sepakat mendirikan pesantren.

Pesantren Husnayain III di Salulebo Sulawesi Barat

Pesantren Husnayain III di Salulebo Sulawesi Barat

selaku Direktur Utama PT Rante Mario, menyanggupi menyediakan tanah seluas yang diperlukan  3 ha  dan masih bias ditambah dikemudian hari  7 ha. Saya menyanggupi membangun ruangan kelas sebanyak 3 ruang, membangun masjid, membangun rumah untuk para guru dan ruang serba guna di areal pendidikan. Lokasi dari panti pendidikan direncanakan akan dibangun didepan area Binhut PT Rante Mario. Maksudnya untuk menyediakan infrastruktur berupa listrik dan air. Saya menyanggupi menyediakan dana operasi tahunan untuk mendukung berjalannya kegiatan pendidikan di Salulebbo. Saya menyanggupi untuk mengumpulkan anak-anak di salulebbo untuk dididik di panti pendidikan yang baru. Semua biaya pendidikan akan ditanggung oleh PT Rante Mario.

 

Uztad Kholil Ridwan langsung menyanggupi untuk mengirim guru-guru pesantren lulusan Husnayain, dengan penugasan setahun, dan setiap tahun akan dirotasi dengan lulusan Husnayain yang lain. Uztad Kholil Ridwan pun menyanggupi untuk mengetrapkan kurikulum Gontor, dengan catatan akan meminta izin dahulu ke Pimpinan Gontor. Sewaktu Uztad Kholil menilpun Pimpinan Gontor, untuk meminta izin penggunaan kurikulum Gontor di pesantren Salulebbo, KH Abdullah Syukri Zarkasyi langsung menyetujui dan langsung memberikan komitmen untuk mengirimkan guru guru lulusan Gontor ke Salulebbo untuk menjadi guru pesantren. Bapak Uztad Kholil Ridwan pun menghubungi bapak Galib Mas’ud, seorang alumni Gontor dan alumni fakultas Hukum Unhas yang tinggal di Makassar untuk bersedia menjadi Pimpinan Pesantren Husnayain di Salulebbo. Saya pun membuat surat keputusan direksi untuk mengangkat pak Galib Mas’ud menjadi karyawan tetap PT Rante Mario yang ditugaskan menjadi Pimpinan Pesantren Husnayain di Salulebbo Mamuju. Allah swt membuka hati pak Galib Mas’ud dan pak Galib bersedia menerima amanah ini.

 

Allah SWT meridhoi niat dan usaha kami mendirikan pesantren Husnayain di Salulebbo, Mamuju, Sulawesi Barat. Prosesnya mulus, cepat, tanpa halangan yang berarti. Tim gabungan Rante Mario dan Husnayain memerlukan 3 bulan untuk persiapan. Meratakan tanah didepan Binhut Rante Mario dengan bulldozer, menyediakan logs pohon dan membuat menjadi papan-papan, membangun masjid, membangun 3 ruang kelas, ruang guru dan ruang serba guna.

 

pesantren husnayain III salullebo (1)Bulan Juli 1999  Pesantren sudah resmi dibuka, diberi nama Pesantren Husnayain III Salulebbo, Mamuju, Sulawesi Barat dahulu Sulawesi Selatan.  Pesantren Husnayain III berafiliasi dengan pesantren Gontor. Guru guru sebagian lulusan Gontor, sebagian dari lulusan Husnayain Sukabumi. Kurikulum berkiblat ke Gontor. Ilmu Agama dan ilmu pengetahuan umum diajarkan di Husnayain III. Sekarang menjadi kebanggaan di Sulawesi Barat. Menempati ranking atas waktu testing Ujian Negara setingkat SMU. Subhanallah. Alhamdullilah.

 

Bapak KH Kholil Ridwan sangat berpengaruh atas ke islaman saya. Beliau yang membimbing saya naik haji. Beliau yang memberikan pelajaran tentang Islam ke saya sampai sekarang. Beliau yang menjadi partner saya mendirikan Pesantren Husnayain III di Salulebbo. Bapak KH  Kholil Ridwan sekarang menjadi Ketua MUI Pusat dan Ketua Dewan Dakwah Indonesia Kwitang dan masih ada beberapa jabatan dalam keorganisasian Islam. Semoga Allah swt memberikan keberkahan kepada beliau.

 

| 2 Comments

Pengalaman Spiritual (5) – Naik haji.

Orang tua saya sedih dan kecewa sekali dengan masuknya saya ke Islam. Berbagai upaya dilakukan agar saya kembali dapat memeluk agama katolik. Saya dapat memahami kekecewaan dari orang tua. Saya tetap berlaku hormat dan santun  kepada orang tua. Saya tidak memberikan reaksi, saya tidak melakuan perlawanan, saya berdoa terus menerus kepada Allah agar memberikan jalan keluar yang terbaik. Doa saya diijabah oleh Allah dengan cara yang tidak saya duga dan tidak saya sangka. Saya yakin itulah cara Allah yang hanya Allah yang tahu.  Yaitu mulai Juli 1977, saya dipindahkan tempat kerja saya dari Jakarta ke Bangkok. IBM memberikan tugas baru yaitu IBM Instructor dan berlokasi di kota Bangkok. Tugas di Bangkok dibatasi hanya 2 tahun. Namun IBM memperpanjang setahun dan tempat kerjanya dipindahkan ke Hongkong. Jadilah saya tiga tahun tinggal di Luar Negeri. Selama saya di luar negeri upaya dari orang tua agar saya kembali ke agama katolik masih berlanjut tetapi sudah agak berkurang. Setelah tiga tahun saya kembali bekerja di Jakarta tahun 1980. Sikap dari orang tua dan saudara mulai berubah, mungkin karena saya gigih untuk tidak kembali ke katolik dan tetap memeluk agama Islam.

 

S005eSaya naik haji di tahun 1984. Kepergian haji saya selama 41 hari menimbulkan kehebohan di IBM dan keluarga saya. Kehidupan spiritual di IBM dari mulai  saya masuk 1971 sampai 1984 tergolong minimum. Suasana spiritual Islam dari teman2 IBM yang berjumlah 400 dan didominasi oleh golongan muda, yang terdidik lulusan UI, ITB, UGM dan perguruan tinggi dari LN ketika itu masih minimum. Setiap zuhur dan azhar sebagian melakukan sholat di mushola yang berada di Basement. Musholanya di Basement 1 di Wisma Metropolitan I masih memprihatinkan, dibawah standard, tempat wudhunya pun memprihatinkan. Terbersit dalam pikiran saya, mengapa tempat untuk menyembah Tuhan pencipta langit bumi diletakkan di basement? Akal sehat saya dan nalar kritis saya mulai timbul. Tidak seimbang dengan semangat kerja teman2 IBM yang diatas rata2 dan spirit yang tinggi. Staf IBM memikirkan bagaimana mencapai quota sales dan bagaimana bias masuk ke Hundred Percent Club agar bias menikmati hadiahnya yaitu trip ke LN. 003cBerita tentang kepergian haji saya di tahun 1984 mengagetkan mereka. Mereka seakan akan tidak percaya, bahwa Gabriel Sumariyono yang berganti nama menjadi Gufron Sumariyono pergi haji. Mereka kurang yakin bahwa Mariyono melakukan Rukun Islam ke 5 yaitu pergi haji. Teman-teman di IBM kalau ada uang berlebih, masih memprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan kehidupan duniawi seperti pengin beli rumah, pengin beli mobil atau pengin melancong. Bukan untuk beribadah naik haji.  Makanya teman2 heran bahwa Mariyono naik haji. Sesuatu yang tidak pernah kebayang. Benar2 suatu kejutan yang sangat besar bagi staf IBM di tahun 1984 termasuk boss saya sendiri. Satu2nya IBMers yang mendukung adalah mas Imam Ismojo (alm) Personnel Manager IBM Indonesia. Beliau mengijinkan dan menandatangani surat permohonan saya, ditambah keterangan bahwa selama saya naik haji 41 hari, gaji saya tetap dibayar, karena sesuai dengan ketentuan UU Ketenaga Kerjaan yang berlaku di RI.  Reaksi dari orang tua dan saudara pun sama. Mereka terkejut dan sangat sedih hal ini terjadi. Orang tua dan saudara tidak pernah menyangka bahwa putra ke 2  Keluarga Sugiyono akan naik haji.

 

Shal x3..  

Selama 41 hari berada di tanah suci, saya dan Nur menjalankan ibadah fisik haji dengan lancar dan mulus. Ibadah haji bukan ibadah sembarangan. Sebelum keberangkatan haji, kami mengikuti kursus manasik haji di Masjid Al Azhar Kebayoran Baru Jakarta. Kursus dipimpin oleh seorang uztad muda lulusan Gontor dan Medinah, namanya  Uztad Kholil Ridwan. Secara garis besar haji adalah ‘berkunjung ke baitullah melakukan thawaf, Sai, Wukuf di Arafah dan amalan-amalan lain diantara 1 Syawal sampai 13 Dzul Hijjah agar mendapatkan keridhoan Allah SWT.

Pengertian Rukun Haji sesuatu yang harus dilaksanakan, bila salah satu atau lebih tidak dilaksanakan, maka tidak dapat diganti dengan dam atau denda. Hajinya batal dan tidak sah. Rukun haji itu adalah : Ihram, Wukuf di Arafah, Thawaf Ifadlah, Sai, Tertib. Waktu wukuf di padang Arafah, pas bulan Agustus 1984, suhu di padang Arafah mencapai 41-42 Celsius. Saya berada di tenda tanpa AC, karena ikut rombongan haji reguler biasa, dan melihat ada jamaah yang pingsan karena dehidrasi. Pertolongan pertama dilakukan oleh petugas kesehatan haji.

Ada Wajib Haji yaitu sesuatu yang harus dilaksanakan dan apabila salah satu ada yang ditinggalkan, maka hajinya tetap sah tetapi harus membayar dam atau denda. Wajib Haji itu adalah Ihram dari Miqat, Mabit di Muzdalifah, Mabit di Mina, Melempar Jumrah dan Thawaf Wada.

Berkat bimbingan Uztad Kholil Ridwan Lc, yang lulusan Gontor dan Medinah, kami berdua mampu menjalankan Rukun Haji dan Wajib Haji. Semoga haji kami di tahun 1984 mabrur.

 

| Leave a comment

Pengalaman Spiritual (4) – Ulama Besar Buya Hamka.

<!–[buya hamkaif gte mso 9]>–>

Prof. Dr. Haji Abdul Malik Karim Amrullah atau lebih dikenal dengan julukan HAMKA, lahir di desa kampung Molek, Maninjau, Sumatera Barat, 17 Februari 1908 dan meninggal di Jakarta, 24 Juli 1981.  Beliau adalah ulama besar, sastrawan sekaligus negarawan.  Beliau diberi sebutan Buya, sebagai panggilan orang Minangkabau yang berasal dari kata abi, abuya dalam bahasa Arab, yang berarti ayahku, atau seseorang yang dihormati.
.

Saya pengagum berat Ulama Besar Buya Hamka, sastrawan yang berbobot dan negarawan yang dihormati dan disegani yang pernah dimiliki bangsa Indonesia.

Achir 1971. Setelah saya tinggal di Jakarta, setiap pagi saya mendengarkan siaran radio RRI dimana Buya Hamka memberikan ceramah agama Islam dengan menggunakan buku Tafsir Al Quran yang baru selesai yang dikarang oleh Buya Hamka.  Nama buku tafsirnya adalah Tafsir Al-Azhar.  Sebanyak 30 Juz yang saya simpan baik2 sejak 1975. Saya sangat menikmati dan sangat senang mendengarkan penjelasan ayat demi ayat yang tertulis di Al Quran. Suara Buya Hamka lembut, menyejukkan dan kalimat yang disampaikan jelas mudah dipahami dan mudah dicernakkan.

.  

Buya Hamka bukan hanya dikenal di Indonesia tetapi juga di negeri-negeri  Muslim seantero Asia Tenggara bahkan dunia. Beliau mendapat gelar Doktor Honoris Causa dari Univ. Al-Azhar tahun 1958 dan Univ. Kebangsaan Malaysia tahun 1974.

.

Kekaguman saya kepada Buya Hamka menumbuhkan keinginan untuk dapat bertemu secara langsung. Buya Hamka tinggal di Jalan Fatah III Kebayoran Baru, persis disebelah Masjid Agung Al Azhar.

.

Awal 1972. Pertama kali saya datang kerumah Buya Hamka pada hari Minggu sekitar waktu Azhar. Saya menunggu bersama beberapa tamu, bersama tamu yang ada mendengarkan fatwa atau menjawab pertanyaan dari tamu yang diajukan kepada beliau.

.

Minggu berikutnya saya datang lagi dan bertemu dengan Buya Hamka bersama tamu yang datang. Minggu berikutnya datang lagi. Karena tamunya sedikit saya dipanggil sendirian. Buya Hamka menanyakan latar belakang saya. Saya jelaskan bahwa saya orang katolik dari Yogya dan saya tertarik untuk mempelajari Islam. Karena saya sudah lama galau dengan hal Trinitas didalam agama katolik.

.

Buya Hamka menjelaskan dengan santun, lemah lembut dan jelas. Buya bilang bahwa Trinitas itu tidak pernah diakui Islam. Bahwa keberadaan Yesus di Trinitas itu tidak diakui oleh Islam. Didalam Islam Yesus dikenal dengan nama Nabi Isa Al-Masih, adalah seorang hamba Allah yang soleh dan yang dijamin masuk surga. Bahwa Islam mengakui kalau Nabi Isa a.s. dilahirkan oleh perawan  Maryam tanpa digauli dengan laki-laki. Bahwa Maryam oleh Islam diakui sebagai wanita yang soleh dan yang sangat dihormati. Bahwa selain nabi Isa a.s. semua nabi yang tertulis di perjanjian lama diakui oleh Islam. Bahwa semua kitab suci yang ada mulai Taurat, Zabur dan Injil pun diakui kebenarannya. Buya mengatakan bahwa Nabi Isa a.s. tidak pernah menyebut dirinya adalah Tuhan.

.

Bahwa nabi Isa a.s. berkata : …..” Hai Bani Israel sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu”….. (QS Al Maaidah 72)….. Dan Isa Al-Masih tidak lain hanyalah seorang hamba yang telah Kami beri karunia (kenabian) atasnya dan kami menjadikannya sebagai teladan bagi Bani Israel (QS 43 Az Zuhkruf 59) .

.

Kata Buya Hamka, bahwa Nabi Muhammad adalah manusia terpilih yang diantara sekalian manusia untuk menegakkan tugas dari Ilahi, menegakkan keteguhan dan ketekunan. Nabi Muhammad pemimpin penanam cita Tauhid, menggembleng dan membangun masyarakat. Beliau memisahkan yang yang haq dan yang batil, yang benar dan yang salah. Jahillilayah dan Islamiyah, syirik dan tauhid. Nabi Muhammad adalah kekasih Allah yang menyampaikan peringatan kepada seluruh alam. Kekuasaan dan kebesaran Allah yang menurunkan Al Quran dan mengutus hambaNya adalah Tuhan yang menguasai seluruh langit dan bumi. Dialah Penguasa Tunggal yang mampu menaikkan manusia menjadi Raja di bumi, dan menurunkan, memuliakan dan menghinakan.

.

Kekuasaan Nya adalah mutlak dan kekal. Kekuasaan itu terasa kalau ilmu kita bertambah. Dengan ilmu pengetahuan yang sedikit demi sedikit kita miliki, kita akan merasakan kekuasaan Tuhan Yang mutlak itu.

.

Yang penting diketahui adalah, Dia tidak memungut anak, Dia tidak beranak dan Dia tidak diperanakkan.

.

Beranak dan berketurunan adalah peraturan Tuhan didalam alam agar semua yang bernyawa dialam itu sambung menyambung hidupnya. Seorang ayah merindukan mendapat anak untuk menyambung hidupnya. Tuhan senantiasa hidup selama-lamanya. Tuhan tidak memerlukan anak. Tuhan tidak memungut anak. Tuhan tidak mengambil anak.

.

Pendirian yang tegas disampaikan oleh Utusan Tuhan, nabi Muhammad saw, kepada seluruh alam. Suatu faham yang mengatakan Tuhan itu beranak tidak dapat diterima oleh akal sehat. Tuhan menciptakan segala sesuatu dengan Kodrat Iradat Nya. Nabi Isa lahir tidak melalui jalan biasa. Nabi Isa a.s. tidak mempunyai ayah. Nabi Isa bukan anak Tuhan. nabi Isa bukan anak pungut Tuhan.

.

Semua itu dijelaskan oleh Buya Hamka kepada saya. Sampai sekarang saya masih sangat teringat tutur katanya yang lemah lembut namun sangat tegas.  Statemen yang menjelaskan peranan Nabi Isa a.s.

.

Minggu berikutnya saya kerumah Buya lagi bersama seorang gadis yang sedang saya taksir, namanya Nur, yang sekarang menjadi stri saya. Dipertemuan itu saya meminta untuk diislamkan oleh Buya Hamka. Saya sudah semakin mantab untuk masuk Islam. Namun permntaan saya ditolak oleh beliau. Saya diminta kembali. Saya diminta untuk meminta izin kepada orang tua saya untuk mengubah agama saya dari Katholik ke Islam.

.

Pulang dari rumah Buya saya berpikir bahwa tidak mungkin meminta izin kepada orang tua. Pasti ditolak.

.

Minggu berikutnya saya datang lagi kerumah beliau ditemani oleh Nur. Ada magnit yang semakin lama semakin kuat untuk menghadap Buya Hamka. Dan sekali lagi saya mengungkapkan permintaan agar saya diislamkan tanpa persetujuan orang tua. Lama Buya Hamka berdiam diri dan berpikir. Lalu Buya menjawab dengan mengatakan agar saya datang kekantor beliau di Masjid Agung keesokan harinya bakda maghrieb, sekitar jam 18.30. Alangkah gembiranya hati saya. Saya lalu mencium tangan beliau sambil mengucapkan terima kasih, sebab Buya telah bersedia akan mengislamkan saya. Jadilah saya masuk Islam. Dua kalimat syahadat saya ucapkan didepan Buya Hamka. Sesudah itu beliau menandatangani sertipikat pengislaman saya di Dokumen Pengislaman yang berlogo Al Azhar. Semua itu terjadi Masjid Agung Al Azhar di Kebayoran Baru. Alhamdullilah.

.

Nama saya pun dirubah oleh Buya Hamka. Nama semula Gabriel Sumariyono, dirubah menjadi Gufron Sumariyono.

.

001 Realino3

| Leave a comment

Pengalaman Spiritual (3) – Membaca Tafsir Al Quran

Romo RealinoDi awal 1966 disetiap hari Jumat malam ada sekelompok mahasiswa Realino sejumlah 15 orang yang diwajibkan untuk mengikuti ceramah spiritual yang dibimbing oleh Romo HC Stolk digereja Mrican yang terletak disamping lapangan sepakbola Realino. ceramah ini bersifat motivasi dan penggemblengan mental kepada ke 15 orang tersebut. Kami dipilih karena mempunyai iman katolik yang baik. Iman katolik yang dirayakan dan diungkapkan dalam perayaan liturgy antara lain misa kudus. Kami di motivasi agar berbuat baik kepada sesama manusia, baik secara personal maupun secara bersama-sama didalam persekutuan gereja katolik. Bersekutu dalam persaudaraan seiman berarti saling melayani seluruh kebutuhan agar komunitas menjadi lebih baik, menjadi mandiri dan menjadi mandiri. Pelayan bagi sesama artinya melayani kepentingan publik. Kegiatan pengabdian dalam kebersamaan ini dilakukan agar tercapai masyarakat yang sejahtera. Umat katolik diharapkan dapat bekerja sebaik-baiknya dibidang ekonomi, terutama dalam hal menciptakan lapangan pekerjaan dan mengentaskan kemiskinan. Gereja mengambil peran penting melalui pembinaan dan pengkaderan. Untuk memudahkan dibentuklah ormas-ormas seperti PMKRI, Pemudaj Katolik, Wanita Katolik, IPMK (Iktan Pengusaha Muda Katolik), KKMK (Kelompok Karyawan Muda Katolik), ISKA (Ikatan Sarjana Katolik). Melalui program kaderisasi, mereka akan disiapkan dan digembleng, bukan untuk membesarkan gereja tetapi untuk mengabdi kepada masyarakat. Gemblengan tersebut sangat mempengaruhi dalam kegiatan saya di kampus. Saya rajin mengikuti semua kuliah dan tugas kampus, dan dalam waktu yang bersamaan sayapun aktif didalam kegiatan sosialnya. Saya aktif menjadi angota Komisariat Dewan Mahasiswa Fakultas Teknik. Menjadi panitia inti dalam perpeloncoan. Rasa percaya diri semakin berkembang karena tenaga dan pikiran dipakai untuk mengurus kegiatan teman-teman para mahasiswa.  Saya pun semakin kritis dalam berbagai hal.

Pada suatu ceramah Jumat malam, topik yang dibawakan adalah tentang Trinitas atau Tritunggal. Ini adalah konsep Ketuhanan yang khas didalam agama Kristen.Trinitas itu maksudnya adalah Tuhan itu satu tetapi mempunyai kepribadian tiga. Tiga adalah Satu dan Satu adalah Tiga.

Pertama adalah Allah Bapa, yang ada dilangit, yang Maha Perkasa, yang Maha Menciptakan bumi dan langit dan Maha Mengatur alam semesta. Yang Kedua Allah yang menjelma menjadi Yesus sebagai Allah Putera, yang turun kebumi melalui perawan Maria dan berkomunikasi dengan manusia secara langsung, seperti komunikasinya Allah disurga dengan Adam. Yang ketiga sebagai Roh Kudus yaitu Tuhan yang membimbing manusia kepada kebenaran.

Penjelasan tentang Trinitas oleh Romo Stolk malam itu adalah yang pertama kali saya dengar. Makanya saya sangat menyimak apa yang diucapkan oleh Romo. Bahwa konteks Tritunggal menjadi pedoman penginjilan para Rasul Kristus pada sejarah gereja. Misi yang diemban umat Kristiani adalah pengharapan dan kasih untuk mengabarkan injil kepada seluruh bangsa dan mambaptis mereka didalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Bagi yang mau percaya ganjarannya adalah kehidupan yang kekal bersama Allah Bapa disurga.

Konsep Tritunggal adalah merupakan dogma. Walaupun itu sukar dicernakkan dan membingungkan namun harus diterima karena merupakan firman Tuhan. Baru pertama kali saya mendengarkan ceramah yang menjelaskan Tritungal secara rinci dan detil. Saya menjadi bingung dan masih belum mampu meyakini konsep Tritunggal. Maka saya mengajukan pertanyaan dengan tujuan untuk lebih memahami dan menghayati ajaran gereja katolik yang saya anut dari lahir. Jawaban dari Romo belum mampu menjawab apa yang saya bingungkan.  Sikap kritis saya membuat saya meragukan ajaran gereja katolik tentang Trinitas. Itulah awal kegalauan saya dan saya bawa kegalauan itu bertahun-tahun. Terus terang saya gagal dalam memahami makna Trinitas.

Karena galau dan ragu tentang Trinitas, saya memberanikan diri menemui Romo Stolk sampai tiga kali, untuk berdiskusi dan mendapatkan gambaran yang lebih jelas. Hasilnya tetap nihil.

Tugas mulia yang diberikan Romo ke saya tetap saya jalankan, yaitu Ketua Umum Asrama Mahasiswa Realino dan salah satu ketua Kodema Fakultas Teknik UGM dan Ketua PMKRI untuk Sektor Sekip UGM. Tugas saya yaitu membawa masyarakat dimana saya berada untuk meningkatkan kesejahteraan mereka. Agama katolik menjadi pegangan untuk perubahan itu. Itulah kondisi saya ditahun 1965 – 1966.

Saya mulai ragu apakah agama katolik mampu menjadi pegangan hidup bagi saya untuk mencapai kebahagiaan dunia dan di akherat? Ajaran Trinitas didalam agama katolik sungguh membingungkan. Padahal saya sedang gencar melawan kelompok mahasiswa CGMI berhaluan kiri.

587eDi asrama Realino saya menempati kamar yang diisi 3 orang. Salah satu kawan sekamar adalah aktifis HMI, yang rajin sholat 5 waktu dan rajin membaca Al Quran. Pada suatu waktu saya pulang ke asrama lebih pagi dan kamar saya kosong tidak ada orang. Saya melihat ada buku Tafsir Al Quran tergeletak di meja kawan HMI, yang dalam keadaan terbuka. Karena penasaran saya baca tafsir Al Quran tersebut. Yang saya baca adalah QS 19 Surat Maryam, dari ayat ke 16 sampai ke 40. Yang menceriterakan tentang kisah Maryam dan nabi Isa a.s.

 Yang saya baca berkali-kali adalah ayat 35 dari Surat Maryam, … Tidak layak bagi Allah mempunyai anak, Maha Suci Dia. Apabila Dia telah menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya ‘Jadilah’ , maka jadilah ia

Selesai membaca tafsir Al Quran Surat Maryam ayt 35, hati saya berdebar-debar dengan keras , karena ayat itu menjawab pertanyaan kritis tentan Trinitas yang saya ajukan ke Romo Stolk. Ayat ini menuntun saya untuk membolak balikkan halaman demi halaman buku tafsir Al Quran. Saya membaca isi surat yang lain. Saya asyik dan menikmati membaca isi Al Quran, tentang kisah nabi Musa as, kisah nabi Harun as.  Didalam kisah Nabi Musa diceriterakan bahwa Nabi Musa mampu menundukkan tukang sihir dari Raja Firaun.

Di surat Al Mu’minun 23: 91-92 tertulis sebagai berikut : “Allah sekali-kali tidak mempunyai anak, dan sekali-kali tidak ada tuhan (yang lain) beserta-Nya, kalau ada tuhan beserta-Nya, masing-masing tuhan itu akan membawa machluk yang diciptakannya, dan sebagian dari tuhan-tuhan itu akan mengalahkan sebagian yang lain. Maha Suci Allah dari apa yang mereka sifatkan,

Yang mengetahui semua yang gaib dan semua yang nampak, maka Maha Tinggilah Dia dari apa yang mereka persekutukan”

Besoknya saya membaca kembali buku tafsir Al Quran. Ada semacam magnit yang kuat yang menarik saya untuk membaca. Saya mencari di buku itu barangkali ada penjelasan tentang Trinitas yang membingungkan pikiran saya. Tidak ketemu. Tidak ada penjelasan Trinitas di tafsir Al Quran. Yang ada adalah Allah sekali-kali tidak mempunyai anak. Bahwa Nabi Isa as adalah hamba Allah manusia biasa, yang Kami berikan nikmat (kenabian) dan Kami jadikan bukti (kekuasaan Allah) untuk Bani Israel. Selama beberapa minggu saya terus menerus membaca tafsir Al Quran. Dan itu terjadi di Asrama Mahasiswa Realino.

Setelah membaca tafsir Al Quran saya sedikt paham bahwa kisah nabi-nabi yang ada di Buku Perjanjian Lama semuanya ada di buku Al Quran. Semakin lama membaca tafsir Al Quran, membuat kepercayaan terhadap Trinitas menjadi tanda tanya. Sebaliknya embrio kepercayaan terhadap peran Nabi Isa semakin tumbuh. Bahwa nabi Isa as adalah seorang hamba Allah dan manusia yang istimewa karena memperoleh kenabian dari Allah. Nabi Isa as sangat soleh yang dijamin oleh Allah masuk kesurga. Pandangan Islam tentang Yesus berbeda dengan ajaran katolik. Perbedaan utamanya terletak pada ketuhanan Yesus, yang sering disebut Isa Al-Masih. Pemeluk Islam mempercayai Isa Al-Masih adalah seorang nabi dan seorang rasul yang diutus khusus untuk bangsa Israel.

B

| Leave a comment

Pengalaman spiritual (2) – Kader Mahasiswa Katolik

R1c

Di Boulevard Bulaksumr Kampus UGM Yogyakarta, 1967

Di awal Juli 1963 saya masuk Fakultas Teknik Kimia Universitas Gadjah Mada dan tinggal di asrama mahasiswa Realino di Jalan Gejayan Yogyakarta. Gedungnya bagus dan mewah, lantai atas untuk kamar para mahasiswa, bagian bawah untuk ruang serba guna. Asrama Realino terdiri dari 2 blok, blok ke 3 untuk IKIP Sanata Dharma. Tiap blok mempunyai aula serba guna yang luas, kamar mandi banyak, ada ruang perpustakaan, ruang kapel, ruang makan para mahasiswa dan dapur asrama. Luar biasa lengkapnya. Halaman asrama Realino luas, ada lapangan basket, lapangan voli, lapangan tenis dan lapangan sepakbola. Semua tertata rapi, dipimpin oleh pastor Jesuit yang mengetrapkan disiplin yang tinggi. Inilah tempat yang ideal untuk belajar menuntut ilmu dan untuk berlatih ilmu berorganisasi kemahasiswaan.

realino cantikara

Gufron , Ketua Umum Asrama Realino beserta para pengurs asrama Realino lainya danpengurus asrama mahasiswi Cantikara.

 

Sebagian dari penghuni Asrama Realino yang katolik diseleksi oleh Romo HC Stolk untuk digembleng lebih mendalam tentang berorganisasi, kepemimpinan dan ajaran spiritual katolik. Gemblengan spiritual ini dilakukan setiap Jumat malam setelah makan malam di gereja katolik Mrican, yang terletak disamping lapangan sepakbola Realino. Jumlahnya tidak banyak hanya sekitar 15 – 20 orang yang dikenal sebagai kelompok Maria Conggregasi atau MC.  

 

Rad

para penghuni asrama Realino 1967

Di Realino ada pelatihan2 untuk semua penghuni dalam hal berorganisasi kemasyarakatan, latihan menjadi leader yang efektip, memahami teknik dan cara memimpin rapat, memahami teknik ber presentasi, teknik berdiskusi. Dari awal masuk Realino saya mendapatkan latihan yang membuat saya percaya diri dalam menjalankan dua tugas. Sikap saya menjadi kritis.

Di Fakultas Teknik, saya aktif di Komisariat Dewan Mahasiswa Teknik UGM dan berteman dengan mahasiswa HMI. Menurut saya mahasiswa HMI itu militant dan memperlihatkan signal mau berkawan dengan mahasiswa PMKRI. Kami menyatu untuk menghadapi mahasiswa beraliran kiri CGMI dan mahasiswa nasionalis GMNI. Situasi rapat KODEMA FT UGM selalu ramai dan menegangkan. PMKRI dan HMI bersatu, melawan CGMI. GMNI merasa kuat jadi dia tidak mencari kawan.

Shal 328Saya belajar dan melaksanakan politik praktis di usia 19 tahun, dengan ruang lingkup di Fakultas Teknik UGM ditahun 1965. Saya dikenal sebagai aktifis PMKRI di Fakultas Teknik UGM. Ruang lingkup yang masih kecil. Jabatan yang saya sandang ada 3 yaitu Ketua PMKRI untuk Wilayah Sekip UGM, Ketua Umum Asrama Realino yang diasuh oleh pastor Jesuit, Ketua III Komisariat Dewan mahasiswa untuk Fakultas Teknik UGM.  Sampai lulus Ir tahun 1970, saya aktif di lingkungan Fakultas Teknik UGM.

Kegiatan saya memang seabreg-abreg, yang difokuskan waktu itu adalah melawan komunis, melawan kegiatan mahasiswa komunis yaitu CGMI, dengan bendera yang saya pegang adalah PMKRI.

| Tagged | Leave a comment

Pengalaman spiritual (1) – Lahir dari keluarga katolik

DDi awal Juli 1963 umur saya baru 18 tahun,  saya meninggalkan kota Pati dan pindah ke Yogyakarta. Saya lulusan SMA Negeri Pati dengan peringkat ke-2. Aset yang saya miliki bukan harta benda dan bukan uang.  Yang saya miliki dan saya bawa dari Pati adalah idealisme yang tinggi, yaitu ingin menjadi sarjana teknik yang berguna bagi masyarakat. Saya memutuskan untuk kuliah di Fakultas Teknik Jurusan Teknik Kimia UGM Yogyakarta. Saya ingin menjadi Insinyur Teknik Kimia yang handal. Saya tahu bahwa beberapa pabrik kimia yang sedang dibangun pemerintah memerlukan tenaga insinyur teknik kimia. Saya yakin bahwa saya akan menjadi insinyur teknik kimia, karena saya telah menghabiskan waktu dan tenaga untuk belajar ilmu-ilmu pasti, seperti Aljabar, Goneometri, Ilmu Ukur Ruang, Ilmu Pesawat. Saya telah membuktikan bahwa hasil belajar saya itu terlihat dari Izasah SMA dimana angka2 ujian SMA yang menjadi bagian dari ilmu pasti semuanya 10. Mata pelajaran ilmu pasti yang berjejer-jejer dengan angka 10.

 

Bgereja katolik patiBagaimana dengan kehidupan spiritual saya. Inilah kisahnya. Saya lahir dilingkungan katolik. Ayah, ibu dan saudara2 semua hidup dalam lingkungan katolik, kami berdoa secara katolik. Saya sudah dibaptis ketika umur baru beberapa bulan digereja Katholik di Pati, dengan nama permandian Gabriel. Sejak masih kecil saya rajin ke gereja katolik dan rajin menjadi misdinar, pelayan misa.  Saya disekolahkan di SD Katolik dan SMP Katolik di Pati. Untuk SMA saya sekolah di SMA Negeri Pati, satu2nya SMA di Karesidenan Pati. Angkatan 1960 dan lulus 1963.  Teman2 saya di Pati banyak, sahabat karib yang akrab dan menjadi teman belajar selama 3 tahun di SMA hanya 7 orang. Saya yang katolik, satu orang yang Protestan dan 5 orang lainnya beragama Islam. Pengetahuan agama katolik saya sebatas hanya mengikuti kotbah romo yang mempersembahkan misa. Lalu secara rutin dirumah kami diajarin berdoa Rosario bersama. Saya hampir tidak pernah belajar Injil. Dirumah Pati tidak disediakan buku Injil, yang ada buku doa untuk dapat mengikuti misa di gereja.

 

01 gufron01a1aSaya dan keluarga Sugiyono dipersepsikan di Pati sebagai  keluarga katolik yang soleh, yang rajin kegereja dan yang banyak berbuat kebaikan kepada masyarakat di Pati. Terlebih-lebih ayah saya yang seorang guru katolik taat dan yang telah mendarmabaktikan hidupnya sebagai guru. Ayah saya mendirikan SMP dizaman Jepang ditahun 1942. Lalu ikut berjuang mengangkat senjata bersama-sama murid2 SMP Rondole melawan penjajahan Belanda. Ayah turut berperang di Demak, di Jatingaleh Semarang dan menjaga keamanan kota Pati bersama2 murid SMP Rondole.  Ahal 326Ayah bekerja sebagai guru SMP N Pati sampai 1963 dan pensiun ditahun 1963. Bapak mendirikan kursus bahasa Inggris di tahun 1970, kursus yang terkenal di Pati dan karena alasan kesehatan yang menurun di tahun 1995 kursus bahasa Inggris ditutup.

Posted in memoir | Leave a comment

Husnayain III (4) – Salulebbo, delta yang penuh impian.

galib mas'udDitulis oleh Bapak KH Galib Mas’ud, pimpinan Pesantren Husnayain III Salulebbo, Mamuju. Atas seizin beliau, tulisan beliau kami load ke weblog kami. Terima kasih pak Galib. Semoga Allah SWT selalu melindungi bapak sekeluarga. Amin.

Salulebbo …..

Bukan nama kota, bukan nama desa, bukan pula nama dusun bukan nama kampung … Salulebbo hanyalah lembah ….. lembah di Delta Sungai Salulebbo dan di tepian Sungai Budong Budong yang tak bisa ditemukan dalam peta ……Hutan di Salulebbo ada 2 macam pertama hutan lindung kedua hutan produktif. Hutan lindung masih perawan dan tidak boleh ditebang kayu kayunya.


hutan_salulebbo

 01 RM 01

Jika kita mencoba membuat peta maka ia berada pada titik 160 kilometer arah ke utara Kota Mamuju, ibukota Sulawesi Barat dan kurang lebih

.

600 kilometer dari Kota Makassar. Salulebbo berada ditengah hutan lebat nan perawan. Termasuk pada wilayah administrative Desa Tabolang Kecamatan Budong Budong (Kini Desa Salulebbo Kecamatan Topoyo) …. Kontur Salulebbo berbukit bukit, jurang jurang lebar menganga, sungai sungai lebar dan dalam dan terselimuti hutan basah lebat.

01 RM 05aa

pak Gufron diapit oleh empat guru pesantren lulusan Gontor dan Husnayain . Foto 1999. Semoga amal ibadah empat guru tersebut diterima Allah SWT dan akan mendapat ganjaran masuk surga. Amin.

.

Pesantren Husnayain III Salulebbo, terletak ditengah hutan. 40 km dari pantai Tobinta, logpond milik HPH Rante Mario, di ketinggian 1.000 meter dpl. Hutan Sulawesi yang perawan, yang lebat, yang tidak berpenghuni, yang sangat ramai dengan suara serangga, sekali sekali terdengar kokok ayam hutan. 150 km dari kota Mamuju dan 700 km dari kota Makassar. Ditempat yang sepi itulah ada pesantren, afiliasi Gontor, yang mendidik anak anak para transmigran, penduduk asli sekitar Salulebbo.5 

.

Disebelah ada rumah dimiliki oleh bapak Ambe Seha, masih kerabat dekat Adhyaksa Dault, penduduk asli suku Bugis asli mamuju. Rumah beliau di selatan area pesantren. Penghuni lainnya adalah karyawan PT HPH Rante Mario, tinggal di camp,  yang datang silih berganti untuk eksplorasi kayu di hutan Salulebbo.

01 cTanah di Salulebbo relative sangat subur …. .

Hutannya sangat lebat, hujan selal turu disiang hari, benar benar hutan hujan yang berkah. Hasil hutan berupa kayu (Palapi,uru, nyatoh dan lainnya) merupakan andalan hutan asli Mamuju selain rotan dan buah langsat, durian hutan yang lezat ….

.

PT. HPH Rante Mario yang telah bereksploitasi di Hutan Salulebbo sekian tahun adalah sebuah perusahaan yang cukup besar dibawah bendera HUMPUSS Group dengan cakupan wilayahnya seluas 114.000 ha mencoba memberikan kontribusinya yang riel dengan membangun Pesantren Husnayain dengan cadangan areal 20 ha (belakangan dirambah masyarakat dan tersisa 5,6 Ha).

.

Diareal yang berhadapan dengan Pembinaan Hutan (Binhut) PT Rante Mario telah didirikan bangunan bangunan Pesantren yang terdiri dari sebuah Masjid, dua local Asrama, dua local ruang kelas dan sebuah rumah guru (Ustadz) yang semuanya terbuat dari kayu dan telah teraliri aliran listrik yang hanya menyala dimalam hari

.

Pada tahun pertama ini Pesantren belum memiliki dapur sendiri tapi masih menumpang pada dapur umum Binhut Rante Mario mengingat Santri baru 16 orang ditambah dua orang Ustadz guru, untuk keperluan makan ini secara bergiliran santri menjemput makanan di dapur umum Binhut Rante Mario tiga kali sehari.

.

Melihat kenyataan tersebut, setelah kehadiran saya secara formal di Pesantren ini pada tanggal 12 Agustus 1999 bersama kedua Ustadz Muh. Natsir dan Ustadz Ichdam Nuramin, kami bertiga mencoba melakukan identifikasi kebutuhan jangka pendek serta menyusun Master Plan Pesantren Husnayain Salulebbo secara utuh, berhari hari hal ini kulakukan …. Sesekali saya meluangkan waktu membantu kedua Ustadz ini mengajar diruang kelas dan ataupun melakukan halaqoh didepan santri disetiap usai sholat fardhu di Masjid …. Belum ada interaksi dengan masyarakat karena Masjid ini hanya diisi oleh santri dan Ustadz…. Satu satu karyawan PT.Rante Mario saat kehadiran saya mulai merapat berjamaah bersama kami yang di awali oleh Rustam, Usman, Misbah dan Firman Mappiasse.

.

Tak lama berselang kehadiran saya …. Rupanya Imam Fauzan (Fauzan Zn) dan H. Muhammad Yunus yang merupakan kader Bapak Kyai Kholil Ridwan yang diperbantukan magang di Camp Utama PT. Rante Mario datang menghadap di Pesantren dan mengutarakan niatnya untuk mundur dari pekerjaannnya dan meminta bergabung di Pesantren, dengan alasan bahwa habitatnya adalah dunia Pesantren dimana kedua beliau sejak di Jakarta memang hidup dan belajar ditengah tengah Pesantren (Beliau berdua memang kemanakan Pak Kyai Kholil Ridwan)…… kehadiran Ustadz Imam Fauzan dan Ustads Muhammad Yunus tentu menambah semarak Pesantren, karena ternyata keduanya lebih senior dari Ustadz yang ada sebelumnya dan lebih enak diajak diskusi dalam soal soal perencanaan kearahmana Pesantren ini dibawa ….

.

Sejak berdiri di tahun 1999 …Pesantren semakin hidup dan lebih bergairah …. Disiplin ala Gontor mulai diterapkan secara perlahan lahan mengingat Santri awal yang ada ini masih sangat awam dengan dunia Pesantren ….. ironisnya …. Ternyata dari ke 16 santri angkatan pertama, ini hanya ada 8 orang yang mengantongi Ijazah Sekolah Dasar ….. selebihnya adalah mereka yang telah putus Sekolah dan tertinggi hanya sampai kelas IV SD …… inilah pekerjaan berat kami … Inilah perjuangan untuk menegakkan kalimah Allah dibumi Salulebbo … Pendidikan sangat penting untuk kemajuan seluruh rakyat Indonesia.

Saya ingat Uztad Muhamad Natzir, Uztad Ichdam Nuramin, Uztad Imam Fauzan, Uztad Muhammad Yunus , mereka lah pejuang sejati, mereka meletakkan dasar dasar pesantren di tengah hutan, di Husnayain III. Ya Allah terimalah amal ikhlas yang hanya mengharap ridho Mu. Berikanlah berkah didunia dan diakherat untuk keempat Uztad yang masih muda tersebut.

.

29 31

KH-Kholil-Ridwan

KH Cholil Ridwan, LC. Pendiri Husnayain III Salulebbo, Sekarang Ketua MUI Pusat Jakarta, Ketua DDI Kwitang Jakarta.

01 RM 06b

Santriwati gelombang pertama Husnayain III

 

 

Posted in pendidikan | Tagged | Leave a comment

Husnayain III (1) – kisah awal berdirinya pesantren

galib MasudKisah ditulis oleh Uztad KH Galib Mas’ud Pimpinan Pesantren Husnayain III Salulebbo Mamuju Sulawesi Barat. Atas izin pak Uztad Galib kami me-load kisah ‘un told story’ ini ke weblog kami di wordpress.com.  Semoga pahala amal terus mengalir ke Bapak Uztad, didunia dan nanti di akherat.  Semoga Allah selalu melindungi pak Uztad Galib Mas’ud sekeluarga Amin.

.

Judul asli : 

.

AWAL PERJUANGAN MENUJU HEAVEN bagian 1 of 2

Peta_Sulawesi_Barat

.

Semuanya berawal ketika aku sakit Lever yang akut …. ada sebuah nazar …. “Ya Allah … jika nanti kau beri aku kesempatan dan kesehatan … saya siap mengabdikan hidupku untukMU” ….. enam bulan lamanya saya tak mampu berinteraksi dengan perut besar dan buncit …. mencium buah hatiku “Niina Asrina Galib” saja tak diperbolehkan oleh dokter Nico yang merawatku …. ada rasa frustasi ketika itu meskipun kegelimangan materi tercukupkan ……

.

Subhanallah …. wal hamdulillah ….rupanya do,aku terkabulkan …. perlahan kesehatanku pulih dan menyusul kemudian putri keduaku “Ainun Galib” telah lahir ….. sejak saat itu ….. nazarku mulai terngiang seakan menagih janjiku yang terhutang ….. kucoba mengumpulkan kembali kawan2ku alumni Gontor dalam wadah IKPM Gontor di Makassar (saya adalah perintis dan pendiri IKPM Gontor Cabang Sulawesi Selatan) untuk membincangkan niat dan nazarku …… gayungpun bersambut … kawan2 memberiku mandat untuk pendirian sebuah Pesantren berafiliasi Gontor di Sulawesi Selatan …

.

Awal 1999, perjalanan pun kumulai …… pejabat pejabat terkait juga tak luput kutemui dan bernegoisasi (termasuk Syahrul Yasin Limpo sepupuku yang kala itu masih Bupati Gowa) …… kebuntuan kebuntuan bukannya tak ada … Bupati Gowa merekomendir lahan strategis di hamparan Desa Biring Ere Tinggi Moncong …. namun yang menjadi kendala adalah tidak ketemunya ide ini ditataran alumni Gontor kawan2ku ….

.

Dimedio tahun 1999 …. saya mendapat telepon dari kerabat istriku (Muhammadia ) yang menjadi staf Transmigrasi di Mamuju …. selain mengirimkanku buah Durian … juga mengundangku berkunjung ke Mamuju (sebuah daerah kala itu menjadi daerah pembuangan PNS nakal di Sul Sel) …. bagiku ketika itu … mamuju adalah daerah antah berantah yang ramai dibicarakan buaya yang ganas maupun ular ular raksasanya ….. sehingga tak sekalipun terfikir olehku untuk tertarik mengunjunginya …. beberapa kali Muhammadia tak bosan menelfonku … dan akhirnya … atas desakan istri saya pun tekadkandiri berangkat ke Mamuju ….

.

Perjalanan kumulai pagi hari (tak tau kalau ke mamuju kala itu ada Bis Malam) yang membuatku kalang kabut gonta ganti mobil hingga sampai di Kota mamuju di malam hari …. setelah dua hari tiba di Kota mamuju … Muhammadia dan istri mengajakku ke lokasi tempatnya bekerja di Desa Trans Tobadak IV Kecamatan Budong Budong saat itu …. tak ada yang kulakukan di Tobadak selain hanya mengaji sepanjang hari dan malam …. rupanya hal tersebut membuat tokoh masyarakat setempat tertarik … sehingga kemudian mendaulatku untuk Khotbah Jum’at di Masjid Tobadak IV ….. disinilah berawal …. entah apa yang menarik dalam khotbahku ………dan sepulang Khotbah Jum,at beberapa tokoh Masyarakatpun (diantaranya Sukardin Arsyad Asty Al-Nufy) menemuiku dan berdiskusi sepanjang hari …. dari soal politik, ekonomi sosial, pendidikan hingga keterbelakangan ummat Islam di pedalaman Mamuju menjadi topik pembicaraan dan tentunya saya menjadi narasumber tunggal (mungkin karena saya Sarjana Hukum dan pernah menjadi aktifis HMI he he ) …..

.

Dalam diskusi yang panjang dan ber hari hari (selama sepekan) berakhir dengan sebuah kesimpulan … Masyarakat Tobadak dan sekitarnya membutuhkan lembaga Da’wah yang mumpuni untuk membentengi diri dan generasi muda dari penetrasi budaya barat dan mengimbangi arus kristenisasi di Mamuju (maklum ..penduduk Transmigran di Mamuju antara Ummat Islam dan Kristen persentasenya berimbang) … terlebih lagi bahwa missi kristenisasi di Kawasan Transmigrasi itu massiv dan punya donasi yang kuat dari luar negeri ….. dan pilihan utama adalah “Pesantren” …. maka ditunjukkanlah lokasi yang luas utara rumah Pak Muhammadia (kini menjadi lokasi Pasar Tobadak IV) ………… (bersambung ………)

 .

AWAL PERJUANGAN MENUJU HEAVEN,  bagian – 2 0f 2

.

Sepekan rasanya sangat singkat di Tobadak IV …. sungguh banyak hal yang dapat kupetik disini ….khususnya kondisi Ummat Islam di daerah terpencil seperti Tobadak dan daerah terpencil lainnya …. ketika segera saya akan meninggalkan desa ini …maka berdatanganlah masyarakat membawakanku barang untuk oleh oleh … bertandan tandan pisang, lima karung durian, langsat, jeruk nipis hingga berliter liter cabe dan tomat …. he he (bisa dibayangkan repotnya membawa pulang) …. sebelum kuberanjak pulang …. selentingan kudengar info bahwa diseberang Sungai Budong Budong (2 kilometer dari Tobadak IV) sedang dibangun sebuah Pesantren oleh sebuah Perusahaan Besar yang berpusat di Jakarta …. ah saya coba tak bergeming …. selain waktu yang mepet mau pulang ke Makassar juga saya dan masyarakat Tobadak IV sudah satu tekad membangun Pesantren di Tobadak IV sehingga tak cukup waktu untuk mendiskusikannya …..

.

Alhasil ….. setelah perjalanan panjang selama dua hari …dengan melewati jalan kebun Sawit milik Astra Agro Lestari, yang berlumpur …. kurang lebih ada 20 jembatan putus ….akhirnya tiba di Makassar dengan selamat …

.

Gerilya pun dimulai ….. beberapa tokoh senior Alumni Pondok Modern Gontor di Makassar pun kutemui …. diantaranya Prof. DR H. Abdurrahman A Basalamah, Prof. Azhar Arsyad, pengusaha Baharuddin Abu dan lainnya … semua meng amini dan setuju niatku dengan masyarakat Tobadak IV sebagaimana saya paparkan …..

.

Sepekan sepulang dari Tobadak IV …. kh kholil ridwan 01secara kebetulan saya ketemu Alumni Gontor di Dinas Kehutanan Prov Sul Sel bernama KH. A. Kholil Ridwan Lc (Seorang Aktifis Dewan Da,wah Pusat dan salah satu Ketua MUI Pusat) ditemani seorang manager Perusahaan Hak Pengusahaan Hutan (HPH) besar bernama Waspodo Salamun …. pertemuan tak sengaja ini berbuah keseriusan…… karena rupanya Pesantren selentingan yang saya dengar jelang pulang itu adalah ternyata dirintis oleh beliau …… dan niat saya dengan Masyarakat Tobadak IV pun telah terdengar kencang oleh beliau …. dan atas niat tersebut juga membuat Pak Kyai dan Pihak Persahaan besar itu cukup galau ….. saya pun diundang bertemu serius dengan beliau di Hotelnya untuk membicarakan hal ini ….

.

Malam harinya …. saya pun datang menemui KH. Kholil Ridwan …ada 3 jam dialog ini berlangsung ….ada tarik ulur oleh beliau untuk menghentikan niat saya ini karena beliau bersama PT Hak Pengusahaan Hutan (HPH) Rante Mario yang di nakhodai Bapak Gufron Sumariyono saat ini sedang membangun Pesantren di areal HPH Rante Mario di Salulebbo dan Pesantren ini adalah afiliasi dari Pesantren Husnayain milik Pak Kyai yang ada di Jakarta dan Sukabumi ….. saya pun tak serta merta menerima ajakan Pak Kyai … karena saya masih terikat janji dengan masyarakat Tobadak IV … terlebih lagi karena saya telah mengantongi restu senior alumni Gontor di Makassar …. akan tetapi saya juga tak menutup diri dengan Pak Kyai …. saya pun saling bertukar nomor telpon dan berjanji untuk tetap berkomunikasi … … Bersambung …. judul baru : IN REAL in Heaven at Salullebo.

.

·        

 

RREAL IN HEAVEN (bagian 1 of 5)

.

·         by. Ghalib Mas’ud

 

.

Usai diskusi 3 jam bersama Pak Kyai Kholil Ridwan di Hotel Imperial Makassar tak serta merta menggoyahkan niatku mendirikan Pesantren di Desa Trans Tobadak IV ……. setidaknya ada tiga alasan kenapa hal tersebut saya pertahankan ….

.

Pertama, bahwa komitmen saya dengan masyarakat Tobadak tak dapat dianulir begitu saja ……

Kedua, bahwa saya telah mendapat restu dari kawan-kawan Alumni Gontor yang ada di Makassar dan bahkan Afifuddin Fattah (saudara sepupu Jusuf Kalla) siap mem back up material dan meminjamkan beberapa Dump Truk nya yang telah ada di Karossa …..

Ketiga …. saya terhenyak setelah mengetahui bahwa Pesantren yang sementara dibangun Pak Kyai bersama Perusahaan besar dari Jakarta itu (PT HPH RANTE MARIO) adalah merupakan bagian dari HUMPUSS GROUP milik Tommy Soeharto …. Humpusstommy- dan gufron 01Asumsi saya … bahwa saya ini adalah mantan aktifis Mahasiswa (HMI salah satu Pergerakan Mahasiswa terbesar di Indonesia) yang cukup apriori dengan rezim Soeharto ketika masih menjabat Presiden …. dan karena Tommy Soeharto adalah putranya (dibaca kroninya) tentunya ada hubungan langsung dalam pengembangan usahanya yang menggurita itu …. .

.

Kekhawatiran utama saya adalah idealisme saya bisa luntur dan dicemooh kawan kawan se pergerakan dengan bergabungnya saya dibawah payung HUMPUSS …… Tomi 1

.

Bapak Kyai Kholil Ridwan tak hentinya menelpon saya ….. berusaha meyakinkan saya tentang kondisi riel dan niat suci Direktur Utama PT. Rante Mario Bapak Gufron Sumariyono dalam pendirian Pesantren di areal HPH (Hak Pengelolaan Hutan) yang dikelolanya …… dan karenanya saya diminta untuk menemui General Manager PT. Rante Mario di Tallo Makassar (Waspodo Salamun ) yang dulu berjumpa bersamanya di Kantor Kehutanan …..

.

Dengan menghormati saran Pak Kyai Kholil Ridwan …. sayapun meluangkan waktu berkunjung ke Kantor PT. Rante Mario di Makassar ….. secara panjang lebar Pak Waspodo menjelaskan ide Pendirian Pesantren yang diberi Nama “HUSNAYAIN” dan konon bertempat di Kawasan HPH Salulebbo ….. gambaran apa dipaparkan Pak Waspodo tersebut tentu tak menggoyahkan niat saya sebagaimana ketiga alasan saya sebelumnya ………… Entah Pak Waspodo telah berkomunikasi dengan Pak Kyai Kholil Ridwan sebelumnya ….. saya pun ditawari berkunjung ke areal Pesantren tersebut mendampingi Pak Kyai yang akan datang dalam waktu dekat ……. sayapun tak menolaknya dan juga belum menerimanya karena tentu juga saya harus konsultasikan dengan istri saya ……..

.

Kepulangan saya dari Kantor PT Rante Mario membuat saya galau ….. telpon Pak Kyai Kholil Ridwan dari Jakarta tak henti membujuk saya untuk sekedar berkunjung ke Mamuju (Salulebbo) …… akhirnya setelah berkonsultasi dengan istri ….. kuputuskan untuk ikut mendampingi Pak Kyai Kholil Ridwan ke Mamuju dengan catatan hanya mendampingi ……. Bersambung …. What Next in Heaven ….??????

 

 

.

IN REAL IN HEAVEN, bagian 2 of 5

.

08.

Bulan Juni 1999 ………….. Pak Kyai Kholil Ridwan di dampingi Pak Hanief AR (Staff khusus Dirut PT HPH Rante Mario) pun telah tiba di Makassar dari Jakarta … saya pun dikontak untuk siap-siap berangkat ke Mamuju karena diperkirakan perjalanan pulang pergi memakan waktu seminggu …… pada waktu yang telah ditentukan …. saya, Pak Kyai Kholil, Pak Hanief dan seorang driver yang telah dipersiapkan oleh pihak Perusahaan berangkat ke Mamuju ……

.

Dua hari dua malam perjalanan dari Makassar ke Camp Rante Mario di Salulebbo, menginap semalam di Majene ….. Istirahat di Desa Tobinta, area Log Pond HPH Rante Mario ……

.

Dalam rentang waktu yang panjang, jarak dari Makassar ke Tobinta kurang lebih 600 kilometer, tentu sangat melelahkan … akan tetapi karena sepanjang jalan kami disuguhi pemandangan yang indah nan hijau, maka kelelahan bisa kami tepis ….. dan sudah tentu terjadi pula dialog yang panjang antara kami bertiga …. disinilah Pak Kyai dan Pak Hanief cukup banyak menjelaskan tentang ide pendirian Pesantren di Areal HPH …..

.

a01abIde ini bersumber dari Pak Gufron Sumariyono , Direktur Utama PT HPH Rante Mario, Pak Gufron mengenal pak Kholil, dan ingin memajukan umat Islam di Salullebo yang ketinggalan. Tataran tersebut akhirnya mengerucut menjadi ide Pendirian Pesantren di Areal HPH Hutan Rante Mario di Salulebbo Kabupaten Mamuju, dimana saat itu masih termasuk wilayah Sulawesi Selatan, dan dimana pak Gufron menjabat sebagai Direktur Utama PT Rante Mario. 

.

Berdasarkan penuturan Pak Kyai Kholil …. bahwa ide mendirikan pesantren di Salulebbo tersebut, oleh kawan kawannya pak Cholil di Jakarta baik yang aktif di Dewan Da,wah maupun yang tergabung di Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, ditanggapi sebagai ide yang irrasional. Yang tidak masuk akal. Yang nyleneh. Lah siapa yang akan menghuni, jadi santri, dan siapa pula yang akan mengajar di tengah hutan ….??? timpal mereka …… 01a diameter 2 meter..01Kegalauan yang timbul tersebut tidak menjadikan nyali Pak Gufron dan pak Cholil ciut. Pak Gufron mengundang pak Pak Kyai Kholil berkunjung ke areal HPH Rante Mario di Salulebbo , Mamuju dan agar secara langsung melihat aktifitas para pekerja di hutan dan masyarakat disana. Dan karenanya Pak Kyai pun terlecut menerima tawaran dan ide Pak Gufron ini …….

.

Singkat cerita …… setibanya kami di Desa Tobinta ternyata persiapan penjemputan telah matang disiapkan …. Mobil Taft 4×4 WD telah terpajang depan Kantor Log Pond Tobinta,  sebagai pengganti mobil Fanther yang kami tumpangi dari Makassar ……. sebenarnya memang timbul pertanyaan …. kenapa Mobil harus diganti ……?????? setelah meninggalkan area Log Pond di Tobinta dan baru sekitar 3 kilometer beranjak kitapun sudah berhadapan dengan tanjakan yang tinggi ….. jalan yang kami tempuh menuju Salulebbo ternyata bukan jalan umum …. tetapi sebuah jalan khusus HPH yang dibuat Rante Mario, untuk menurunkan logs yang besar dari atas gunung ke pantai Tobinta. Jalan yang berbahaya, jalan yang tanpa aspal, hanya batu kerikil yang ditaburkan. Khusus dibuat untuk trailer dan  kendaraan type 4×4 ….. dan mempunyai peraturan tersendiri …..

.

Perjalanan dari pantai Tobinta, log pond nya Rante Mario menuju  ke Salulebbo, suatu lembah ditengah hutan belantara nan perawan nan lebat, menempuh waktu selama satu jam lebih, jaraknya 30 km,  dengan melewati tebing tebing, lembah-lembah , tanjakan yang tinggi, turunan yang tajam, berkelok kelok dengan diselingi hutan yang lebat dan jurang jurang yang sangat dalam (Punggung burungpun terlihat dari Mobil he he) …… sungguh sebuah perjalanan yang penuhmoulding logs sebelummoulding Malaysia_-_Kedah2 tantangan tapi mengasyikkan

. diperjalanan ini sesekali kami berpapasan dengan mobil Logging (Baru pertama kali melihat) yang memuat kayu yang besar yang panjangnya bisa 15 meter dan berdiameter 100 sampai 200 cm ….. saya sesekali hanya berdecak kagum melihat pemandangan ini sembari ketar ketir melihat kelincahan driver menyetir mobil …. Tiba di Camp Pusat HPH Rante 09Mario di Salulebbo jelang magrib setelah mobil berenang di Sungai Salulebbo nan jernih …… kami disambut Manager Camp PT Rante Mario Ir. Muhammad Rakhmat dan Ir. Hajri (Kabid Persemaian) …..

.

Sekali lagi saya tercengang ….. saya melihat Kota ditengah Hutan yang lebat ….. gemerlap lampu yang terang benderang dan banyak manusia yang berlalu lalang (Karyawan PT. Rante Mario ketika itu ada lebih 300 orang) ….. kami pun ditempatkan di Mess yang lebih mirip Bungalow yang berfurniture mewah …. lalu timbul pertanyaan dalam hatiku ……….. dimanakah sebenarnya Pesantren itu …..?????         bersambungcolil ridwan


.

IN REAL IN HEAVEN, bagian 3 of 5

oleh Galib Mas’ud

rante mariorante mario01

.

Setelah kami bersih bersih badan, makan dan ngobrol dengan Manager Camp dan jajarannya ….. kamipun diantar ke Pesantren yang berjarak 2,5 kilometer dari Camp Pusat di Salulebbo …. kami di sambut 16 Santri pertama yang baru direkrut sebulan lalu dan didampingi Ustadz Muhammad Natsir dan Ustadz Ichdam Nuramin dari Sukabumi serta Kader Pak Kyai yang magang di PT Rante Mario saudara Fauzan Zn dan Muhammad Yunus ….. tak banyak kami lakukan malam ini … hanya bersalam salaman dengan Santri dan Ustadz dan kami pun istirahat di Camp Pembinaan Hutan (Binhut) yang berhadapan dengan Pesantren ……

.

Subuh hari …. usai Sholat subuh dan halaqah Pak Kyai dengan Santri …. dan bersamaan dengan mulai terbitnya matahari …. saya tercengang dan kagum melihat lokasi Pesantren ini ….. sungguh hatiku bergumam ….. inilah tempat yang ideal buat persemaian anak bangsa dan ummat ….. lokasinya berada di kaki hutan Salulebbo yang sejuk …. diapit Sungai Budong Budong dan Sungai Salulebbo yang sangat jernih …serta bangunan bangunannya berada dibawah pohon pohon yang rimbun … saya sedikit terusik …. terlebih saya punya komitmen dan janji dengan masyarakat desa Trans Tobadak IV beberapa bulan lalu ….. saya mencoba menelusuri area Pesantren yang dicadangkan PT Rante Mario ini seluas 6 hektar (Termasuk Binhut) … saya temukan areal persemaian yang mirip kebun Raya Bogor di bagian belakang … ditengah ada Arboretum (Hutan buatan) yang lebih dari seribu Pohon asli Mamuju ditanam Perusahaan beberapa tahun silam …. dan dibagian depan terletak bangunan bangunan Pesantren yang terbuat dari kayu (Masjid, ruang kelas, Asrama serta rumah Ustadz ) …..

.

Semuanya masih baru dan asri ….. sekali lagi saya berdecak kagum dan salut buat Pak Gufron Sumariyono atas ide dan ikhtiarnya ini …. Usai sarapan Pak Kyai Kholil Ridwan mengajakku diskusi dan memintai tanggapanku tentang Pesantren ini dan sudah barang tentu mendesakku dan atau mencoba merayuku menerima amanah memimpin Pesantren ini ……. tentu saja harapan Pak Kyai tak dapat kupenuhi karena komitmen dan janji saya pada masyarakat Tobadak juga menjadi hutang saya ……

.

Pak Kyai pun menjelaskan bahwa Pesantrten ini kelak tetap akan memakai kurikulum Gontor yang juga tentu identik dengan rencana saya membangun Pesantren di Tobadak IV …. “bukankah ini mubazir ” timpal Pak Kyai …… saya pun terhenyak …. apalagi Pesantren Husnayain Salulebbo juga oleh Pak Gufron diperuntukkan untuk masyarakat Mamuju dan sekitarnya …… disela kebingungan akan kebenaran yang dilontarkan Pak Kyai ini beliaupun memberi solusi sambil berucap ” Pak Galib ….. bagaimana kalau Pak Galib segera menyeberang ke Desa Tobadak IV dan menemui Tokoh masyarakat disana dan menyampaikan kedatangan saya (Pak Kyai Kholil) dan siap berceramah Tabligh Akbar dalam kapasitas saya sebagai salah satu Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat ” ….. ditambahkan oleh Pak Kyai Kholil …. pada kesempatan tersebut saya akan jelaskan ke masyarakat Tobadak IV bahwa pendirian Pesantren Husnayain Salulebbo tak ada perbedaan dengan apa yang diikhtiarkan Pak Galib dengan masyarakat Tobadak (karena kami sama Alumni Gontor)…. dengan demikian maka kita bisa menyatukan ide ke Salulebbo terlebih di Salulebbo sudah tersedia sarana dan prasarananya ….. lama saya terdiam dan terpaku (teringat komitmen dengan masyarakat Tobadak) ….. tapi karena desakan Pak Kyai sangat kuat disertai argumen yang bisa meluluhkan perasaanku …saya pun bersedia menyeberang ke Tobadak IV …….. siangnya ….

.

Dengan disertai karyawan Binhut PT Rante Mario (Firman Mappiasse) saya pun menyeberang ke Tobadak IV dengan naik motor dengan didahului naik Perahu menyeberang Sungai Budong Budong (sebuah pengalaman baru) dengan dikayuh tongkat ….. setelah melalui jalan tikus dihutan serta sela sela kebun coklat kami pun tiba di rumah Pak Muhammadia (Dayat Chipaz) dan menjelaskan kondisi ini ….. ada saya lihat kekecewaan dari Pak Muhammadia tapi tetap bisa menerima penjelasanku …. beliaupun segera mengumpulkan Tokoh Masyarakat yang sebelumnya membuat komitmen pendirian Pesantren di Tobadak IV dengan saya …. kami berdiskusi panjang lebar ….. dialog terjadi Pro dan kontra ….. mungkin karena bekal sebagai mantan aktifis kampus …

.

Alhamdulillah apa yang saya jelaskan diterima baik Tokoh masyarakat Tobadak IV dan bersedia melaksanakan even Tablgh Akbar di Tobadak IV dua hari kemudian dengan penceramah tunggal Pak Kyai A. Kholil Ridwan Ketua MUI Pusat dan aktifis Dewan Da’wah dari jakarta ….. Masyarakat Tobadak IV tentu bergembira … karena sosok Pak Kyai Kholil tidak asing bagi mereka karena sering tampil ceramah di Televisi Swasta nasional …. sorenya … kondisi ini saya ceritakan kepada Pak Kyai yang ternyata juga menanti informasi dari saya ………. BERSAMBUNG ……..

 

.

IN REAL IN HEAVEN, bagian 4 of 5

oleh Galib Mas’ud

.

Dua hari terakhir jelang Tabligh Akbar di Tobadak IV … Tak banyak kulakukan selain mencoba mengenal lebih dekat Pesantren Husnayain Salulebbo …. Sesekali juga saya membangun komunikasi dengan tokoh masyarakat Tobadak IV seputar persiapan Tabligh Akbar …. Ketika tiba saatnya ….. Sejatinya saya dan Pak Kyai dapat melakukan perjalanan Sendiri dengan naik motor dan menyeberang pakai perahu ke Tobadak ….. Akan tetapi pihak managemen Camp Rante Mario berkeberatan akhirnya diputuskan memakai kendaraan operasional Perusahaan demi menghormati Pak Kyai …. Padahal bila naik motor menyeberang jarak tempuh cuma 15 menit …. Perjalanan naik Mobil memakan waktu tidak kurang 3 jam ….. Medan perjalanan sangat berat … Selain jalan HPH yang telah saya ceritakan sebelumnya …kini kita berhadapan jalan berlumpur dikawasan kebun Sawit di Tobadak II dan III …. Berkali kali Tim rombongan terhenti di jebakan jalan berlumpur dan memaksa kami turun membantu mendorong Mobil …. Dan karenanya membuat gelisah Panitia Tabligh Akbar karena waktu semakin mepet ….. Karena kegelisahan ini ….Pak Muhammadia pun mengirim beberapa unit motor menjemput saya dan Pak Kyai diarea jebakan lumpur …. Saya pun segera meraih satu motor dan membonceng Pak Kyai …. subhanallah ..didepan lumpur semakin tebal …. Motor tak Dapat bergerak ….. Dengan terpaksa dan berkali kali Pak Kyai membantu mengangkat dan mendorong motor dari kubangan lumpur …. Setelah perjuangan berat ini kami lalui kami pun tiba di Tobadak IV …… Hal yang menakjubkan kami saksikan …. Ternyata ribuan masyarakat telah menanti terlaksananya Tabligh Akbar ini…. Mereka berdatangan dari berbagai penjuru luar Desa Tobadak IV …. Rupanya Panitia sangat antusias atas kegiatan yang baru pertama kalinya dilaksanakan ……..terlebih lagi yang akan ceramah adalah Kyai Kholil dari Jakarta …. Ini sebuah surprise bagi masyarakat Tobadak IV dan sekitar nya …. KH-Kholil-Ridwan

.

Satu jam lebih Pak Kyai memberikan Tablighnya … Masyarakat tentu mengikuti dengan seksama dan penuh perhatian ….terlihat kepuasan masyarakat karena dapat secara langsung melihat Pak Kyai Kholil yang Selama ini dilihatnya dilayar kaca …..dipenghujung ceramah Pak Kyai tak lupa menjelaskan eksistensi Pesantren Husnayain Salulebbo yang didirikannya Bersama PT. Rante Mario dan memohon masyarakat untuk mendukungnya …… Usai penjelasan Pak Kyai ini ….secara spontan Pak Kyai mempersilahkan saya tampil di podium melanjutkan penjelasannya ….. Saya pun menjelaskan apa yang diharapkan Pak Kyai dan PT. Rante Mario dengan secara resmi menganulir niat pendirian Pesantren di Tobadak IV dan mengajak masyarakat menyatukan potensi untuk mendukung kelangsungan Pesantren Husnayain Salulebbo ….karena menjelang magrib ….. Kusudahi sambutanku ….dan kami pun diajak santap malam dirumah Pak Muhammadia (Dayat Chipaz) ……pada acara santap malam ini selain dihadiri Manager Camp jajarannya juga dihadiri Tokoh tokoh masyarakat Tobadak IV …. Kesempatan ini tentu tak disia siakan untuk saling silaturrami ….. BERSAMBUNG

.

IN REAL IN HEAVEN, bagian 5 of 5

oleh Galib Mas’ud

.

gontor 01

Pesantren Gontor

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

guru dari lulusan Gontor mengajar di Husnayain III Salulebbo. Kurikulum Gontor 100% diterapka di Husnayain II. Bahasa Ingris dan bahasa Arab wajib dipakai.

Ada peristiwa kecil yang membuatku terhenyak dan tertawa geli ketika membaca Al Qur’an di Masjid Ali Bin Abi Thalib Pesantren ini ….. kudapati hampir semua kalimat Wal yatalatthaf yang berada ditengah Al Qur’an menghilang ….. dan semua Qur’an bolong pada kalimat tersebut …. rasa ingin tau saya yang kuat mendorong saya menanyai santri santri yang ada …. kenapa tengah Al Qur’an pada bolong ….???? dengan spontan dan lugu ….. mereka menjawab ” kami makan Ustadz” he he … lantas apa manfaatnya …..??? kata mereka “biar bisa hafal Al Qur’an Ustadz” ….. hati saya tentu tergelitik mendengar jawaban polos para santri …. saya pu menjelaskan bahwa sebagaimana ilmu pertama yang mereka dapatkan di Pesantren ” MAN JADDA WAJADA” merupakan modal awal untuk dapat menghapal Al Qur’an …. begitu pula ilmu ilmu lain ” Hanya dengan kesungguhanlah apa apa yang diikhtiarkan bisa digapai” dan bukan memakan petikan ayat Al Qur’an …..

mandi di kali

menikmati air jernih di salulebbo

S

jimat RM

jimat yang dipakai anak santri

.

Suatu ketika ….. dengan tergoda beningnya Sungai Budong Budong 200 meter selatan Pesantren ….saya mengajak seluruh santri untuk berenang bersama … saya sekali lagi terkejut ….. dari keenam belas santri tersebut dipinggangnya terlilit benda asing …. setelah saya tanya … apa itu …??? jawabnya “jimat dari orang tua” …. lantas apa isinya …???? semua menjawab ….tidak tau Ustadz …. he he sekelumit pengalaman bersama santri awal ini juga adalah bahan cerita yang tak habis habisnya …..

.

Sepekan sudah saya bersama Pak Kyai di Pesantren Husnayain Salulebbo ….. sejuta pengalaman dan bahan cerita untuk dibawa pulang sebagai oleh oleh buat istri dan kedua putriku ….. kami pun beranjak pulang …. perjalanan ini relatif sama dengan kedatangan kami …. dua hari perjalanan tentunya sangat melelahkan …. saya pun tiba di Makassar jam 4 subuh ….. kuketuk pintu rumah kontrakanku …. ada perempuan berjilbab yang membuka pintu ….. saya terpaku didepan pintu karena sepeninggalku ke Mamuju ….tak ada perempuan berjilbab dirumahku …… siapakah perempuan berjilbab itu …..?????

.

BERSAMBUNG

Posted in agama | Tagged | Leave a comment

Raja Ampat (16) – Ikan Kuwe Gerong / Giant Trevally .. fantastic

01 sewa speedboat rp 8 juta per hari

Speed boat ‘Ugelan’ we used it for a week with rate Rp 8 mill perday. Enough for 20 pax. Plus all logistics and 3 crew and 2 cook. Fantastic arrangement. Very safe. One NGO staff joined us, acted as guide and life guard during snorkelling.

IMG_4688

Raja Ampat fish, namanya Ikan Kuwe Gerong, 15 kgs, melawan waktu dipancing ..

IMG_4690

Tiga ekor Ikan Kuwe Gerong rata2 15 kgs .. untuk makan malam ..

O
Blue Babara fish

Grilled during our outdoor trip to Raja Ampat, Indonesia

Tiga ikan Kuwe Gerong ini benar-benar ikan Kwalitas no 1, dipancing disekitar tempat berkemah, sangat melawan waktu kena pancing … 2 – 3 jam kemudian lalu dibakar. Aroma ikan Kuwe Gerong ketika dibakar fantastik, sedap baunya, wangi yang teramat wangi, semua unsur organik masih utuh dan lengkap. Waktu dimakan .. hemm …. rasa daging ikannya luar biasa enaknya, luar biasa wanginya, texturenya kelas nomer satu, manisnya … hemmm tidak ada duanya, liatnya .. pas dengan selera. Saya yakin bahwa enaknya daging ikan ini berkwalitas tinggi. karena belum masuk di freezer. tidak dicampur dengan formalin. Memang enak sekali … subhanallah …alhamdullilah …

trio senior eks IBM ber petualang 7D6N di Raja Ampat, akhir Des 2012. Enjoy, sehat, senang dan ingin kembali lagi ..

trio senior eks IBM ber petualang 7D6N di Raja Ampat, akhir Des 2012. Enjoy, sehat, senang dan ingin kembali lagi ..

_00000IMG_2665 _00000IMG_2667 _00000IMG_2716 _00000IMG_2728 _00000IMG_2729 _00000IMG_2731 _00000IMG_2732 _00000IMG_2734 _00000IMG_2739

Image | Posted on by | Tagged | Leave a comment

Raja Ampat (15) Srikandi berpetualang di Raja Ampat

Dari 20 peserta petualang Raja Ampat, yang laki-laki hanya 5 orang, sedang perempuan nya 15 orang.

Setiap hari saya mengamati cewek cewek yang 15, timbul rasa kagum, timbul rasa hormat, mereka adalah kelompok hebat. Inilah yang disebut srikandi sejati. Nunuk, 62 th, terpaut dua tahun lebih muda dari saya, seorang nenek cantik nan energetik sangat hebat daya tahan mental dan tubuhnya. Elizabeth, 63 th, berusia setahun lebih muda dari saya sangat kuat mental dan fisiknya. Ada Cecille, Rosie, Endang, Uta, Ida, mereka hebat fisik dan mentalnya. Apalagi yang muda seperti Lisna, Marleem, Astrid, Nita, Debby, Ida,  Firsta, Yana… Mereka adalah srikandi petualang sejati.

DSC_3140 Jusni, saya dan Thab pengawal para srikandi

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Yana

wow…

_000_DSC8948

Srikandi yang sehat, gembira,  dan sangat menikmati indahnya Raja Ampat.
Mental mereka jauh diatas rata-rata, fisiknya sangat bagus sekali. Kekuatan untuk memanjat tebing terjal kemiringan 70 derajat setinggi 200-300 meter sebanyak 3 kali, dilakukan dengan gembira, dengan semangat. Tidur nya ditenda, di rumah penduduk, di hotel Waisei milik Pemerintah, ok ok saja ridak mengeluh.
Berjemur matahari selama 7 hari mereka nikmati, karena telah tersihir panorama yang indah sekali. Para srikandi tidak mengeluh walau wajah gosong terbakar sengatan sinar matahari yang teriknya 40 C, kulit kaki berdarah-darah saking tajam gunung yang didaki yang terdiri dari batu karang nan tajam dan runcing.  Mereka anggap tantangan bukan hambatan.
Para srikandi petualang Raja Ampat siap untuk recovery mengembalikan kecantikan agar pulih seperti sediakala di salon-salon kecantikan di Jakarta. Saya mendengar diskusi diantara mereka, mengevaluasi salon yang bagus untuk perawatan kulit yang terbakar, kuku yang seminggu tidak dirawat, rambut yang selalu kena air asin dilaut raja ampat, Kata Debby biaya perawatan recovery lebih mahal dari ongkos ber petualang ke Raja Ampat. Ah Debby bisa saja. Mereka melakukan manicure, pedicure, hair treatment, coloring, smoothing, make up, manicure, pedicure, mandi lulur dan lain – lain.
Luar biasa.

002c002embak Endang dan mbak Yana dipuncak bukit karang, tidak terlihat rasa lelah sedikitpun. Padahal barusan mendaki bukit tajam nan panas nanruncing, diterik matahari 40 derajat. Bagaimana cowoknya ?

Yang cowok pun kuat dan sangat menjaga stamina. Walau umur saya dan bang JH sudah kepala 6. Umur Thab kepala 5. Nico dan bang Ondo kepala 3. Kami berlima menjaga agar penampilan tidak loyo, menjaga semangat, menjaga kesehatan, menjaga keselamatan tim petualang Raja Ampat.

Saya tidak mengalami kesulitan selama 7D6N, saya tidak mempunyai keluhan selama berpetualang. Alhamdullilah. Mungkin karena latihan taichi chuan yang saya lakukan di Senayan Pintu 9. Bang JH karena latihan outdoor dan cano selama di Canada. Thabrani, dijuluki ikan duyung dari Bangka, selalu nyebur ke laut duluan. Kuat berenang, kuat ber-snorkeling. Saya sekamar dengan Thabrani, teman kamar yang menyenangkan. Alhamdullilah.

13583205051570222826

Tim petualang Raja Ampat

13583333041134366396

Oma Elizabeth, Oma Rosie dan Oma Cecille.

srkandi

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

bergembira bersama anak anak Raja Ampat

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Tinggal di gubug penduduk

09a petualang di Raja Ampat

_0IMG_4726 _0IMG_4724 _0IMG_4714 _0IMG_4694

????????????????????????????????????

Ninuk dan Endang

????????????????????????????????????

Debby

????????????????????????????????????

Debby dan Uta

????????????????????????????????????

3 Jagoan pengawal para srikandi

????????????????????????????????????

 Nunuk Waluyo, oma/nenek cantik dn energetik     

_00IMG_2608 _00IMG_2609_00IMG_2630

Posted in jalan-jalan dalam negeri | Tagged | Leave a comment

Raja Ampat (11) – Nikmatnya bersnorkeling di Raja Ampat.

Selama 7D kami berpetualang di Raja Ampat, setiap hari ada 3x bahkan kadang 4 x ber-snorkeling ditempat yang berbeda-beda. Speedboat Ugelan, memiliki mesin Yamaha dua, masing2 kapasitas 200 PK. Kami sewa selama 7 hari, berkeliling kepulauan Raja Ampat, yang terdiri dari 80% laut dan 20 % pulau kecil2. Pulau yang berpenduduk hanya 5 pulau dengan jumlah penduduk 42.500 orang saja. 

Beberapa foto yang kami abadikan setelah kami mahir ber-snorkeling. Pemandangan panorama bawah laut di laut Raja Ampat sangat indah. Kami petualang Raja Ampat, benar tersihir dan terhipnotos dengan indahnya terumbu Karang, dengan warna-warni ikan yang kecil, yang sedang, dan yang besar….. dan jinak sekali. Tidak takut kepada manusia.

siap untuk ber snorkeling

siap untuk ber snorkeling

Image

Saya memberikan makanan roti ke ikan di Sawinggrai Village. Roti saya jepit di ibu jari kaki, lalu kaki saya celupkan ka air laut, sambil duduk di tangga di dermaga…. masya Allah ….itu ikan-ika

ikan biru kecil dan banyak

ikan biru kecil dan banyak

ikan makan roti dari jari kaki

ikan makan roti dari jari kaki

dinding kemiringan 90 derajat yang penuh terumbu karang warna warni, bagus sekali

dinding kemiringan 90 derajat yang penuh terumbu karang warna warni, bagus sekali

n menyerbu roti dan kaki saya. Dipatuk-patuk oleh ikan warna-warni. Saya senang sekali dan merasakan geli yang sensasional sekali….

OODi Diving Lodge milik orang Bali, kami bersnorkeling ria. Dan disitu saya melihat ikan nemo yang kami cari-cari selama beberapa hari. Indah sekali ikan nemo, berenang disekitar rumahnya terumbu karang berwarna kehijau, yang bisa gela-gelo, mengikuti arus ombak air laut. Fantastik.. indah sekali ..

Di Painemo kami ber-snorkeling diantara dua bukit pulau yang airnya sangat jernih. Ada sedikit arus dibawah air, namun tidak berbahaya.Dinding bukit pulau itu menghunjam  kedasar laut sedalam 10 – 15 meter. Dan didinding yang kemiringan 90 derajat itu, mirip dinding tembok pulau. Pemandangannya sangat menakjubkan, sangat indah, sangat spektakuler, sangat dahsyat. Diseluruh dinding tembok tumbuh terumbu kerang warna-warna … bayangkan … dan disela-sela terumbu karang ber sliwar sliwer ikan hias warna warni sangat indah sekali. Ada spesies terumbu karang yang bisa gela-gelo, ada yang panjang, ada yang pendek, ada yang kaku warna-warna…. banyak macam bisa dilihat di dinding pulau itu. Subhanallah… indah sekali.O

 

Lokasi snorkeling yang indah aduhai

Lokasi snorkeling yang indah aduhai

012hb Fantastic snorkeling place… dahsyat ..indah .. [/caption]

Posted in jalan-jalan dalam negeri | Tagged | Leave a comment

Raja Ampat (1) – Sorong yang sudah maju

Hari Kamis 27 Desember 2012 jam 05:00 WIB pesawat Merpati yang kami tumpangi tinggal landas dari bandara Soekarno Hatta.
bandara-sorong
Jam 1400 WIT pesawat mendarat di airport Sorong. Bandara Dominik Eduard Osok. Kaget juga saya melihat kemajuan di  Sorong. Tidak jauh dari bandara Sorong, ada pangkalan ojek dengan pemuda-pemuda Papua berkulit legam dan berkaos kutung, duduk berlindung menjauh dari sengatan mentari. Nampak pula wajah-wajah dari etnis lain, yang berambut lurus-lurus seperti dari  Jawa, Makassar,  Ambon. Masyarakat Papua Barat mampu  berbaur harmonis. Lambaian tangan dan senyuman adalah signal adanya persahabatan.

Sorong itu Kabupaten Sorong Propinsi Papua Barat. Letaknya di kepala burung pulau Papua. Sorong yang saya kenal di tahun 1993-1997 tidak seperti Sorong sekarang ini. Dulu Sorong masih sebagai Kabupaten bagian dari Propinsi Irian Barat. Sekarang bagian dari Papua Barat.Tidak seorangpun dari manager di Barito Pacific Sorong menyebutkan tempat indah Raja Ampat. Padahal pak Setienven itu sering mampr ke kantorku di Wisma Antara di jalan Merdeka Selatan. Ya memang dimaklumi, karena Raja Ampat baru dikenal setelah National Geographic Edisi September 2007 menceriterakan keindahan alam bawah air nya yang luar biasa.

Kedekatan emosi saya dengan kota Sorong dimulai waktu saya menjadi Dirut di Humpuss Trading tahun 1993. Setiap bulan kapal tanker PT Humpuss Intermoda yang dikomandani Pak Subroto, eks IBMer, membawa methanol dagangan Humpuss Trading.  Komoditi yang diangkut adalah methanol sebanyak 2.000 MT kadang-kadang sampai 5.000 MT dikirim ke Pabrik plywood milik Barito Pacific, yang dimiliki oleh ImageTaipan Prayogo Pangestu. Selama 4 tahun, dari 1993 – 1997, pabrik plywood Barito Pacific menjalin kerja sama yang erat dan apik banget. Mereka kawatir, Humpuss Trading memberikan jatah methanol dibawah kapasitas pabriknya. Harga plywood tahun 1993-96 sedang bagus-bagusnya, yaitu FOB USD 400 per MT. Bandingkan dengan sekarang cuma berharga FOB USD 200 per MT kadang kurang. Salah satu sebabnya karena kayu logs Indonesia bagian timur dicuri besar-besaran oleh gerombolan bandit dan bajingan international yang dipimpin china-china dari Malaysia. https://gsumariyono.wordpress.com/2012/07/29/pencuri-kayu-dimpimpin-china-china-malaysia/  Pabrik plywood di China berkembang dengan pesat sejak 1998, sejak zaman reformasi. Bahan baku 100% dari Indonesia. Gila ga itu. Sesuai dengan MOU yang diteken oleh Soeharto dengan IMF. Antara lain eksport logs dibuka krannya, diturunkan pajak exportnya secara drastis. Membuat rakyat Indonesia gigit jari. Kalau dulu Prayogo, Bob Hasan dan siapapun yang berdagang plywood dan bergerak dibidang perkayuan itu sering disebut sebagai orang ‘jahat’ yang merusak hutan dan lingkungan, maka sekarang ‘orang asing’ itu jauh lebih jahat, lebih tamak, lebih berjiwa perampok. Saya mengulas di wordpress.com.   Orang kita belum apa-apanya dalam menggarong sumber daya alam.

Ustad Fadzlan GaramathanYang kedua, saya punya sahabat alumni ESQ dan saudara spiritual, namanya  ImageUztad Fadzlan Rabbani Al-Garamatan, asli orang Irian, berkulit gelap, berjenggot, kemana-mana membalut tubuhnya denghan jubah, tinggalnya di Fak-fak di Papua Barat. Sangat sering ke Sorong.  Markas organisasinya Al Fatih Kaafah Nusantara disingkat AFKN. Alumni ESQ yang sangat aktif dan kami dari ESQ sangat mendukung program beliau. http://jejakrina.wordpress.com/2011/12/13/berdakwah-di-papua-luaar-biasa-nikmatnya/ Sesudah lulus Sarjana Ekonomi, beliau lebih memilih untuk bekerja sebagai Da’i penyeru agama Islam. Uztadz Fadzlan memang dari keluarga Islam. Misinya ingin mengangkat harkat dan martabat orang Papua Fak-fak, Asmat, dan orang Papua lainnya. Beliau tidak sudi dan tidak rela orang Papua dibiarkan tidak berpendidikan, telanjang, mandi hanya tiga bulan sekali, berlumur lemak babi sepanjang masa, tidur dengan babi. Bagi Uztad Fadzlan semua itu adalah penghinaan. Penghinaan yang mengatas namakan budaya dan pariwisata. Beliau berjuang dan berdakwah untuk semua itu. 

Kali ini saya membawa 4 buah bola untuk olah raga sepakbola. Saya harap bisa dipakai untuk rekreasi anak-anak asuh Uztad Fadzlan di LK AFKN.

Raja Ampat adalah keajaiban. Keajaiban alam dan panorama dibawah laut.

Terkuaknya panorama alam bawah laut Raja Ampat yang tadinya cuma gugusan pulau yang sebagian besar tak berpenghuni dan kemudian menjadi perhatian dunia tak lepas dari kedatangan Max Ammer seorang petualang pemburu harta karun kelahiran Belanda yang besar di Nigeria. National Geographic edisi September 2007 mengulas tentang saat tahun 1990 Max ke Raja Ampat untuk memburu harta karun kapal dan pesawat yang karam pada masa Perang Dunia II. Max ini kemudian menjadi legenda Raja Ampat, karena melupakan niat awalnya akibat terpesona dengan keindahan alam bawah laut. Dia menjadi bagian penting dari konservasi lingkungan, melibatkan pemuda-pemudi lokal Papua untuk mencari nafkah sambil menjaga lingkungannya. Sayang kami tidak sempat bertemu dengan Max yang menurut warga Raja Ampat adalah orang yang paling tahu tentang wisata bahari Ampat.

 
Tahun 1998 Max melakukan penyelaman dengan didampingi Gerald (Gerry) Allen, seorang ahli perikanan dari Australia. Dalam satu kali penyelaman, Gerry terkejut karena menciptakan rekor menemukan dan menghitung 283 spesies ikan. Tahun 2002 hasil survey lembaga konservasi dunia Conservation International dan The Nature Conservation menemukan bahwa Raja Ampat memiliki 75% spesies karang dunia, yang tidak dimiliki tempat-tempat yang lain. Hal ini disebabkan karena Raja Ampat merupakan jantung dari segitiga koral dunia yang terletak di antara negara Indonesia, Malaysia, Papua New Guinea, Philippines, Solomon Islands dan Timor-Leste. Kondisi ini yang kemudian membuat para ilmuwan dan penikmat keindahan bawah laut menjadikan Raja Ampat sebagai sesuatu yang wajib dikunjungi. Terbagus, terbaik, terindah dan tidak ada duanya. Kepulauan Raja Ampat bisa ditempuh dari Halmahera lama perjalanan memang lebih lama. Tetapi lebih murah.
 
(bersambung)