Istriku (3) – Tinggal di Bangkok

Saya pernah tinggal di Bangkok dan menjadi Expatriate IBM di Bangkok 1977-1979, mulai Mei 1977 sampai Mei 1979. Dua tahun itu kami lewati dengan banyak suka dan sedikit duka. Murid-murid saya datang dari IBM South East Asia, South Asia, Taiwan, Hongkong dan Korea selatan. Mereka baru masuk IBM, masih fresh graduate. Mereka mengikuti IBM Basic Training yang dipusatkan di Bangkok.
Basic Training IBM lamanya 18 bulan, termasuk pelatihan dan training di country masing2 dan tiga kali menghadiri formal training. Field training di country masing2 sangat menentukan performance di ‘formal training’. Formal training IBM itu didesign dengan sangat bagus sekali. Class-1 lamanya 12 minggu. Class-2 lamanya 3 minggu. Sales School 2 minggu dan SE School 2 minggu. Selesai menjalani basic training mereka menjadi marketing Representative sebagian lagi mejadi Systems Engineer. Tugas saya adalah IBM Trainer untuk bidang2 marketing

Jumlah IBM Trainer di IBM Education Center ada 5 orang, dengan satu Education Manager. Ada 1 orang Philippines, 2 orang Thailand, 1 orang Amerika, 1 Indonesia. Semua materi dan topik yang diberikan di IBM Education Center, seragam diseluruh dunia, tidak boleh beda. Untuk itu para Trainer dikirimkan ke Pusat Education IBM HQ di Poughkeepsie (kira2 100 km utara New York) untuk observe dan membawa materi ke Bangkok, untuk diajarkan.

Enam bulan pertama di IBM Education Center Bangkok, masa yang paling sibuk bagi saya. Saya mengalami perkembangan yang sangat pesat sekali. Kemajuan yang pesat itu antara lain kemampuan berbahasa Inggris semakin lama semakin lancar, kemampuan presentasi2 didepan kelas semakin lama semakin bagus. Diskusi dan berdebat didepan kelas antara guru dan murid pun semakin lama semakin asyik dan menambah percaya diri. Saya pernah sekali mengalami kesulitan ketika ada murid yang ngeyel, orangnya dari Hongkong, dia lulusan Stanford USA, orangnya memang ambisius dan suka meremehkan semua trainer.

Perlengkapan mengajar seperti slides, transparency, buku-buku dan materi2 yang diberikan, film-film dan segala peralatan untuk mengajar sudah tersedia. Saya tinggal menjalankan saja, tidak perlu menyiapkan dari nol. Semuanya sudah ada, sudah standard dari IBM HQ yang ada di New York.
Laporan setiap murid tentang hasil selama ikut training, saya tuliskan dengan rinci sesuai guidance, apa adanya, lengkap dengan rekomendasi apakah murid ini cocoknya jadi Marketing atau jadi System Engineer. Laporan itu sangat berguna dan diterima oleh semua IBM country, tidak ada yang complaint. Para murid yang kami latih pun diberitahu mengenai kelebihan2 dan kekurangan2nya. Pengalaman2 saya sebagai marketing di Jakarta menjadi modal yang amat berharga, dan selalu menjadi acuan setiap kali saya mengajar. Saya wajib mengajarkan budaya IBM (corporate culture) mulai dalam berpakaian, budaya IBM dalam membuat sales call, dalam presentasi ke customer, dalam membuat proposal.

Tahun 1977 bisa berlalu, tanpa ada masalah yang rumit, saya bisa menyesuaikan dengan kondisi kerja , bisa berinteraksi dengan sesama Trainer yang berasal dari negara lain.

Memasuki tahun 1978, saya sudah mempunyai niat dan keinginan pribadi yaitu ingin menjadi Trainer IBM yang terbaik dari IBM Education Center. Saya akan bersaing dan ingin mengalahkan 5 trainer lainnya. Performance saya sebagai trainer bagus dan prima. Selama setahun itu saya benar2 fokus sebagai trainer. Saya bekerja all out termasuk membantu teman2 trainer yang lain, menyiapkan kelas-kelas yang mereka sedang persiapkan, meringankan kerja mereka. Saya selalu siap menawarkan diri untuk membantu, baik diminta maupun tidak diminta. Hasilnya menakjubkan. Saya benar2 melakukan total action. Saya mendemostrasikan bahwa saya menyenangi pekerjaan saya dan saya menjadi kontributor utama didalam operasi departemen ‘IBM Regional Education Center’ di Bangkok.

Staf IBM yang dikirimkan dari Seoul, Taipei, Hongkong, Manila, Jakarta, KL, Singapore saya perhatikan agar mereka sungguh-sungguh mendapatkan dasar dasar pendidikan teknik komputer dan teknik pemasaran komputer yang siap pakai di negeri mereka masing-masing. Mereka dididik selama 3 bulan di Education Center di Bangkok. Dengan pengalamanku memimpin proyek komputerisasi di DKI Jakarta, selama 4 tahun, saya selalu siap menjelaskan ke murid-muridku bahwa IBM akan maju dan selalu didepan dalam menjalankan kegiatan transformasi bisnis dengan komputer. Dukungan IBM World Trade terhadap teknik hardware, masalah software, research center merupakan jaminan sukses di negara masing-masing. Sampai tahun 1980 IBM sangat berjaya, belum ada kompetitor yang sanggup mengalahkan.

Atas prestasi bagus ini Education Manager saya memberikan trophy the Best Trainer in 1998. Saya berhak untuk mengikuti pesta IBM Recognition Event yang diselenggarakan di Manila. Saya bergabung dengan top performer dari seluruh IBM South East Asia. Yang turut bangga adalah para manager dari Indonesia yang ikut hadir di Manila, mereka terangkat namanya. Mereka memberikan selamat dan berharap bahwa pengalaman2 bekerja di REC akan membantu menjawab permasalahan2 di Indonesia. (bersambung)

bangkok 06b bangkok 09c bangkok 10a

About Gufron Sumariyono

Born in Pati, Central Jawa on Nov 5, 1945. Retired in 2004. Joined ESQ group. Executive of LK ESQ and Yayasan Wakaf Bangun Nurani Bangsa. Believe in the Islamic Socio Economic Concept.
This entry was posted in memoir and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s