Realino (5) – sepakbola realino 1964-65

Pada acara Dies Natalis asrama Realino tahun 1964, diadakan pertandingan sepak bola antara kesebelasan Realino, kesebelasan asrama mahasiswa UGM Darma Putera dan kesebelasan Akademi Angkatan Udara (AAU). Tuan rumah adalah Realino, pertandingan segitiga ini mengambil tempat di lapangan sepak bola Realino di jalan Gejayan.

Pertandingan berlangsung sangat meriah. Suporter dari masing-masing kesebelasan banyak. Penghuni Realino dibantu penghuni asrama Santikara. Suporter Darma Putera membawa mbak-mbak penghuni asrama putri Cut Nya Dien dan ‘Rini” .. (wah lengkapnya lupa). Hari pertama Tim Darma Putera kalah sama Tim Realino. Hari kedua Tim Darma Putera kalah lagi sama kesebelasan AAU. Hari ke-3 seru sekali, Tim Realino berhadapan dengan Tim AAU.

Pertandingan penentuan ini berlangsung dengan cukup tegang dan seru. Para jagoan Realino makin semangat karena diteriakin cewek-cewek Santikara, mereka memberi semangat kepada jagonya masing-masing, dari awal pertandingan sampai babak jedah masih nol nol. Seru.

Di babak ke dua, suporter Realino turun kelapangan semua jumlah semakin banyak dan semakin tidak terkendali. Apabila bola dikuasai tamu dari AAU, ada anak Realino yang berteriak-teriak : ” Maukar .. Maukar .. Maukar ..” Mendengar itu suporter tim AAU yang datang dengan berseragam lengkap menjadi sangat marah sekali. Mereka merasa aibnya diungkit-ungkit oleh suporter Realino. Saking marahnya, seorang suporter dari Realino yang berteriak-teriak “Maukar .. Maukar” didatangi karbol AAU lalu suporter Realino itu dibanting ala yudo. Melihat itu, kami suporter Realino yang berbadan besar, terutama kawan dari Batak dari Flores dan dari Makassar sudah siap berkelahi. Beruntung saat itu juga dapat dilerai. Namun persoalan itu tidak berhenti disitu saja. AAU kemasukan gol satu yang bertahan sampai pertandingan selesai. Skor akhir adalah 1-0 untuk kemenangan Realino. Untuk diketahui bahwa Maukar adalah letnan AURI yang menembaki istana Merdeka di Jakarta dengan MIG 15, katanya karena gara-gara pacarnya direbut bung Karno.. ada-ada saja tetapi nyata lho ..

Besoknya Pengurus Kogor (Komando Operasi Gerakan Olahraga Realino) dipanggil Dan Men Tar AAU, untuk dimintai pertanggung jawaban atas ucapan suporter Realino. Akhirnya, Kogor didampingi pengurus asrama memenuhi panggilan Dan Men Tar AAU untuk memberikan penjelasan dan memohon maaf atas kejadian itu. Setelah itu persoalan dianggap selesai.

Setelah menjuarai pertandingan segitiga, rasa PD tim Realino bertambah. Dengan pemain inti yang handal seperti Yap Hwie Yang (penjaga gawang), Tjuk Soeparwoto (alm), Jack Lay, Cletus Roja, Bambang Surono, Roebijanto dan Imam Santoso, yang kesemuanya adalah pemain inti kesebelasan Persatuan Sepakbola Universitas Gadjah Mada disingkat PS Gama, maka diterimalah tantangan dari kesebelasan Bond Banyumas dan Purwokerto. Tantangan ini difasilitasi mas Roebijanto dari Fakultas Pertanian UGM.

3 pemain sepakbola Realino. koleksi foto J. Mulyanto. 1964.

3 pemain sepakbola Realino. koleksi foto J. Mulyanto. 1964.

Berangkatlah tim kesebelasan Realino ke Purwokerto, dibiayai panitia Dies Realino. Sebagai strategi, tim Realino melakukan pertandingan pemanasan dan penyesuaian dengan melawan tim kecil dari desa Sidaboa, dekat Purwokerto.

Selesai bertanding mau mandi, apa daya karena tidak ada fasilitas kamar madi, maka diputuskan mandinya di sungai Serayu. Persisnya dibawah jembatan kereta api jurusan Yogya – Jakarta. Agak memalukan memang. Sewaktu kami mandi diatas jembatan banyak yang menonton, diantaranya para cewek-cewek desa. Sambil tertawa cekikikan mereka menonton anak-anak Realino mandi, barangkali cewek-cewek ndeso ini tidak pernah lihat ada segerombol pemuda kota ganteng-ganteng dan masih muda-muda sedang menikmati mandi di kali Serayu. He he he .. sebagian dari kami mandi tanpa seutas benang melekat dibadan …

Singkat ceritera, keesokan harinya di Purwokerto kami melawan Bond Banyumas Purwokerto, tim Realino pun kalah. Dasar nasib kali ye .. sudah pada ga nafsu bertanding ..
Tujuan pertandingan ini mencari dana untuk membiayai pesta dies, maka nama tim dirubah dari : “Kesebelasan Asrama Mahasiswa Universitas Gadjah Mada Realino Yogyakarta” dirubah menjadi lain. Yang tertulis di reklame-reklame dan poster-poster yang dipajang di Purwokerto ditulis : “Kesebelasan Mahasiswa Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. disingkat PS Gama. Yang nonton pertandingan bola memang banyak, dan panitia menangguk untung yang lumayan, pokoknya tidak rugi. Kami sudah mencatut nama PS Gama. Romo asrama tahunya kami ke Purwokerto untuk mencari dana dengan bertanding sepakbola ..

Buntut dari lawatan ini ada yaitu, Ketua PS Gama bapak dr Ismangun marah-marah . Siapa yang dimarahin ? (bersambung)

Yap Hwie Yang, kiper no satu. Koleksi foto J. Mulyanto

Yap Hwie Yang, kiper no satu. Koleksi foto J. Mulyanto

About Gufron Sumariyono

Born in Pati, Central Jawa on Nov 5, 1945. Retired in 2004. Joined ESQ group. Executive of LK ESQ and Yayasan Wakaf Bangun Nurani Bangsa. Believe in the Islamic Socio Economic Concept.
This entry was posted in dormitory and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s