Realino (6) – mencuri makanannya romo-romo

Balada tengah malam di Realino. Apa itu ?

Tiga orang romo-romo Realino memprotes kepada bruder Wrekso, mengapa makanan di refter untuk romo romo tidak pernah komplit. Selalu berkurang. Sosis cepat habis, keju cepat habis, roti pun cepat habis, buah juga cepat habis “Apa banyak tikus disini” tanya romo Stolk pada suatu hari. Bruder Wrekso yang bertanggung jawab atas makanan pun membatin “Apa ada tikus ya ?”

“Hei ..bruderr .. apa… ituu.. bruder tidak sediakan ituu .. roti .. en .. ituu buaah .. buat .. ituu romo .. romo .. ?” tanya Romo Stolk. “Sudah romo sudah komplit” jawab bruder ..Sekarang bruder Wrekso yang terpekur karena disentil oleh romo pimpinan asrama kalau kerjanya tidak beres. “Kurang ajar tenann .. aku yang kena marah romo..Siapa yaaa.. tikus..tikus ..yang suka ngambil makanan di refter romo….”

Maka malam itu jam 23:00 diam-diam bruder Wrekso mengintip dari kandang skuter romo yang berjarak hanya 5 meter dari pintu refter, dan sengaja lampunya semua dimatiin. :”Biar kuintip dari sini.. siapa yang tengah malam masuk ke refter romo yang memang tidak pernah dikunci.”

Dan memang betul, sekitar jam 0200 tengah malam ada 3 anak Realino mengendap-ngendap masuk ke refter romo-romo. “.Waah enak ya rotinya .. buahnya segarr .. enak .. ” Sementara itu bruder Wrekso gemetar karena sudah siap menangkap anak Realino yang kelaparan itu.. tapi beliau takut juga ..

Akhirnya sambil menyalakan lampu garasi motor dan lampu didepan pintu masuk refter, bruder Wrekso berteriak keras sekali : Maliiiing ..maliiing .. ono .. maliing ..

Seketika ketiga anak lari keluar dari refter, tapi dihadang bruder yang ketakutan jadi sama-sama ketakutan.

Sementara itu penghuni vila selatan bangun dan bertanya-tanya : “mas .. ada maling .. bangun . mas” . kata anak-anak membangunkan penghuni kamar disebelah .. Sambil membawa apa adanya ada yang penggaris panjang, ada yang gantungan baju, pentungan para penghuni vila selatan turun dari lantai dua dan berkumpul didepan refter. Melihat bruder Wrekso tergeletak dilantai, mereka bertanya :” Mana malingnya bruder ?? ….

” Maluuu .. akuu .. maluuu .. aku.. Ooh mereka tak punya kemaluan .. maluuu.. aku..” kata bruder.

“Sialan .. kiraiin maling beneran, enggak tahunya temen sendiri .. ”

Akhir cerita, setiap tahun di Realino selalu ada generasi2 baru yang menjadi maling tradisionil ..ngelayap ditengah malam ..bergerilya masuk kerefter romo .. ambil buah .. ambil roti .. untuk sekedar pengganjal perut ditengah malam.. (bersambung)

dokter andhy hendrawan (d/h tjiu hok an),

dokter andhy hendrawan (d/h tjiu hok an),

komentar mas Tjiu Hok An (dokter Andhy) :

Dik GS, tahun berapa ya kejadian itu? Karena terus terang saja, saya juga pernah jadi malingnya. Sama teman2 bertiga, atau berempat. 2 orang jaga lingkungan dan 2 orang masuk ( satu didepan refter romo dan satu masuk). Waktu saya itu, memang ketahuan, tapi kebetulan saya jaga lingkungan , didepan kapel, jadi tidak ketahuan. Waktu itu, yang ketahuan masuk refternya, dikeluarkan dari asrama oleh romo Stolk (siapa ? aku dah lupa, otak dah error). Kok anda tau juga ya, mengenai balada tengah malam. Aku kira para Forsino-wan gak ada yang tahu, jadi saya diam2 saja, he he he. Memang lama2 keterlaluan, jadi konangan. Ada roti bantal satu, disikat semua. Ada sop sa basi, coklat, disikat semua. Sopnya enak lho, sop LONDO, sing kental, nganggo sosis. Awake dewe, sampai bongkok ning Realino, ora bakal menangi sop seperti itu, he he he. Paling disisakan sedikit untuk romo Blot, karena beliau yang makannya paling larut malam. Tapi kalau roti dan buah, lama kelamaan disikat semua, jadi bikin curiga. Memang orang itu kadang2 terlalu serakah. Kalau ga konanga, yo semakin parah. Maapin. (Hok An)

.

21 Agustus 2012. Pengakuan dari dokter Wini, dan gengnya (Djauhari- Dubes RI untuk Rusia dan Elias Ginting- Dubes RI untuk Finlandia)………..

.

Romo Bolsius Yang saya hormati dan sayangi,
Alamat e-mail saya yang lain, .

.

. wini_57@yahoo.com
Terimakasih banyak, romo masih mau terlibat, masih mau mendidik saya sampai hari ini, lewat mail-list Forsino.
Ngomong-ngomong, maaf sekali lagi (terakhir bertemu romo di Jakarta, saya sudah minta maaf lho), karena dulu sewaktu di asrama Realino, saya sering mencuri makanan di refter romo. Itu tidak lain karena pengaruh buruk dari Elias Ginting dan Djauhari Oratmangun. Saya sendiri sebenarnya orang baik-baik yang maunya sih mentaati 10 perintah Allah (jangan mencuri)….hehehehe…
Tapi Tuhan berkehendak lain (yang saya tidak mengerti), Elias dan Djauhari sekarang bisa jadi Duta Besar….. sedangkan saya yang relatif lebih baik dari mereka, hanya menjadi dokter jiwa.
Masih terbayang dalam ingatan saya, ketika sering kita bertiga mencuri di refter romo. Secara bergiliran 1 orang menjaga di selatan, 1 orang menjaga di utara, 1 orang masuk refter romo untuk mencuri.

Elias Ginting dan Djauhari Oratmangun

Pada giliran Djauhari dan Elias yang masuk refter, mereka membuka kulkas romo dan meminum air dingin di botol. Ternyata yang diminum “wine”….. Ketika mereka keluar, saya bingung karena mereka sempoyongan mau jatuh karena mabuk…hehehehe…
Kalau saya giliran masuk, yang paling saya suka adalah mencuri “oseng-oseng hati sapi masak kecap” dan ayam goreng. Kemudian dimakan di WC, tulang-tulangnya dilempar ke luar jendela……
Mohon ampuni saya romo…. saya sudah mengaku dosa…saya kepingin masuk surga. Kalau Elias dan Djauhari memang sudah bakatnya, tidak ada penyesalan, jadi biarkan mereka masuk “api pencucian” dulu….hihihihi….
Sekedar selingan, agar tidak tegang terus…..
(dokter Wini – RS Jiwa Malang)

.

Temans, saya dokter Eko Rahardjo, sekarang di Calgary, pernah mencuri di refter Romo :

Hahahaha… soal pencurian makanan di refter Romo memang masalah warga yang kronis. Sesungguhnya menurut KUHR (Kitab UU Hukum Realino) ini adalah termasuk salah satu dari “the Seven Capital Sins”. Perkara ini pernah hampir menyebabkan perpecahan persahabatan diantara Romo-Romo pimpinan. Romo Bolsius curiga bahwa Romo Stolk suka ngantongi Swiss cheese yang berlobang-lobang itu, sementara Romo Stolk mengira Romo Suaso suka minum Jesuit wine terlalu banyak, sedangkan Romo Suaso sudah lama mensinyalir Romo Bolsius suka bawa roasted beef ke kamarnya. Untunglah akhirnya ketiga Romo SJ tsb sepakat untuk menuduh Bruder yang di wisma Realino (yang suka tersenyum dan rambutnya berombak pakai pomade) hahaha…. Oleh karena pengorbanan Bruder tsb Forsino sekarang punya 2 Dubes dan 1 Dokter Jiwa. Saya kira Mas Wini, Bang Elias dan Bang Djau perlu menemui Bruder yang baik hati tsb untuk minta maaf sebab siapa tahu beliau sampai sekarang masih dipersalahkan hahaha….
Salam,
Eko Raharjo’78 (Calgary Canada)

.

Dulurs, saya Djauhari nyong Ambon, sekarang Dubes di Moscow, saya pernah mencuri makanan Romo.
.

Semua yang terlibat diskusi harus berterima kasih sama Eko, karena berkat dialah Romo Bolsius turun gunung dan Wini ngaku dosa…..he he he.
Wini, kalau ngaku dosa jangan bawa yang lain dong. Setahu saya jam ini orang ambon sudah bisa clooning, jadinya yang dihipnotois Wini itu clooning dari Ambon. He he he he
.

Sejujurnya….kami semua senang mendengar berita dari romo, karena itu sang ahli jiwa coba mengungkit ungkin masa lalu. Entah maksudnya apa, mungkin sudah kehabisan akal sama pasien jadi “kreatifitas” masa lalu dianalisa.
Karena itu secara sadar, saya juga meminta maaf utk mai bertiga, pertama utk calon ahli jiwa, wini, kedua, korban calon ahli jiwa, korban wini, dan ketiga “hasil clooning” dari ambon, ya saya sendiri, sembari berdoa pada Tuhan YME agar Romo tetap sehat selalu dan diberikan usia yang panjang.
01 CIMG0932.

Dulu (1978) Djauhari pernah mencuri makanan di refter Romo-romo di Realino. Sekarang (2012) Duta Besar RI Berkuasa Penuh di Rusia Moskow. Luar biasa.

.

Sekarang kami sudah sadar semua sehingga, bersama sama Felix sedang atur strategi agar Labuhan Marpaung bisa segera punya pasangan lagi.
.

Salam hangat dari Moscow,
Djauhari (Dubes RI untuk Rusia)

.

PS. Sejak dulu penerawangan calon ahli jiwa sdh mengakui bahwa kami berdua akan jadi duta besar, jadinya dia sejak dulu baik sekali sama kami berdua.
He he he. Pizzzz Wini……… (Djauhari)

Reuni Realino bersama Sri Sultan HB thn 2009

Reuni Realino bersama Sri Sultan HB thn 2009

.

Subject: Re: [Forsino] untuk Eko di Calgary Canada dan Wini dokter di Malang.

.

Dear Wini….and all….
.

Syukurlah kalau akhirnya Wini ‘mengaku dosa’kepada Romo Bolsius, atas tindakan2nya yang sangat tidak terpuji…mencuri makanan dan minuman Romo ketika di Realino. Saya sekarang mengerti kenapa Romo Bolsius minta alamat E-mail Wini…karena mungkin ada nasihat2 yang ingin disampaikansecara khusus terkait kelakuan tidak terpuji ini. Saya sendiri tidak ingat kalau saya ikut2an mencuri makanan dan minuman Romo….karena saya yakin waktu itu saya dihipnotis oleh Wini sebagai bagian dari kurikulum fakultas kedokteran (jiwa). Karena waktu itu saya tidak sadar maka peristiwa itu tdk saya ingat. Kalau Djauhari memang sering (dengan bangga) menceritakan kalau bersama Wini sering masuk ke refter Romo…berarti Djauhari dan Wini harus minta maaf kepada Romo…saya hanyalah seorang lugu yang menjadi korban kedua teman kita ini….waktu itu saya memang terlalu lugu untuk mencurigai Wini dan Djauhari…. Syukurlah kalau Wini sudah minta maaf kepada Romo….tentu Romo mengharapkan Djauhari melakukan hal yang sama…. Romo tentu tidak mengharapkan saya minta maaf karena saya hanyalah korban kedua teman ini….
Salam SeV.

.

Elias Ginting (Dubes RI untuk Finlandia)

Siapa sangka, dulu saya suka mencuri makanan  nya Romo (1978), sekarang Duta Besar RI di Finlandia (2012)03

About Gufron Sumariyono

Born in Pati, Central Jawa on Nov 5, 1945. Retired in 2004. Joined ESQ group. Executive of LK ESQ and Yayasan Wakaf Bangun Nurani Bangsa. Believe in the Islamic Socio Economic Concept.
This entry was posted in dormitory and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s