Rossall School (6) – Dhani di Rossall 5 tahun.

Dhani, 1997 pisah dengan ortu

Dhani, 1997 pisah dengan ortu

S-1 dan S-2 dari Oxford Brookes University

S-1 dan S-2 dari Oxford Brookes University

Dhani mulai berpisah dengan orang tuanya ketika berumur 13 tahun 6 bulan. Fisiknya bagus, asupan gizinya lebih dari cukup, makanan yang dimakan selalu diawasi oleh ibunya yang tahu soal gizi. Prestasi disekolah termasuk diatas rata2. Menurut pengamatan saya, Dhani itu kreatifitasnya tinggi, pemberani dan mempunyai talenta menjadi pemimpin yang integritasnya tinggi, bertanggung jawab dan visioner. Rasa percaya dirinya tinggi selain berkat latihan pencak silat yag dilakukan 2 kali seminggu, dia pun sangat menonjol disekolahnya di Al Azhar dan SMP Labschool. Dhani sudah bersifat dewasa. Memiliki sifat jujur. Dhani memiliki keberanian, sifat tanggung jawab, sifat peduli kepada orang lemah.

Saya berkeinginan menanamkan nilai-nilai dan karakter yang positip dari agama sampai ke budi pekerti. Dhani akan saya persiapkan untuk mempunyai sikap hidup dan perilaku yang akan mampu bertahan ditengah gelombang perubahan yang amat dahsyat seperti sekarang ini. Menurut saya hal itu dapat ditanamkan dengan memberikan pengalaman yang nyata. Pendidikan karakter pada saat ini memang kurang mendapat porsi di SD-SMP-SMA. Porsi yang besar ada pada pendidikan yang mengarah ke otak kiri, ke rasional. Pendidikan otak kanan, yaitu kecerdasan emosi dan kecerdasan spiritual sangat kurang. Maka jangan heran kalau ada anak SD-SMP-SMU yang tidak pandai matematika dia akan di cap anak bodoh. Ini kesalahan besar. Sistim pendidikan Indonesia yang salah arah sebaiknya harus segera dirombak. Semua mata pelajaran harus dianggap sama, harus disesuaikan dengan kelebihan dan kekurangan anak.

Pendidikan karakter yang saya alami selama tinggal di asrama Realino sewaktu masih mahasiswa itulah yang sedang saya cari, yang ingin saya terapkan kepada anak-anak saya. Apa yang saya terima selama 6 tahun sungguh amat berharga. Terima kasih yang tak terhingga kepada Romo Pengasuh Realino, ini selalu saya katakan kepada teman-teman dimana saya bergaul. Setelah 6 tahun tinggal di Realino saya lebih percaya diri dan mempunyai karaker yang matang, siap untuk berjuang di masyarakat.

Pendidikan adalah suatu proses yang berkesinambungan yang hasilnya menyatukan antara perilaku dan sikap hidup seseorang. Bagi saya karakter merupakan sesuatu yang mengkualifikasi pribadi seseorang. Karakter menjadi identitas. Dari pengalaman situasi dan kondisi dilapangan yang selalu berubah, saya mengharapkan anak2 saya akan bertambah dewasa dan matang.

Harapan yang saya diskusikan dengan istri ketika membuat keputusan untuk melepas kedua anak2ku sekolah di UK pada usia yang masih sangat muda :
– Pertama, keteraturan setiap tindakan yang bisa diukur berdasar nilai normatif.
– Kedua, keberanian bertindak yang membuat seseorang teguh pada prinsip, tidak mudah terombang-ambing pada situasi baru atau takut risiko. Koherensi merupakan dasar yang membangun rasa percaya. Tidak adanya koherensi meruntuhkan kredibilitas seseorang.
– Ketiga, otonomi. Di Rossall anak2ku mendapat otonomi dalam mengatur dirinya sendiri, dan masih dalam pengawasan guru2nya dan Guardian Parent. Anak2 bisa membuat keputusan pribadi tanpa terpengaruh atau desakan pihak lain.
– Keempat, keteguhan dan kesetiaan. Keteguhan merupakan daya tahan seseorang guna mengingini apa yang dipandang baik. Dan kesetiaan merupakan dasar bagi penghormatan atas komitmen yang dipilih.

Di tengah kebangkrutan moral bangsa, maraknya tindak kekerasan, retorika politik, dan perilaku keseharian, pendidikan karakter dan budi pekerti yang menekankan dimensi etis-religius menjadi relevan untuk diterapkan.

Guru sekarang ini mengajarkan apa yang sudah ditulis dibuku dan itu harus dihapalkan oleh anak. Mereka membuat anak didik menjadi beo, dimana dalam setiap ulangan/ujian cuma mengulang apa yang dikatakan guru dan buku yang dipakai. Kesulitan ekonomi dan gaji yang kecil membentuk para guru (sebagian besar) berperilaku ‘hapalan’. Yang masih berkarakter ‘guru sejati’ memang masih ada dan banyak, tetapi hilang tidak ada iklan dan cerita tentang mereka. Sayang seribu sayang.

Dengan pindahnya anak2ku ke Rossall UK merupakan suatu loncatan sejarah. Beberapa famili dan teman, mengatakan saya sudah gila, saya sudah tidak normal, terlalu idealis. Melepas anak-anak pada usia muda ke Inggris, disana tidak ada famili, disana dilepas memasuki sistim yang 100% berbeda dengan sistim Indonesia. Guru mengaji kami pun mengatakan seperti itu. Alasan yang ada waktu itu adalah kebetulan rejeki saya ada, maka apa salahnya mengetrapkan sesuatu yang saya yakini baik. Ada suatu hadits yang soheh, yang pernah diajarkan oleh Nabi Muhammad, bahwa umat Islam disuruh untuk belajar sebaik mungkin dan sungguh2, walau pun sampai kenegeri China. Waktu itu China dipandang amat jauh sekali, tetapi peradaban dan ilmu2 nya sudah lebih tinggi dibanding Arab di tahun 700 M.

001 logo labs schoolDhani keluar dari SMP Labschool Rawamangun akhir Desember 1996. Mulai pindah ke Rossall School di UK 1 Januari 1997. Selama tahun 1997 semua kejadian berlalu dengan lancar dan mulus. Dhani anakku yang bungsu dapat melewati ‘culture shock’ dengan baik. Perpindahan dari SMP Labschool Jakarta ke Rossall di Fleetwood Inggris telah membuat dia sadar, bahwa dia harus bisa mandiri. Dia mulai belajar mengatur kamarnya, mulai belajar mengatur waktunya tanpa dibantu ortunya, kalau dia berbuat kesalahan atau kelalaian disekolah maka dia yang harus menangggung akibatnya. Dan Dhani sudah timbul rasa malu kalau gagal. Rasa malu kalau harus pulang ke Jakarta. Rasa malu kalau kalah bersaing dengan teman2 dikelasnya yang berasal dari berbagai Negara. Rasa malu kalau Indonesia dilecehkan. Rasa malu kalau anak Indonesia dianggap bodoh. Dibenaknya hanya ada satu pikiran yaitu harus berhasil. Alhamdullilah, singkat kata selama 6 bulan pertama dia bisa mengatasi culture shock dengan baik.

1ag RossallSesudah 6 bulan sekolah di Rossall School UK, tepatnya di September 1997 Dhani sudah pindah dari International School ke Regulair GCSE, setara dengan SMP waktunya hanya 2 tahun. Selama di GCSE 2 tahun, kami mendapat hadiah yang luar biasa. Hadiah itu berupa scholarship dari Rossall yang diterima Dhani. Berlaku selama sekolah di Rossall School. Kami mendapat keringanan, hanya membayar 50% untuk semuanya, 50% untuk membayar asrama dan 50% untuk School Fee. Berlaku selama Dhani sekolah di Rossall, dimulai dari GCSE 2 tahun ditambah Advance Level 2 tahun, totalnya 4 tahun.
Dhani menyelesaikan ‘A’ level tepat waktu, masih berusia 17 tahun, dan mencari universitas di UK sendiri.

1aga oxford brookesDhani melanjutkan kuliah di Oxford Brookes University di Oxford dan menyelesaikan Bachelor 2005 dan Master 2006, semuanya tepat waktu. Pada umur 23 tahun, 2006, Dhani telah menyandang gelar MSc dari Oxford Brookes Univ UK. Alhamdullilah.

Perjuangan Dhani selama 10 tahun sekolah di Inggris membuahkan hasil, Dhani mengerjakan dengan sungguh sungguh, selebihnya Allah yang mengatur. Sungguh berkat izin Allah dan pertolongan Allah, Dhani lancar sekolahnya. Alhamdullilah.

01aab

(

.

.. .

(01c2bersambung).

.

008g 04a 02a8a 02a001a
.Dhani01a7001c02

About Gufron Sumariyono

Born in Pati, Central Jawa on Nov 5, 1945. Retired in 2004. Joined ESQ group. Executive of LK ESQ and Yayasan Wakaf Bangun Nurani Bangsa. Believe in the Islamic Socio Economic Concept.
This entry was posted in asrama, dormitory and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s