Rossall School (3) – guardian parent

Bil dan Carol Taylor, guardian parent

Bil dan Carol Taylor, guardian parent

Nama Guardian Parent dari anak-anak saya selama sekolah di Rossall adalah Bill Taylor dan istrinya Carol Taylor.

Siapakah Bill dan Carol Taylor ? Mengapa mereka begitu baik hati, mau menemui kami di hotel Fleetwood, naik mobil 1,5 jam dari rumahnya. Saya masih terheran-heran, karena kami (waktu itu) tidak ada hubungan apa-apa dengan Carol dan Bill. Mereka menemui kami di hotel di Fleetwood. Baru kali itu kami berjabatan tangan, baru kali itu kami bertatap muka. Mereka benar2 bule, asli dari Inggris bukan orang turunan dari Negara lain. Aksen Inggrisnya masih kental, memakai aksen Manchester. Keragu-raguan kami pelan-pelan lenyap, setelah mereka mengajak berbicara dengan kami. Umur mereka kurang lebih sama dengan kami, ramahnya bukan main, mobil yang dipakai Merzedes model terakhir, menunjukkan mereka bukan orang biasa. Mereka berdua adalah business people yang maju. Kesan pertama dari pertemuan itu sangat positip sekali.

Selama berkenalan pembicaraan2 kami menyangkut yang umum. Lalu saya jelaskan maksud saya untuk menyekolahkan anak2 yang masih sangat remaja sekali di Inggris. Setelah mengobrol selama kira-kira sejam, kami diajak makan malam, di restoran China di kota Lytham Sint Anne’s melewati kota Blackpool, cukup jauh juga kira2 20 mile dari Fleetwood. Disitu kami baru tahu latar belakang mereka berdua. Bill dan Carol setiap tahun dua kali ke Indonesia, karena bisnis mereka berdua dibidang kayu dan rotan. Bisnis ini sudah berlangsung selama lebih dari 10 tahun lamanya, dimulai tahun 1985. Mereka sudah mengunjungi pabrik2 plywood, woodworking, dan rotan di Sumatra Utara, Jambi, Riau, Lampung, Palembang dan juga di Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan. Mereka hapal semua pabrik plywood, woodworking dan rotan terletak dikota mana, siapa yang punya dan berapa kapasitasnya. Trading Company miliknya Carol dan Bill ini sebagai salah satu (dari tiga atau empat) importir di UK yang mengimport plywood, woodworking dan rotan furniture made in Indonesia untuk dipasarkan di UK. Mereka sering mendapat bantuan dari kawan2 Indonesia, antara lain dari sahabat saya pak Suharsono, salah satu Direktur perusahaan plywood di Jakarta. Beliau lah yang menilpun Bill dan Carol untuk meminta kesediaan mereka menolong saya. Karena pak Harsono sangat mengenal Bill dan Carol, partner bisnis selama 10 tahun dalam bisnis kayu dan rotan.

Alhamdullilah . Datang pertolongan pada saat kami sangat membutuhkan sekali. Pasangan suami istri asli dari Inggris ini tidak punya anak. Mereka punya dua anjing jenis pudel kecil mungil (mungil, matanya bulat, rambut sering dicukur, lucu sekali..) yang selalu dibawa-bawa kemanapun mereka pergi.

Ketika Bill dan Carol melihat Rahma dan Dhani, langsung mereka suka dan bersedia menjadi Guardian Parent anak-anakku. Subhahanallah .. alhamdullilah .. Pertemuan pertama berlangsung dengan sangat hangat, akrab dan penuh persaudaraan. Mereka menasehati agar kami tidak perlu kawatir, mereka akan menjaga Rahma dan Dhani seperti menjaga anaknya sendiri. Hati orang tua mana yang tidak berbunga-bunga mendengar sendiri ucapan yang sangat sejuk itu.

Sejak Januari 1997 kedua anakku resmi sekolah di Inggris, di Rosall School, yang gedung2nya sudah 165 tahun dan terletak dimuka pantai menghadap ke Irlandia, anginnya kencang sekali. Bagian dalam gedung masih dipelihara dengan seksama dan bersih. Rosall masih menjaga tradisi dan budaya British. Impianku terkabul menyekolahkan anak-anak ke Inggris.

Rahma masuk Advance Level kelas 1 (equal dengan SMA kelas 1). Dhani masuk ke Internasional School selama 6 bulan , untuk memperlancar bahasa Inggrisnya. Setiap Sabtu sore, Bill dan Carol, datang ke Rossall School untuk menemui Rahma dan Dhani. Kadang2 anak-anak dibawanya menginap dirumah mereka di Widness dan dikembalikan ke asrama Rossall hari Minggu malam. Waktu ada liburan seminggu, anak2ku dijemput dan menginap di rumah mereka. Selama tinggal dirumah mereka, anak-anak disuruh bekerja ‘magang’ diperusahaan mereka. Rahma disuruh bekerja sebagai data entry di komputer, sekali-sekali Rahma diajak menemui clientnya. Dhani disuruh bekerja di gudang, tugasnya mengangkati dan memindahkan furniture rotan dari gudang ke mobil untuk diangkut ke toko outlet. Setiap malam Dhani mengeluh badannya pegel-pegel dan capai sekali. Lalu kakaknya Rahma memijit pundak dan lengan tangan sambil menghibur adiknya disuruh sabar. Setelah seminggu liburan mereka pulang ke Rossall dan masing2 anak diberi GBP 40 sebagai honornya. Surprised buat anak2.

Ada kemiripan antara Rossall dengan asrama Realino di Yogyakarta, tempat saya tinggal semasa masih mahasiswa. Keduanya sama-sama didirikan oleh Katholik. Keduanya sama-sama menghilangkan hidup yang terkotak-kotak, hidup rukun dalam perbedaan, sama-ama mengetrapkan disiplin waktu untuk kegiatan sehari-hari. Anak-anak diajarkan menghargai hak orang lain. Para guru di Rossall School benar2 masih menjaga tradisi dan budaya British dengan sungguh2. Dari Senin sampai Jumat anak2 tidak boleh keluar dari asrama, hanya boleh keluar hari Sabtu dan Minggu. Itupun ada jam keluar dan jam kembali ke asrama. Pengawas di Rossall tinggalnya di gedung asrama dengan keluarganya, karena mereka adalah guru dari Rossall. Anak2 diajarkan mandiri mulai dari mengatur kamar tidurnya, yang diisi 4 orang dengan 1 orang senior sebagai bapak buahnya.

Di Rossall ada mushola yang memang disediakan oleh sekolahan untuk murid2 yang beragama islam, umumnya berasal dari Brunei, Malaysia, Yaman, Mesir, Indonesia, Pakistan, Yordania. Ada guru yang beragama Islam, keturunan dari Pakistan, namanya Mr. Siddique. Dialah guru yang diserahi tanggung jawab untuk mengurus anak2 Islam didalam melaksanakan ibadahnya.

Pelajaran ekstra kurikuler sangat beragam dan lengkap sekali. Rahma belajar menyanyi koor dan solo, olahraganya berenang di kolam yang airnya panas. Dhani bermain olah raga sepakbola, pingpong, badminton dengan kawan2nya, untuk musik Dhani belajar menabuh drum dengan pelatih drum profesional. Setelah tiga tahun Dhani dapat menjadi satu2nya penabuh drum terbagus di sekolahan. Dia anggauta grup musik ensemble di sekolahnya. Lalu dengan teman2 lain, dia membentuk grup yang memainkan lagu2 hardrock. Dan dengan gurunya juga memnbentuk grup jazz. Setiap tiga bulan ada pertunjukan sekolah, dimana para murid bermain dan para orangtua datang menonton. Kami diwakili oleh Bill dan Carol yang sangat bangga dengan prestasi yang diraih oleh Rahma dan Dhani.

Menu makan di Rossall sangat bagus, ada ahli gizi yang digaji untuk mengatur menu. Menu siang dan malam selalu disediakan protein hewani (ayam/beef/ikan) yang cukup dan dimasak ala British, permulaan nya anak2ku kurang selera, namun karena tidak ada pilihan lain, daripada kelaparan maka makan juga. Susu segar di asrama disediakan tanpa ada batasnya, anak-anak boleh minum susu sepuas-puasnya. Buah-buahan disediakan tanpa batas boleh makan sepuas-puasnya, umumnya apel, peer atau jeruk.

Selama setahun pertama, yaitu tahun 1997 anak2ku bisa sekolah di Rossall School dengan lancar tanpa ada masalah yang berarti. Mereka bisa mengatasi ‘cultural shock’ dengan baik. Mereka berdua menyenangi kehidupan yang baru di Rossall, mereka happy sekali, mereka belajar segala macam tentang hidup dan kehidupan. Anak2ku sudah bergaul dengan bangsa2 lain ada bangsa Inggris, ada yang dari Malaysia, dari Brunei, dari Itali, dari Yordania, dari China Taiwan, dari China daratan, dari Jepang. Anak2ku juga menikmati 4 musim di Inggris. Suhu yang dingin di musim winter, walau di Fleetwod kalau winter tidak ada salju dan hanya anginnya kencang. Kalau summer, suhunya panas sekali, lebih panas dari Jakarta, di musim summer banyak hujan. Anak2ku kelihatan lebih sehat dan yang menonjol adalah spirit untuk hidup tinggi. Foto lain bisa diklik (bersambung)

.01d002

 

About Gufron Sumariyono

Born in Pati, Central Jawa on Nov 5, 1945. Retired in 2004. Joined ESQ group. Executive of LK ESQ and Yayasan Wakaf Bangun Nurani Bangsa. Believe in the Islamic Socio Economic Concept.
This entry was posted in dormitory and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s