Anak guru (7) – SMP N 1 Pati d/h “Pati Syuu Dai Ichi Shoto Chu Gakko”

SMP N I Pati dimulai dari Sekolah SMP Rondole Pati, resmi berdiri tahun 1943 dikenal dengan nama : ‘Pati Syuu Dai Ichi Shoto Chu Gakko’. Ayah saya, bapak M.Soegijono, termasuk tim inti yang diinstruksikan oleh Pemerintah Militer Jepang untuk mendirikan sekolah SMP itu.
Kepala Sekolah yang pertama adalah Bapak Oentoeng, guru yang paling senior dalam tim inti pendirian SMP. Baru beberapa bulan pak Oentoeng jadi Kepala sekolah tiba2 beliau sudah mengajukan pensiun. Alasannya beliau sudah sepuh dan sudah tua. Menurut ibu, sebenarnya beliau tidak tahan dengan tekanan dari Pemerintah Militer Jepang. Beliau tidak tahan dibentak-bentak, dihardik, dikasarin oleh tentara Jepang yang relatip masih muda dan bengis. Para tentara Jepang tidak menaruh hormat kepaa Pak Oentoeng. Sebagai pengantinya, ayah saya, pak M.Soegijono atau pak Giek, yang baru berusia 28 tahun ditunjuk untuk sebagai Kepala Sekolah SMP Negeri Rondole Pati.

Dengan dibantu sahabat bapak yaitu bapak Djacaria, ayah dari Soedarto Djacaria Realino angk 56, pengusaha kapok randu dari Pati. Bapak Djacaria meminjamkan dengan gratis, gudang kapok untuk dipakai SMP. Maka SMP Rondole Pati mulai berjalan memakai bangunan setengah jadi, terletak diatas bukit, dan dinaungi sebatang pohon kapok randu yang besar dan tinggi. Gedung setengah jadi ini terletak ditengah-tengah ladang dan sawah yang terbuka, yang panas sekali kalau siang hari dan berjarak 5 km dari kota Pati.

Kondisi pendidikan Indonesia tahun 1940, dari website di tahun 1940-an.
– Bahwa Belanda sudah menjajah Indonesia selama +/- 350 tahun.
– Bahwa penduduk Indonesia di tahun 1940an berjumlah 70 juta orang.
– Bahwa 50 juta orang tinggal di P. Jawa.
– Bahwa di Jawa hanya memiliki 8.000 orang lulusan MULO (setingkat SMP).
– Bahwa hanya 0,011 % dari jumlah penduduk 70 juta yang ‘terdidik’

Ini sangat kurang ajar sekali.

Pemerintah Hindia Belanda benar2 menghambat kemajuan dan kecerdasan bangsa Indonesia. Belanda menginginkan agar bangsa Indonesia tetap miskin dan bodoh. Belanda ingin mengeruk sebanyak-banyaknya kekayaan Indonesia.

bapak 1Mental pak Giek, ayah saya, kuat dalam menghadapi tekanan tekanan dari Jepang. Apapun yang diminta Jepang diakomodir dan diikuti. Kurikulum SMP disusun sesuai dengan permintaan dan instruksi Jepang. Kata Ibu, ayah takut disiksa oleh Kenpetei atau Polisi Rahasia Jepang. Hampir setiap hari penduduk Pati menyaksikan Kenpetai menyiksa orang Pati yang melawan Jepang dengan bermacam-macam cara. Ada yang dipanggang diterik matahari sehari suntuk, ada yang dimasukkan keruangan penyiksaan. Kenpetai memang dilatih khusus untuk menyiksa.

Sejak Jepang menduduki Pati, ayah merubah gaya beliau. Yang tadinya perlente menjadi tidak perlente. Antara lain ayah memakai pakaian ala Jepang, yaitu bahan drill yang ukuran pahanya lebar sekali. Lalu sepeda ayah yang bagus disembunyikan diganti dengan sepeda made in Japan, dengan ban roda dari karet mati. Ban dengan karet mati ini akan membuat sakit pinggang kalau kelamaan bersepedanya. Pernah ban karet mati dari sepeda ayah lepas sendiri, dan hampir jatuh. Ibu berceritera dengan lembut tetapi tetap kocak.

tentara jepang 03

tentara penjajah Jepang, muda dan bengis

.

Kurikulum SMP yang dibuat ayah sesuai instruksi Jepang, memasukkan pelajaran ilmu pasti yaitu aljabar dan ilmu ukur, ilmu hayat, bahasa Indonesia, bahasa Jepang, bahasa Ingris, sejarah. Para murid juga melakukan kegiatan yang membantu jalannya perang. Didalam kurikulum ada kerja bakti disawah, diladang, memperbaiki saluran irigasi, dan membantu memanen padi yang hasilnya sebagian besar diserahkan untuk kepentingan perang Jepang.

Latihan baris berbaris, latihan peperangan (kyoren), latihan merayap (hofuku) dan latihan pertempuran merupakan pengganti olah raga. Kelak kemudian hari semua itu merupakan modal para pemuda untuk menghadapi perang kemerdekaan.

Setiap ada latihan perang2an, para murid laki2 akan berteriak ‘chiaaatttt’ sambil menusukkan moku-ju (senapan kayu) atau takeyari (bambu runcing). Teriakan akan lebih keras dan bersemangat kalau ditonton murid perempuan. Badan mereka masih kurus2 tetapi tersenyum bangga dan percaya diri.

Kepandaian ayah saya yang sangat menonjol adalah musik, terutama sebagai dirigen atau pemimpin koor. Ayah mampu mendidik murid2 SMP yang muda2 dari pelosok2 yang suaranya aslinya ‘blero’ atau sumbang. Dengan ketekunan dan kesabaran yang luar biasa, disetiap sore mereka para murid diajarin menyanyi, sampai bisa. Dengan hanya diiringi guitar. Gitar ini milik orang Belanda di Pati yang dititipkan ke ayah, yang empunya ketika itu sedang dimasukkan ke camp oleh Jepang. Guitar ini buatan Itali, sudah tua namun suaranya … bagus sekali.

Suasana pendidikan dengan disiplin sekeras baja, dan berada dalam lokasi yang jauh dari kegiatan kota, pendidikan yang dibina oleh guru2 yang arief dan bijaksana, mampu menciptakan suasana belajar yang sungguh2.

Murid2 SMP setiap hari dipompa dengan semangat Asia Timur Raya yang dipimpin Dai Nippon, Bahasa Jepang menjadi idola dan digandrungi. Setiap tahun SMP Rondole dari Pati mengirim wakil untuk ikut Lomba Pidato dalam Bahasa Jepang di Jakarta. Latihan pidato dipimpin dan dibimbing sendiri oleh ayah saya. Hasilnya luar biasa. Murid dari SMP Rondole Pati selalu menang. Ada kategori Tzuzuri Kata dan Hanashi Kata. Sehingga tahun 1944-1945 ‘Pati Da Ichi Shoto Chu Gakko’ dan Pak Giek selaku Kepala SMP menjadi terkenal di Jawa dan Madura.

Balada Anak-anak Ndole.

(1)
sejak 13 Mei 1943
putra-putri dari penjuru desa dan kota
anak petani, pengusaha dan pamongpraja
kumpul belajar
dibangunan setengah jadi
dibukit gersang penghujung dsa rondole

(2)
anak-anak ndole
menuntut ilmu
dalam globalisasi “hakko ichiu”
dai nippon no sidono moto
semangat pantang menyerah nippon seishin
jiwa dan tanggung jawab ksatrya bushido
kamplengan disiplin “genjumin bakaero”
kearifan guru menjaga mental tak retak
pidato radio bung karno membakar semangat kebangsaan dan kemerdekaan
kalimat sejuk bung hatta mengantar perhitungan perjuangan
sementara pinggang terlilit kencang
sebatas jatah makanan tonari kumi

(3)
dengan kekencangan ikat pinggang
diantara mayat korban kelaparan
anak-anak ndole ber-kinrohoshi
berbalut lumpur menanam padi disawah
terdera gatal-gatal menuai padi
gaya selebritis dara dengan arit dan pengki ditangan
telapak tangan menebal kapal
oleh genggaman arit perambah tanaman
hantaman cangkul pengolah tanah

permainan kibasen, latihan sentokroyen, kirikumi, dan sokogekki
menjadi modal perang kemerdekaan
sebagai combattan dipelbagai palagan
menjadi caraka antara desa dan kota
menjadi palang merah penolong prajurit kita
dalam peperangan gerilya
dara dan jejaka kurus bersabung nyawa
tersenyum bangga
percaya diri (bersambung)

Guru-guru SMP Negeri 1 Pati tahun 1950

smp n 1 1950 a

Guru-guru dan murid murid SMP N 1 Pati … 1950

hobby ayah saya main badminton, foto 1950

About Gufron Sumariyono

Born in Pati, Central Jawa on Nov 5, 1945. Retired in 2004. Joined ESQ group. Executive of LK ESQ and Yayasan Wakaf Bangun Nurani Bangsa. Believe in the Islamic Socio Economic Concept.
This entry was posted in memoir, pendidikan and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

5 Responses to Anak guru (7) – SMP N 1 Pati d/h “Pati Syuu Dai Ichi Shoto Chu Gakko”

  1. apa tgl 13 Mei 1943 adalah berdirinya SMP Rondole (SMP 1 Pati) pak?

    • Gufron Sumariyono says:

      Ananda Mukhsinin yang baik,
      Saya juga berpendapat begitu. SMP Rondole Pati resmi mulai kegiatan ngajar mengajar 13 Mei 1943.
      Yang menetapkan tanggal itu adalah kelompok Angkatan 1 (pertama) SMP Rondole Pati, yang bertemu di reuni tahun 2003 di Jakarta. Tokoh dan ketua Paguyuban Eks Pelajar SMP Rondole Pati, adalah Ibu Wahjuni, angk pertama 1943 SMP Rondole Pati. Beliau sangat aktif mengumpulkan eks Pelajar SMP Rondole Pati. Beliau lahirnya 1928.
      Kalau ananda Mukhsinin bersabar akan saya carikan foto copi dari sebuah buku yang sangat langka dan bernilai luar biasa. Yang diterbitkan tahun 2003, ketika beliau-beliau mengadakan reuni akbar di Jakarta. Bukunya susah dan sangat langka.
      Salam
      Gufron Sumariyono

  2. Saya tunggu pak
    soalnya sudah lama teman2 guru di smp 1 pati mencari-cari info kapan smp resmi berdiri?
    terima kasih sebelumnya

  3. Gufron Sumariyono says:

    Ananda Mukhsinin, foto bapak Soegijono selaku Kepala SMP N 1 Pati 1943 – 1965, sudah kami pilih. Yaitu foto tahun 1950. Sekarang sedang direproduksi.
    Kalau memungkinkan, ada upacara pembukaan agar menjadi kenangan yang baik. Untuk rencana waktu, acara dan lain sebagainya, bisa kontak ke 3 adik saya.
    Waktu upacara kami usul ulang tahun wafatnya Bapak ke 16, bulan Desember 2012. Mohon mulai kontak :
    1. Sumaryadi di sumaryadi48@yahoo.com
    2. sri indah di sri_indah_5@yaho.com
    3.Michael agung di rmciput@indo.net.id
    salam
    gufron

  4. P Gufron, saya tertarik mengikuti sejarah SMPN 1 Pati. Boleh share foto2 Pak Gik ? Email saya henky@inti.co.id

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s