Hanoi (2) – Vietnam negara sosialis komunis

Vietnam Sosialis Komunis

Vietnam Sosialis Komunis

Pagi ini saya mengurus dua hal, mencari pulsa hp lokal Hanoi dan tukar uang ke uang lokal. USD 1 = dong 17.000. SIM Card nya meminjam sim card salah satu staf KBRI.

Vietnam itu negara sosialis komunis, pimpinan Vietnam tidak suka atau takut akan hal-hal yang berbau LSM, hak azasi manusia, demokrasi pokoknya semua yang berbau liberal, berbau kegiatan agama (terutama agama katholik) semua itu dilarang. Partai komunis vietnam yang menjadi penguasa vietnam memantau dengan ketat sekali.

Kegiatan agama juga dipantau dan dibatasi. Masjid yang cuma satu dibuka untuk bersembahyang, terutama sholat Jumat, selesai sholat pintu mesjid dikunci oleh petugas. Tidak boleh ada kegiatan seperti pengajian atau ceramah agama di mesjid. Demikian juga dengan kathedral, hanya dibuka kalau ada upacara misa saja. Selesai itu pintu kathedral dikunci oleh petugas. Masuknya ke kathedral bukan dari pintu utama, tetapi dari pintu samping yang sempit sekali.
Kalau itu urusan komersial, urusan bisnis, urusan penanaman modal itu tidak apa2, bebas saja, karena Vietnam menganut faham liberal dibidang perdagangan dan bisnis. Siapa saja boleh menanam modal. Dalam tempo 15 tahun terakhir banyak perusahaan asing dari Jepang, dari Amerika, dari Indonesia, dari Thailand dari Korea dan dari Eropa membuka pabrik2 di Vietnam, Umumnya pabrik2 yang padat karya, yang banyak menyerap tenaga kerja manusia. Pemerintah Komunis Vietnam menjaga dengan tangan besi agar buruh-buruh ini tidak dimasuki LSM-LSM, mereka dilarang membentuk serikat pekerja, mereka dilarang protes, mereka dilarang melakukan demonstrasi. Kalau ada yang berani melakukan kegiatan politik maka akan ditangkap penguasa dan ‘hilang’ dari peredaran.
Kata pimpinan partai komunis Vietnam, ini adalah kebijakan Vietnam, ini adalah gaya Vietnam, ini adalah negara kami. Mereka tidak perduli apa kata orang luar. Politik tangan besi itulah yang dilakukan penguasa Vietnam sekarang ini. Rakyatnya takut untuk berbuat pidana, rakyatnya takut untuk berbuat demo, atau kekacauan. Langsung ditangkap dan ‘hilang’.

Apakah di Vietnam tidak ada korupsi?? Ada. Pak Antasari, ketua KPK sudah dua kali berkunjung ke Hanoi menemui pimpinan partai komunis Vietnam. Pemerintah Vietnam ingin belajar memberantas korupsi dari Indonesia. Rupanya ada juga korupsi yang dilakukan oleh oknum-oknum pejabat pemerintah dan oknum-oknum pejabat partai komunis di Vietnam. (bersambung)

About Gufron Sumariyono

Born in Pati, Central Jawa on Nov 5, 1945. Retired in 2004. Joined ESQ group. Executive of LK ESQ and Yayasan Wakaf Bangun Nurani Bangsa. Believe in the Islamic Socio Economic Concept.
This entry was posted in jalan2 ke luar negeri and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s