Ramlan Surbakti-pakar Pemilu yang dimubazirkan

Ramlan Surbakti

Ramlan Surbakti

Teman,
Semalam saya menyaksikan acara Metro TV Save the Nation, yang menginterview Ramlan Surbakti, temanku eks Realino angkatan 71. Komentar saya adalah kemampuan, pengalaman, leadership dan pengetahuan teman Realino kita ini ‘luar biasa’ dalam hal Pemilu. Hebat sekali. Dengan gamblang dan dengan bahasa yang sederhana diceriterakan tentang seluk beluk Pemilu 1999, 2004 dan 2009. Dan dimana kelemahan2 Pemilu 2009, mengapa terjadi, dan bagaimana mengatasinya dijelaskan dengan tanpa pamrih.

bung Ramlan adalah ilmuwan yang lurus, yang memiliki harga diri dan yang berani mempertahankan harga diri, yang berani mementingkan rakyat Indonesia daripada kepentingan pribadi dan golongan. Komisi II DPR dan bung Ramlan beberapa kali terlibat dalam perdebatan yang sengit. Pada waktu bung Ramlan melamar untuk menjadi anggauta KPU 2009, dia dinyatakan tidak lulus, menurut Sarlito Wiryawan IQ nya bung Ramlan rendah. (Kompas Minggu awal April 2009). Mungkin otak kiri (IQ) pas2an, tetapi otak kanan nya (SQ) pasti cerdas sekali.

Biaya Pemilu 2004 = Rp 4,4 Trilliun
Biaya Pemilu 2009 = Rp 47 Trilliun ( 10 kali lipat dan komputer 2004 masih dipakai)

Ramlan Surbakti adalah pakar dan pahlawan Pemilu 2004. Leadershipnya hebat dan luar biasa. Mempunyai harga diri dan berani mempertahankannya.

Inilah sebagian dari kisah Ramlan Surbakti d Pemilu 2004. Di KPU 2002-2004, Ramlan membawahi sejumlah divisi yang berhubungan dengan electoral process, dari pendaftaran pemilih, pengadaan logistik hingga penetapan calon. Ilmuwan politik penulis belasan buku ini, cepat menyesuaikan diri. Pengalaman sebagai Anggota Tim 7 Depdagri yang mempersiapkan RUU Parpol, RUU Pemilu, RUU Susduk dan RUU Pemda (1998 1999), anggota Panwaslu Tahun 1999, serta penguasaan terhadap partai politik dan Pemilu, makin memudahkan tugasnya yang dibebankan kepadanya.

Mengawali karier sebagai pengajar di Unair, Ramlan dikenal sebagai ilmuwan yang lurus. Maksudnya, ia tak mudah dijebak atau larut pada suatu kepentihgan. Alumni Ohio dan Nothern Illionis University ini, dikenal kritis, vokal namun realistik dalam memberikan penilaian terhadap suatu masalah.

Ramlan juga dikenal sebagai figur yang secara intens memperjuangkan independensi dalam pelaksanaan Pemilu. Mantan Kepala Pusat Kajian Pengembangan Otonomi Daerah, Kantor Meneg Otoda ini juga telah lama menggulirkan ide mengenai perlunya anggota KPU yang independen dan non partisan.

Teruskan perjuanganmu Ramlan, saya kakak buah di Realino bangga akan prestasimu. Ayo, laksanakan Sapientia et Virtus.

Wassalam
Gufron

About Gufron Sumariyono

Born in Pati, Central Jawa on Nov 5, 1945. Retired in 2004. Joined ESQ group. Executive of LK ESQ and Yayasan Wakaf Bangun Nurani Bangsa. Believe in the Islamic Socio Economic Concept.
This entry was posted in memoir and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s