Casablanca (3) – menuju Tangier lewat Rabat

Rabat adalah ibukota Kerajaan Maroko. Rajanya bernama King Mohammed VI anak dari King Hasan II. Kelahiran 1963 dan dilantik jadi raja 1999. Kami mengunjungi Royal Palace kediaman Raja Maroko, tapi hanya sebelah luar saja, tidak boleh masuk.

Kami melihat Mausoleum King Mohammad V. Seni arsiteknya digolongkan ‘Hispano-Moorish’, yang amat berbeda dari yang lain. Ada peninggalan Romawi yang sangat dipelihara untuk atraksi turis.

Gerbang Mausoleum Muhammad V

Gerbang Mausoleum Muhammad V

kuda besar nan putih

kuda besar nan putih

peninggalan romawi kuno

peninggalan romawi kuno

Makan siang di Wisma Duta KBRI untuk Maroko di Rabat. Duta Besarnya namanya ‘Bapak Syahwien Adenan’, beliau adalah mantan pegawai IBM tahun 1970-an, bagian CE, mungkin sebagai dispatcher. Kami dijamu makan siang. KBRI Maroko dikota Rabat jarang didatangi tamu2 dari Indonesia, maka beliau sangat senang sekali kedatangan rombongan kecil kami dari Indonesia. Menu makanannya enak-enak cita rasa Minang seperti rendang daging sapi, gulai ayam, ayam panggang, gulai ikan, gado-gado dan buah-buahan. Wismanya bagus, halaman belakang luas ditanami rumput dan pepohonan yang teratur. Ada tanaman bunga warna warni disemua halaman

KBRI di Rabat Maroko

KBRI di Rabat Maroko

Bp Syahwien Adenan, Dubes RI untuk Maroko

Bp Syahwien Adenan, Dubes RI untuk Maroko

Cap Spartal atau Jabal Mourasa adalah nama bukit yang ada mercu suar. Kami kepuncak bukit untuk menyaksikan sunset.

Hotel Movenpick di Tangier, berbintang 5 dan disitu ada casinonya. Selesai chek-in, lalu makan dan tidur. Besok pagi sarapan di coffee shop yang dikelilingi kolam renang dengan air biru yang sangat jernih dan pantai berpasir puti yang indah.

hotel Movenpick

hotel Movenpick

kolam renang dipinggir pantai indah sekali

  kolam renang dipinggir pantai indah sekali

About Gufron Sumariyono

Born in Pati, Central Jawa on Nov 5, 1945. Retired in 2004. Joined ESQ group. Executive of LK ESQ and Yayasan Wakaf Bangun Nurani Bangsa. Believe in the Islamic Socio Economic Concept.
This entry was posted in jalan2 ke luar negeri and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s