Jepang (2) – Asing dilarang turut membangun KIX

Pembangunan Kansai International Airport (KIX) diwarnai dengan banyaknya protes perusahaan internasional yang ikut tender. Terutama dari perusahaan Amerika yang sangat ingin memperoleh kontrak bangunan. Dengan tegas PM Jepang waktu itu yaitu Yasuhiro Nakasone menjelaskan bahwa kontraktor Jepang akan diberi prioritas utama untuk membangun airport. Kebijakan Jepang terus diserang oleh Amerika dimotori oleh Senator Frank Murkowski. Namun Jepang tidak bergeming dan tidak takut.

KIX Airport, artificial island

KIX Airport, artificial island

Protes berikutnya datang dari Airlines Asing (non Jepang), mereka complaint bahwa dua per tiga dari Departure Hall space dialokasikan kepada Airlines Jepang. Hal ini membuat ruangan untuk keberangkatan Airlines non Jepang terbatas dan lebih sempit akibatnya menjadi sangat penuh dan berdesak-desakan diantara para penumpang. Sekali lagi Jepang tidak bergeming dan tidak menggubris complaint itu.

Sudah diprediksi dari semula bahwa pulau itu akan mengalami penurunan secara gradual karena tekanan dari materi2 yang dipakai untuk membangun airport. Menurut para ahli, “artificial island” Airport KIX telah turun 8 meter, lebih besar dari yang diproyeksikan.
Tak pelak para ahli kontruksi seluruh dunia terkagum-kagum dengan pembangunan KIX. Proyek KIX dinobatkan atau diomongin sebagai proyek mercu suar yang gila mereka menamakan “the most expensive civil works in modern history” membutuhkan waktu 20 tahun untuk perencanaan, 3 tahun untuk konstruksi.

Success story membangun artificial islands di Airport KIX menjadikan tim Jepang memilik pengalaman teknis yang amat dahsyat. Pengalaman2 itu dipakai untuk menyempurnakan airport di jepang lainnya yaitu New Kitakyushu Airport , Kobe Airport dan Chubu International Airport . Dan Tim Jepang sangat bangga karena dipercaya untuk membangun Hongkong International Airport . Bagi mereka itu suatu kehormatan intelektual dan sekaligus komersial.

Pembangunan airport KIX dimulai tahun 1991, yaitu setelah jembatan selesai. Beberapa perubahan dilakukan agar pulau artificial tidak ambles, dengan cara menancapkan dan membenamkan kolom2 dari metal baja untuk menyangga gedung terminal. Biaya bangunan terus naik dengan tajam, sehingga Pemerintah Jepang mengusulkan agar panjangnya gedung terminal dikurangi demi untuk penghematan. Usulan Pemerintah Jepang ditolak mentah2 oleh arsitek nya yaitu Renzo Piano, dia tetap kokoh pada pendiriannya. Setelah tiga tahun pembangunan selesai dan KIX diresmikan untuk dipakai pada tahun 1994.

Belum setahun dipakai tiba2 pada tanggal 17 Januari 1995, Jepang digoncang oleh gempa bumi yang dikenal dengan nama Kobe Earthquake, yang epicenternya terletak 20 km dari KIX dan memakan korban 6.500 yang meninggal di pulau Honshau. Orang makin kagum karena bangunan airport tidak mengalami kerusakan yang berarti. Tim ahli menjelaskan hal ini disebabkan karena pemakaian sistim “sliding joints” di kontruksinya. Gelas2 di gedung terminal tidak ada yang rusak dan tidak ada yang pecah. Ini merupakan kebanggaan tambahan bagi tim kontruksi Jepang.

Bencana lain yang menimpa Kansai Airport adalah angin typhoon dengan kecepatan 200 km/jam yang terjadi tahun 1998. Sekali lagi para ahli terkagum-kagum Airport KIX tidak mengalami kerusakan apa2. Luar biasa.

American Society of Civil Engineers sampai memberikan penghargaan “The Civil Enginering Monument of the Millenium” pada tanggal 19 April 2001 yang lalu kepada KIX.

Total biaya yang telah dibenamkan untuk membangun KIX adalah USD 20 milyar. Termasuk dalam biaya ini adalah biaya reklamasi tanah, 2 runways, gedung terminal empat lantai yang panjangnya 1,7 km beserta semua fasilitasnya.

Kecepatan amblesnya gedung pun berkurang, pada tahun 1994 KIX ambles sedalam 50 cm dan pada tahun 2006 KIX hanya ambles sedalam 9 cm saja.

KIX sangat dikenal didunia airlines sebagai airport termahal. Landing fee Boeing 747 sekali landing adalah US$ 7.500. Di CGK Jakarta hanya US$ 2.500. Harga secangkir kopi US$ 10, karena sewa tempatnya sangat mahal sekali. Sampai akhirnya datang bantuan dari Pemerintah Jepang untuk mensubsidi operasi KIX agar mampu bersaing dengan International Airport lainnya diseantero Jepang.

Runway pertama dioperasikan tahun 1994 dengan 1001 problems telah membuat Tim Jepang sangat berpengalaman. Maka Jepang mulai membangun runway kedua. Pembangunan dimulai tahun 2003 dengan panjang runway 4000 meter. Tahun 2007 pembangunan runway kedua selesai. Kali ini yang dibangun hanya runwaynya saja, sedang gedung terminalnya ditunda.

KIX fase ke-2 menambah runway saja.

Gedung terminal KIX berlantai 4 didesign oleh Renzo Piano Building Workshop, yang dimiliki oleh dua orang, Renzo Piano (Itali) dan Noriaki Okabe (Jepang). Gedung terminal ini terpanjang didunia yaitu 1,7 km. Perpindahan orang dan barang dilakukan dengan suatu sistim yang disebut Wing Shuttle.

Sebelum keluar dari KIX kami keliling dari lantai 1 ke lantai 2 dan berikutnya di gedung terminal dan setelah bermobil kami meminta ke pak sopir untuk berkeliling KIX agar bisa lebih menikmati dan mengagumi karya orang Jepang, Kansai International Airport. Saya sangat gembira karena banyak membaca di Jakarta sebelum berangkat ke Jepang, sehingga tahu dan membuktikan dengan mata sendiri bahwa KIX memang hebat. (bersambung)

lobby KIX, luar biasa bagus, bersih dan indah

lobby KIX, luar biasa bagus, bersih dan indah

Departure area

Departure area

KIX Interior, luar biasa indahnya

KIX Interior, luar biasa indahnya

About Gufron Sumariyono

Born in Pati, Central Jawa on Nov 5, 1945. Retired in 2004. Joined ESQ group. Executive of LK ESQ and Yayasan Wakaf Bangun Nurani Bangsa. Believe in the Islamic Socio Economic Concept.
This entry was posted in jalan2 ke luar negeri and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s