Jepang (3) – Kobe yang eksotik dan menawan

Jepang (3) – Sky Gate Bridge dan Kobe yang eksotik dan menawan.

Kami keluar Osaka Airport KIX melewati jembatan Sky Gate Bridge , satu2nya jembatan yang menghubungkan KIX dengan Osaka Prefecture . Jembatan yang menghabiskan biaya US$ 1 milyar (Rp 10 trilion). Total length 3,750m dan disebut ‘the longest truss bridge in the world’. Jembatan menyediakan fasilitas lalulintas untuk jalan toll dan kereta api menuju ke KIX.

Design jembatan termasuk kategori minimalis yang indah, kuat dan berseni, jarak ujung ke ujung 3,750 meter. Harga tol fee naik kendaraan pribadi lewat jembatan adalah Yen 6.800 pp = Rp 544.000 pp sangat mahal. Masyarakat umumnya menggunakan kereta api atau bis. Tiket kereta api per orang dari Osaka Station ke KIX Yen 1.300 (Rp 104.000) naik JR West

Sky Gate Bridge, 3.750 mtr

Sky Gate Bridge, 3.750 mtr

Kami menginap di rumah dinas Konjen RI di Kobe, yang terletak di perbukitan Kota Kobe. Sebuah kompleks perumahan yang mewah dan elit di kota Kobe. Penghuni penghuni kompleks perumahan ini rata2 orang orang kaya, terdiri dari pemilik pemilik industri di Kobe dan pengusaha yang kaya.

batu besar sekali untuk tembok

batu besar sekali untuk tembok

Tembok pagar yang dibuat dari batu besar ditempelkan ke dinding tembok menambah kesan bahwa inilah arsitektur khas Jepang.

Rumah dinas Konjen RI untuk Jepang Barat terletak di kompleks perumahan kelas satu, kelas mahal, prestigious, rumahnya bagus dan mewah. Dihalaman bagian depan ada taman Jepang yang artistik khas Jepang, lengkap dengan kolam dengan air yang jernih, ikan ikan yang besar dan warna warni, batu batu besar-besar, jembatan batu, pohon cemara, pohon khas Jepang yang pokoknya sangat elok dan sangat nikmat untuk dilihat dengan mata.

taman jepang di rumah konjen ri di kobe

taman jepang di rumah konjen ri di kobe

Kobe terkenal dengan pelabuhan alamnya. Banyak kapal dari Eropa yang membongkar barang2nya di pelabuhan Kobe. Seperti sebuah kota dalam impian, bahwa dataran Kobe berada diantara laut dan gunung Rokko. Eksotik! Luar biasa indahnya. Tempat nya sendiri menawan sekali. Mirip kota Semarang atau kota Kendari. Saya teringat bahwa dizaman akhir periode Edo, kota Kobe dikenal sebagai kota pelabuhan terpenting di Jepang selama sepanjang zaman. Kobe telah menjadi kota kosmopolitan.

Satu hal yang tidak pernah terlupakan dari Kobe. Bahwa ada peristiwa besar terjadi pada 17 Januari 1995 sekitar jam enam pagi, Kobe yang indah menawan tiba-tiba dihancur leburkan oleh gempa bumi tektonik berkekuatan besar (Great Hanshin-Awaji Earhquake). Sekitar 5000 orang tewas, dan lebih dari 10 ribu bangunan hancur. Jepang berkabung. Disini seluruh dunia menyaksikan bahwa semangat dan spiritualitas Jepang itu nomer satu alias bagus dan tidak mudah patah semangat. Sesudah selesai masa tanggap darurat, dimana para korban diurusin dengan sangat baik, maka masyarakat Jepang bangkit kembali. Mereka menyusun kepanitaan untuk membangun semua kerusakan. Kerusakan mental ditanggulangi dan kerusakana bangunan fisik mereka atasi. Berkat kerja keras, maka recovery gedung gedung yang rusak dan recovery ekonomi bisa pulih normal kembali dalam waktu satu decade. Kobe kembali rapi, indah, menawan, nyaman. Pemandangan menyedihkan dan memilukan akibat gempa bisa hilang.

Harbourland Kobe

Harbourland Kobe

Kemegahan keindahan Kobe terlihat jelas dari ragam bangunannya yang baru dan yang lama. Termasuk jembatan Akashi Kaiko sepanjang 4 kilometer. Tak tanggung-tanggung, jembatan ini berada diatas laut dan seakan-akan menggantung. Siapa saja akan bergidik ketika melintasinya. Jembatan Akashi Kaiko menghubungkan Kobe dan pulau Awaji, sebagai terusan jalan tol Kobe-Awaji-Naruto. Pertama dioperasikan tahun 1998 dan menjadi satu-satunya jembatan yang memiliki kontruksi bangunan khusus di Jepang. Bayangkan, sebuah jembatan dilengkapi The Bridge Exhibition Center, terletak di salah satu kaki jembatan.

Selain itu, terdapat pula The Maiko Marine Promenade, yang berada pada 50 meter diatas permukaan air. Tempat ini berfungsi untuk memantau konstruksi bagian bawah jembatan.

Kemegahan Kobe sebagai kota kosmopolitan, terwakili pula oleh Kitano-cho yang berada di kaki gunung Rokko. Di tempat ini banyak berdiam pebisnis bule sejak abad ke 19. Jika ingin berlama-lama di area ini, tersedia kamar di penginapan ber-arsitektur barat seharga 300 hingga 500 Yen. Sejumlah kafe, restoran, dan butik menjadi daya tarik tersendiri bagi para pasangan muda Jepang dan wisatawan. Dimusim panas mereka berpakaian terbuka dan minim melenggakm lenggok ditempat umum tanpa merasa risi, tanpa merasa isin. Biasa biasa saja, malahan senang hati dan senyum ketika kami ajak berfoto bersama.

pakaian santai cewek abg di harborland kobe

pakaian santai cewek abg di harborland kobe

Bila ingin berbelanja sembari menikmati hiburan, bisa datang ke Kobe Harborland. Puluhan kafe, restoran, mal plus tempat hiburan menyatu di Kobe Harborland. Wajar, kalau tempat ini menjadi pusat dating anak-anak muda.

Diantara bangunan-bangunan modern, Kobe masih memiliki Sorakuen, sebuah taman tradisional khas Jepang berada di pusat kota. Dulu, di taman ini pernah berdiri menjadi kediaman mayor (walikota) Kobe, Kodera Kenkichi. Namun sayangnya, semua bangunan yang eksotik dan kuno itu sudah hancur karena perang dunia ke II.

Satu lagi taman yang indah sekaligus menjadi simbol kota Kobe, adalah Mariken Park. Sebelum gempa bumi, taman di tepi pantai ini sangat menawan. Sekarang, tetap saja mencuri perhatian wisatawan lokal maupun mancanegara. Di taman ini terpajang beberapa hal untuk mengingatkan orang, agar selalu waspada pada bencana alam. Di Mariken Park berdiri megah The Kobe Port Tower dan Museum Maritim Kobe. Foto Kobe ada disini, silahkan di klik. (bersambung)
http://picasaweb.google.com/g.sumariyono/FotoKobe#

About Gufron Sumariyono

Born in Pati, Central Jawa on Nov 5, 1945. Retired in 2004. Joined ESQ group. Executive of LK ESQ and Yayasan Wakaf Bangun Nurani Bangsa. Believe in the Islamic Socio Economic Concept.
This entry was posted in jalan2 ke luar negeri and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s