Istriku (5) – melihat pabrik Lamborghini di Agata Italy

Mobil Lamborghini dengan atap terbuka (spyder) mungkin tidak cocok untuk iklim Indonesia. Namun di Indonesia mobil ini laku, pembelinya adalah mereka yang benar-benar ingin tampil beda. “Baby Lambo” ini bersaing dengan Ferrari California serta Ferrari F430 Spyder. Dari data yang disodorkan Lamborghini Jakarta, sejak Februari 2009 lalu mobil Lamborghini di Indonesia sudah terjual 10 unit (termasuk inden).Berarti,target 12 unit hingga akhir tahun ini dari Lamborghini Jakarta tinggal menunggu waktu. Mesin berkapasitas 5.200 cc,V10 dan mempunyai tenaga 560 dk pada putaran 8.000 rpm. Akselerasi 0–100 km, hanya 4 detik. Klaim kecepatan maksimum 324 km/jam. Spesifikasi ini akan bersaing dengan Ferrari California dan Ferrari F430 Spyder.

Lamborghini Diablo SV

Lamborghini Diablo SV

Bulan Juli tahun 1995 saya dan istri serta beberapa executive dari perusahaan mengunjungi pabrik mobil Lamborghini di Agata Itali.

Ini dia ceriteranya.

Pabrik mobil sport Itali ini terletak disuatu desa kecil namanya ‘Sant’ Agata Bolognese’ dekat kota Bologna di Itali. Saya dan istri diundang oleh President Director Lamborghini , Mr Mike Kimberley. Dimulai dari sama-sama makan siang restoran Itali di Bologna, disambung meninjau pabrik mobil Lamborghini di Bologna. Bahwa saham Lamborghini waktu itu dimiliki oleh grup Megatech dan grup Humpuss dari Indonesia. Tahun 2000, saham Lamborghini dijual ke grup Volkswagen dari Jerman.

Sampai di pabrik Lamborghini, acara pertama presentasi. Lalu rombongan kami diajak untuk keliling melihat proses pembuatan mobil sport Lamborghini, dari awal sampai akhir. Disini tidak ada robot2 yang lazim ditemui di pabrik Toyota di Sunter Jakarta, tidak ada robot untuk ngelas, tidak ada robot untuk ngecat dan tidak ada robot untuk macam2. Pekerjanya juga sedikit kurang lebih hanya puluhan orang saja. Semua proses didalam pembuatan mobil sport dilakukan secara manual, semuanya, mulai pemasangan gardan, penbuatan mesin2 yang jlimet, ngelas2, ngecat2, pembuatan kursi duduk dll. Makanya jumlah yang diproduksi setiap tahun hanya ratusan unit. Lalu satu-satu mobil yang sudah jadi diperiksa kwalitasnya perlu dites. Harga mobil Lamborghini dipabrik waktu itu adalah USD 200.000,– Yang mahal adalah pajak2nya dan service2nya. Penjualan rata2 400 unit per tahun. Harga di Jakarta Rp 5,6 milyar, dan sudah ada pembelinya.

pabrik Lamborghini di Agata, Itali

pabrik Lamborghini di Agata, Itali

dikerjakan secara manual

dikerjakan secara manual

Selesai keliling, saya ditawari untuk naik mobil yang akan dites. Suaranya mesin meraung-raung keras sekali. Mobil Lamborghini model Diablo SV yang eksklusif designnya keluar dari halaman pabrik, menyusuri jalan desa dengan kecepatan seperti setan. Saya takut sekali. Kecepatannya sudah tidak bisa saya tahu, pokoknya bagi saya sangat cepat sekali. Saya takut dan benar2 takut. Saya bukan pembalap dan saya bukan pereli, tidak biasa naik mobil dengan kecepatan seperti setan. Kaki saya sudah menginjak bagian bawah lantai mobil dan jantung saya copot. Keringat dingin menetes didahi dan dileher belakang. Saya takut benar-benar takut. Semua mobil disalip. Yang menakutkan waktu mau menyalip bis dan pas didepan ada truk membawa kontainer. Hitungan saya tidak bisa masuk, eh sopirnya nekat. Mula2 disaliplah bis itu lalu dibanting setirnya kekiri menghindari tabrakan dengan kontainer. Persis bisa lewat, hanya hitungan inchi atau sentimeter. Jantungku seperti mau copot. Setelah kira2 hanya 15 menit, mobil mengambil u-turn kembali kepabrik menyusuri jalan kampung yang sama. Kembalinya ke pabrik masih cepat sekali, semua mobil didepan disalip. Hanya tidak seberbahaya seperti tadi. Turun dari mobil, wajah saya pucat sekali. Keringat dingin masih menetes didahi dan dileher. Dasar wong ndeso.

Istri saya pun ditawari, semula saya melarang, tapi istri saya mau sekali. Istriku naik Lamborghini merah disopiri oleh Direktur Marketing, cewek dari Inggris. Dengan deg-degan saya lepaskan istri dengan berdoa memohon keselamatan. Suara mobil meraung-raung dan lepas dari area pabrk dengan kecepatan tinggi. Kira-kira setelah 20 menit, terdengar raungan mesin yang keras dan tahu-tahu mobil sudah dihalaman pabrik, istri saya bilang enak kok. Nikmat sekali kok. Sambil tertawa dan gembira sekali. Tidak ada rasa takut diwajahnya. Baru sekali itu istri melaju dengan mobil sport dengan kecepatan lebih dari 150 km/jam dijalan desa, istri senang sekali. Pengalaman yang tidak pernah saya lupakan.
Foto di klik disini.

About Gufron Sumariyono

Born in Pati, Central Jawa on Nov 5, 1945. Retired in 2004. Joined ESQ group. Executive of LK ESQ and Yayasan Wakaf Bangun Nurani Bangsa. Believe in the Islamic Socio Economic Concept.
This entry was posted in jalan2 ke luar negeri and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s