Istriku (5) – Flamboyant di halaman

Bunga flamboyant dan daunnya, tak pernah berebut memberi keindahan atau keteduhan. Saat bunga mekar, daun flamboyant sudah gugur. Bunga flamboyant berwarna merah yang indah sekali itu tumbuh diujung batang yang memenuhi batangnya. Sungguh pemandangan yang indah sekali. Pohon flamboyant itu tumbuh dihalaman bagian belakang dirumah saya di condet. Beberapa minggu bunga itu akan selalu mekar menghiasi halamanku. Bunga yang tua gugur dan kuncup bunga yang muda akan mekar. Begitu seterusnya. Indah sekali, menawan sekali, tak jemu mataku memandang keatas

2a

flamboyant dihalaman belakang

2c2

bunga flamboyant nan indah

Setelah sebulan atau mungkin lebih, barulah saat bunga-bunga itu berguguran, daunpun mulai tumbuh merimbun. Daun adalah komponen yg penting , proses fotosintesis ada disana, ia lakukan kebutuhannya sendiri.

Flamboyant memberikan perenungan kehidupan didunia, daun-daunnya gugur diganti bunga-bunga nan indah. Bergantian. Memberi pelajaran pada kita agar menanggalkan yang kita cari didunia yaitu materi, pangkat, kehormatan yang harus dilepaskan disaat menghadapi maut. Siklus daun dan bunga dari flamboyant mengajarkan kepada kita akan adanya siklus hidup yang tak dapat dielakkan. Saat flamboyant bermekaran indahnya alang kepalang, tak terkirakan dan tak tertanding karena sangat menawan hati. Dan saat bunga-bunga itu berguguran, tanah dibawah flamboyant akan menjadi seperti karpet berwarna merah muda nan indah .

Indah luar biasa. Andai bunga ini diibaratkan posisi tinggi, kedudukan, kekayaan dsb, Bukankah semua yang kita miliki itu ada saat harus kita lepaskan ? nantipun akan kita dapatkan kembali ?! Seolah dia bilang..Gugurkan bunga indahmu, jatuhkan kekayaanmu, kebawah, berikan pada yang membutuhkannya. Kekaguman orang pada keberhasilan dan keberuntungan kita, layaknya kita bagikan dengan cara seperti bunga flamboyant menggugurkan bunganya demi keindahan yang lain.

Bunga yang dijatuhkan bisa menjadi pupuk bagi pohon Flamboyant, jadi kompos, berarti apa yang ditaburkan, diberikan, akhirnya akan kembali menyuburkan lingkungan kita memakmurkan kita. Apa yang kita taburkan akan memakmurkan kita kembali.

Sesudah bunga gugur, buah muncul.
Siklus flamboyant adalah, daun gugur dan tumbuh bunga, bunga jadi buah, buah jadi biji dan biji jadi pohon generasi berikutnya. Gugurkan daun dan bunga ketanah. Tuhan mengingatkan kita pula bahwa segala sesuatu kembalinya ketanah.

Bunga flamboyant memberikan aku inspirasi bahwa Rasulullah pernah ditanya oleh seorang sahabat. “Wahai Rasulullah, bagaimana kriteria orang yang baik itu? Rasulullah menjawab:
Yang artinya: “Sebaik-baiknya manusia ialah orang yang bermanfaat bagi orang lain”.
Jika ia seorang hartawan, hartanya tidak dinikmati sendiri, tapi dinikmati pula oleh tetangga, sanak famili dan juga didermakan untuk kepentingan masyarakat dan agama. Inilah ciri-ciri orang yang baik. Jika berilmu, ilmunya dimanfaatkan untuk kepentingan orang banyak. Jika berpangkat, dijadikannya sebagai tempat bernaung orang-orang disekitarnya dan jika tanda tangannya berharga maka digunakan untuk kepentingan masyarakat dan agama, tidak hanya mementingkan diri dan golongannya sendiri.
Segala kemampuan/potensi hidupnya dapat dinikmati orang lain, dengan kata lain orang baik adalah orang yang dapat memfungsikan dirinya ditengah-tengah masyarakat dan bermanfaat.

Sebaliknya kalau ada orang yang tidak bisa memberi manfaat untuk orang lain atau masyarakat sekitarnya bahkan segala kenikmatan hanya dinikmatinya sendiri, berarti orang itu jelek. Adanya orang seperti itu tidak merubah keadaan dan perginyapun tidak merugikan masyarakat.

Jadi filsafat hidup Rasulullah SAW menjadikan dirinya bermanfaat bagi orang lain. Oleh karena itu, sudah sepantasnya bagi kita sebagai manusia untuk memegang filsafat hidup. Orang yang hanya menanam rumput untuk makanan ternak ia akan mendapatkan rumput tapi padinya tidak dapat, sebaliknya orang yang menanam padi, ia akan mendapatkan padi dan sekaligus mendapatkan rumput, karena rumput tanpa ditanam akan tumbuh sendiri. Begitu juga dengan kita yang hidup ini, kalau niat dan motivasinya sekedar mencari rumput (uang) iapun akan memperolehnya, tetapi tidak dapat padinya atau tidak akan memperoleh nilai ibadah dari seluruh pekerjaannya.
Flaboyant memberi aku inspirasi yang sederhana seperti itu.

About Gufron Sumariyono

Born in Pati, Central Jawa on Nov 5, 1945. Retired in 2004. Joined ESQ group. Executive of LK ESQ and Yayasan Wakaf Bangun Nurani Bangsa. Believe in the Islamic Socio Economic Concept.
This entry was posted in keluarga, pendidikan and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s