Istriku (6) – Chamonix-eksotik hawa segar bersih dan damai

Aku dan istriku pernah pergi ke Chamonix sebuah kota kecil, daerah peristirahatan di Perancis. Terletak di daerah pegunungan Mont- Blanc, yang dekat perbatasan Suisse dan Italia. Kami berangkat dari Genewa di Swiss naik van. Daerah peristirahatan ini adalah pusat kegiatan olahraga musim-dingin, ski, seluncur-es, dan yang berhubungan dengan salju. Tetapi ketika musim-panas-pun, daerah pegungan ini tetap banyak dikunjungi orang dari berbagai negara. Hampir sepanjang musim, selalu ada para turis baik dari dalam negeri Perancis sendiri maupun dari negeri
asing.MB 11 MB 10 MB 8MB 4 MB 3 MB 2

chamonix

chamonix

Pada bulan Mei dan Nopember orang-orang Chamonix beristirahat, libur-kerja, sehingga daerah tersebut cukup sepi. Bulan Mei mereka menghadapi musim-panas, yang turis dan pendatangnya akan sangat ramai. Begitupun pada bulan November, mereka bersiap-siap buat menghadapi musim dingin, puncak ramainya turis dan pendatang akan beberapa hari atau beberapa minggu ada di daerah itu.
Pada musimpanas, Juni sampai Agustus, hotel-hotel, motel, foyer ( sejenis asrama ) akan penuh sesak. Begitupun pada musimdingin antara Desember sampai April, juga tak kalah ramainya dengan musim dingin. Bahwa Chamonix lebih ramai dan lebih meriah pada musim dingin daripada musim panas. Memang ada kebenarannya. Banyak sekali turis datang. Kami antre naik telacabine kepuncak gunung. Suhu di puncak gunung ..wuih.. sangat dingin sekali, kira-kira -3 C. Berangin lagi. Telacabine ke puncak gunung sangat ramai sekali.

Daerah Mont-Blanc sangat terkenal di segitiga tanah Perancis – Suisse dan Italia. Pegunungan Mont-Blanc memang menjulur dan menjalar melingkari daerah sepanjang tiga negara itu. Karena itu para turis dan pendatang sangat menarik dan sangat tertarik satu sama lain mengenai berbagai hal dan peristiwa. Banyak bahasa yang digunakan, dan pada umumnya orang-orang yang berdiam di daerah ini tahu dan mengerti beberapa bahasa, tidak seperti daerah lainnya di Perancis atau kebanyakan orang Perancis yang hanya mengerti dan hanya mau menggunakan bahasanya sendiri bila berkomunikasi dengan orang lain. Daerah wisata musimdingin ini sebenarnya cukup besar dan luas. Tetapi pemusatan yang sangat ramainya adalah di sekitar kota kecil Chamonix itu. Keindahan sekitar pegunungan dengan hutan-hutan, lembah, tali-air, aliran air, gantole, melingkari dan mengelilingi beberapa pedesaan dan kota-kota kecil lainnya. Pemandangan yang indah dengan pegunungannya yang tinggi menakjubkan.
Mengapa dikatakan Mont-Blanc, barangkali karena puncak pegunungannya selalu memutih oleh salju sepanjang musim, teristimewa pada musim dingin. Dari Chamonix bisa naik cable car menuju ke Mont Blanc, ketinggian puncak pegunungannya sekitar 4,800 meter. Cable Car yang kami naiki sangat tajam naiknya, istri saya tidak berani karena ngerinya.

mont blanc

Letak Mont-Blanc, karena luas dan melingkar dan menjalar, jarak antara satu tempat dengan tempat lain menjadi tergantung dari mana dan mau ke mana. Dari Paris menuju Chamonix, lebih jauh daripada Paris – Amsterdam. Paris – Amsterdam berjarak 580 km, sedangkan Paris – Chamonix sekira 700 km lebih. Padahal secara kewilayahannya masih tetap ada di daerah Perancis. Eropa Barat, Perancis memang yang paling luas daerahnya, apalagi Perancis punya beberapa pulau. Dibandingkan dengan Indonesia, tentu saja Perancis itu hanya sebesar daerah Lampung atau Jawa Barat.
Kami tinggal di Chamonix. Hawa pegunungan yang sangat segar, bebas polusi, bersih dan dengan orang-orangnya yang ramah-tamah, orang-orang pedesaan, orang-orang pegunungan.
Air pipa ledeng di Chamonix bisa langsung diminum, dan bukan main segar dan jernihnya, karena memang sumbernya dari pegunungan Mont-Blanc, pada musim apapun terasa sejuk, segar dan seakan-akan manis dan enak. Tentang rasanya air, sangat mempengaruhi kehidupan dan kesehatan. Lalu sangat terasakan adalah suatu kehidupan yang tenang, aman dan damai.

About Gufron Sumariyono

Born in Pati, Central Jawa on Nov 5, 1945. Retired in 2004. Joined ESQ group. Executive of LK ESQ and Yayasan Wakaf Bangun Nurani Bangsa. Believe in the Islamic Socio Economic Concept.
This entry was posted in jalan2 ke luar negeri, memoir and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s