USA (7) Washington DC

USA (7) Washington City Tour
Washington itu didesign penuh dengan simbol-simbol Freemasonry. Yaitu “square dan jangka”. Apa itu freemasonry ? Freemason itu organisasi persaudaraan sekuler terbesar didunia. Organisasi ini tidak mempunyai pusat, tiap negeri berdiri sendiri. Punya master tertinggi. Freemason merupakan organisasi tertutup, rahasia dan ketat dalam menerima anggota barunya. Bukan organisasi agama, tidak berdasar kepada teologi apapun. Tujuan utama adalah membangun persaudaraan dan pengertian, standar moral tinggi, pekerja keras dan bebas berpikir. Khusus bagi kaum lelaki. Simbolnya “penggaris cm (square) dan jangka” ditambah “G”.

Paham yang dikembangkan Freemason adalah humanisme sekular. Semboyannya: liberty, egality, fraternity. Sejak awal abad ke-18, Freemasonry telah merambah ke berbagai dunia. Di AS, misalnya, sejak didirikan pada 1733, Freemason segera menyebar luas ke negara itu, sehingga orang-orang seperti George Washington, Thomas Jefferson, John Hancock, Benjamin Franklin menjadi anggotanya.

Di Indonesia Freemasonry, organisasi rahasia Yahudi, dikenal dengan nama Tarekat Mason Bebas, yang sudah aktif sekali sejak zaman penjajahan Belanda. Logenya ada dimana-mana. Di Jakarta Logenya (Balai Pertemuan Freemasonry) ada di Jalan Kopi dan Jalan Gadjahmada.

City tour keliling Washington selama setengah hari selama 4 jam. Kami melihat monument, memorial, museum dan macam-macam gedung berarsitek khusus yang kalau disambung ditarik garis akan menyiratkan simbol Lucifer. Namun terus terang amat membosankan. Itulah kesan kami tentang Washington DC. Mengapa? Kami telah melihat banyak hal yang jauh lebih bagus, gedung kaku di Washington DC. Kami melihat US Capitol Building yang kaku walau bersih dan cantik, lalu Supreme Court yang kaku juga walau megah dan beberapa museum. Lalu diperlihatkan Lincoln Memorial kaku juga, walau tour guidenya cerita tentang Veteran Vietnam dan World War 2. Semua sejarah Amerika, bagaimana Amerika ikut perang sana perang sini, namun ga ada yang menang. Di Vietnam kalah, di Korea juga ga menang sekali. Kami melewati jalan yang mulus lebar dan bersih. Setelah dua jam muter-muter keliling kota Washington DC, kami di drop di Shopping Centre yang modern didekat hotel. Diberi waktu 1 jam disitu, jadinya ya cuman melihat-lihat barang dipajang dietalase. Memang bagus, memang bersih, memang elegan, memang hebat… tetapi bagiku tidak menarik. Rombongan kami (19 orang termasuk 8 orang tua) sebagian besar anak-anak kecil dan remaja, mana mungkin mereka tertarik dengan gedung. Mereka lebih enjoy shopping di shopping center.

About Gufron Sumariyono

Born in Pati, Central Jawa on Nov 5, 1945. Retired in 2004. Joined ESQ group. Executive of LK ESQ and Yayasan Wakaf Bangun Nurani Bangsa. Believe in the Islamic Socio Economic Concept.
This entry was posted in jalan2 ke luar negeri and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s