Masa muda (2) bekerja di IBM A/FE World Trade

memilih keja di IBM IndonesiaAwal 1970, saya resmi diterima di Pertamina. Saya akan ditempatkan di Refinery Oil Pertamina yang baru selesai dibangun di Refinery Putri Pakning di kota kecil Sungai Pakning di Sumatra. Tugas saya adalah mengoperasikan refinery baru itu. Rencananya saya akan training sambil bekerja, karena Pertamina sangat kekurangan insinyur teknik kimia. Sambil menunggu diberangkatkan ke Sungai Pakning Sumatra, saya jalan2 di Jakarta sambil menikmati kota yang gegap gempita.

Seminggu kemudian, saya dipanggil dan diterima bekerja di IBM A/FE World Trade Corp dan ditempatkan di PT IBM Indonesia, berkantor di kota Jakarta.

Keputusan untuk bekerja di IBM saya ambil, setelah membandingkan bahwa gaji IBM Januari 1971 Rp 30.000 itu dua kali gaji Pertamina Rp 18.000. Indekos di Jakarta Rp 10.000 per bulan. USD 1 = Rp 280. Waktu itu Bechtel sedang mempersiapkan tambang emas di Tembagapura, dan gaji insinyur di Bechtel di Tembagapura Rp 175.000 sebulan.

Di Pertamina saya  akan ditempatkan di refinery baru di Putri Tujuh di Sungei Pakning, dipropinsi Riau. Di IBM saya akan berkantor dan tinggal di jakarta, ibukota RI, kota yang besar, berwawasan internasional banyak orang asing. Pertamina di tengah hutan. IBM di gedung BDN di jalan Thamrin Jakarta. Bedanya seperti bumi dan langit.

Impian dari pemuda culun dan kampungan seperti  saya, adalah tinggal dan bekerja di Jakarta. Saya harus banyak belajar. Saya harus menambah wawasan. Saya butuh gaji yang besar untuk biaya hidup. Saya tidak kecewa dengan keputusan tinggal di Jakarta, memang enak sekali kok. Ilmu teknik kimia yang saya pelajari selama 6 tahun akan saya tinggalkan, dan saya perlu belajar komputer.

Anak Pati bisa masuk bekerja di IBM sebuah perusahan internasional asal Amerika yang terkenal diseluruh dunia, ini kan langka, sayangnya nama IBM ditahun 1971 tidak dikenal, nama IBM dan komputer belum populer. Termasuk kawan2 Realino, teman2 FT UGM, famili2 di Pati, sahabat bapak dan ibu di Pati mereka semua belum tahu IBM. Kawan2 saya sampai bilang macam2, kok lucu insinyur kimia kok bekerjanya di komputer. Harusnya kan di Pertamina. Unilever, atau pegawai departemen perindustrian, lebih pas lebih sesuai.

Tiga bulan pertama di IBM, saya ikut kursus bahasa Inggris di LPPM yang waktu itu masih berkantor di jalan Budi Kemuliaan. Gurunya wanita asli Amerika yang bersuamikan orang Indonesia. Berikutnya saya disekolahkan komputer oleh IBM, kursus basic computer di jakarta dan kursus industry di Singapore.

Tahun pertama di IBM adalah masa yang paling sulit, paling berat, paling stress bagi saya. Cultural shock yang berat untuk saya. Belajar ilmu komputer setiap hari,  belum sepenuhnya bekerja, belum berkarya apa2 kok setiap akhir bulan menerima gaji.

Saya belajar bahasa Inggris, karena inggris saya masih berantakan, vocabulary terbatas, tidak mampu membaca cepat, tidak mampu menulis dan tidak mampu berbicara. Saya belajar komputer, apa itu CPU dan fungsinya, apa itu DASD dan fungsinya, apa itu Magnetic Tape dan fungsinya. Lalu belajar berbagai programing / bahasa komputer dimulai RPG, P/L I, Cobol, Fortran dan Assembler. Kepala ini rasanya mau pecah kalau harus membaca buku2 komputer dalam bahasa Inggris, kemudian ada test nya, hasilnya pasti jelek. Yang namanya kamus inggris-indonesia itu saya bawa kemana saya pergi. Hari hari dijalani dengan sangat berat.

Basic Computer Class part-1 adalah kursus resmi IBM yang harus saya ikuti selama tiga bulan. Alhamdullilah, bisa lulus dengan nilai pas-pasan untuk kategori teknik hardware, dan outstanding untuk kategori presentation dan sales call. Mengapa? Karena semua teknik hardware dan teknik software ditulis dalam bahasa Inggris. Sedang ujian executive presentation dan sales call walau Inggris saya belum bagus, namun masih bisa lancar menjelaskan karena membawa contoh benda2nya. Masih bisa ngomong lah. Management IBM Indonesia menilai saya mempunyai talenta dibidang sales engineer, bukan dibidang software engineer. Untuk membuat program PL/I, Cobol dan RPG I saya juga jago sekali, karena itu mainan ratio dari otak kiri. Kalau berotak rational, seperti saya yang menyenangi matematika, tidak ada kesulitan membuat program komputer. Apakah itu PL/I atau Cobol atau RPG. Yang paling sulit adalah membuat program dengan bahasa Asembler, karena itu bahasa mesin komputer. Namun masih bisa juga, hanya lebih lambat dan harus sering diulang-ulang. Program yang saya buat lalu di ‘punch’ di punch Card berisi 80 column, dan dites dengan memasukkan kedalan Card Reader di System 370 model 135. Itulah teknologi komputer di tahun 1971, masih kuno, masih generasi chip sederhana.

Desember tahun 1971, setahun sesudah bekerja di IBM, saya pergi keluar negeri, yang pertama kali, untuk training IBM. Berangkat dari airport Kemayoran, naik pesawat Singapore Airlines. Masih kuat ingatan saya bahwa pramugari nya langsing2, cantik2 dan berpakaian batik, kakinya tinggi tinggi. Rok sebelah kanan dibelah tinggi sampai pahanya si pramugari yang putih terlihat kalau lagi jalan. Karena baru sekali itu saya ke LN, baru sekali itu saya diservis kelas internasiona, semua saya perhatikan. Benar-benar katrok ndeso, mata saya jelalatan sukar dikendalikan.  Wong ndeso Mertokusuman dari Pati naik pesawat Singapore Airlines. Inilah kenikmatan dari Allah yang saya terima. Selesai makan pagi, saya mengisi landing card dan lama sekali ngisinya. Sambil menunggu untuk landing, saya teringat macam-macam. Teringat bedanya naik pesawat DC-10 Stanvac dengan Singapore Airlines.
Di Singapore menginap di Hilton Hotel di Orchard Road. Pertama kali menginap di hotel berbintang 5. Kamarnya bagus sekali, tempat tidur dan sepreinya putih sekali, ditutup dengan cover bed yang indah. Saya sendirian di kamar. Saya memandang kamar dan semua isinya saya perhatikan satu persatu lama sekali. Saya cubit lengan saya untuk meyakinkan bahwa saya tidak mimpi.

Besok paginya bertemu dengan staf IBM dari Malaysia, Thailand, Hongkong, Taiwan, Korea dan Philippines. Saya banyak diamnya, pasang senyum dan salaman dengan mereka. Belum bisa bercanda belum bisa ngobrol karena Inggrisku masih patah-patah. Rupanya yang Inggrisnya patah-patah banyak, mereka berasal dari Korea, Thailand dan Indonesia. Yang Inggrisnya bagus umumnya berasal dari eks negara yang dijajah Inggris. Saya agak lega, ada temanku, yang Inggrisnya masih pas-pasan. Training yang pertama di luar negeri ini sangat berkesan dan alhamdullilah, saya masih bisa mengikuti dan mengerti. (bersambung)

About Gufron Sumariyono

Born in Pati, Central Jawa on Nov 5, 1945. Retired in 2004. Joined ESQ group. Executive of LK ESQ and Yayasan Wakaf Bangun Nurani Bangsa. Believe in the Islamic Socio Economic Concept.
This entry was posted in memoir and tagged . Bookmark the permalink.

6 Responses to Masa muda (2) bekerja di IBM A/FE World Trade

  1. purpleskirt says:

    ah andai saya lebih banyak membaca tulisan seperti ini waktu baru lulus dulu..
    yang dapat saya ambil pelajaran dari tulisan bapak adalah bahwa background pendidikan jangan sampai membatasi peluang pekerjaan kita. terima kasih kisah inspiratifnya pak🙂

    salam kenal,
    maulia

    • Gufron Sumariyono says:

      Ananda Maulia, setiap manusia telah ditakdirkan mempunyai rejeki sendiri-sendiri. Yang harus dilakukan adalah ichtiar semaksimal mungkin. Sisanya serahkan kepada Allah Yang Maha Kaya, yang pasti akan mengabulkan permohonan hamba-Nya.

  2. Assalamualaikum Pak.

    Hahahha,saya juga dari Pati Pak,saya saat ini juga di jakarta ,bekerja di sebuah perusahaan Vendor Banking.klo mungkin bapak dari orang kimia ke IBM (alias bidang komputer) saya juga dari engineering manufaktur alias teknik mesin,yg merasa kurang cocok kerja di Mesin(waktu itu Engineering di Astra Grup) dan memeutuskan kuliah di jakarta Jur.system computer semoga bisa masuk di Cisco system atau Gold partnet cisco.saya senang ada temennya dari pati yg sukses seperti bapak.alhamdulillah..

    Ahmadi

    • Gufron Sumariyono says:

      Waallaikumsalam,
      adinda Ahmadi,
      hidup tidak selalu harus sesuai impian awal, yang pokok berusaha sungguh-sungguh dan Allah yang akan menentukannya.
      Salam kenal.

  3. Izzatin Faza says:

    assalamu’alaikum, salam kenal pak,
    saya sangat iri dengan bapak setelah membaca tulisan bapak.
    saya ingin sekali kerja di IBM, namun saya tidak tahu kriteria untuk kerja disana.
    terimakasih pak tulisannya bagus

    • Gufron Sumariyono says:

      Terima kasih. Salam kenal juga. Berusahalah dengan sungguh sungguh sesuai yang kamu tahu, nanti yang tidak tahu akan dibantu Allah. Yakin dan percayalah.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s