Masa muda (9) 1980 tinggal di Hongkong.

Saya pernah setahun tinggal di Hongkong. Ketika mendapat assignment sebagai IBM Trainer. Inilah gambaran Hongkong di tahun 1980.

Apartemen saya di Braemar Hill Mansion, didaerah North Point, Hongkong, bagian atas, gedungnya di puncak gunung dan saya tinggal di lantai 24. Arahnya menghadap ke International Airport Kaitak. Dari balkon saya mendapat view yang spektakuler sekali. Siang hari meghadap kelaut, selain melihat Airport Kaitak, saya bisa melihat New World Center, kantorku Tsi Sha Tsui. Kalau malam hari.. luar biasa.. lampu lampu bergemerlapan. Bulan bulan pertama saya sering menghabiskan waktu malam hari di balkon. Mata saya tidak jemu-jemunya menikmati pemandangan yang tidak ada duanya, dan belum pernah saya nikmati. Indah sekali.

Komplek Braemar Hill Mansion itu baru selesai, ada 15 gedung semuanya 25 lantai. Ada supermarket, ada lapangan tenis, ada halaman luas di ground floor, ada taman yan indah sekali. Sewanya cukup mahal. Sangat convinience sekali. Tetangga kiri kanan adalah masyarakat China kelas menengah keatas yang terpelajar. Jadi enak sekali bergaul dengan mereka.

Selama setahun di Hongkong, saya mengalami badai Taifun 5 kali, dan dari 5 ada 2 yang inti taifunnya itu melewati kota Hongkong. Pemerintah Hongkong sangat informatif sekali, 5 hari menjelang kedatangan taifun, kita sudah tahu. H-5 angin sudah mulai kencang. H-4 kita diminta siap2 makanan. H-3 sampai H-2 masih boleh kerja. tetapi H-1 semua kantor dan sekolah tutup. Ferry sudah tidak beroperasi. Hari H nya mendebarkan sekali. Kita disuruh tinggal dirumah. Kaca jendela di lak ban agar kalau pecah tidak masuk ke ruangan rumah. Jam 1400 taifun masuk kota Hongkong, dimana 2 jam sebelum masuk anginnya sangat kencang sekali, lalu ketika inti taifun berada di kota Hongkong tidak ada angin, sepi dan senyap, lalu setelah setengah jam lewat baru angin kencang berembus dari arah yang berlawanan. Suaranya dahsyat sekali..

Istri saya pernah dioperasi di rumah sakit Adventist di Hongkong. Ada mioma di kandungannya yang menyebabkan sukar hamil. Operasinya dimulai pagi jam 0600 dan baru selesai jam 1100, termasuk operasi besar. Di rumah sakit ada sepasang suami istri yang bekerja di bagian operasi. Suaminya bagia mensterilkan alat-alat untuk operasi sedang istrinya bagian asisten ke dokter yang mengoperasi. Namanya Irna dan Hardjonomereka berasal dari Bandung.

Hampir tiap ada training atau meeting dimana hadir teman-teman dari Indonesuia, mereka menyempatkan mampir ke apartemenku. Mereka senang melihat dari balkon, bisa melihat airport dan Hongkong Harbour. Apalagi kalau lagi ada Basic Training, maka setiap weekend mereka mampir ke apartemen untuk ganti suasana dan mencicipi masakan istri yang selalu masak Indonesia. Senang rasanya dikunjungi teman-teman sekantor. Dilanjutkan acara shopping di Causeway Bay, ke departemen yang besar besar maupun membeli pakaian dilorong-lorong Causewa Bay, murah, bagus dan bermerek. Hongkong memang sejak dahulu terkenal akan barang asli tetapi palsu. Mulai tas kulit bermerek, baju bermerek, designnya pun tidak norak. Saya mengajak mereka melihat RRC dari daratan Hongkong. RRC masih menutup diri belum dibuka untuk dikunjungi. Dari jauh melihat sawah, lihat kolam tempat memelihara bebek untuk disuplai ke restoran di Hongkong. Peking Duck sangat terkenal di Hongkong, enak, empuk dan gurih rasanya. Foto lain. (bersambung)._001 hongkong 02ab2_001a buce hongkong-12a1hongkong 08c

About Gufron Sumariyono

Born in Pati, Central Jawa on Nov 5, 1945. Retired in 2004. Joined ESQ group. Executive of LK ESQ and Yayasan Wakaf Bangun Nurani Bangsa. Believe in the Islamic Socio Economic Concept.
This entry was posted in memoir and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s