Masa muda (12) tantangan baru

ibm_logoSaya merasa bahwa pengalaman dan kepandaian saya dalam mengelola bisnis selama 20 tahun di IBM mulai tidak diberdayakan dengan baik. Strategi dan perencanaan IBM belum berubah, masih mengandalkan main frame. Padahal main frame itu sedang tidak populer, tidak efisien, tidak mengikti perkembangan teknologi IT. Problemnya dimulai 1986- 1987 yaitu ketika personal computer mulai diproduksi besar-besaran. IBM HQ masih melihat bahwa PC itu tidak mampu menyaingi main frame. Banyak asumsi-asumsi bisnis yang dipakai yang tidak sejalan dengan perkembangan bisnis di international dan di Indonesia. Pada tahun 1990 itu, IBM panik sekali, Harga sahamna jatuh dan setiap tahun tidak mampu mempertahankan salesnya dan labanya. Suasananya sangat tidak nyaman untuk bekerja. Parameter untuk mengukur sukses masih terpaku kepada pendapatan dan laba.

Saya melihat banyak kesempatan diluar IBM untuk mengembangkan diri dalam profesionalitas, business opportunity terbuka lebar dan menanti pelaksana. Beberapa perusahaan lokal berkembang dengan pesat dan mencari profesional yang berpengalaman. Saya memikirkan untuk keluar dari IBM ketika bisnisnya IBM sedang menurun.

Akhirnya pada bulan Desember 1990 saya memutuskan untuk ‘resign’ dari IBM. Surat pengunduran diri saya tulis sesingkat mungkin dan saya serahkan kepada Presiden Direktur USI Jaya, IGM Mantera. Beliau kaget sekali. Beliau tidak pernah menyangka bahwa saya akan keluar. Pada exit interview yang diadakan waktu itu juga, Mantera menanyakan latar belakang dan menanyakan apa yang saya cari. Secara singkat saya jelaskan bahwa masa depan saya di IBM kurang cerah. Saya ingin mencari tantangan baru, saya ingin mengembangkan bakat bisnis, saya ingin pindah keladang bekerja yang baru. Karena ada tawaran yang menarik dari perusahaan lokal yang sedang menanjak bisnisnya maka dengan penuh percaya diri saya mengundurkan diri dari IBM. Mantera sebagai Presdir USI tidak berusaha menghalang-halangi. Percuma, kata dia, karena melihat tekad bulat yang saya perlihatkan. Dia mengharapkan bahwa apa yang saya cari mudah-mudahan bisa ketemu. Hari itu juga dia memanggil Personnel Manager, Dora Item, untuk memproses keluarnya saya dari IBM. Kami keluar dengan baik-baik. Tidak meninggalkan kesan negatip.

Besoknya dikantor terjadi kehebohan, karena saya keluar dari IBM. Teman-teman berdatangan keruangan saya dan ingin mendapat keterangan yang langsung dari saya. Mau pindah kemana? Nanti mau jadi apa? Bagaimana prosesnya sampai pindah? Alasannya apa? Mereka bilang bahwa saya yang oleh sebagian besar karywan IBM dicap sebagai “IBM Blue” karena prestasi dan loyalitas yang saya perlihatkan selama 20 tahun kok secara mendadak memutuskan keluar dari IBM? Heran sekali. Dan mereka terkejut sekali. Saya bilang IBM tetap yang terbaik. Nilai-nilai perusahaan dan sistim IBM masih yang terbagus. IBM masih menjadi pusat pendidikan yang bagus tempat menimba ilmu dan pengetahuan bisnis.

Mulai 1 Desember 1990 saya sudah pindah dan berkantor diperusahaan Humpuss di Gedung Wisma Antara di Jalan Merdeka Selatan, Jakarta.

About Gufron Sumariyono

Born in Pati, Central Jawa on Nov 5, 1945. Retired in 2004. Joined ESQ group. Executive of LK ESQ and Yayasan Wakaf Bangun Nurani Bangsa. Believe in the Islamic Socio Economic Concept.
This entry was posted in memoir and tagged , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Masa muda (12) tantangan baru

  1. abiantadjul says:

    inspiratif sekali hidup bapak🙂. Terima kasih bapak mau membagi pengalamannya. Hampir semua postingan bapak saya baca. Dan itu semua menambah yayasan & memotivasi saya untuk terus berjuang ^_^

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s