Tantangan baru (2) – CEO

Tahun ke 2 saya di Humpuss, pak Tommy memberi tugas kepada saya untuk memimpin Divisi yang sangat stategis dan penting di PT Humpuss yaitu Divisi Perdagangan Umum. Istilahnya aku sekarang menjadi CEO di Divisi Perdagangan Umum Humpuss. Yang setahun kemudian di konversi menjadi PT Humpuss Trading. Dan saya tetap menjadi CEO atau Direktur Utama PT Humpus Trading.

Dari pengalaman 20 tahun di IBM dan buku-buku yang saya pelajari dan executive course di Harvard yang saya hadiri, bahwa faktor utama kesuksesan para Top CEO adalah faktor kemampuannya berkomunikasi. Pengalaman masa lalu serta sukses yang dimiliki, bukan jaminan dan hanya menempati urutan ke 4. Sedang kan Network menempati urutan ke 12. Fakta ini sangat mengejutkan.

Alasan mengapa kepandaian berkomunikasi itu penting bagi pemimpin, ada beberapa alasan. Berkomunikasi adalah keahlian dan aset terpenting bagi pemimpin. Komunikasi itu ibarat darah yang mengalir didalam pembuluh darah. Pemimpin yang bisa berkomunikasi dengan baik memiliki keunggulan yang sangat besar. Pemimpin mengerti dengan siapa dia berbicara. Pemimpin mampu menyampaikan pesan dengan jelas, sederhana dan mudah dipahami. Dan Pemimpin mampu memberi harapan kepada anak buahnya, partnernya dan pihak ketiga yang menyediakan dana. Dan jelas dan gamblang dampak dari item yang diuraikannya. Saya paham bahwa semakin tinggi jabatan seseorang, dibutuhkan kemampuan berkomunikasi yang semakin baik.

Pemimpin itu mempunyai banyak peran penting, saya akan ringkaskan menjadi 5 peran penting. Futuris. Sejarahwan. Duta Besar. Analis. dan Kontrarian.

Sebagai Futuris, seorang pemimpin dituntut untuk mampu meng-inspirasi, menjelaskan visi, misi dan long term goals kepada para stake holders. Sebagai sejarah-wan, pemimpin mampu menguraikan sukses apa saja yang telah dicapai yang menjadi sejarah masa lalu bagi pemimpin tersebut. Ceriteranya menarik dan meninggalkan kesan positip, bukan kesan menyombongkan diri atau jumawa. Sebagai Duta Besar harus mampu membentuk perspektip yang positip, yang akan mengangkat citra perusahaan, tentu harus didukung dengan penampilan yang prima, cara berpikir dan bertutur kata yang elegant sebagai layaknya pemimpin. Sebagai Analis dituntut mampu menjawab ” kemana arah industri dan apa saja tantangannya.” Terakhir adalah pemimpin harus mampu memposisikan dirinya berbeda pendapat dan pandangan akan situasi ekonomi, proyeksi bisnis, terutama menghadapi cara konvensional, diharapkan ada terobosan yang menantang dan sifatnya baru.

Susah memang. tetapi saya bertekad bulat akan membawa PT Humpuss Trading kearah positip. Asetnya Humpuss Trading ditargetkan akan meningkat, gross salesnya meningkat, dan tentu saja profitnya juga akan meningkat. Saya melihat banyak pemimpin terlalu fokus kepada High Level Strategy, agar kelihatan hebat. Tetapi tidak benar-benar memperhatikan akan implementasinya. Kita bisa punya strategi hebat, tetapi kalau kita tidak bisa melaksanakannya dan tidak punya keinginan kuat untuk menindaklanjuti, percuma saja. Semua strategi hebat tidak ada artinya. Saya sudah melihat beberapa perusahaan yang melakukannya dengan baik, punya strategi hebat dan pemimpinmya punya maniak untuk melaksanakannya. Saya akan turun kebawah. Saya akan memimpin sendiri perundingan dan pelaksanaan dilapangan. Prioritas utama ke pelabuhan Tanjung Priuk untuk melihat kapal menurunkan dan membongkar barang PTA milik Humpuss Trading, ini merupakan pekerjaan wajib. Kotor dan panas, namun aku melihat problem dilapangan dan membuat keputusan ditempat. Anak buah sampai geleng geleng kepala, karena belum pernah ada CEO Humpusss yang turun kelapangan

Hasilnya ?

Luar biasa. Dalam tiga bulan pertama sudah bisa dilihat dari nilai sales yang meningkat, dibanding 3 bulan sebelumnya. (bersambung)HPH di Sulawesi Barat

di Oslo

di Pnompenh Cambodia


Trans Sulawesi di Sulawesi Barat,

Primadona komoditi sampai 1998

About Gufron Sumariyono

Born in Pati, Central Jawa on Nov 5, 1945. Retired in 2004. Joined ESQ group. Executive of LK ESQ and Yayasan Wakaf Bangun Nurani Bangsa. Believe in the Islamic Socio Economic Concept.
This entry was posted in manajemen and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s