Hanoi (7) Real estate milik Ciputra. Berjaya di Hanoi

Hanoi (7)
Secara tak terduga-duga saya  ketemu dengan pak Suprobo, orangnya Ciputra yang saya tunggu-tunggu di KBRI semalam, yang tidak hadir di perayaan natal dan tahun baru 2009. Dia memakai kaos hitam, jeans juga warna hitam. Dia menghampiri meja kita dan menyapa adik saya, karena memang sudah kenal baik sekali.

Pak Suprobo, ini orangnya Ciputra yang  diberi tanggung jawab untuk mengelola real estatenya Ciputra di Hanoi. Nilai bisnisnya luar biasa besarnya, diluar dugaan saya. Kesan yang saya peroleh tentang pak Suprobo ini orangnya  benar-benar profesional yang rendah hati. Pakaiannya sederhana untuk ukuran bisnis yang dikelola, mosok makan dim sum dihotel bintang 4 Fortuna, hanya berkaos hitam dan celana hitam berjaket hitam dan bersandal biasa. Luwes, santun dan suka humor pasti pak Probo sangat ahli dalam melobi.  pak Suprobo menawarkan yacht super mewah kepada kami, ketika tahu, kami , saya Nur dan Dhani, mau ke Halong Bay. Penawaran dia ke kami lihat sungguh2, bukan pura2. Tetapi kami sudah terlanjur membeli package dari travel bureu di Hanoi. Terpaksa saya tolak dan terpaksa kami batal menikmati kapal yachtnya Ciputra, ya mungkin belum jodoh. Kami sempat bercanda sebentar, dia bilang kalau hari Rabu mau ke Amerika. Disambut oleh adik saya, mau berlibur ya… Yang berlibur istri saya pak, kata pak Probo, kalau saya ya tetap kerja. Inilah nasib suami yang bertanggung jawab, suami kerja cari uang, istri ikut menikmati. hahahaha … katanya.

Didalam lokasi real estate milik Ciputra,  sedang dibangun lapangan gol, mal yang mewah, sekolah internasional, tenis, kolam renang. Diharapkan akhir 2010 semua fasilitas akan selesai.

Ciputra dengan nama proyeknya adalah ‘Khu Do Thi Nam Thang Long – Ciputra Hanoi International City’. Pintu gerbang ukuran raksasa dengan hiasan kuda2 liar menghiasi pintu masuk ke real estate kepunyaan Ciputra di Hanoi. Ciputra membangun International City di Hanoi. Dan berhasil. Ketika awal Pemerintah Vietnam baru bangun dari tidur, Ciputra sudah mendatangi pejabat komunis Vietnam. Berani sekali Ciputra. Sebagai Dirutnya adalah mantunya bernama Ir Budi, insinyur sipil tamatan Inggris asal dari Semarang.

Dengan luas lahan real estate 400 ha, dan dengan pembangunan yang sudah sampai ketahap kedua dan dengan fasilitas didalam real estate yang sangat lengkap dan kwalitas tinggi, berupa sekolah internasional, mall, pasar, lapangan golf, kolam renang, lapangan tennis maka penjualan kapling larisnya bukan main. Harga jualnya USD 600.000 untuk kapling seluas 400 m2 itu dan bangunan 2,5 lantai. Waktu saya tengok nampak deretan rumah town house mirip di BSD saja. Jalan2nya lebar bak seperti boulevard. Staf KBRI Rehan cerita bahwa yang membeli terbagi menjadi tiga golongan, yaitu kelompok swasta yang kaya, kelompok pejabat pemerintah dan kelompok pejabat partai.

Orang bagian pemasaran Ciputra real estate, yang sering ke KBRI cerita ke Rehan, bahwa mereka juga heran akan larisnya penjualan kapling-kapling Ciputra Hanoi itu. Pernah ada 2 orang wanita membeli kapling seharga USD 600.00 dibayar cash. Uangnya dibungkus plastik kresek, mereka berdua naik Honda motor berboncengan menuju kantor pemasaran. Dan kata Rehan, rata2 para swasta membelinya cash, jarang yang mencicil. Bukan main amat kuat daya beli masyarakat yang baru bangkit ini. Para wiraswasta di Hanoi berbisnis macam-macam, jarang menggunakan Bank untuk menyimpan uangnya. Hampir semuanya mempunyai peti besi/brandkas untuk menyimpan uangnya. Mereka takut ditanya macam-macam oleh penguasa Vietnam yang menganut sosialis komunis. Mereka takut kalau ketahuan pemerintah bahwa mereka mempunyai banyak uang.

Selain real estate, Ciputra juga memiliki Hotel Horison. Memang Ciputra sangat piawai dalam berbisnis real estate dan Ciputra sukses menangguk untung dinegeri orang Vietnam. Dia sudah masuk ke Vietnam ditahun 1985-an. Diwaktu itu orang2 belum berani kesana, Ciputra sudah mulai mendekati pejabat pemerintah Vietnam. Sekarang tinggal menuai hasilnya. Saingan di real estate mulai masuk ke Hanoi, tetapi para pesaing yang berasal dari Thailand dan Malaysia belum sukses karena mendapat lahan real estate yang jauh dari kota.

Hari minggu ini ada rapat pergantian pengurus masyarakat Indonesia di Vietnam, Pengurus yang lama sudah selesai tugas di Daihatsu  Hanoi dan segera akan pulang ke Jakarta. Ketua yang baru asal Bali yang bekerja di hotel Horison, laki2 setengah baya ini tampan dan rambutnya panjang sebahu, kesan saya ini termasuk seniman.

Makan siang dim sum di hotel bintang 4 Fortuna ini memang spesial. Yang punya hotel orang Singapore, masakan restorannya ala kantonese Hongkong, enak sekali. Ada bubur, kaki ayam, siaumay, udang bungkus putih, abelone, bebek pangang dan lain2. Kta Dhani selama di Hanoi dia tidak ada pantangan diet. rugi katanya. Semua makanan mau dicobain. Waktu itu ada manager hotel yang datang ke meja kami dan menyapa kami. Rupanya dubes kita di Hanoi sudah dikenal. (bersambung)

About Gufron Sumariyono

Born in Pati, Central Jawa on Nov 5, 1945. Retired in 2004. Joined ESQ group. Executive of LK ESQ and Yayasan Wakaf Bangun Nurani Bangsa. Believe in the Islamic Socio Economic Concept.
This entry was posted in jalan2 ke luar negeri and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s