Hanoi (8) Tim sepakbola Vietnam menang.

Hanoi (8)
Semalam saya keluar dari rumah jam 1900, jalanan kelihatan sepi, mungkin hari Minggu. Tetapi bukan itu penyebabnya, karena rupanya ada sepakbola Vietnam melawan Singapore. Orang2 Hanoi terutama laki2 muda atau tua nongkrong di TV untuk melihat pertandingan bola. Sekali2 terdengar suara ribut, suara teriakan gemuruh, suara yang aneh-aneh karena saya tidak mengerti apa yang diomongin. Kami jalan menuju ke danau terus belok kanan menuju ke bazar atau lebih tepatnya pasar malam.

Sebenarnya itu jalan umum, yang lebarnya 12 meter, yang ditutup oleh pemerintah, panjangnya kira2 1 km. Lalu ditengah jalan dipasangin tenda2 apik warna putih, dan disitulah dijual pernak pernik wanita, mainan anak2, baju2, kaos2, tasmina, tas2, sepatu2 mirip bazar di tanah abang yang dikenal dengan Sogo jongkok. Yang dijual juga sama ga jauh beda. Semua produk lokal, semua hasil tangan orang Vietnam. Ramai dan banyak orang. Yang jalan2 disitu sebagian para muda-mudi ada yang bergandengan tangan pacaran biasa, ada yang berangkulan mesra dijalan umum, seagianlagi turis2 asing. Saya perhatikan cewek2nya modis2, baju2nya baju pesta yang ngetren, sepatunya memakai hak tinggi.

Suasananya mirip di Yogyakarta zaman tahun 1960-1970 an. Waktu itu saya juga pernah jalan2 di malioboro dimalam minggu, saya masih mahasiswa. Saya jalan dengan cewek yang saya gandeng, ngremes2 tangan sambil makan kacang sepanjang malioboro kira2 2 km-an .. ihik ihik..

Kira2 jam 2100 tiba2 para penjual kaos pada ribut ngeluarin bendera Vietnam, warna merah dengan bintang warna kuning. Ada yang kecil ada yang besar. Ikat kepala warna merah dengan tulisan Vietnam pun dikeluarin. Orang2 pada membeli larisnya seperti kacang goreng. Kami jalan kearah danau, kaget bukan main. Ada rombongan muda2 orang lokal naik motor keliling jalan, sambil membunyikan klakson, sambil mengibar-ngibarkan bendera. Jumlahnya semakin lama semakin banyak. Mirip demo dengan naik motor. Malam malam kok ada demo. Rupanya penduduk Hanoi bergembira karena tim sepakbola Vietnam menang melawan Singapore. Tim dari Vietnam terdiri dari orang lokal asli, orang Vietnam asli. Tim dari Singapore lain lagi, kulitnya hitam2 atau putih2, hanya 2 atau 3 orang yang chinese. Dan kalah oleh Vietnam.

Semangat dan spirit Vietnam jangan diremehkan, jangan disepelekan. Mereka berbadan kecil, tetapi setiap hari dibakar semangatnya untuk survive. Dan yakin bahwa mereka bisa hidup. Walau miskin (sekarang) tetapi punya rasa nasionalis yang tinggi.

Saya baca dikoran lokal bahwa Petroviet, perusahaan negara yang mengurus minyak di Vietnam sedang dikembangkan. Mula2 mereka belajar dari Pertamina bagaimana mendirikan perusahaan. Sekarang Pertamina ditinggal dan mereka pindah kiblatnya ke Petronas. Untuk proyek pengeboran minyak di utara pulau Natuna, Pertamina mengajak Petroviet menggarap proyek itu bareng2, Petroviet bersedia asal Petronas diajak juga. Wah .. wah .. Yang akan terjadi bahwa guru (Pertamina) dan dua eks muridnya (Petronas dan Petroviet) akan bersatu menggarap pengeboran minyak. (bersambung)

About Gufron Sumariyono

Born in Pati, Central Jawa on Nov 5, 1945. Retired in 2004. Joined ESQ group. Executive of LK ESQ and Yayasan Wakaf Bangun Nurani Bangsa. Believe in the Islamic Socio Economic Concept.
This entry was posted in jalan2 ke luar negeri and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s