Menara 165 (2) – gedung Graha Garuda Tiara di Cileungsi

Ruang Konvensi atau Ballroom, berkapasitas 3,000 orang. Kedap suara, ada balcony, ber AC dan sangat luar biasa. Berkelas internasional.

Ruang Konvensi berkapasitas 3.000 orang. Kedap suara, ber AC dan memiliki balcony. Sangat luar biasa bagusnya.

pemandangan dari udara. bagus sekali.

ESQ pernah mempunyai rencana untuk meng-akuisisi Gedung Grha Garuda Tiara yang terletak di Jalan Cileungsi, Kabupaten Bogor. Upaya ini menemui jalan buntu alias gagal.

Inilah dia ceriteranya.
Tim ESQ yang terdiri dari bapak Sutisnawan dan Gufron meninjau Gedung Graha Garuda Tiara pada bulan Pebruari 2005. Peninjauan dilakukan dua kali. Sesudah itu bapak Sutisnawan melakukan pendekatan kepada salah satu executive di Setneg. Yang ditanyakan ESQ adalah : apakah Gedung Graha garuda Tiara itu akan dijual? Kalau akan dijual, berapa penawaran pertama? Jawabannya mengambang, antara iya mau dijual dan tidak mau dijual.

Graha Garuda Tiara Indonesia (GGTI) terletak di Jalan Narogong, KM 23 No 176, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, benar-benar menyerupai burung garuda raksasa, lambang kedigdayaan negara Indonesia.

Garuda raksasa teramat megah dilihat dari pesawat. Bagian kepala yang menghadap ke arah timur merupakan lobi ruang konvensi, ekornya lobi hotel, dengan sayap lima kiri dan lima kanan.

Sayap A, B, C, D, E itu merupakan bangunan wisma. Gedung hotel tepat di bagian pita.

Di hotel sudah ada peralatan untuk  kitchen yang bagus dan peralatan untuk  laundry. Luar biasa. Kompleks ini 80% – 90% pembangunan sudah selesai itu sampai ujung tahun 1998.

01 standard hotel room 01

contoh kamar hotel yang diperlihatkan. Hotel room bintang 4. Bagus sekali.

kitchen machines 01

peralatan untuk kitchen hotel. bagus sekali.

Hotel sudah beroperasi di tahun 1996 dan kamar hotel sudah pernah ditempati oleh para tamu dan ekspatriate yang berkantor disekitar Jagotabek, mereka adalah eksejutif dari pabrik semen dan pabrik lain disekitar cibinong. Kami sempat diperlihatkan kamar tidur yang lengkap, hanya untuk contoh. Tumpukan karpet yang bulunya tebal dan bagus sekali, yang digulung, yang belum dipasang. Di ground floor sudah ada resepsionis yang bagus, waktu saya tengok menjadi gudang.   kitchen machines 03

Di bagian hotel, kelas bintang empat, kami dibawa untuk melihat  peralatan mesin catering atau mesin untuk masak yang mesin2nya didatangkan dari Eropa. Juga ada ruangan di hotel yang berisi mesin mesin untuk laundry.

gedung asrama yang bagus.

gedung asrama dari kejauhan. bagus sekali.

Gedung di sayap adalah asrama yang bagus, 456 kamar @ 4- 8 0rang tempat tidur susun, sudah beberapa kali dipakai untuk training remaja se Indonesia yang bergabung dalam Kirab Remaja. mbak Tutut sebagai pimpinan Yayasan Kirab Remaja Indonesia. Masyarakat amat bangga waktu itu, karena para remaja ini diproyeksikan akan menjadi penjaga Pancasila, UUD 45, NKRI di daerah2 nya masing-masing.

Di sayap diluar gedung bagian kanan terdapat sarana olahraga meliputi satu lapangan sepak bola, dua lapangan basket, dua lapangan voli, dua lapangan tenis, dan dua kolam renang. Kolam renang berstandar hotel dan satu lagi selevel olimpiade.

Ruang konvensi berkapasitas 3.000 tempat duduk dan sound proof, luar biasa bagusnya. Dapat dipakai untuk pagelaran musik international.

Wisma memiliki 456 kamar. Setiap kamar bisa diisi 4-8 orang. Peralatan furnitue seperti tempat tidur dan meja kursi sudah lengkap. Di sisi lain, dibagian bawah, ada hotel bintang empat terdiri dari 198 kamar yang ‘lux’ plus enam suite room yang sudah lengkap isinya. Waktu kami menengok masih ada 2 kamar yang lengkap isinya, rupanya sebagai contoh. Sedang isi kamar hotel lainnya karpet yang bagus bagus dan tebal, di gulung dan disimpan disatu ruangan kamar, dianggap gudang bersama matras dan furniture lain.  Padahal itu adalah kamar hotel yang sudah selesai. Cuma dijadikan gudang.

Ada fasilitas ruangan pertemuan atau ruang rapat sebanyak 24 classroom berkapasitas 30 orang. Lengkap dengan meja pertemuan dan kursi serta peralatan untuk training.  Luar biasa lengkapnya.

Lapangan parkir sangat luas sekali, mampu menampung 100 bus besar serta ratusan kendaraan pribadi. Bangunan itu terbentang di areal seluas 5,5 hektare dari total lahan GGTI sekitar 44,6 hektare.

Waktu itu, Amerika serikat maupun Eropa meyakini Indonesia akan menjadi salah satu naga Asia.

Di dalam area gedung juga terdapat helipad.  Menurut salah seorang petugas GGTI, mantan Kapolri Jenderal Dibyo Widodo pernah datang ke tempat tersebut menggunakan helikopter pada 1997.

GGTI mulai dibangun Februari 1995. Dana yang telah dikucurkan sedikitnya Rp 75 miliar. Waktu itu rupiah masih kokoh di angka Rp2.194 per USD. Diperkirakan senilai USD 35 juta. Konon kabarnya, dana talangan itu berasal dari dana Jamsostek yang dititipkan ke BTN ditahun 1995. Menteri yang terkait antara lain menteri Perumahan Rakyat Akbar Tanjung dan menteri Tenaga Kerja Abdul Latief waktu itu. Jamsostek menempatkan deposito Rp 75 miliar di BTN dengan bunga 8,5 persen.

Kesohoran GGTI sudah di depan mata karena di belakang pembangunan itu ada sosok kuat yaitu Siti Hardiyanti Rukmana alias Mbak Tutut. Putri sulung Presiden HM Suharto tersebut merupakan jaminan mutu pada waktu pemerintahan Orde Baru.

Krisis ekonomi dan krisis politik di tahun 1997-98 bagai tsunami. Impian yang tinggal selangkah , musnah dan habis semua. Terlebih lebih setelah ada penjarahan dibulan mei 1998.  Waktu terjadi kerusuhan Mei 1998, banyak orang asing yang bersembunyi di Graha Garuda Tiara. Mereka  tinggal berhari-hari bahkan berminggu minggu mereka tidak bosan, karena sarana prasarana lengkap. Ada hotel room yang nyaman walau belum 100% beroperasi, ada kitchen yang berkelas international dan chef tukang masak yang dipanggil dari luar, ada kolam renang, ada lapangan tenis, membuat mereka betah dan nyaman.

“Gedung ini memperlihatkan kesempurnaan seekor burung garuda,” ujar Bambang, salah satu pengelola ketika Media Indonesia berkunjung ke sana pada 28 November 2008. Media Indonesia salah satu narasumber yang kami kutip.

Tiga tahun kemudian, persis pada tanggal dan bulan yang sama (28 November 2011), ketika wartawan Media Indonesia kembali ke lokasi, bangunan semakin menyedihkan dan pengelola pun kian tertutup.

Graha Garuda Tiara benar-benar sedang menderita. Ilalang mulai menutupi gapura bertuliskan Graha Garuda. Coretan-coretan dan tempelan pamflet menutupi ukiran indah gapura. Sampah ada dimana-mana. Bagaimana nasibmu dikemudian hari? Merana sekali. Berapa kerugian yang diderita negara? Puluhan bahkan ratusan milyar rupiah.

ESQ gagal untuk membeli Graha Garuda Tiara. ESQ memutuskan untuk membangun sendiri Gedung untuk pelatihan ESQ. Nama gedung yang dibangun ESQ adalah Menara 165, terletak di Jalan TB Simatupang. (bersambung)

About Gufron Sumariyono

Born in Pati, Central Jawa on Nov 5, 1945. Retired in 2004. Joined ESQ group. Executive of LK ESQ and Yayasan Wakaf Bangun Nurani Bangsa. Believe in the Islamic Socio Economic Concept.
This entry was posted in politik and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s