Tantangan baru (5) – PTA bahan baku benang syntetis untuk textiles

Tujuh tahun lamanya aku berdagang PTA, yaitu bahan baku untuk membuat benang bagi industri textiles di Indonesia. Bagaimana memproses PTA yang berupa polyester chip menjadi benang yang digunakan di industri textiles ? Disini ada proses polimerisasi yang agak ruwet dan teliti karena untuk menghasilkan benang yang lembut kecil chip harus murni 99,5%.

Yang tertera pada kones antara lain : 20 D, 30 D, 40 D, 70D, 75 D, 150 D, 300 D, 600 D, dan 1200 D. Semakin besar ukuran benang maka semakin besar pula benang yang digunakan ( ukuran diameter benangnya ).

Inilah ceriteranya, singkat saja ya, soalnya banyak istilah yang sengaja tidak saya terjemahkan.

POY dikenal sebagai Benang Polyester Pra-Oriented. POY adalah bentuk pertama dari proses pembuatan benang yang dibuat langsung dari PTA & MEG atau dengan pemintalan Polyester PET Chips.
Benang POY terutama digunakan dalam proses texturizing untuk membuat benang Texture.
POY juga dapat digunakan pada Proses warping untuk tenun danProses Rajut untuk lusi.
Benang POY tersedia dalam Luster yang berbeda seperti Semi-Dull dan Bright. POY Bright memiliki kilau benang sehingga kain yang dibuat dari POY Bright memiliki Kilau Terang.
Polyester Benang POY terutama tersedia dalam warna putih dan warna berbeda.
POY biasanya diwarnai oleh teknologi Celup Dope Dye

Benang (DTY)adalah Benang yang diproses melalui Twisted dan Drawing secara simultan.
Benang DTY terutama digunakan dalam Proses Tenun & Proses Rajut. Kain tersebut digunakan untuk membuat pakaian, perabot rumah tangga, sarung jok, tas dan masih banyak kegunaan lainnya.
Benang DTY Semi Dull atau Bright atau Triloble Bright Tergantung pada jenis filamennya.
Teknik pemanasan yang berbeda dapat digunakan untuk membuat benang yang ditetapkan untuk penggunaan khusus – Seperti Single Heater, biasanya berbulu & lebih elastis dibandingkan dengan Double Heater.
Juga benang DTY dapat diberi Intermingling dengan Soft Intermingling dan High Intermingling tergantung dari pressure dan jenis Nozzle yang digunakan. Soft Intermingling memiliki 40 – 50 knot / meter dan High Intermingling memiliki 100-120 knot / meter.Benang yang memiliki Knot ini juga dikenal sebagai Benang Interlaced, Polyester DTY benang juga bisa diputar atau di Twist tinggi seperti 1500 atau 4000 TPM TPM (twist per meter).

Polyester FDY dikenal juga sebagai Polyester Filament Yarn (PFY) atau Spin Draw Yarn (SDY).
FDY terutama digunakan sebagai Pakan dalam membuat kain tenun.
FDY bisa juga digunakan sebagai rajutan atau tenunan dari benang filamen lainnya untuk mendapatkan kain dari varietas yang berbeda.
Hal ini terutama digunakan pada: 1. Home Furnishing Fabrics 2. Fashion Kain 3. Denim 4. Terry Towel dan lain-lain.
Benang FDY terutama tersedia dalam Luster – Semi-Dull (SD), Bright (BR) & Triloble Bright (TBR) mempunyai penampang Cross Section Berbentuk segitiga. Benang filamen yg memiliki kilau terang trilobal secara luas digunakan dalam pembuatan: 1. Gorden 2. Seprai untuk tempat tidur 3. Karpet dan lain lain. FDY tersedia untuk warna putih maupun warna lainnya ( dicelup Dope Dye ) untuk membuat kain berwarna secara langsung

Benang BSY
Adalah benang yang dihasilkan dari dua proses spinning yang berbeda yaitu proses POY dan Proses SDY. Sehingga benang tersebut perpaduan dari dua jenis Shringkage yang berbeda.
Karena Benang BSY adalah campuran benang yang berbeda maka sifat pencelupannya dapat dipengaruhi oleh karakteristik masing-masing benang. Bagi yang awam soal tekstil, agak sulit memahami.

Mengapa Indonesia dipandang dunia sangat potensial mengembangkan industri tekstil ?

Indonesia itu memiliki bahan baku PTA yaitu Gas Alam, yang diolah di Industri Petrokimia untuk menjadi Heavy Gas Oil, selanjutnya di proses menjadi bahan baku PTA yang disebut Paraxyline dan Terephtlalit Acid. Pabriknya Paraxyline dan Terephtalit Acid ada di Cilacap dan pabrik PTA di Sungei Gerong, semuanya milik Pertamina.

Selain Pertamina, sekarang (2010) sudah ada 5 pabrik PTA di Indonesia, yaitu :
1. Pertamina di Sungei Gerong, 225.000 MT/thn
2. Mitsubishi Chemical Indonesia, Serang, 650.000 MT/thn
3. Polysindo Eka Perkasa, Kerawang, 350.000 MT/th
4. Amoco Mitsui PTA, Merak, 400.000 MT/thn
5. Polyprima Karyareksa, Serang, 400.000 MT/th
Paraxyline yang dibutuhkan untuk bahan baku PTA, diproduksi Pertamina di Cilacap dan sebagian paraxyline masih diimport dari LN, terutama dari China. Total produksi PTA 2 juta MT lebih per tahun.

PTA yang dihasilkan dari 5 pabrik itu, masih sangat potensial untuk membuat macam2 benang yarns, bahan baku dari kain. Makanya bisnis textile, konpeksi dan industri sandang di Indonesia sangat potensial. Dengan jumlah penduduk 250 juta di Indonesia merupakan pasar yang pantas digarap. Tenaga kerja untuk mengerjakan pabrik berlimpah dan bagus2. Tinggal management yang perlu disempurnakan. Pemerintah harus turut campur tangan, saking banyaknya tenaga kerja. Hasil akhir industri sandang berupa pakaian jadi dapat di eksport ke LN .

Ada perusahaan kelas dunia yang sedang ngetop. Namanya IVL atau  Indorama Ventures Public Company Limited is one of the largest vertically integrated polyester chain producers in the world and a leading global manufacturer of wool yarns.

IVL invested in high quality bi-component yarns, FINNE at its recently acquired IVI plant (formerly SK Keris) in Tangerang, Indonesia, with capacity of 16,000 tons per annum. IVI owns unique technology to make Bi-component yarns (known as FINNE) through a single step process. The project is targeted to commence operations by the first quarter of 2013.  Harga benang FINNE mahal sekali dan benangnya sangat halus sekali laksana sutera.

Today, the choice of polymers used in a bicomponent fiber is not restricted to a handful of commodity polymers such as polyethylene terephthalate (PET), nylon, and polypropylene (PP). Instead, the entire range of polyesters – including polycyclohexanedimethanol terephthalate, polytrimethylene terephthalate, polybutylene terephthalate, PET glycol and a huge range of copolyesters – is being augmented by aliphatic polyesters such as polylactic acid and polyhydroxyalkanoates, which introduce the new environmental benefit of being derived from renewable resources.

Similar range extension is now available with polyamides and polyolefins including nylon 6, 6,6, 11 and 12; copolyamides; high-density polyethylene (PE); linear low-density PE; syndiotactic PP; and polymethylpentene.

But perhaps the most intriguing new possibility is the incorporation of engineering polymers, whose properties are typically exceptional but whose cost has traditionally prevented any investigation of use in commodity fiber applications.

The list of these polymers is long, and includes polyphenylene sulfide, acetal, ionomers, polyvinyl alcohol, polyetherimide, and thermoplastic polyurethanes, to name just a few.

Dunia tekstil semakin berkembang pesat, termasuk di Indonesia. Industri tekstil di Indonesia masih jaya.Kita punya bahan bakunya yaitu gas alam, yang harus diproses dengan teknologi sampai menjadi bahan tekstil. Hidup indonesia nan kaya sumber alam,  (bersambung)216800873068f5ea7b51e966ca40d4c813553616c40a-480x480

About Gufron Sumariyono

Born in Pati, Central Jawa on Nov 5, 1945. Retired in 2004. Joined ESQ group. Executive of LK ESQ and Yayasan Wakaf Bangun Nurani Bangsa. Believe in the Islamic Socio Economic Concept.
This entry was posted in manajemen and tagged . Bookmark the permalink.

4 Responses to Tantangan baru (5) – PTA bahan baku benang syntetis untuk textiles

  1. Plant PTA PERTAMINA Sungai Gerong sudah berhenti produksi pak, saya KP disana tahun 2008.🙂

    • Gufron Sumariyono says:

      pak Ayip Aziz, terima kasih sudah mampir di blog saya. Saya baru tahu kalau pabrik PTA Ptmn di Sungai Gerong berhenti 2008. Mungkin tidak tahan didera permasalahan. Ikut simpati.

  2. Kresna Damar says:

    Menyimak dari ulasan blog bapak apakah mungkin limbah botol PET yang banyak diindonesia diserap untuk industri benang polyester lokal

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s