Tantangan baru (8) – Suripto berjuang menyelamatkan hutan Indonesia

Suripto adalah mantan sekretaris Jendral departemen Kehutanan yang gagah berani. Mengapa? Karena sepak terjangnya patut diacungi jempol. Luar biasa. Inilah sepenggal cerita tentang Bapak Suripto, yang berjuang menyelamatkan hutan Indonesia.

Suripto mempunyai latar belakang inteligens dari dulu sampai sekarang. Intelijen asing tak pernah melewatkan setiap kesempatan untuk mengobok-obok Indonesia. Meningkatnya suhu politik menjelang Pemilu 2014 pun ditingkahi operasi intelijen asing.

Partai politik telah menjadi target penyusupan, pecah belah, provokasi dan proganda hitam. Sinyalemen itu tentu bukan isapan jempol, apalagi dilontarkan oleh “tokoh intelijen tiga zaman”, Suripto.

Mantan Sekjen Departemen Kehutanan dan Perkebunan (1999-2001) ini dikenal kritis dan tajam dalam melakukan analisis intelijen. Tak heran jika analisisnya dijadikan rujukan dalam diskusi-diskusi formal maupun informal.

Suripto telah mampu membuktikan kepiawaiannya, dengan data inteligen Suripto mampu menahan Mohamad Bob Hasan, dan mnyeret ke pengadilan. Hasilnya Bob hasan dipenjara selama beberapa tahun. Suripta bekerja dibawah tekanan yang amat berat dari pejabat departemen kehutanan yang menghalangi untuk memperoleh informasi. Rumor menyebutkan Suripta mendapat ancaman akan dibunuh oleh pejabat militer, sebagai peringatan agar Suripto tidak menghalangi ‘jalur’ mereka. Menteri kehutanan mengetahui akan adanya uang suap yang diberikan oleh cukong cukong illegal logging papan atas untuk mendestabilisasikan upaya membasmi aktivitas ilegal.

quote :
Jajaran kepolisian Kalsel dan Kalteng segera menangkap sejumlah cukong kayu yang masuk daftar target operasi (TO). Salah satu di antaranya, Abdul Rasyid, pengusaha kayu asal Kotawaringin Barat, Kalteng.Sementara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan akan segera turun langsung ke hutan lindung Taman Nasional Tanjung Puting, Kotawaringin Barat, yang selama ini menjadi jarahan para penebang liar.
Yudhoyono menyampaikan keinginannya itu saat bertemu Gubernur Kalteng Asmawi Agani. Saat rapat di Jakarta belum lama tadi, presiden menyampaikan keinginannya datang ke Kalteng meninjau TNTP dan mengetahui penanganan illegal logging, illegal mining dan illegal fishing di Kalteng, ungkap Asmawi, di Palangka Raya, Selasa (2/11).
Meski tak menyebut nama, Kapolda Kalteng Brigjen Ardjunan Walan kepada BPost mengungkapkan, jajarannya bersiap-siap melakukan action menciduk cukong kayu AR.
Kita hanya tinggal menunggu instruksi dari Mabes Polri. Begitu instruksi turun, kita langsung bergerak, kata Ardjunan.
Seperti diketahui, Mabes Polri mengeluarkan daftar 12 nama cukong kayu yang menjadi target operasi. Dari Kalteng terdapat nama Abdul Rasyid. Kelompok itu mengungkapkan peranan perusahaan Tanjung Lingga Group milik Abdul Rasyid, seorang anggota MPR. Kata pak Suripto, Abdul rasyid adalah bandit dalam proses penebangan liar di Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah. Laporan terbaru EIA/TELAPAK mendokumentasikan proses korupsi yang menghalangi penerapan larangan ekspor kayu dan anehnya polisi dan jaksa melepaskan Abdul Rasyid dari tuntutan hukum.
Laporan itu menyerukan kepada presiden Megawati untuk memberikan dukungan penuh kepada menteri kehutanan untuk mengatasi penebangan liar di Kalimantan Tengah dan mencabut kekebalan hukum Abdul Rasyid sebagai anggota MPR, dengan cara memberi izin untuk memeriksa. Namun sampai bu Mega turun, beliau belum mengeluarkan izin untuk menyeret Abdul Rasyid kepengadilan.
Laporan itu juga menyerukan kepada pemerintah Indonesia untuk menyelidiki kasus-kasus kolusi polisi dan angkatan laut dalam penebangan liar di Kalimantan Tengah yang melibatkan Abdul Rasyid. dan menuntut agar aktivitas kegiatan militer menjadi lebih transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.

Sebelas nama lainnya yaitu Ali Jambi (Jambi), Edi Sutaryo (Jatim), Sudono Salim, Tanoto Santoso, H Halim, ML Rumandas (Pejabat Kadishut Propinsi Papua), Acan (Medan, Sumut), Ramli Ompong (Kaltim), Kris Sandra (Kaltim), Yongki (Kaltim) dan Aweng (Sumut).
Bun Yani, pengacara Abdul Rasyid, tak berhasil dimintai konfirmasi. Beberapa kali telepon genggamnya dihubungi selalu terdengar jawaban tidak bisa dihubungi.

Sementara itu, Kapolda Kalsel Brigjen Drs Sudibyo MSc telah mengirim tiga nama cukong kayu daerah ini ke Mabes Polri. Mereka selama ini ditengara melakukan praktik illegal loging.
Ketiga cukong kayu itu memang merupakan target operasi (TO) Mabes Polri, tutur jurubicara Polda Kalsel Komisaris Taufik Sugiono mengutip kapolda kepada BPost, Selasa (2/11).
Taufik menyebut tiga cukong kayu tersebut antara lain Abdul Rasyid. Yang jelas, tukas dia, ketiganya selama ini diindikasikan melakukan kegiatan penebangan yang menyalahi prosedur. Ketiganya sudah lama menjadi incaran Mabes Polri, ketiganya adalah tokoh hitam illegal logging yang patut diseret kepengadilan.
Taufik mengatakan kapolda telah menginstruksikan jajarannya di polres-polres melakukan pendataan terhadap para pelaku illegal logging yang masih membandel. Tindakan itu dilakukan, mengingat selama ini persoalan itu sudah menjadi keprihatinan nasional yang perlu mendapat perhatian.
Pihaknya telah berkoordinasi dengan instansi terkait, seperti kejaksaan, pengadilan dan juga dinas kehutanan untuk bersama-sama memberantas habis para pelaku illegal loging di daerah ini.
Taufik tak memungkiri sorotan masyarakat masih lemahnya penegakan hukum terhadap pelaku illegal logging di Kalsel. Menurut dia, persoalan itu sangat kompleks, dan aparat sering dihadapkan pada persoalan dilematis.

Terpisah, Ketua Masyarakat Perhutanan Indonesia (MPI) Kalimantan Tengah (Kalteng) dan Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) Kalteng, Mawardi memuji langkah dan upaya serius Mabes Polri memerangi illegal logging dan ileggal trading (penyelundupan kayu).

Gubernur Kalteng Asmawi Agani mengaku belum memperoleh kepastian kapan waktunya Presiden Yuhdoyono akan meninjau TNTP. Kabar terakhir yang diterimanya, presiden akan ke Kalteng setelah lebaran Idul Fitri.

Presiden akan membuktikan sendiri maraknya perambahan hutan di TNTP serta adanya perkebunan yang mencaplok kawasan konservasi tersebut, tutur A Ghani saat membuka Rakor Pengendalian Proyek-Proyek Pembangunan Propinsi Kalteng di Aula Bappeda Propinsi Kalteng di Palangka Raya. Sumber: Banjarmasin Pos, 3 November 2004 …unquote….

LSM Telapak dan EIA menyampaikan hasil investigasinya terhadap penebangan liar di Papua dan pencurian kayu yang masif oleh China dalam sebuah laporan berjudul The Last Frontier.Penebangan liar dan pengiriman kayu merbau ilegal dari Papua ke China dilakukan oleh jaringan berskala internasional, melibatkan warga Indonesia, Singapura, Malaysia, China, dan India. Untuk memastikan kayu ilegal itu tidak dihentikan oleh aparat di perairan Indonesia yang melarang ekspor kayu bulat, menurut Telapak dan EIA, sindikat penebangan liar membayar suap Rp 1,8 miliar.Kenyataan itu, menurut Menteri Kehutanan MS Kaban dalam kesempatan terpisah, menjadi faktor yang menyulitkan pemberantasan illegal logging. “Kami sudah bicara kepada pimpinan mereka, tetapi ternyata implementasi di lapangan sulit dijalankan,” kata Kaban.

Di tingkat kejaksaan, kata Kaban, penanganan kasus sering terbentur kekuranglengkapan barang bukti. Sementara di tingkat aparat, penangkapan para cukong penebangan liar tidak dapat dilakukan karena para aparat disuap. “Istilahnya 86,” kata Kaban.Disebutkan, di perbatasan Indonesia dengan Malaysia, para cukong kayu menyuap aparat Rp 5 juta untuk satu truk yang keluar dengan muatan kayu bernilai jutaan rupiah. “Aparat tersebut kemudian setor ke atasannya sehingga pencurian kayu yang berada di depan mata bisa lolos,” kata Menhut.

About Gufron Sumariyono

Born in Pati, Central Jawa on Nov 5, 1945. Retired in 2004. Joined ESQ group. Executive of LK ESQ and Yayasan Wakaf Bangun Nurani Bangsa. Believe in the Islamic Socio Economic Concept.
This entry was posted in manajemen and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s