Tantangan baru (10) – Pencuri kayu dipimpin china-china Malaysia.

PT Graha Dharma Sakti, berkantor di Jakarta, mengklaim di Internet sebagai satu-satunya suplier timber kayu logs dari Indonesia. Khususnya kayu merbau dari Papua.

Organisasi EIA/Telapak menginvestigasi perseroan itu dan inilah ceriteranya.

PT Graha Dharma Sakti, dengan PAULUS PANGESTU (China Indonesia)-MANAGING DIRECTOR.
Address: JL. KARANG ANYAR PERMAI 53-54 BLOCK A NO. 3-4, Jakarta
Telephon: 62-21-6248048.Fax: 62-21-6493304
Ketika EIA/Telapak datang ke kantor di jakarta, yang menemui adalah Yaman Yeo. Dia China dari Malaysia.

Quote …. The Jakarta-based firm PT Graha Dharma Sakti mengklaim melalui iklan internet sebagai satu-satunya supplier kayu logs Merbau asal Papua yang terpercaya dan reliable. EIA/Telapak meng-investigasi bahwa Pemimpin/Direktur dari perseroan ini adalah Yaman Yeo. Dengan menyamar sebagai pembeli kayu Merbau, direktur EIA/Telapak menghubungi perseroan tersebut dan berhasil bertemu dan bicara dengan Yeo untuk pembicaraan selama satu jam, untuk meng-eksport kayu Merbau ke China. Menurut Yeo, dia memiliki 11.000 m3 kayu log Merbau yang sudah siap untuk dikapalkan ke China. Pembeli ‘overseeing security’ untuk pengapalannya. Yeo cerita bahwa dia mengunjungi Papua berkali-kali. Untuk pengamanan ‘bisnis haramnya’ Yeo mempekerjakan 20 oknum TNI, mereke menjaga ‘konsesi hutan’ yang palsu alias gelap, dan menjaga kapal kapal yang masuk maupun yang keluar membawa kayu logs Merbau yang diselundupkan ke LN.

Yeo menambahkan bahwa kontak dengan oknum pejabat tinggi di TNI-AD dan TNI -AL sangat diperlukan untuk mengamankan bisnis haram tersebut. Dia kenal beberapa oknum Jendral di TNI AD dan AL di Jakarta yang bisa disogok dengan uang yang akan mengamankan pengapalan kayu log Merbau keluar dari Papua. Bayarnya ke oknum Jendral TNI USD 50 per m3. Yeo pun menceriterakan bahwa dia dapat mempunyai dokumen kayu palsu yang diterbitkan oleh Pemerintah Malaysia dengan menyogok pejabat Malaysia, seakan-akan kayu log itu berasal dari Papua Nugini. Padahal kayu itu dicurinya dari Papua Barat, dekat Manokwari. Dengan cara itu Yeo tidak membayar pajak, tidak membayar retribusi ke daerah atau apa-apa ke Indonesia dan juga tidak membayar apa-apa ke Malaysia. Padahal dokumen palsu diterbitkan oleh Pemerintah Malaysia, denga cara menyogok oknum pejabat pemerintah Malaysia. Keuntungan yang diperoleh dari kerja haram seperti itu akan melipatgandakan keuntungannya.

Ketika bandit dari Malaysia Yeo ditanya apakah mudah atau sulit untuk meng-eksport kayu logs Merbau dari Papua? Jawab Yeo : ” O sulit dan sukar, tetapi masih dapat ditembus. Karena lokasi pelabuhan kayu jauh dari Jakarta, jauh dari wartawan Jakarta. Namun logs merbau masih bisa di-eksport. Di Indonesia, semuanya bisa diatur, asal ada uangnya. Oknum pejabat Indonesia sangat mudah disogok dan sangat mudah disuap. Besok pagi vessel yang memuat 11.000 m3 kayu log Merbau akan meninggalkan pelabuhan Papua dan akan berlayar menuju ke China” kata Yeo dengan enteng sekali.

Semua pencuri kayu asal Malaysia, yang beroperasi di Indonesia selalu melakukan hal-hal yang sama. Mereka dikategorikan sebagai bandit internasional. Sekarang bukan hanya China Malaysia sebagai pencurinya, sudah ada orang pribumi malaysia yang juga melakukan pencurian kayu logs dari Indonesia. Penegak hukum di Indonesia sudah bertindak, tetapi belum bisa menghapus. Menurut saya, alat berat untuk mencuri dan merampok kayu logsĀ  dibuang kelaut saja, lalu jalan dihutan yang dipakai untuk trailer kayu di bom , jembatan di di bom agar rusak. Bandit para pencuri kayu dari malaysia di tangkap dan diproses secara hukum di Indonesia.

Semua lokal supporter dari Indonesia, baik oknum militer, oknum pegawai negeri dari kehutanan, dari kecamatan, maupun orang sipil-sipilnya harusnya dihukum gantung sampai mati didepan umum, Sebab peranan mereka sangat besar dalam merusakkan hutan-hutan di Indonesia. Demikian ditulis oleh EIA/Tapak.

Jangan mempercayai orang Malaysia. Jangan bekerja sama dengan orang Malaysia

Sindikat pencuri kayu merbau ilegal dari Papua sangat kuat, mereka terdiri dari orang Indonesia, orang Malaysia, orang Singapore, orang Hongkong. Dengan tujuan akhir ke China dan India. Analisa EIA/Tapak membuktikan bahwa setiap komponen sindikat memainkan role/tugas masing-masing. Yang di Jakarta dan wilayah Indonesia mengamankan pencurian kayu, penebangan kayu dari hutan, lalu mengangkutnya ke log pond dengan trailer, lalu mengangkut dan menaikkan ke kapal atau ponton dan berlayar keluar dari perairan Indonesia menuju ke perairan internasional. Oknum TNI AD tugas di darat, oknum AL dan oknum Polair bertugas mengamankan di laut sampai keluar dari wilayah Indonesia. Biaya per m3 USD 50 – sampai USD 100. Sebuah penyelundupan yang canggih, yang jauh dari Jakarta, yang melibatkan unsur-unsur keamanan di Indonesia. Mereka seharusnya bertugas mengamankan wilyah indonesia, tetapi kali ini sebaliknya mereka memainkan peran melindungi pencurian kayu log merbau dari papua. Inilah geng penjahat di Papua. Alangkah jahatnya mereka ini.

Dari Papua kadang ke Singapore dulu untuk mengambil dokumen palsu. Atau ke wilayah Malaysia untuk mengambil dokumen palsu. Yang disiapkan oleh anggota geng pencurian kayu di Singapore atau yang ada di Malaysia.

Setelah dokumen palsu lengkap baru dikapalkan ke China. Ini sudah menjadi tugas anggota geng pencuri kayu yang ada di Hongkong.
Beberapa major geng beroperasi dengan modus sama dan sering bentrok di lapangan. Mereka saling bersaing untuk mengamankan bisnis haramnya. Mereka kadang bentrok fisik dan kontak senjata.
Operasi Ilegal logging di papua memang dikontrol oleh broker-broker yang berkantor di Jakarta dan Surabaya. Tugas broker ini adalah berhubungan dengan oknum di TNI AD dan oknum di TNI AL. Mereka mempunyai hubungan yang khusus dan terus dipelihara agar sogokan uang selalu mengalir ke mereka

Geng China Malaysia yang mencuri kayu logs dari Papua benar-benar menghancurkan eko sistim di Papua. Lihatlah gambaran peta Papua yang dibuat EIA/Tapak. Kepedulian orang Indonesia diharapkan dapat ditingkatkan dengan melihat peta tersebut. Kasihan generasi yang akan datang.
Baru-baru ini Polisi Manokwari menahan 15 China malaysia asal Serawak, mereka dituduh sebagai pencuri kayu. Ada 100 unit alat berat yang disita, 4 tugboats, 3 barges dan 60,000 m3 kayu log merbau yang siap dikapalkan.
Lokasi penebangan ada di Tohiba, kayu telah ditebang tanpa izin dari Pemda setempat. Lokasi itu adalah hutan lindung di Teluk Bintuni.
Mereka masuk ke wilayah Indonesia sebagai karyawan PT Marindo Utama Jaya, dengan boss nya bernama Wong Sie King. Sayang Wong Sie King dapat lepas dan melarikan diri dari penangkapan itu.
Wong Sie King adalah China malaysia asal Serawak, dia dikenal sebagai bos kayu ilegal yang menguasai teluk Bintuni…. unquote.

Disarikan dari laporan ilegal logging dari LSM EIA/Tapak.

Kasus ilegal logging di Indonesia yang mencapai 50,7 juta m3 per tahun, menyebabkan negara menderita kerugian sebesar Rp30,42 triliun per tahun.

Kerusakan hutan terbesar terjadi di perbatasan Indonesia dan Malaysia.Saat ini, di perbatasan Kaltim dan Malaysia kerusakan hutan diwilayah tersebut mencapai 150.000 hektare per tahun, dan di propinsi Kalbar.kerusakan hutan yang terjadi seluas 250.000 hektare per tahun.

Sedangkan di propinsi Papua penyelundupan kayu mencapai 600 ribu m3 per bulan, dengan kerugian mencapai Rp 7,2 trilliun. Kebanyakan kayu kayu hasil ilegal logging itu diselundupkan ke negara tetangga seperti, Malaysia, Cina, India dan Vietnam mencapai 10 juta m3 per tahun.

About Gufron Sumariyono

Born in Pati, Central Jawa on Nov 5, 1945. Retired in 2004. Joined ESQ group. Executive of LK ESQ and Yayasan Wakaf Bangun Nurani Bangsa. Believe in the Islamic Socio Economic Concept.
This entry was posted in manajemen and tagged . Bookmark the permalink.

One Response to Tantangan baru (10) – Pencuri kayu dipimpin china-china Malaysia.

  1. Pingback: Raja Ampat (1) – Sorong yang sudah maju | gsumariyono’s Weblog

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s