Laringitis (3) – Terapi vocal rest.

Terapi Vocal Rest artinya tidak boleh berbicara dan tidak boleh menggunakan pita suara. Terapi membisu. Komunikasi dilakukan dengan bahasa tubuh, atau menulis di kertas, atau menulis di iPod, menulis di bbm dan dan melalui internet.

Secara fisik romo sangat sehat, karena rajin berenang dan olah raga. Jalan pun masih gagah. History kesehatan romo Ciput bahwa 6 bulan terakhir ini, kira-kira dari januari 2012 romo Ciput mempunyai masalah dengan telinganya. Ada suara nging@ yang tidak henti-hentinya, rasa gatal yang terus menerus dan kesulitan menangkap pembicaraan orang lain, setengah tuli.

Sudah beberapa kali kedokter spesialis THT dan sudah menelan bermacam-macam obat. Terakhir menjalani terapi BIOCOM sampai 3 kali oleh dokter spesialis THT, penyakit dapat sembuh tanpa meminum obat. Wah.. gembiranya bukan main. Namun kegembiraan itu tidak berlangsung lama. Kambuh lagi.. berobat lagi … sembuh .. Dokter THT mencurigai romo alergi terhadap debu, es, udara dingin dan mungkin ada ‘spesial virus” baru yang tidak dikenal dan belum diketahui identitasnya.

Bahwa sebulan sebelum masuk RSPN, romo menderita batuk serius. Batuk yang kering dan aneh. Setelah serangan batuk, leher seperti tercekik. Riaknya menjadi kental dan romo merasakan ada sesuatu yang mengganjal di daerah kerongkongan.

Suara romo Ciput menjadi parau dan dada sesak. Bahkan suara romo pernah hilang sesudah serangan batuk. Selama serangan batuk badan romo demam dan pernah panas sekali. Waktu masuk RSPN tanggal 13 September 2012, suhu 37,5 oC.

Pemeriksaan X Foto Thorax PA, tampak infiltrate tipis parakardial kanan. Pada daerah upper thorax dextra tampak seperti massa.

Pemeriksaan CT Scan Thorax hasilnya dalam batas normal.

Pemeriksaan CT Scan cervical hasil didapatkan pembesaran kelenjar submandibular dextra dan masseter dextra.

USG Leher, 3 hari sesudah therapi antibiotik, hasil tidak ada kelenjar thyroid, kel submandibular dextra mengecil homogen.

Hasil lab darah waktu masuk RSPN umumnya masih dalam batas normal.

Seminggu di RSPN konsul lagi ke dokter spesialis THT, karena suara masih serak. Padahal romo sudah ‘vocal rest’ seminggu, tidak ngomong apa-apa dan tali suara istirahat total. Tanda-tanda bahwa penyakit radang tali suara akan diangkat dari tubuh romo belum kelihatan. Tali suara masih belum berfungsi normal. Suara masih serak, masih parau dan nyaris suaranya menghilang. Keluhan masih sama dengan awal kedatangan di RSPN.

Pemeriksaan FOL di RSU Dr Saiful Anwar Malang didapatkan cyste di chorda vocalis sinistra.

Konsul ke dokter spesialis penyakit dalam, karena ada keluhan hiccup dan kenaikan creatinin menjadi 1,28 Waktu masuk RSPN masih normal yaitu 1,05. Jawaban nya : Hiccup oleh karena dyspepsia ec. obat-obatan steroid. Kenaikan creatinin mash dalam batas normal (<25% baseline nilai absolut <1,5)

Yang mengejutkan pemeriksaan lab darah Rabu 26 September 2012, lekositosis menjadi 20.000

Romo panik…

Romo Ciput dikenal memiliki karakter empati yang baik sekali. Setiap hari romo selalu memperlihatka rasa ber-empati kepada orang lain. Karena romo yakin empati membuat komunikasi menjadi sehat. Empati mampu menyebarkan energi-energi positip. Ucapan maupun tindakan berjalan searah sehingga mampu memberikan kedamaian dan kesejukan bagi orang lain. Romo yakin bahwa empati itu mampu membaca pikiran dari sudut pandang orang lain, mampu menyelaraskan diri dengan orang lain, meskipun sebenarnya keinginan kita berbeda dengan mereka.

Selama 2 minggu infus terus menerus dimasukkan ke tubuh melalui tangan, sampai tangannya menjadi bercak-bercak hitam. Setiap hari selama dua minggu sudah bermacam-macam obat dicampurkan dengan infus atau ditelan biasa. Sudah 2 minggu ber-puasa tidak berbicara. Sudah 2 minggu berbaring tidak menghasilkan karya apa-apa. Sudah dua minggu suaranya serak dan nyaris menghilang.

Surprised. Rasa ke-iklhasan dan sabar yang dimiliki oleh romo, kok tiba-tiba turun. Kecerdasan EQ termasuk ikhlas dan sabar, yang selalu diperlihatkan romo, sekarang ini diuji. Biang keladinya karena leucositas nya naik menjadi 20.000 Adik Ipar saya, suaminya Mawar, yang bernama dik Pri, mengatakan bahwa romo Ciput mengalami kekecewaan yang plus..plus..plus.. Turunnya keikhlasn dan sabar hanya sementara. Pelan pelan tetapi pasti emosi dapat diatur dan dikendalikan walau belum 100% normal.

Romo Ciput mampu menata kembali kemampuan khusus nya yaitu berakal sehat, Kemampuan memahami dengan spontan apa yang diinginkan, kemampuan untuk tidak terpengaruh oleh tekanan. Kontrol emosinya masih bagus, masih memiliki sikap hati-hati, sehingga tidak terjebak pada hal-hal yang merugikan diri. Walau kondisinya 'vocal rest' namun masih mampu berjuang untuk selalu berpikir jernih dan bersikap dewasa. Luar biasa.

Kamis adalah hari tersibuk… heboh… namun masih terkendali. Hebohnya terjadi dikamar 411. Bukan suara yang keras, karena memang tidak ada pengeras suara. Namun total action romo Ciput yang dilakukan sungguh mentakjubkan.

Pertama. Romo Ciput memanggil Romo Provincial Kamelit dari Biara. Romo Provincial Kamelit, romo Djoko, bertemu dengan salah satu dokter spesialis RSPN yang rupanya kawan di Dempo. Pimpinan Kamelit memahami kondisi kesehatan romo Ciput. Pimpinan Kamelit sudah yakin bahwa segala kemampuan dokter2 spesialis RSPN di Malang sudah dioptimalkan. Pimpinan Karmelit puas dan keputusan diambil Jumat 28 September 2012, setelah melapor ke Keuskupan Malang. Berita bahwa Ciput boleh dievakuasi disampaikan ke adik no 9 Andre di Jakarta. Jumat jam 22:00 saya dan dik Pri menghadap Pimpinan Kamelit di Dempo Malang. Urusan dengan ordo dapat terselesaikan dengan baik dan mulus.

Kedua. Ciput memanggil semua dokter RSPN yang menangani sakitnya, melalui suster perawat. Agak susah mengundang mereka untuk mendiskusikan penyakitnya. Masing2 dokter spesialis sibuk atau praktek untuk menolong pasien2 yang lain. Alhamdullilah Kamis romo Ciput memimpin sendiri pertemuan dengan para dokter. Romo mengekspresikan kekecewaanna yang plus..plus..plus..

Hasilnya bagus, para dokter spesialis berjanji untuk memenuhi permintaan pasien. Diskusi dokter2 spesialis di kamar 411, dipimpin pasien yang mendengar langsung. Pasien tidak bisa ikut bicara, karena 'vocal rest' Seru sekali. Hasil pertemuan dengan para dokter spesialis bahwa pemeriksaan sudah optimum dan maksimal. Beberapa obat dihentikan, karena lekositosis naik ke 20.000. Obat batuk diganti obat batuk yang baru sampai batuk hilang.

Ketiga. Rabu 26 September 2012, romo Ciput pun memberikan kabar buruk lewat BBM, bahwa leucosit naik 20.000 Keluarga di Jakarta kaget, segera berembug dan segera memutuskan yaitu akan mengevakuasi Ciput dari RSPN Malang ke RS di Jakarta. Ceritera evakuasi pasien dari Malang ke Jakarta menyusul.

Saya membayangkan apa yang terjadi di pertemuan khusus di kamar 411, antara Romo Provinsial dengan pihak rumah sakit yang terkait, pasti seru Karena tidak sepatah katapun bisa keluar dari tali suara Ciput. Suaranya waktu itu serak hampir hilang. Komunikasi lewat tulisan di kertas. Tulisan di iPad. Lewat bahasa tubuh, mulai tangan, kepala yang bisa digeleng-gelengkan kekiri kekanan, melalui mata yang bisa berkedip-kedip. Pokoknya apa saja yang dimiliki Ciput dipergunakan.

Intinya dalam diskusi ini kepada RSPN romo Ciput bertanya apa penyebab dari sakit 'kehilangan suara' ? Obat apa saja yang sudah dimasukkan kedalam tubuhnya ? Terus tindakan selanjutnya dari RSPN Malang itu apa ? Ada 4 dokter ahli spesialis RSPN Malang yang menangani. Romo Ciput yakin bahwa kemampuan para dokter spesialis telah dikerahkan dengan sungguh-sungguh. Memang ada silang pendapat namun masih dalam batas wajar dan normal. Bayangkan si pasien itu 'vocal rest' dan ikut berdiskusi. Selama hidup baru kali ini terjadi.

Sebenarnya sampai Kamis malam jawaban para dokter RSPN Malang, yang sudah bekerja sungguh-sungguh dan serius, belum memuaskan romo Ciput. Biang keladi penyebab penyakit radang tali suara belum ketahuan. Masih gelap. Masih misterius. Masih harus dicari. Semua alat radiolog dan technologi akhir di Malang sudah dipergunakan. Obat yang baru keluar, yang modern, yang masih patent terakhir sudah ditelan romo Ciput. Ceriteranya menyusul.

Akhirnya dengan sangat berhati hati, romo Ciput meminta izin untuk pengobatan selanjutnya akan dialihkan dari RSPN Malang ke RS di Jakarta. Keinginan ini disampaikan romo Ciput ke pihak RS dan hasil bagus sekali. Keinginan romo disetujui. Rumah Sakit ikhlas dan mengijinkan evakuasi ke Jakarta.

Romo Provinsial pun legowo melepas romo ke Jakarta. Bahkan Uskup Malang pun legowo, beliau masih menambah komitmen dengan menyatakan bahwa Keuskupan Malang memberi izin dan mensponsori pengobatan romo Ciput ke Singapore. Luar biasa.

Disini saya angkat topi… Adikku yang nomer 12 romo Ciput memiliki karakter dan kemampuan yang luar biasa…. Dari sini saya sadar bahwa sukses secara dominan dipengaruhi dan bergantung pada kemampuan diri sendiri dalam memahami dan memperlakukan komunikasi. Komunikasi adalah kekuatan dahsyat yang akan membuat manusia menjadi spektakuler. (bersambung)

About Gufron Sumariyono

Born in Pati, Central Jawa on Nov 5, 1945. Retired in 2004. Joined ESQ group. Executive of LK ESQ and Yayasan Wakaf Bangun Nurani Bangsa. Believe in the Islamic Socio Economic Concept.
This entry was posted in health and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s