Laringitis (4) – Persiapan Evakuasi di Malang

Kamis 27 Sep 2012, Keluarga besar Soegijono di Jakarta menerima kabar yang negatip bahwa leucocyt Ciput naik dari 10.000 ke 20.000 Berita negatip ini menggerakkan suara hati seluruh anggota keluarga besar Soegijono untuk berbuat sesuatu.

Kasih sayang merupakan kekuatan dasar yang membimbing keluarga besar Soegijono untuk selalu hidup dalam rasa kasih sayang. Kami memang dididik oleh almarhum ayahanda tercinta Soegijono agar berusaha dengan sungguh sungguh untuk hidup yang bermakna. Tanpa di komando, tanpa disuruh, semua anggota keluarga ingin action dan ingin menolong adik no 12 romo Ciput.

Adik no 5 dik Ien mengkoordiner dengan sungguh sungguh. Dia ini hebat. Sebagai adik perempuan tertua, ibu rumah tangga dan dia mempunyai waktu untuk mengurus keluarga besar Soegijono dengan baik. dik Ien berperan sebagai wakil ibunda tercinta yang sudah sepuh usia 87 tahun. Koordinasi oleh dik Ien ini dilakukan mulai saat Ciput masuk Rumah Sakit RSPN Malang. dik Ien memonitor sakitnya Ciput dengan sungguh-sungguh. Kepeduliannya sangat luar biasa. Tugas yang hebat tanpa dikomando sebab dik Ien memang pengalaman dan memiliki rasa tanggung jawab besar kepada keluarga besar Soegijono, adikku no 5 dik Ien melakukan dengan ikhlas. Luar biasa.

Ciput menjalani terapi bisu, komunikasi yang dilakukan dibawah standard. Alat yang dipakai BBM, email. Hal ini membuat keluarga di Jakarta frustasi dan gregeten. Pasien tidak bisa diajak bicara, pesan SMS yang diterima keluaga Jakarta pun singkat sekali. Dokter tidak bisa ditilpun, tidak bisa memberitahu permasalahan. Serba gelap. Serba misterius.

Saya baru sadar bahwa komunkasi merupalan kekuatan dahsyat. Keluarga Soegijono menghadapi kendala sangat serius. Rasa empati keluarga Soegijono membentur tembok. Simpati dan empati tu beda tipis. Simpati terbatas pada merasakan apa yang dirasakan orang lain. Empati rasa tersebut diikuti tindakan nyata. Kondisi itu semua membuat hati cemas dan was-was. Berbagai asumsi negatip pun lantas otomatis keluar dari masing2 anggota keluarga.

Kami sepakat untuk meng-evakuasi Ciput ke Jakarta. Secepat mungkin. Sesegera mungkin. Rencana awal untuk mengevakuasi Ciput, Senin 1 Oktober 2012, akan dieksekusi oleh adik no 5 dik Ien, yang bersuamikan dik Bowo dari Malang.

Dokter yang akan menangani Ciput di Jakarta adalah dr Marlinda A. Yudharto spTHT-KL(K)Onk. Rumah Sakitnya dipilihkan MRCCC Siloam Hospitals Semanggi.

Persiapan keluarga besar Soegijono di Jakarta dikontrol dengan baik sekali oleh adik no 5 dik Ien. Diskusi dik Ien dengan dr Marlinda lancar dan terkontrol. Pertanyaan dik Ien telah dijawab dengan memuaskan oleh dr Marlinda. Apa apa ditanyakan, mulai penyebab hilangnya suara, hasil pemeriksaan di Malang yang dikirim lewat BBM oleh Ciput, antara lain apa benar ada cysta di chorda vocalis sinistra, bagaimana soal theroid, bagaimana soal obat antibiotik yang masuk melalui infus. Mengapa Leucocyt Ciput naik ke 20.000 ? Untuk menjawab pertanyaan itu satu-satunya jalan Ciput harus ke Jakarta.

Romo Ciput mempunyai keinginan yang kuat untuk mewujutkan sesuatu dan punya sikap positip yang akan melejitkan pada pencapaian keinginan

Hari Kamis Ciput mogok tidak mau diinfus, tidak mau minum obat, tidak mau makan. Inilah cara Ciput untuk mewujutkan sesuatu untk mencapai keinginan yang terpendam dua minggu. Ciput mendemonstrasikan suatu kreatifitas yang positip dan brilian agar cepat mencapai kemauannya.

Kamar 411 heboh ..

Ciput minta tolong suster perawat memanggil dokter di RSPN yang merawat dia. Romo Djoko bertemu dengan dr THT di Dempo dan mendapat penjelasan tentang kesehatan Ciput. Besoknya romo Djoko ketemu lagi dr THT di RSPN. d THT menunjukkan beberapa pemeriksaan foto X Thorax, CT Scan Thorax, CT Scan Cervical, USG Leher, dan pemeriksaan FOL oleh dr Hendradi. Kesimpulan nya tindakan tim doker RSPN sudah maksimal. Semua peraltan di RSPN sudah dipakai. Tim doker sudah kerja sungguh sungguh. Obat dan infus sudah diplih yang terbaik dan terbaru.

Saya berangkat Jumat 28 Sep 2012, kegiatan saya Jumat saya geser ke hari lain. Rencana ini memang mendadak, yang digerakkan oleh suara hati. Suatu bentuk kepedulian yang diajarkan oleh almarhum bapak Soegijono ke putera puterinya. Rasa kepedulian yang dapat muncul secara spontan. Yang menjadi ciri dan karakter keluarga besar Soegijono.

Pertemuan yang ‘surprised’. terjadi menjelang boarding di terminal I-B Cengkareng, saya bertemu adikku no 11 dik Titiek dan adik ipar no 8 dik Pri. Masing masing ada pengawalnya 1 orang. Kaget. Tetapi hati senang. Kelima limanya merencanakan akan ke Malang, untuk menengok romo Ciput, yang sudah diopname 2 minggu di RSPN Malang. Pesawat Batavia mendarat di Malang jam 16:00 dan kami tiba di RSPN jam 1730

Kami ingin membantu Ciput dari segi moril, kami ingin menaikkan semangat Ciput agar tidak ‘down’. Sudah 2 minggu suara Ciput hilang, karena tali suaranya tidak berfungsi. Sudah 2 minggu Ciput terapi ‘vocal rest’ alias bisu. Saya membayangkan bahwa terapi ini pasti memberatkan dan menyusahkan Ciput. Saya membayangkan bahwa Ciput tidak berkutik, tidak berdaya, tidak bisa berbuat apa-apa. Pasrah…dan manut..

Jam 1900 saya interlokal menghubungi pak Ary Ginanjar di Jakarta untuk minta bantuan ESQ Malang. Direkomendasi nama dokter Endang Sadi, alumni ESQ Malang, pemilik rumah sakit Mitra di Batu Malang. Dokter Sadi langsung menolong saya sesuai pesan pak Ary. Beliau menghubungi Pimpinan RSPN dan berhasil. Pasien Ciput boleh check out kapan saja. dr Sadi menghubungi suster kepala perawat RSPN untuk minta tolong menyiapkan semua medical records Ciput, yang langsung dikerjakan malam itu juga.

dr Sadi ESQ lalu menghubungi dr Henny dan dr Irene yang merawat Ciput selama di RSPN. Permintaan check out disetujui. Permintaan Surat rujukan disetujui akan disiapkan dr Henny. Permintaan Kronologis Penyakit Ciput disetujui, akan ditulis oleh tim dokter RSPN.

dr Sadi ESQ memesan tiket Sriwijaya Sabtu jam 1430 untuk Ciput dan malam jam 2300 tiket di fax ke RSPN. Beres.

Jam 2100 saya dan dik Pri ke Dempo menemui Romo Projo. Pertemuan sangat positip. Romo Projo legowo untuk melepas Ciput ke Jakarta. Uskup Malang pun legowo melepas Ciput ke Jakarta, malahan komitmen Uskup ditambah bahwa kalau perlu Ciput dibawa saja ke Singapore dan soal biaya ditanggung oleh ordo.

Saya telpun ke pak Yan Pribadi, teman dari Pati, kebetulan berada di Malang. Minta tolong meminjam mobilnya untuk proses evakuasi dari RSPN ke bandara Malang. Disetujui. Pak Yan Pribadi mengirim Kijang Inova pada sabtu pagi.

Bayangkan bahwa saya, adik no 10 dik Titik dan dik Pri pengetahuannya ‘nihil’ artinya kami tidak tahu sama sekali bagaimana mengurus evakuasi Ciput Alhamdullilah dalam tempo singkat Allah menolong kami. Kami berlima telah menjadi Tim Evakuasi. Rencana evakuasi menjadi jelas berkat keikhlasan, termasuk persiapan administrasi. Persiapan evakuasi yang mulus dan lancar ini pasti karena pertolongan Allah. Alhamdullilah.

Jam 0000 saya baru mandi, lalu sholat. Jam 0100 tidur di kamar 411 RSPN. (bersambung)

About Gufron Sumariyono

Born in Pati, Central Jawa on Nov 5, 1945. Retired in 2004. Joined ESQ group. Executive of LK ESQ and Yayasan Wakaf Bangun Nurani Bangsa. Believe in the Islamic Socio Economic Concept.
This entry was posted in health and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s