Laringitis (6) – Normal kembali

Romo Agung sudah dirawat selama seminggu di RS Siloam Semanggi. Jumat 5 Oktober 2012. pagi jam 0800 saya bezuk Ciput di kamar 3514 MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, selesai berolah raga Tai Chi di Senayan.

Surprised. Baru masuk kamar 3511 terdengar ucapan “selamat pagi mas Yono”. Saya kaget sekali. Suara yang saya kenal sekali yaitu suara Ciput. Memang masih lirih, memang masih pelan tetapi suara itu tidak parau, tidak serak. Benar-benar suara Ciput yang normal yang lemah.

Alhamdullilah… Terima kasih ya Allah. Engkau telah menolong adik kami no 12 romo Ciput. Persis satu minggu di RS Siloam Semanggi, penyakit Ciput sudah sembuh.

Kami berdua berpelukan erat sekali. Yang terdengar dari mulut Ciput adalah “Terima kasih mas Yono”. Saya tidak langsung menjawab karena sangat gembira dan sangat senang. Kami berdua hanya berpandang-pandangan. Saya memandang wajah Ciput. Saya lihat biji matanya yang masih berkaca-kaca. Saya melihat senyum yang ramah, yang ikhlas, yang memberikan rasa damai dan sejuk.

Saya sangat yakin Allah telah menolong Ciput. Bagaimana ceriteranya dari Sabtu 29 September sampai Jumat 5 Oktober ? Apa saja yang telah terjadi ? Inilah kisahnya.

Hari pertama di RS Siloam, suara belum keluar. Sabtu 29 Sep malam Ciput masuk RS Siloam. Kondisinya suara Ciput belum bisa keluar.

Hari kedua di RS Siloam, suara belum keluar. Minggu 30 Sep  siang jam 1300 saya bezuk Ciput jam 1300. Dan ada ibunda tercinta duduk dikursi roda disebelah Ciput yang gagah fisiknya, kadang Ciput duduk diranjang dan membisu tidak bisa bersuara. Ciput dan ibunda berpegangan tangan, sekali sekali Ciput menciumi tangan ibunda tanpa mengeluarkan suara. Trenyuh dan haru melihatnya. Hampir semua anggota keluarga besar Soegiyono ada di 3511 RS Siloam, bergantian masuk dan keluar kamar 3511. Tidak ada canda diantara keluarga besar Soegijono. Kami semua empati kepada penyakit Laringitis nya Ciput.

.

Jam 1400 ada pemeriksaan endoscopy oleh dr Marlinda. Hasilnya hampir sama dengan laporan medis dari RSPN Malang. Intinya adalah pita suara sebelah kiri normal. Pita suara sebelah kanan tertutup radang dan tidak kelihatan jelas. dokter Marlinda tidak melihat adanya  Cysta di Chorda Vocalis Sinistra. Tidak jelas. Pita suara sebelah kanan meradang ‘misterius’. dokter Marlinda perlu memeriksa pita suara dengan lebih teliti yaitu melalui operasi Laringoscopy. Dan selama operasi Laringoscopy rencananya Ciput akan dibius. Operasi Laringoscopy ini untuk melihat chorda vocalis sinistra. Dan untuk mengambil contoh kelenjar di tiga tempat atau dibiopsi.

Rencana operasi Laringoscopy hari Rabu 3 Oktober 2012 pagi.

Ibunda Soegijono yang berumur 87 tahun hari itu diajak bezuk romo Ciput. Ibunda kami yang sangat kami sayangi duduk dikursi roda, terlihat sudah ‘sepuh’ sekali dan ingin memberikan spirit yang besar kepada romo Ciput. Bahasa tubuh ibunda dan putranya yang ke 12 yaitu romo Ciput sudah memperlihatkan betapa ibunda dan romo Ciput saling menyayangi. Romo Ciput yakin betapa sangat mulia kedudukan ibunda tercinta disisi Allah. Romo Ciput sadar dan yakin bahwa perintah untuk memuliakan orang tua disejajarkan dengan perintah ibadah dan meng-esa-kan Allah. Banyak ayat yang memerintahkan supaya manusia menyembah hanya kepada Allah dan berbuat bakti serta berbuat baik dan menghormati bapak ibu dengan sebaik-baiknya. Seorang ibu akan selalu mendoakan kebaikan untuk anaknya. Romo Ciput yakin bahwa doa ibu menjadi amat dahsyat karena kesucian dan kemuliaan khususnya ibu disisi Allah. Kalau anak amat bakti kepada ibundanya maka para malaikat akan rela membantu karena takzim kepadanya. Kekuatan dari energi bakti kepada orang tua sangat luar biasa.

Hari ketiga, Senin 1 Okt Ciput masih belum bisa bersuara. Sudah3 hari di Siloam Hospital Senayan dan belum ada perubahan.

Hari keempat di RS Siloam, Selasa 2 Oktober belum ada perubahan, belum bisa bersuara. Sudah 4 hari, belum bisa bersuara.

Hari kelima di RS Siloam, Rabu 3 Oktober sudah 5 hari di RS. Pagi jam 0800 saya bezuk Ciput. Suara Ciput belum keluar.

Awalnya rencana operasi Laringoscopy akan diadakan jam 0800. Tetapi dr Daniel spesialis penyakit dalam memutuskan menunda jam 1900, karena SGPT tinggi, Leucocyt tinggi, hepatitis B belum keluar dari Lab.

Malam nya dik Ien, dik Bowo, di Titik, saya dan Nur nungguin operasi Laringoscopy. Operasi sukses. dr Marlinda yang mengoperasi Ciput langsung menginformasikan bahwa tidak ada yang serius. Tidak ada cysta di Chorda Vocalis Sinistra. Yang ada semacam jamur di daerah pita suara. dr marlinda mengambil jamur di 3 tempat yaitu di mukosa, di otot dan di tulang rawannya. Jamur akan dikembang biakkan, dan hasilnya baru diketahui 5 hari kemudian. Pita suara tidak perlu diangkat. masih bisa dipertahankan. Laringitis yang menyerang Ciput masih bisa disembuhkan dengan obat yang normal.

Pita suara itu apa ? adalah susunan yang terdiri dari tulang rawan, otot dan membran mukosa yang membentuk pintu masuk dari batang tenggorok. Di dalam kotak suara terdapat pita suara, dua buah membran mukosa, yang terlipat dua, membungkus otot dan tulang rawan.

Hari ke enam, Kamis 4 Oktober 2012 sudah 6 hari di RS, pagi jam 08 saya bezuk Ciput. Dia masih ‘kliyengan’ karena pengaruh obat bius yang dimasukkan selama operasi Laringoscopy semalam. Ciput masih berbaring dan diinfus. Suara Ciput masih belum bisa keluar. Belum bisa berbicara.

Hari ketujuh, Jumat 5 Oktober 2012 sudah 7 hari di RS, pagi jam 0800 saya bezuk Ciput dan terkejut tapi senang mendengar suara Ciput yang sudah normal, tidak serak, tidak parau namun masih lemah.

Ciput minta tolong saya untuk mengurus check out besok sabtu. saya lalu mengirim SMS ke semua anggota keluarga Soegijono.

Reaksinya macam-macam. Sebagian besar menjawab dengan positip, bersyukur dan senang. Selama ketemu Ciput di hari Jumat, saya hanya ngomong 10% dan yang 90 % Ciput yang nyerocos. Bayangkan sudah 22 hari Ciput terapi bisu alias ‘vocal rest’. Ciput mau balas dendam dengan cara ngomong banyak. Saya sebagai pendengar. Ya ga apa apa.

Keluarga besar Soegijono memang dinamis dan meriah kalau ketemu, biasanya anggota keluarga besar Soegijono saling melempar energi positip, namun kadang kadang keluar juga lemparan atau menginjeksi energi negatip. Nostalgia sewaktu kecil di Pati dalam mengerjakan pekerjaan dirumah, menyapu, mengepel, mengisi jeding, membungkus wenter, membungkus es mambo.

Kalau sudah begini saya teringat almarhum ayahanda tercinta yang mendidik dan membesarkan 12 orang putera puterinya dengan kasih sayang penuh tanggung jawab. Dan ingat bagaimana bapak dan ibu pontang panting jualan wenter dan es mambo untuk membiayai hidup dan membiayai sekolah 12 orang putera puterinya. Orang tua saya memang luar biasa.

Ayah saya ‘pak Giek’ mendirikan SMP Negeri di Pati tahun 1942 dizaman Jepang. Satu-satunya SMP di Karesidenan Pati. Sampai pensiun di akhir 1970. Ayah adalah guru disekolah dan guru bagi ke 12 putra putrinya. Kami sangat hormat dan sayang kepada almarhum ayahanda.
Saya ingat juga bagaimana adik no 8 di Andre berboncengan sepeda dengan adik no 9 dik Kris mengantar termos isi es mambo ke warung2 didekat rumah di Pati, lalu sore diambil kembali dengan uang dari es mambo yang sudah laku.

Hari ke delapan keluar dari RS Siloam, Sabtu 6 Oktober 2012 pagi jam 0800 saya bezuk Ciput. Suara Ciput sudah pulih normal, tidak serak, tidak parau dan tidak lirih, alias normal sekali. Alhamdullilah. Sabtu malam jam 1900 Ciput check out dari MRCCC Siloam Hospital Semanggi.

Ciput dirawat di RS Siloam Jakarta 8 hari dan berhasil sembuh. Alhamdullilah. Ciput berobat jalan 7 hari dan selama berobat jalan Ciput menginap di rumah adik no 8 dik Andre. 7 hari di RS dan 7 hari berikutnya menginap di adik no 8 dik Andre.

Tujuh hari berobat jalan, Jumat 12 Oktober romo Ciput kembali ke Malang.
Minggu 14 Oktober 2012 romo Ciput sudah kembali bekerja di UKWK Malang. Romo Ciput meresmikan pemakaian Aula St Thomas Aquinas yang baru direnovasi bersama Uskup Malang Mgr H.J.S.Pandoyoutomo O.Carm selaku Pembina Utama Yayasan.

About Gufron Sumariyono

Born in Pati, Central Jawa on Nov 5, 1945. Retired in 2004. Joined ESQ group. Executive of LK ESQ and Yayasan Wakaf Bangun Nurani Bangsa. Believe in the Islamic Socio Economic Concept.
This entry was posted in health and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s