Raja Ampat (3) – Operasi Mioskon

Kisah hari Jumat 28 Desember 2012.

Ada empat tempat yang dikunjungi, yaitu : pantai di pulau Saonek, dekat pelabuhan. Bang Ondo menjelaskan ini adalah sebagai pemanasan snorkeling,  karena masih banyak yang tidak tahu, tidak pernah, dan perlu kursus kilat. Teori dan langsung praktek.  Saya turun dari kapal ke dermaga kayu dengan alat yang lengkap sekali. Memakai life jaket kapal yang dibagi bang Ondi dikapal, menenteng mask lengkap dengan kaki katak. Setelah terpasang semuanya jalannya kelaut mundur, karena saya akan jatuh kalau berjalan normal. Kok ora iso..iso.. padahal pantainya landai, air nya sangat bening dan jernih, dan sebatas dada, tidak ada ombak. Saya mencoba snorkeling .. 01 01mencoba lagi.. mencoba lagi lama-lama bisa juga. Mencoba ketengah yang lebih dalam, kira-kira 2 meter dalamnya. Sudah bisa melihat ikan-ikan hias yang berenang bersliweran disekeliling saya. Senengnya bukan main. Ikannya banyak, warna  warni, ada yang hitam bergaris, biru ber belang-belang putih dan lain-lain. Nama ikan tidak satupun yangh saya tahu. Pokoknya bagus. Namun karena harus konsentrasi untuk napas melalui mulut … tiba-tiba ada air laut yang masuk mulut, keselek air laut, karena tidak kuat menggigit alat napas dengan kencang, dan masih kacau teknis bernapasnya.  Karang sudah ada tetapi kok biasa-biasa saja. Sesudah kira-kira satu jam berhenti, minggir kepantai, menco[piot semua perlengkapan snorkeling.  Duduk duduk dibawah pohon rindang sambil menikmati kawan lain ber snorkeling, Ada 3 yang jago snorkeling, Thabrani, bang JH dan bang Ondo. Cewek-cewek yang snorlkeling Cuma Uta, Cecile dan Yana.01 02Yang lain kira kira sama dengan saya. Nunuk Waluyo kelihatan sangat bergenbira sekali, mulai bisa snorkeling. Hebat nenek sahabat saya ini, cucu li anak, dan tetap energetik.

Tempat kedua namanya Mioskon. Kapal bergerak diantara pulau pulau kecil kecil. Wow.. sangat indah sekali. Apalagi cuaca sangat mendukung. Ada awan biru  yang indah, seperti dilukis. Ada air yang bersih, jernih dan bening berwarna biru. Ada pulau kecil mungil yang mencuat keatas seakan-akan muncul dari laut dengan hutan kayu perdu yang lebat berwarna hijau. Subhannalah. Indah sekali. Kombinasi biru – biru – hijau – air bening nan jernioh – angin sepoi-poi . Begitu masuk diantara 2 lagoon jalannya diperlambat,mesin dimatikan… Wow … subhannalah indah sekali, hening sekali, dan sensasional sekali. Arus air laut terlihat deras mengalir diantara 2 lagoon. Airnya bersih dan jernih sekali, dalam sekali kira-kira lebih dari 10 meter. Kapal oleng kekiri dan kekanan karena membawa 12 galon air minum, membawa 20 tamu, dan awak kapal dan guide, total 30 orang. Kapal oleng kekiri .. oleng kekanan .. oleng kekiri lagi .. kami diminta kapten kapal untuk tidak bergerak, karena beban bawaan yang banyak dan berat. Di lagoon yang kedua, kapal berhenti total. Jangkar diturunkan. Bang Odon mengumumkan bahwa acaranya adalah berenang di air laut diantara lagoon. Yang turun pertama si bulek ‘Nico’ dan sahabat saya Thabrani. Mereka melompat dari atas kapal. Saya dan sebagian teman-teman kagum atas keberanian Nico dan Thabrani. Bule dari Inggris, 31 tahun, namanya Nico, masih penganten baru. Istrinya orang Solo kerja di IBM Indonesia.  Kami punya tontonan Nico, bang JH dan Thabrani berenang melawan arus yang lumayan deras.  Menyusul bang Ondo, si Yudi SBK, dan pak Husin LSM dari CI. Sambil nonton kami sarapan pagi, nasi goreng dengan telur mata sapi goreng dibungkus di kertas coklat.
 
Kapal mampir di kampung Salpele, Waigeo Barat untuk memberikan sumbangan buku. Ini adalah kegiatan CSR. Yana dan Lucy (batal berangkat) membagi buku tulis untuk anak anak sekolah, yang tinggal di Kampung Salpele Saya membagi permen Papiko rasa kopi dan Chewy Mintys, doublemint, soft layered candy. Seorang anak dapat 2 permen, teman lain membagi biskuit masing-masinh satu biji. Anak-anak Papua yang hitam, kulit yang terbakar matahari, dengan rambut keriting dan sebagian ada yang warna blonde, warna kuning emas. Anak-anak yang patut untuk ditolong, diangkat derajatnya, agar mampu mengelola bumi Papua yang kaya raya. Bukan hanya untuk obyek pariwisata dan budaya saja. Mereka harus sekolah baik-baik. 009aSebelum meninggalkan kampung Salpele, rombongan berfoto bersama anak-anak Papua. 
 

Dari sini ke Kampung Friwen.Sayang penjaga pantai orang papua galak dan tegas.Dilarang snorkeling. Dilarang mengganggu ikan. Hanya diizinkan memotret saja.009d009d01 kampung Friwen

Tempat keempat Batu Lima. Letaknya ditengah laut, di pinggir pulau kecil dimana terdapat puluhan bahkan ratusan pulau kecil yang muncul bak permata coklat dari dalam laut. ImageAir lautnya biru tua, tanda bahwa lautnya dalam sekali, barangkali 40 – 50 meter dalamnya. Yang terjun dari atas bulek Inggris si Nico dan istri orang Solo yang baru dinikahi, Rosie ibunya Nico dan Thabrani serta bang Ondo. Sekitar 15 menit kemudian mereka teriak teriak ada ubur-ubur, ada jelly fish…. Dalam sekejab semuanya naik keperahu  dan mengeluh kegatalan karena disengat anak panah beracun yang dilepaskan ubur-ubur. Mereka sudah siap dengan lotion / salep untuk menghilangkan gatal akibat disengat jelly fish.

Tempat ke lima, kapal menuju ke sebuah pulau, dan rombongan makan siang di pulau. Asyik sekali, waktu menunjukkan jam 13:00 WIT. Perut memang sudah lapar. Makan siang sambil diterpa angin, mata disuguhi pemandangan air laut biru, langit yang biru dengan awan sedikit, dan hutan yang berwarna hijau.  Indah sekali.  Ada 2 kapal, yang satu bertuliskan SAR jenis perahu karet, dengan 5 penumpang. Yang satu speed boat kecil menurunkan sepasang bulek masih muda.

Tempat kelima, Raja Ampat Dive Resort.  Pemiliknya Agus Susanto dan Andy Chandrawinata.  01 04Dikenal juga dengan nama Marino Raja Ampat protected area.  ImagePersis di ujung dermaga kayu ada bungalow, dengan 15 tangki oksigen. Dan bak air tempat mencuci alat-alat selam. Kata bang Ondo, bahwa agar alat selam awet dan terus bisa berfungsi, maka air garam yang melekat harus segera dihilangkan. Caranya mudah sekali, harus direndam air tawar di sikat lembut lembut dengan sikat lembut, direndam lagi. Baru disimpan. Kami minum kopi  dan duduk-duduk di ‘coffee shop’ atau ‘warung mereka’. Rasa lapar menghinggapi beberapa teman-teman, maka super mie satu-satunya yang tersedia di warung pinggir pantai, dipesa. Alhamdullilah.
Berapa rate untuk tinggal disini? Untuk 9D/8N dimana 7 hari tinggal di Resort with 3 Indonsia meals , biayanya Euro 645 (2 orang sekamar) dan Euro 750 (1 orang sekamar). Harga ini adalah harga per hari per orang. Total biaya 9 x Euro 645 = Euro 5.805 yang termurah, dan Euro 6.750.
Mahal sekali. Sasaran market mereka adalah orang kaya dari Luar Negeri.
… (bersambung)

About Gufron Sumariyono

Born in Pati, Central Jawa on Nov 5, 1945. Retired in 2004. Joined ESQ group. Executive of LK ESQ and Yayasan Wakaf Bangun Nurani Bangsa. Believe in the Islamic Socio Economic Concept.
This entry was posted in jalan-jalan dalam negeri and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s