Raja Ampat (9) – Tahun Baru 1 Januari 2013 di Raja Ampat.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Senin 1 januari 2013. Tahun Baru di tahun 2013. Aku di Raja Ampat. Aku bangun pagi sekali, kira2 jam 04 pagi, badanku terasa ringan, terasa lebih sehat, terasa fresh sekali. Berkat matras yang saya pindahkan dari gudang homestay ke kamar ku, aku bisa nyenyak sekali tidurnya. Alhamdullilah. 01 Sawinggrai+Raja+Ampat+001aaMemperoleh tidur yang cukup sangatlah penting bagiku, karena jika mendapatkan jam tidur yang kurang, akan sangat mempengaruhi kondisi kesehatan saya.  Saya tahu bahwa kurang tidur dapat menyebabkan masalah, kemurungan, tidak bersemangat, masalah pada fungsi organ bisa terganggu, maklum umur sudah kepala 6, persisnya umurku 68 tahun, dan saya  jaga agar tubuh bugar tidak rentan kena penyakit.  Saya tidurnya nyenyak, sampai mendengkur kata bang JH, saya bangun di malam tahun baru baru, 31 Desember 2012, ikut merayakan di homestay di desa Sawinggrai di Raja Ampat, Papua Barat.
Di homestay di kampung itu ada km dan toilet, lokasi di daratan berjarak 100 meter dari homestay. Dengan semangat aku datangi, karena masih sepi. Selesai sholat, aku bikin kopi cap Kapal Api yang kubawa dari jakarta, lalu menyedu Pop Mie yang ada di meja. Uenaknya sangat dahsyat. Menikmati matahari timbul sambil memandang ikan hias warna warni yang berenang disekitar homestay.
Ada jendela kebahagiaan di homestay. Alhamdullilah. Sebagian teman sudah siap mau melihat burung cendrawasih, bang Ondo bilang bahwa kalau untung bisa melihat. Saya tidak ikutan traking ke gunung. Mau menghemat tenaga, rencana mau snorkeling menikmati ikan-ikan di dermaga Sawinggrai. Waktu kembali ke homestay, teman-teman bilang ada satu burung cendrawasih jenis coklat, tetapi berada di puncak pohon yang tinggi. Kelihatan kecil.
Saya mengambil roti dan indomie dan memberikannya ke ikan-ikan warna warni di dermaga. Roti saya jepitkan di kaki, lalu kaki saya celupkan keair laut sambil duduk di anak tangga dermaga….. Masya Allah ….ikan-ikan berdatangan dan mematuk-matuk kaki ku … geli sekali… Karena senang dan baru pertama kali, maka aku lakukan berkali-kali sampai rotinya habis. Indomie saya kremes kremes sampai hancur dan saya tebarkan kelaut, segera dimakan ikan-ikan. … Subhanallah…
ikan di Raja Ampat 01homestay Sawinggrai Raja AmpatLalu snorkeling disekitar dermaga. Bersama Nico, Firsta dan bang JH. Ikan yang jinak-jinak tidak takut kepada manusia. Kok bisa ya…
Pagi yang sangat indah. Subhanallah.Sesudah semalam ada ‘Old and New Year Party’. semua peserta petualang hadir. Ada nyanyi nyanyi, ada sambutan dari bang JH, ada pemberian tips untuk Kapten dan semua crew, tukang masak. Mereka telah bekerja optimal dan sukses membuat kami ringan kerja, hampir tidak kerja, hanya membantu-bantu sedikit. Pokoknya trip ini sukses besar
Dari Sawinggrai rombongan petualang Raja Ampat menuju ke Dive Lodge, yang dimiliki oleh orang Bali. Disini snorkeling lagi, ikan nya lebih banyak dan ada ikan Nemo yang sudah dua hari kami cari-cari.  Dipotret oleh Debby dan bang JH. Hasil foto saya tampilkan di cerita ini. Kata Debby boleh asal mencantumkan juru potrt nya sebagai pemegang hak cipta…. Terima kasih Debby.OO01 Sawinggrai+Raja+Ampat+013,+ikannya+jinak+dan+bagus+bagus
Rombongan tim petualang Raja Ampat yang dikoordiner Stalagmite Adventure akhirnya kembali ke Waisai, ibukota Kabupaten Raja Ampat. Waisai Beach Hotel kembali ramai. Persediaan air tawar banyak. teman2 sibuk mencuci alat2 snorkeling, mencuci pakaian yang bau dan kotor. Selesai mandi beberapa teman jalan-jalan kekota Waisai, ada yang mau ke ATM, ada yang mau sight seeing. Saya membeli kaos bergambar ‘Raja Ampat’ dari toko yang dimiliki oleh orang Buton. Terus ke pasar Waisai, Debby membeli sayuran, lumayan banyak dan tempe. rencananya mau bikin lalapan untuk makan malam.
Saya membeli sirih lengkap dengan pinang dan kapur putih, lalu penjualnya mendemonstrasikan bagaimana membelah pinang, lalu memakan isinya, dicampur buah sirih dan terakhir buah sirih dicocolkan ke kapur.
Ibu penjualnya bilang bahwa pinang dan sirih ini sehat sekali, dan mampu mengatasi berbagai penyakit, seperti bau mulut, ambeien, keputihan. Saya tahu bahwa sirih mengandung alkoloid yang bisa menjadi antioksidan yang sangat ampuh dan mujarab. Saya teringat nenek di kampung di Djuwana, almarhum suka memakan sirih, pinang dan kapur. Rupanya bukan hanya masyarakat jawa yang suka, masyarakat di Papua sampai sekarang masih melaksanakan kebiasaan makan pinang dan sirih, oleh pria maupun wanita, tua maupun muda. Gigi ibu penjualnya merah, kelihatan dia biasa biasa saja. tetap PD.
Makan malam di malam yang ke 6, yang terakhir di Raja Ampat diadakan di hotel. Persisnya di Waisai Beach Hotel, sangat mengesankan. Selain ikan goreng, ada gulai ikan, sayur kangkung dicampur bunga papaya, ditambah lalapan sumbangan Debby, sambal terasi dan tempe goreng. Yang habis duluan tempe goreng, sampai Nico dan Firsta kepasar untuk membeli tempe berboncengan sepeda motor. Rasa tempe kok beda ya, mungkin pembuatannya lebih baik. karena air yang dipakai lebih bersih dan lebih alami. Bukan air dari sungai yang sudah tercemar…
Di pasar sore tadi saya membeli sagu kotak asli Papua, sagu yang masih mentah bahan untuk papeda dan terasi Waisai, yang dipromosikan penjualnya sebagai terasi terbaik di Papua. Katanya terasi Waisai dibuat dari asli udang 100% tidak dicampur bumbu masak MSG. Tenyata betul. Sambal terasi yang dibuat dirumah lebih ..uenak dan harum.
Dari Waisai rombongan dibagi dua, karena propelar speedboat ‘Ugelan’ masih belum selesai. Rombongan pertama naik Sriwijaya dan rombongan kedua naik Merpati. Penerbangan yang lancar, yang smooth, yang mulus. Rombongan kedua, jumlahnya 11 orang, eks IBM dan non IBM, kami tiba di Jakarta dengan selamat, tanpa ada halangan, tanpa ada yang sakit, tanpa ada yang hilang barangnya. Alhamdullilah.
Bayangkan bahwa dari 20 peserta petualang Raja Ampat, yang cowok hanya 5 orang, sedang ceweknya 15 orang. Setiap hari saya mengamati cewek cewek yang 15, timbul rasa kagum, timbul rasa hormat, mereka adalah kelompok hebat. Inilah yang disebut srikandi sejati. Nunuk Waluyo, terpaut dua tahun lebih muda dari saya, seorang nenek cantik nan energetik sangat hebat daya tahan mental dan tubuhnya. Elizabeth, berusia setahun lebih muda dari saya sangat kuat mental dan fisiknya. Ada Cecille, Rosie, Endang, Uta, Ida, mereka hebat fisik dan mentalnya. Apalagi yang muda seperti Lisna, Marleem, Astrid, Nita, Debby, Ida,  Firsta, Yana… Mereka adalah srikandi petualang sejati.
002hwow…Mental mereka jauh diatas rata-rata, fisiknya sangat bagus sekali. Kekuatan untuk memanjat tebing terjal kemiringan 70 derajat setinggi 200-300 meter sebanyak 3 kali, dilakukan dengan gembira, dengan semangat. Berjemur matahari selama 7D mereka nikmati, karena telah tersihir panorama yang indah sekali. Para srikandi tidak mengeluh walau kulit kaki berdarah-darah saking tajam gunung yang didaki yang terdiri dari batu karang nan tajam dan runcing. Kulit mereka terbakar karena sengatan matahari nan panas. Mereka anggap tantangan bukan hambatan.  Para srikandi siap untuk recovery mengembalikan kecantikan agar pulih seperti sediakala di salon-salon kecantikan di Jakarta. Saya mendengar diskusi diantara mereka, mengevaluasi salon yang bagus untuk perawatan kulit yang terbakar, kuku yang seminggu tidak dirawat, rambut yang selalu kena air asin dilaut raja ampat, Kata Debby biaya perawatan recovery lebih mahal dari ongkos ber petualang ke Raja Ampat. Ah Debby bisa saja. Mereka melakukan manicure, pedicure, hair treatment, coloring, smoothing, make up, manicure, pedicure, mandi lulur dan lain – lain.
002c002eYang cowok pun kuat dan sangat menjaga stamina. Umur saya dan bang JH sudah kepala 6. Umur Thab kepala 5. Nico dan bang Ondo kepala 3. Kami berlima menjaga agar penampilan tidak loyo, menjaga semangat, menjaga kesehatan, menjaga keselamatan tim petualang Raja Ampat. Saya tidak mengalami kesulitan selama 7D6N, saya tidak mempunyai keluhan selama berpetualang. Alhamdullilah. Mungkin karena latihan taichi chuan yang saya lakukan di Senayan Pintu 9. Bang JH karena latihan outdoor dan cano selama di Canada. Thabrani, dijuluki ikan duyung dari Bangka, selalu nyebur ke laut duluan. Kuat berenang, kuat ber-snorkeling. Saya sekamar dengan Thabrani, teman kamar yang menyenangkan. Alhamdullilah.

004bJusni Hilwan 65 th, Thabrani 58 th, Gufron 68 th. Eks IBMers bekerja tahun 1970-1980. Persahabatan yang berkesinambungan. Berpetualang dengan kapal 7 Hari/6 Malam di Raja Ampat. 3 malam tidur di tenda di pulau kecil di raja Ampat. Beratap langit, diatas pasir putih bersih, ditemani musik deburan ombak laut Raja Ampat, diselingi bunyi serangga hutan, anginnya laut melebihi nikmatnya AC di kamar …  Asyikk…

Sekian laporan perjalanan petualangan 7D6N di Raja Ampat. Sebuah petualangan yang sukses, Yang sangat mengesankan bagi saya dan semua rombongan. Yang menambah persaudaraan, pertemanan, persahabatan. Alhamdullilah sukses sekali.
Selesai.

About Gufron Sumariyono

Born in Pati, Central Jawa on Nov 5, 1945. Retired in 2004. Joined ESQ group. Executive of LK ESQ and Yayasan Wakaf Bangun Nurani Bangsa. Believe in the Islamic Socio Economic Concept.
This entry was posted in jalan-jalan dalam negeri and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s