Raja Ampat (12) – Menyatu dengan alam.

Selama 3 malam, saya tidur menyatu dengan alam, dua malam di tenda di kepulauan Raja Ampat dan malam ketiga terakhir dirumah homestay milik penduduk. Pindah dari satu pulau ke pulau lain, dengan speeedboat Ugelan. Yang saya jelajahi hanya bagian Tmur Laut saja, baru 1/3 dari total laut kepulauan Raja Ampat, yang 80% adalah laut. Masing-masing tempat ada karakteristik sendiri-sendiri. Semuanya memilik kesamaan yaitu berada ditengah alam, berada ditepi pantai yang bersih nan jernih airnya, dan yang putih lembut nan bersih pasirnya.

Tenda pertama di pulau Sayang. ImageTenda yang pertama ini di pulau Sayang. Dipulau sayang ada dermaga pendek, ada 4 rumah kayu untuk kantor, guest house, tinggalnya 9 staff LSM CI, ada lapangan voli, ada 2 km dan genset. Lengkaplah, maka tenda didirikan diatas lapangan voli. Makan malam di meja panjang dibelakang mess pegawai LSM CI. Sampai disini masih nyaman.
Terus terang saya tidak bisa tidur dengan nyenyak, karena tenda dan alas tidak nyaman. Bolak-balik badan di tenda nan panas, dan keras alasnya, pasir dibawah alas terasa keras ditambah beberapa batu, membuat tidak nyaman dipunggung. Sudah biasa tidur di atas matras. Tasku saya pakai sebagi bantal. Namun tetap saja mata tidak mau terpejam, melek dan melek terus. Nyamuk memang tidak ada, serangga pun tidak ada. Suara berbagai serangga malam yang terdengar.

Saya sendirian ditenda, Thabrani teman setenda, sudah mendengkur di dermaga beratap langit, dan ditiup angin laut yang segar, diterangi bulan purnama.
Wah.. memang kok eksotik sekali. Maka saya pindahkan sleeping bag dari tenda dan saya gelar disebelah Thabrani diatas dermaga kayu. Di dermaga kayu yang lebar sudah ada 7 orang yang tidur, menggeletak dan mendengkur mungkin karena capeknya. Bolak balik dan tetap tidak bisa tidur. Badan terasa pegel sekali setelah sore tadi menaiki bukit pulau karang nan tajam untuk menyaksikan keindahana icon Raja Ampat dari atas, setinggi 300 meter. Sampai pagi saya tidak tidur. Alamak, sengsara sekali malam itu. IMG_4599IMG_4601DSC_3726DSC_3560

 

 

 

Tenda kedua di pulau Yeben Kecil. Image .

Tenda yang kedua di pulau Yeben Kecil. Pulau nya kecil, tidak berpenghuni, pasirnya .. sangat sangat indah, bersih dan putih. Lautnya tenang sekali, tidak berombak. Kami snorkeling menikmati keindahan ikan warna-warni.
Ada 5 tenda warna hijau muda yang sangat indah, dipadu hijaunya daun hutan dibelakang tenda dengan air biru nan bersih. Ada tenda biru besar untuk menmpersiapkan makanan, ada kompor untuk masak nasi. Ada api pembakaran 2 ikan besar yang kami pancing. Ada jemuran baju di sebelah tenda. Ada tenda besar warna biru digelar untuk makan daqn tempat duduk duduk. Semua terhampar menyatu dengan alam.

Saya menikmati sewaktu pak Husein LSM dan Yudi serta pak Iwan membakar ikan. Kayu dikimpulin dan dibuat perapian yang unik, mereka memamng pengalaman, mereka memang sudah mahir dalam membakar ikan besar. bau sedap dari bumbu kecap, cabe yang dioleskan ke ikan menimbulkan nafsu untuk makan. Hari semakin gelap dan pemandangan sunset yang dipadu air laut Raja Ampat, debur ombak kecil, angin sepoi yang bertiup …. sungguh saya takjub dan saya tersihir oleh keindahan ciptaan Allah SWT. Saya sholat disebelah tenda sampai menitikkan airmata. Terharu, terkagum-kagum, terpesona, tersihir oleh keindahan panorama Raja Ampat. Subhannallah…IMG_2716IMG_2667OCIMG2644CIMG2643OLYMPUS DIGITAL CAMERAIMG_2734

.

Tenda ketiga diganti dengan rumah penduduk yang disulap menjadi homestay. Ada bangunan dari kayu, berdinding daun lontar, beratap daun lontar jua, berdiri diatas air diujung dermaga. Sangat eksotik dan menawan. Didalam ada 5 kamar cukup untuk rombongan tim petualang Raja Ampat. Setelah dua malam tersiksa tidak tidur dengan cukup, maka malam ketiga aku bisa tidur nyenyak sekali.. 001a01 Sawinggrai+Raja+Ampat+005,+srikandi+yang+gemar+petualang01 Sawinggrai+Raja+Ampat+003,+Cecille,+Nico,+Gufron01 Sawinggrai+Raja+Ampat+015,+dermaga+100+mOOLYMPUS DIGITAL CAMERA

?

About Gufron Sumariyono

Born in Pati, Central Jawa on Nov 5, 1945. Retired in 2004. Joined ESQ group. Executive of LK ESQ and Yayasan Wakaf Bangun Nurani Bangsa. Believe in the Islamic Socio Economic Concept.
This entry was posted in jalan-jalan dalam negeri and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s