Menara 165 (6) – testimoni buku ESQ

Beberapa orang penting memberikan testimoni atas buku ESQ, karangan Ary Ginanjar Agustian.

Buku dan  Training ESQ, lewat zero mind proses menuntun sinerginya kesadaran  intelektual-emosional-spiritual ; meneguhkan kesadaran  hubungan Tuhan-manusia-kehidupan ; sinergi antara cipta-rasa-karsa, yang dengan mudah dapat dipahami secara akademis , bisnis dan pemerintahan.  The ESQ~Way 165 menjadi salah satu instrumen  penjaga keutuhan NKRI  yang berdasarkan Pancasila dan UUD 45  menuju Indonesia Emas 2020.  Prof DR Gunawan Sumodiningrat, Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada.

Musuh kita saat ini ialah kemiskinan-kebodohan-kebobrokan (3K). Ketiga hal tersebut merupakan belenggu  yang menghambat kinerja fungsi ESQ kita.  Alhamdullilah, ternyata dalam buku ini diungkap sebuah rahasia untuk meningkatkannya.  Dengan ini saya yakin bahwa Indonesia Emas 2020 akan bisa terwujud . Aries Mufti, SH, SE, MH, DR. Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah.

Ini adalah sebuah karya gemilang, serta upaya jihad intelektual. Sementara karya ilmiah SQ Danah Zohar dan Ian Marshall hanya membahas sebatas hubungan antara manusia, khususnya sebatas adanya ‘God Spot’ pada otak manusia, tetapi tidak memiliki nilai transendental  atau hubungan dengan Tuhan. Buku Ary Ginanjar Agustian ini melanjutkan karya Danah Zohar  dan Ian Marshall yang secara transendental dijadikannya pijakan ilmiah, bergerak vertikal menjangkau alam keTuhan-an. Itulah istimewanya buku ini.  H.D.Bastaman Dosen Senior UI Fakultas Psychokogi Universitas Indonesia.

Ada tiga syarat utama menjadi seorang Eksekutif atau Enterpreuner yang berhasil. yaitu Knowledge, Skill dan Attitude. Bagian tersulit adalah Attitude, dan ESQ berhasil menaklukkannya. Dalam waktu yang singkat, dengan hasil yang luar biasa. Muhammad Syafii Antonio PHD, Pakar Ekonomi Syariah.

Buku ini adalah upaya penggabungan antara rasionalitas duniawi dengan spirit ketuhanan, dimana keduanya sering  berada pada posisi yang berseberangan. Gagasan ini menambah wawasan baru, khususnya bagi pelaku bisnis. Dr Muhammad Luthfi. Kabid Pusat Kajian Timur Tengah dan Islam, Universitas indonesia.

About Gufron Sumariyono

Born in Pati, Central Jawa on Nov 5, 1945. Retired in 2004. Joined ESQ group. Executive of LK ESQ and Yayasan Wakaf Bangun Nurani Bangsa. Believe in the Islamic Socio Economic Concept.
This entry was posted in manajemen and tagged . Bookmark the permalink.

One Response to Menara 165 (6) – testimoni buku ESQ

  1. You hit the nail on the head. Cool to read such a well-considered article! So here is my saving grace: PDFfiller helped me to fill out the GSA SF 91 and and esign them. Just try it http://goo.gl/001Ev0

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s