Husnayain III (4) – Salulebbo, delta yang penuh impian.

galib mas'udDitulis oleh Bapak KH Galib Mas’ud, pimpinan Pesantren Husnayain III Salulebbo, Mamuju. Atas seizin beliau, tulisan beliau kami load ke weblog kami. Terima kasih pak Galib. Semoga Allah SWT selalu melindungi bapak sekeluarga. Amin.

Salulebbo …..

Bukan nama kota, bukan nama desa, bukan pula nama dusun bukan nama kampung … Salulebbo hanyalah lembah ….. lembah di Delta Sungai Salulebbo dan di tepian Sungai Budong Budong yang tak bisa ditemukan dalam peta ……Hutan di Salulebbo ada 2 macam pertama hutan lindung kedua hutan produktif. Hutan lindung masih perawan dan tidak boleh ditebang kayu kayunya.


hutan_salulebbo

 01 RM 01

Jika kita mencoba membuat peta maka ia berada pada titik 160 kilometer arah ke utara Kota Mamuju, ibukota Sulawesi Barat dan kurang lebih

.

600 kilometer dari Kota Makassar. Salulebbo berada ditengah hutan lebat nan perawan. Termasuk pada wilayah administrative Desa Tabolang Kecamatan Budong Budong (Kini Desa Salulebbo Kecamatan Topoyo) …. Kontur Salulebbo berbukit bukit, jurang jurang lebar menganga, sungai sungai lebar dan dalam dan terselimuti hutan basah lebat.

01 RM 05aa

pak Gufron diapit oleh empat guru pesantren lulusan Gontor dan Husnayain . Foto 1999. Semoga amal ibadah empat guru tersebut diterima Allah SWT dan akan mendapat ganjaran masuk surga. Amin.

.

Pesantren Husnayain III Salulebbo, terletak ditengah hutan. 40 km dari pantai Tobinta, logpond milik HPH Rante Mario, di ketinggian 1.000 meter dpl. Hutan Sulawesi yang perawan, yang lebat, yang tidak berpenghuni, yang sangat ramai dengan suara serangga, sekali sekali terdengar kokok ayam hutan. 150 km dari kota Mamuju dan 700 km dari kota Makassar. Ditempat yang sepi itulah ada pesantren, afiliasi Gontor, yang mendidik anak anak para transmigran, penduduk asli sekitar Salulebbo.5 

.

Disebelah ada rumah dimiliki oleh bapak Ambe Seha, masih kerabat dekat Adhyaksa Dault, penduduk asli suku Bugis asli mamuju. Rumah beliau di selatan area pesantren. Penghuni lainnya adalah karyawan PT HPH Rante Mario, tinggal di camp,  yang datang silih berganti untuk eksplorasi kayu di hutan Salulebbo.

01 cTanah di Salulebbo relative sangat subur …. .

Hutannya sangat lebat, hujan selal turu disiang hari, benar benar hutan hujan yang berkah. Hasil hutan berupa kayu (Palapi,uru, nyatoh dan lainnya) merupakan andalan hutan asli Mamuju selain rotan dan buah langsat, durian hutan yang lezat ….

.

PT. HPH Rante Mario yang telah bereksploitasi di Hutan Salulebbo sekian tahun adalah sebuah perusahaan yang cukup besar dibawah bendera HUMPUSS Group dengan cakupan wilayahnya seluas 114.000 ha mencoba memberikan kontribusinya yang riel dengan membangun Pesantren Husnayain dengan cadangan areal 20 ha (belakangan dirambah masyarakat dan tersisa 5,6 Ha).

.

Diareal yang berhadapan dengan Pembinaan Hutan (Binhut) PT Rante Mario telah didirikan bangunan bangunan Pesantren yang terdiri dari sebuah Masjid, dua local Asrama, dua local ruang kelas dan sebuah rumah guru (Ustadz) yang semuanya terbuat dari kayu dan telah teraliri aliran listrik yang hanya menyala dimalam hari

.

Pada tahun pertama ini Pesantren belum memiliki dapur sendiri tapi masih menumpang pada dapur umum Binhut Rante Mario mengingat Santri baru 16 orang ditambah dua orang Ustadz guru, untuk keperluan makan ini secara bergiliran santri menjemput makanan di dapur umum Binhut Rante Mario tiga kali sehari.

.

Melihat kenyataan tersebut, setelah kehadiran saya secara formal di Pesantren ini pada tanggal 12 Agustus 1999 bersama kedua Ustadz Muh. Natsir dan Ustadz Ichdam Nuramin, kami bertiga mencoba melakukan identifikasi kebutuhan jangka pendek serta menyusun Master Plan Pesantren Husnayain Salulebbo secara utuh, berhari hari hal ini kulakukan …. Sesekali saya meluangkan waktu membantu kedua Ustadz ini mengajar diruang kelas dan ataupun melakukan halaqoh didepan santri disetiap usai sholat fardhu di Masjid …. Belum ada interaksi dengan masyarakat karena Masjid ini hanya diisi oleh santri dan Ustadz…. Satu satu karyawan PT.Rante Mario saat kehadiran saya mulai merapat berjamaah bersama kami yang di awali oleh Rustam, Usman, Misbah dan Firman Mappiasse.

.

Tak lama berselang kehadiran saya …. Rupanya Imam Fauzan (Fauzan Zn) dan H. Muhammad Yunus yang merupakan kader Bapak Kyai Kholil Ridwan yang diperbantukan magang di Camp Utama PT. Rante Mario datang menghadap di Pesantren dan mengutarakan niatnya untuk mundur dari pekerjaannnya dan meminta bergabung di Pesantren, dengan alasan bahwa habitatnya adalah dunia Pesantren dimana kedua beliau sejak di Jakarta memang hidup dan belajar ditengah tengah Pesantren (Beliau berdua memang kemanakan Pak Kyai Kholil Ridwan)…… kehadiran Ustadz Imam Fauzan dan Ustads Muhammad Yunus tentu menambah semarak Pesantren, karena ternyata keduanya lebih senior dari Ustadz yang ada sebelumnya dan lebih enak diajak diskusi dalam soal soal perencanaan kearahmana Pesantren ini dibawa ….

.

Sejak berdiri di tahun 1999 …Pesantren semakin hidup dan lebih bergairah …. Disiplin ala Gontor mulai diterapkan secara perlahan lahan mengingat Santri awal yang ada ini masih sangat awam dengan dunia Pesantren ….. ironisnya …. Ternyata dari ke 16 santri angkatan pertama, ini hanya ada 8 orang yang mengantongi Ijazah Sekolah Dasar ….. selebihnya adalah mereka yang telah putus Sekolah dan tertinggi hanya sampai kelas IV SD …… inilah pekerjaan berat kami … Inilah perjuangan untuk menegakkan kalimah Allah dibumi Salulebbo … Pendidikan sangat penting untuk kemajuan seluruh rakyat Indonesia.

Saya ingat Uztad Muhamad Natzir, Uztad Ichdam Nuramin, Uztad Imam Fauzan, Uztad Muhammad Yunus , mereka lah pejuang sejati, mereka meletakkan dasar dasar pesantren di tengah hutan, di Husnayain III. Ya Allah terimalah amal ikhlas yang hanya mengharap ridho Mu. Berikanlah berkah didunia dan diakherat untuk keempat Uztad yang masih muda tersebut.

.

29 31

KH-Kholil-Ridwan

KH Cholil Ridwan, LC. Pendiri Husnayain III Salulebbo, Sekarang Ketua MUI Pusat Jakarta, Ketua DDI Kwitang Jakarta.

01 RM 06b

Santriwati gelombang pertama Husnayain III

 

 

About Gufron Sumariyono

Born in Pati, Central Jawa on Nov 5, 1945. Retired in 2004. Joined ESQ group. Executive of LK ESQ and Yayasan Wakaf Bangun Nurani Bangsa. Believe in the Islamic Socio Economic Concept.
This entry was posted in pendidikan and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s