Monthly Archives: February 2014

Pengalaman Spiritual (6) – Mendirikan Pesantren bersama KH Kholil Ridwan tahun 1999

N. Sesudah naik haji di tahun 1984, saya dan istri  Nur mendalami agama Islam dengan mengaji ke Pesantren Husnayain di Pasar Rebo dengan pembimbing dan gurunya adalah Uztad Kholil Ridwan. Setiap hari Minggu, mulai jam 07:00 pagi sampai jam 10:00 … Continue reading

| 2 Comments

Pengalaman Spiritual (5) – Saya naik haji tahun 1984.

Orang tua saya sedih dan kecewa sekali dengan masuknya saya ke Islam. Berbagai upaya dilakukan agar saya kembali dapat memeluk agama katolik. Saya dapat memahami kekecewaan dari orang tua. Saya tetap berlaku hormat dan santun  kepada orang tua. Saya tidak … Continue reading

| Leave a comment

Pengalaman Spiritual (4) – Ulama Besar Buya Hamka.

<!–[if gte mso 9]>–> Prof. Dr. Haji Abdul Malik Karim Amrullah atau lebih dikenal dengan julukan HAMKA, lahir di desa kampung Molek, Maninjau, Sumatera Barat, 17 Februari 1908 dan meninggal di Jakarta, 24 Juli 1981.  Beliau adalah ulama besar, sastrawan … Continue reading

| 1 Comment

Pengalaman Spiritual (3) – Membaca Tafsir Al Quran

Di awal 1966 disetiap hari Jumat malam ada sekelompok mahasiswa katolik Realino sejumlah 15 orang yang diwajibkan untuk mengikuti ceramah spiritual yang dibimbing oleh Romo HC Stolk digereja Mrican yang terletak disamping lapangan sepakbola Realino. ceramah ini bersifat motivasi dan … Continue reading

| Leave a comment

Pengalaman spiritual (2) – Kader Mahasiswa Katolik

Di awal Juli 1963 saya masuk Fakultas Teknik Kimia Universitas Gadjah Mada dan tinggal di asrama mahasiswa Realino di Jalan Gejayan Yogyakarta. Gedungnya bagus dan mewah, lantai atas untuk kamar para mahasiswa, bagian bawah untuk ruang serba guna. Asrama Realino … Continue reading

| Tagged | Leave a comment

Pengalaman spiritual (1) – Lahir dari keluarga katolik

DDi awal Juli 1963 umur saya baru 18 tahun,  saya meninggalkan kota Pati dan pindah ke Yogyakarta. Saya lulusan SMA Negeri Pati dengan peringkat ke-2. Aset yang saya miliki bukan harta benda dan bukan uang.  Yang saya miliki dan saya … Continue reading

Posted in memoir | Leave a comment