Pengalaman spiritual (1) – Lahir dari keluarga katolik

DDi awal Juli 1963 umur saya baru 18 tahun,  saya meninggalkan kota Pati dan pindah ke Yogyakarta. Saya lulusan SMA Negeri Pati dengan peringkat ke-2. Aset yang saya miliki bukan harta benda dan bukan uang.  Yang saya miliki dan saya bawa dari Pati adalah idealisme yang tinggi, yaitu ingin menjadi sarjana teknik yang berguna bagi masyarakat. Saya memutuskan untuk kuliah di Fakultas Teknik Jurusan Teknik Kimia UGM Yogyakarta. Saya ingin menjadi Insinyur Teknik Kimia yang handal. Saya tahu bahwa beberapa pabrik kimia yang sedang dibangun pemerintah memerlukan tenaga insinyur teknik kimia. Saya yakin bahwa saya akan menjadi insinyur teknik kimia, karena saya telah menghabiskan waktu dan tenaga untuk belajar ilmu-ilmu pasti, seperti Aljabar, Goneometri, Ilmu Ukur Ruang, Ilmu Pesawat. Saya telah membuktikan bahwa hasil belajar saya itu terlihat dari Izasah SMA dimana angka2 ujian SMA yang menjadi bagian dari ilmu pasti semuanya 10. Mata pelajaran ilmu pasti yang berjejer-jejer dengan angka 10.

 

Bgereja katolik patiBagaimana dengan kehidupan spiritual saya. Inilah kisahnya. Saya lahir dilingkungan katolik. Ayah, ibu dan saudara2 semua hidup dalam lingkungan katolik, kami berdoa secara katolik. Saya sudah dibaptis ketika umur baru beberapa bulan digereja Katholik di Pati, dengan nama permandian Gabriel. Sejak masih kecil saya rajin ke gereja katolik dan rajin menjadi misdinar, pelayan misa.  Saya disekolahkan di SD Katolik dan SMP Katolik di Pati. Untuk SMA saya sekolah di SMA Negeri Pati, satu2nya SMA di Karesidenan Pati. Angkatan 1960 dan lulus 1963.  Teman2 saya di Pati banyak, sahabat karib yang akrab dan menjadi teman belajar selama 3 tahun di SMA hanya 7 orang. Saya yang katolik, satu orang yang Protestan dan 5 orang lainnya beragama Islam. Pengetahuan agama katolik saya sebatas hanya mengikuti kotbah romo yang mempersembahkan misa. Lalu secara rutin dirumah kami diajarin berdoa Rosario bersama. Saya hampir tidak pernah belajar Injil. Dirumah Pati tidak disediakan buku Injil, yang ada buku doa untuk dapat mengikuti misa di gereja.

 

01 gufron01a1aSaya dan keluarga Sugiyono dipersepsikan di Pati sebagai  keluarga katolik yang soleh, yang rajin kegereja dan yang banyak berbuat kebaikan kepada masyarakat di Pati. Terlebih-lebih ayah saya yang seorang guru katolik taat dan yang telah mendarmabaktikan hidupnya sebagai guru. Ayah saya mendirikan SMP dizaman Jepang ditahun 1942. Lalu ikut berjuang mengangkat senjata bersama-sama murid2 SMP Rondole melawan penjajahan Belanda. Ayah turut berperang di Demak, di Jatingaleh Semarang dan menjaga keamanan kota Pati bersama2 murid SMP Rondole.  Ahal 326Ayah bekerja sebagai guru SMP N Pati sampai 1963 dan pensiun ditahun 1963. Bapak mendirikan kursus bahasa Inggris di tahun 1970, kursus yang terkenal di Pati dan karena alasan kesehatan yang menurun di tahun 1995 kursus bahasa Inggris ditutup.

About Gufron Sumariyono

Born in Pati, Central Jawa on Nov 5, 1945. Retired in 2004. Joined ESQ group. Executive of LK ESQ and Yayasan Wakaf Bangun Nurani Bangsa. Believe in the Islamic Socio Economic Concept.
This entry was posted in memoir. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s