Pengalaman Spiritual (3) – Membaca Tafsir Al Quran

Romo RealinoDi awal 1966 disetiap hari Jumat malam ada sekelompok mahasiswa Realino sejumlah 15 orang yang diwajibkan untuk mengikuti ceramah spiritual yang dibimbing oleh Romo HC Stolk digereja Mrican yang terletak disamping lapangan sepakbola Realino. ceramah ini bersifat motivasi dan penggemblengan mental kepada ke 15 orang tersebut. Kami dipilih karena mempunyai iman katolik yang baik. Iman katolik yang dirayakan dan diungkapkan dalam perayaan liturgy antara lain misa kudus. Kami di motivasi agar berbuat baik kepada sesama manusia, baik secara personal maupun secara bersama-sama didalam persekutuan gereja katolik. Bersekutu dalam persaudaraan seiman berarti saling melayani seluruh kebutuhan agar komunitas menjadi lebih baik, menjadi mandiri dan menjadi mandiri. Pelayan bagi sesama artinya melayani kepentingan publik. Kegiatan pengabdian dalam kebersamaan ini dilakukan agar tercapai masyarakat yang sejahtera. Umat katolik diharapkan dapat bekerja sebaik-baiknya dibidang ekonomi, terutama dalam hal menciptakan lapangan pekerjaan dan mengentaskan kemiskinan. Gereja mengambil peran penting melalui pembinaan dan pengkaderan. Untuk memudahkan dibentuklah ormas-ormas seperti PMKRI, Pemudaj Katolik, Wanita Katolik, IPMK (Iktan Pengusaha Muda Katolik), KKMK (Kelompok Karyawan Muda Katolik), ISKA (Ikatan Sarjana Katolik). Melalui program kaderisasi, mereka akan disiapkan dan digembleng, bukan untuk membesarkan gereja tetapi untuk mengabdi kepada masyarakat. Gemblengan tersebut sangat mempengaruhi dalam kegiatan saya di kampus. Saya rajin mengikuti semua kuliah dan tugas kampus, dan dalam waktu yang bersamaan sayapun aktif didalam kegiatan sosialnya. Saya aktif menjadi angota Komisariat Dewan Mahasiswa Fakultas Teknik. Menjadi panitia inti dalam perpeloncoan. Rasa percaya diri semakin berkembang karena tenaga dan pikiran dipakai untuk mengurus kegiatan teman-teman para mahasiswa.  Saya pun semakin kritis dalam berbagai hal.

Pada suatu ceramah Jumat malam, topik yang dibawakan adalah tentang Trinitas atau Tritunggal. Ini adalah konsep Ketuhanan yang khas didalam agama Kristen.Trinitas itu maksudnya adalah Tuhan itu satu tetapi mempunyai kepribadian tiga. Tiga adalah Satu dan Satu adalah Tiga.

Pertama adalah Allah Bapa, yang ada dilangit, yang Maha Perkasa, yang Maha Menciptakan bumi dan langit dan Maha Mengatur alam semesta. Yang Kedua Allah yang menjelma menjadi Yesus sebagai Allah Putera, yang turun kebumi melalui perawan Maria dan berkomunikasi dengan manusia secara langsung, seperti komunikasinya Allah disurga dengan Adam. Yang ketiga sebagai Roh Kudus yaitu Tuhan yang membimbing manusia kepada kebenaran.

Penjelasan tentang Trinitas oleh Romo Stolk malam itu adalah yang pertama kali saya dengar. Makanya saya sangat menyimak apa yang diucapkan oleh Romo. Bahwa konteks Tritunggal menjadi pedoman penginjilan para Rasul Kristus pada sejarah gereja. Misi yang diemban umat Kristiani adalah pengharapan dan kasih untuk mengabarkan injil kepada seluruh bangsa dan mambaptis mereka didalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Bagi yang mau percaya ganjarannya adalah kehidupan yang kekal bersama Allah Bapa disurga.

Konsep Tritunggal adalah merupakan dogma. Walaupun itu sukar dicernakkan dan membingungkan namun harus diterima karena merupakan firman Tuhan. Baru pertama kali saya mendengarkan ceramah yang menjelaskan Tritungal secara rinci dan detil. Saya menjadi bingung dan masih belum mampu meyakini konsep Tritunggal. Maka saya mengajukan pertanyaan dengan tujuan untuk lebih memahami dan menghayati ajaran gereja katolik yang saya anut dari lahir. Jawaban dari Romo belum mampu menjawab apa yang saya bingungkan.  Sikap kritis saya membuat saya meragukan ajaran gereja katolik tentang Trinitas. Itulah awal kegalauan saya dan saya bawa kegalauan itu bertahun-tahun. Terus terang saya gagal dalam memahami makna Trinitas.

Karena galau dan ragu tentang Trinitas, saya memberanikan diri menemui Romo Stolk sampai tiga kali, untuk berdiskusi dan mendapatkan gambaran yang lebih jelas. Hasilnya tetap nihil.

Tugas mulia yang diberikan Romo ke saya tetap saya jalankan, yaitu Ketua Umum Asrama Mahasiswa Realino dan salah satu ketua Kodema Fakultas Teknik UGM dan Ketua PMKRI untuk Sektor Sekip UGM. Tugas saya yaitu membawa masyarakat dimana saya berada untuk meningkatkan kesejahteraan mereka. Agama katolik menjadi pegangan untuk perubahan itu. Itulah kondisi saya ditahun 1965 – 1966.

Saya mulai ragu apakah agama katolik mampu menjadi pegangan hidup bagi saya untuk mencapai kebahagiaan dunia dan di akherat? Ajaran Trinitas didalam agama katolik sungguh membingungkan. Padahal saya sedang gencar melawan kelompok mahasiswa CGMI berhaluan kiri.

587eDi asrama Realino saya menempati kamar yang diisi 3 orang. Salah satu kawan sekamar adalah aktifis HMI, yang rajin sholat 5 waktu dan rajin membaca Al Quran. Pada suatu waktu saya pulang ke asrama lebih pagi dan kamar saya kosong tidak ada orang. Saya melihat ada buku Tafsir Al Quran tergeletak di meja kawan HMI, yang dalam keadaan terbuka. Karena penasaran saya baca tafsir Al Quran tersebut. Yang saya baca adalah QS 19 Surat Maryam, dari ayat ke 16 sampai ke 40. Yang menceriterakan tentang kisah Maryam dan nabi Isa a.s.

 Yang saya baca berkali-kali adalah ayat 35 dari Surat Maryam, … Tidak layak bagi Allah mempunyai anak, Maha Suci Dia. Apabila Dia telah menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya ‘Jadilah’ , maka jadilah ia

Selesai membaca tafsir Al Quran Surat Maryam ayt 35, hati saya berdebar-debar dengan keras , karena ayat itu menjawab pertanyaan kritis tentan Trinitas yang saya ajukan ke Romo Stolk. Ayat ini menuntun saya untuk membolak balikkan halaman demi halaman buku tafsir Al Quran. Saya membaca isi surat yang lain. Saya asyik dan menikmati membaca isi Al Quran, tentang kisah nabi Musa as, kisah nabi Harun as.  Didalam kisah Nabi Musa diceriterakan bahwa Nabi Musa mampu menundukkan tukang sihir dari Raja Firaun.

Di surat Al Mu’minun 23: 91-92 tertulis sebagai berikut : “Allah sekali-kali tidak mempunyai anak, dan sekali-kali tidak ada tuhan (yang lain) beserta-Nya, kalau ada tuhan beserta-Nya, masing-masing tuhan itu akan membawa machluk yang diciptakannya, dan sebagian dari tuhan-tuhan itu akan mengalahkan sebagian yang lain. Maha Suci Allah dari apa yang mereka sifatkan,

Yang mengetahui semua yang gaib dan semua yang nampak, maka Maha Tinggilah Dia dari apa yang mereka persekutukan”

Besoknya saya membaca kembali buku tafsir Al Quran. Ada semacam magnit yang kuat yang menarik saya untuk membaca. Saya mencari di buku itu barangkali ada penjelasan tentang Trinitas yang membingungkan pikiran saya. Tidak ketemu. Tidak ada penjelasan Trinitas di tafsir Al Quran. Yang ada adalah Allah sekali-kali tidak mempunyai anak. Bahwa Nabi Isa as adalah hamba Allah manusia biasa, yang Kami berikan nikmat (kenabian) dan Kami jadikan bukti (kekuasaan Allah) untuk Bani Israel. Selama beberapa minggu saya terus menerus membaca tafsir Al Quran. Dan itu terjadi di Asrama Mahasiswa Realino.

Setelah membaca tafsir Al Quran saya sedikt paham bahwa kisah nabi-nabi yang ada di Buku Perjanjian Lama semuanya ada di buku Al Quran. Semakin lama membaca tafsir Al Quran, membuat kepercayaan terhadap Trinitas menjadi tanda tanya. Sebaliknya embrio kepercayaan terhadap peran Nabi Isa semakin tumbuh. Bahwa nabi Isa as adalah seorang hamba Allah dan manusia yang istimewa karena memperoleh kenabian dari Allah. Nabi Isa as sangat soleh yang dijamin oleh Allah masuk kesurga. Pandangan Islam tentang Yesus berbeda dengan ajaran katolik. Perbedaan utamanya terletak pada ketuhanan Yesus, yang sering disebut Isa Al-Masih. Pemeluk Islam mempercayai Isa Al-Masih adalah seorang nabi dan seorang rasul yang diutus khusus untuk bangsa Israel.

B

About Gufron Sumariyono

Born in Pati, Central Jawa on Nov 5, 1945. Retired in 2004. Joined ESQ group. Executive of LK ESQ and Yayasan Wakaf Bangun Nurani Bangsa. Believe in the Islamic Socio Economic Concept.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s