Pengalaman Spiritual (4) – Ulama Besar Buya Hamka.

<!–[buya hamkaif gte mso 9]>–>

Prof. Dr. Haji Abdul Malik Karim Amrullah atau lebih dikenal dengan julukan HAMKA, lahir di desa kampung Molek, Maninjau, Sumatera Barat, 17 Februari 1908 dan meninggal di Jakarta, 24 Juli 1981.  Beliau adalah ulama besar, sastrawan sekaligus negarawan.  Beliau diberi sebutan Buya, sebagai panggilan orang Minangkabau yang berasal dari kata abi, abuya dalam bahasa Arab, yang berarti ayahku, atau seseorang yang dihormati.
.

Saya pengagum berat Ulama Besar Buya Hamka, sastrawan yang berbobot dan negarawan yang dihormati dan disegani yang pernah dimiliki bangsa Indonesia.

Achir 1971. Setelah saya tinggal di Jakarta, setiap pagi saya mendengarkan siaran radio RRI dimana Buya Hamka memberikan ceramah agama Islam dengan menggunakan buku Tafsir Al Quran yang baru selesai yang dikarang oleh Buya Hamka.  Nama buku tafsirnya adalah Tafsir Al-Azhar.  Sebanyak 30 Juz yang saya simpan baik2 sejak 1975. Saya sangat menikmati dan sangat senang mendengarkan penjelasan ayat demi ayat yang tertulis di Al Quran. Suara Buya Hamka lembut, menyejukkan dan kalimat yang disampaikan jelas mudah dipahami dan mudah dicernakkan.

.  

Buya Hamka bukan hanya dikenal di Indonesia tetapi juga di negeri-negeri  Muslim seantero Asia Tenggara bahkan dunia. Beliau mendapat gelar Doktor Honoris Causa dari Univ. Al-Azhar tahun 1958 dan Univ. Kebangsaan Malaysia tahun 1974.

.

Kekaguman saya kepada Buya Hamka menumbuhkan keinginan untuk dapat bertemu secara langsung. Buya Hamka tinggal di Jalan Fatah III Kebayoran Baru, persis disebelah Masjid Agung Al Azhar.

.

Awal 1972. Pertama kali saya datang kerumah Buya Hamka pada hari Minggu sekitar waktu Azhar. Saya menunggu bersama beberapa tamu, bersama tamu yang ada mendengarkan fatwa atau menjawab pertanyaan dari tamu yang diajukan kepada beliau.

.

Minggu berikutnya saya datang lagi dan bertemu dengan Buya Hamka bersama tamu yang datang. Minggu berikutnya datang lagi. Karena tamunya sedikit saya dipanggil sendirian. Buya Hamka menanyakan latar belakang saya. Saya jelaskan bahwa saya orang katolik dari Yogya dan saya tertarik untuk mempelajari Islam. Karena saya sudah lama galau dengan hal Trinitas didalam agama katolik.

.

Buya Hamka menjelaskan dengan santun, lemah lembut dan jelas. Buya bilang bahwa Trinitas itu tidak pernah diakui Islam. Bahwa keberadaan Yesus di Trinitas itu tidak diakui oleh Islam. Didalam Islam Yesus dikenal dengan nama Nabi Isa Al-Masih, adalah seorang hamba Allah yang soleh dan yang dijamin masuk surga. Bahwa Islam mengakui kalau Nabi Isa a.s. dilahirkan oleh perawan  Maryam tanpa digauli dengan laki-laki. Bahwa Maryam oleh Islam diakui sebagai wanita yang soleh dan yang sangat dihormati. Bahwa selain nabi Isa a.s. semua nabi yang tertulis di perjanjian lama diakui oleh Islam. Bahwa semua kitab suci yang ada mulai Taurat, Zabur dan Injil pun diakui kebenarannya. Buya mengatakan bahwa Nabi Isa a.s. tidak pernah menyebut dirinya adalah Tuhan.

.

Bahwa nabi Isa a.s. berkata : …..” Hai Bani Israel sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu”….. (QS Al Maaidah 72)….. Dan Isa Al-Masih tidak lain hanyalah seorang hamba yang telah Kami beri karunia (kenabian) atasnya dan kami menjadikannya sebagai teladan bagi Bani Israel (QS 43 Az Zuhkruf 59) .

.

Kata Buya Hamka, bahwa Nabi Muhammad adalah manusia terpilih yang diantara sekalian manusia untuk menegakkan tugas dari Ilahi, menegakkan keteguhan dan ketekunan. Nabi Muhammad pemimpin penanam cita Tauhid, menggembleng dan membangun masyarakat. Beliau memisahkan yang yang haq dan yang batil, yang benar dan yang salah. Jahillilayah dan Islamiyah, syirik dan tauhid. Nabi Muhammad adalah kekasih Allah yang menyampaikan peringatan kepada seluruh alam. Kekuasaan dan kebesaran Allah yang menurunkan Al Quran dan mengutus hambaNya adalah Tuhan yang menguasai seluruh langit dan bumi. Dialah Penguasa Tunggal yang mampu menaikkan manusia menjadi Raja di bumi, dan menurunkan, memuliakan dan menghinakan.

.

Kekuasaan Nya adalah mutlak dan kekal. Kekuasaan itu terasa kalau ilmu kita bertambah. Dengan ilmu pengetahuan yang sedikit demi sedikit kita miliki, kita akan merasakan kekuasaan Tuhan Yang mutlak itu.

.

Yang penting diketahui adalah, Dia tidak memungut anak, Dia tidak beranak dan Dia tidak diperanakkan.

.

Beranak dan berketurunan adalah peraturan Tuhan didalam alam agar semua yang bernyawa dialam itu sambung menyambung hidupnya. Seorang ayah merindukan mendapat anak untuk menyambung hidupnya. Tuhan senantiasa hidup selama-lamanya. Tuhan tidak memerlukan anak. Tuhan tidak memungut anak. Tuhan tidak mengambil anak.

.

Pendirian yang tegas disampaikan oleh Utusan Tuhan, nabi Muhammad saw, kepada seluruh alam. Suatu faham yang mengatakan Tuhan itu beranak tidak dapat diterima oleh akal sehat. Tuhan menciptakan segala sesuatu dengan Kodrat Iradat Nya. Nabi Isa lahir tidak melalui jalan biasa. Nabi Isa a.s. tidak mempunyai ayah. Nabi Isa bukan anak Tuhan. nabi Isa bukan anak pungut Tuhan.

.

Semua itu dijelaskan oleh Buya Hamka kepada saya. Sampai sekarang saya masih sangat teringat tutur katanya yang lemah lembut namun sangat tegas.  Statemen yang menjelaskan peranan Nabi Isa a.s.

.

Minggu berikutnya saya kerumah Buya lagi bersama seorang gadis yang sedang saya taksir, namanya Nur, yang sekarang menjadi stri saya. Dipertemuan itu saya meminta untuk diislamkan oleh Buya Hamka. Saya sudah semakin mantab untuk masuk Islam. Namun permntaan saya ditolak oleh beliau. Saya diminta kembali. Saya diminta untuk meminta izin kepada orang tua saya untuk mengubah agama saya dari Katholik ke Islam.

.

Pulang dari rumah Buya saya berpikir bahwa tidak mungkin meminta izin kepada orang tua. Pasti ditolak.

.

Minggu berikutnya saya datang lagi kerumah beliau ditemani oleh Nur. Ada magnit yang semakin lama semakin kuat untuk menghadap Buya Hamka. Dan sekali lagi saya mengungkapkan permintaan agar saya diislamkan tanpa persetujuan orang tua. Lama Buya Hamka berdiam diri dan berpikir. Lalu Buya menjawab dengan mengatakan agar saya datang kekantor beliau di Masjid Agung keesokan harinya bakda maghrieb, sekitar jam 18.30. Alangkah gembiranya hati saya. Saya lalu mencium tangan beliau sambil mengucapkan terima kasih, sebab Buya telah bersedia akan mengislamkan saya. Jadilah saya masuk Islam. Dua kalimat syahadat saya ucapkan didepan Buya Hamka. Sesudah itu beliau menandatangani sertipikat pengislaman saya di Dokumen Pengislaman yang berlogo Al Azhar. Semua itu terjadi Masjid Agung Al Azhar di Kebayoran Baru. Alhamdullilah.

.

Nama saya pun dirubah oleh Buya Hamka. Nama semula Gabriel Sumariyono, dirubah menjadi Gufron Sumariyono.

.

001 Realino3

About Gufron Sumariyono

Born in Pati, Central Jawa on Nov 5, 1945. Retired in 2004. Joined ESQ group. Executive of LK ESQ and Yayasan Wakaf Bangun Nurani Bangsa. Believe in the Islamic Socio Economic Concept.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

One Response to Pengalaman Spiritual (4) – Ulama Besar Buya Hamka.

  1. Subhanallah… Alhamdulillah… Allahu Akbar. Pengalaman spiritual yang luar biasa. Adinda Maryono mendapat hidayah dari Allah. Insya Allah syurga ganjarannya. Aamiin ya Rabbal Alamien. Thank you for sharing. Arifin Mochtar.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s