Pengalaman Spiritual (5) – Saya naik haji tahun 1984.

Orang tua saya sedih dan kecewa sekali dengan masuknya saya ke Islam. Berbagai upaya dilakukan agar saya kembali dapat memeluk agama katolik. Saya dapat memahami kekecewaan dari orang tua. Saya tetap berlaku hormat dan santun  kepada orang tua. Saya tidak memberikan reaksi, saya tidak melakuan perlawanan, saya berdoa terus menerus kepada Allah agar memberikan jalan keluar yang terbaik. Doa saya diijabah oleh Allah dengan cara yang tidak saya duga dan tidak saya sangka. Saya yakin itulah cara Allah yang hanya Allah yang tahu.  Yaitu mulai Juli 1977, saya dipindahkan tempat kerja saya dari Jakarta ke Bangkok. IBM memberikan tugas baru yaitu IBM Instructor dan berlokasi di kota Bangkok. Tugas di Bangkok dibatasi hanya 2 tahun. Namun IBM memperpanjang setahun dan tempat kerjanya dipindahkan ke Hongkong. Jadilah saya tiga tahun tinggal di Luar Negeri. Selama saya di luar negeri upaya dari orang tua agar saya kembali ke agama katolik masih berlanjut tetapi sudah agak berkurang. Setelah tiga tahun saya kembali bekerja di Jakarta tahun 1980. Sikap dari orang tua dan saudara mulai berubah, mungkin karena saya gigih untuk tidak kembali ke katolik dan tetap memeluk agama Islam.

 

S005eSaya naik haji di tahun 1984. Kepergian haji saya selama 41 hari menimbulkan kehebohan di IBM dan keluarga saya. Kehidupan spiritual di IBM dari mulai  saya masuk 1971 sampai 1984 tergolong minimum. Suasana spiritual Islam dari teman2 IBM yang berjumlah 400 dan didominasi oleh golongan muda, yang terdidik lulusan UI, ITB, UGM dan perguruan tinggi dari LN ketika itu masih minimum. Setiap zuhur dan azhar sebagian melakukan sholat di mushola yang berada di Basement. Musholanya di Basement 1 di Wisma Metropolitan I masih memprihatinkan, dibawah standard, tempat wudhunya pun memprihatinkan. Terbersit dalam pikiran saya, mengapa tempat untuk menyembah Tuhan pencipta langit bumi diletakkan di basement? Akal sehat saya dan nalar kritis saya mulai timbul. Tidak seimbang dengan semangat kerja teman2 IBM yang diatas rata2 dan spirit yang tinggi. Staf IBM memikirkan bagaimana mencapai quota sales dan bagaimana bias masuk ke Hundred Percent Club agar bias menikmati hadiahnya yaitu trip ke LN. 003cBerita tentang kepergian haji saya di tahun 1984 mengagetkan mereka. Mereka seakan akan tidak percaya, bahwa Gabriel Sumariyono yang berganti nama menjadi Gufron Sumariyono pergi haji. Mereka kurang yakin bahwa Mariyono melakukan Rukun Islam ke 5 yaitu pergi haji. Teman-teman di IBM kalau ada uang berlebih, masih memprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan kehidupan duniawi seperti pengin beli rumah, pengin beli mobil atau pengin melancong. Bukan untuk beribadah naik haji.  Makanya teman2 heran bahwa Mariyono naik haji. Sesuatu yang tidak pernah kebayang. Benar2 suatu kejutan yang sangat besar bagi staf IBM di tahun 1984 termasuk boss saya sendiri. Satu2nya IBMers yang mendukung adalah mas Imam Ismojo (alm) Personnel Manager IBM Indonesia. Beliau mengijinkan dan menandatangani surat permohonan saya, ditambah keterangan bahwa selama saya naik haji 41 hari, gaji saya tetap dibayar, karena sesuai dengan ketentuan UU Ketenaga Kerjaan yang berlaku di RI.  Reaksi dari orang tua dan saudara pun sama. Mereka terkejut dan sangat sedih hal ini terjadi. Orang tua dan saudara tidak pernah menyangka bahwa putra ke 2  Keluarga Sugiyono akan naik haji.

 

Shal x3Naik Haji 1984..  

Selama 41 hari berada di tanah suci, saya dan Nur menjalankan ibadah fisik haji dengan lancar dan mulus. Ibadah haji bukan ibadah sembarangan. Sebelum keberangkatan haji, kami mengikuti kursus manasik haji di Masjid Al Azhar Kebayoran Baru Jakarta. Kursus dipimpin oleh seorang uztad muda lulusan Gontor dan Medinah, namanya  Uztad Kholil Ridwan. Secara garis besar haji adalah ‘berkunjung ke baitullah melakukan thawaf, Sai, Wukuf di Arafah dan amalan-amalan lain diantara 1 Syawal sampai 13 Dzul Hijjah agar mendapatkan keridhoan Allah SWT.

Pengertian Rukun Haji sesuatu yang harus dilaksanakan, bila salah satu atau lebih tidak dilaksanakan, maka tidak dapat diganti dengan dam atau denda. Hajinya batal dan tidak sah. Rukun haji itu adalah : Ihram, Wukuf di Arafah, Thawaf Ifadlah, Sai, Tertib. Waktu wukuf di padang Arafah, pas bulan Agustus 1984, suhu di padang Arafah mencapai 41-42 Celsius. Saya berada di tenda tanpa AC, karena ikut rombongan haji reguler biasa, dan melihat ada jamaah yang pingsan karena dehidrasi. Pertolongan pertama dilakukan oleh petugas kesehatan haji.

Ada Wajib Haji yaitu sesuatu yang harus dilaksanakan dan apabila salah satu ada yang ditinggalkan, maka hajinya tetap sah tetapi harus membayar dam atau denda. Wajib Haji itu adalah Ihram dari Miqat, Mabit di Muzdalifah, Mabit di Mina, Melempar Jumrah dan Thawaf Wada.

Berkat bimbingan Uztad Kholil Ridwan Lc, yang lulusan Gontor dan Medinah, kami berdua mampu menjalankan Rukun Haji dan Wajib Haji. Semoga haji kami di tahun 1984 mabrur.

 

About Gufron Sumariyono

Born in Pati, Central Jawa on Nov 5, 1945. Retired in 2004. Joined ESQ group. Executive of LK ESQ and Yayasan Wakaf Bangun Nurani Bangsa. Believe in the Islamic Socio Economic Concept.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s