Pengalaman Spiritual (6) – Mendirikan Pesantren bersama KH Kholil Ridwan tahun 1999

N.KH-Kholil-Ridwan Sesudah naik haji di tahun 1984, saya dan istri  Nur mendalami agama Islam dengan mengaji ke Pesantren Husnayain di Pasar Rebo dengan pembimbing dan gurunya adalah Uztad Kholil Ridwan. Setiap hari Minggu, mulai jam 07:00 pagi sampai jam 10:00 saya ke Pesantren Husnayain di Pasar Rebo. Hal ini saya lakukan selama 5 tahun atau lebih sampai tahun 1990, dalam sebulan saya mengaji empat kali, setiap Minggu dan berkesinambungan. Uztad KH Kholil Ridwan merujuk kepada kitab tradisional yang berisi pelajaran-pelajaran agama Islam mulai dari fiqh, aqidah, akhlaq/tasawuf, tata bahasa Arab, hadits, tafsir, ulumul qur’aan hingga pada ilmu social dan kemasyarakatan. Bayangkan bahwa saya selama 5 tahun digembleng dengan ilmu agama Islam yang masuk akal sehat. Uztad Kholil menggunakan kitab gundul, Tafsir Thabari / Tafsir Ibnu Katsir dimana huruf Arabnya tidak memiliki harakat seperti tidak ada fathah, tidak ada kasrah, tidak ada dhammah dan tidak ada sukun. Saya tidak bisa membaca arti harfiah kalimat per kalimat.

 

Tahun 1991 saya pindah pekerjaan dari IBM ke Humpuss. Frekwensi saya mengaji ke Husnayain terganggu. Saya mengaji hanya sekali sebulan, atau bahkan sekali setiap dua bulan. Kegiatan yang sering mengganggu adalah bermain golf di hari Minggu dengan teman eksekutif dari Humpuss atau dengan eksekutif dari BUMN yang menjadi mitra Humpuss.  Sejak 1991 urusan duniawi meningkat sedikit demi sedikit dan menggeser pelan-pelan urusan spiritual. Namun silaturahim dengan guru saya Uztad Kholil Ridwan tetap saya jaga agar terus berkesinambungan. Terlebih-lebih dibulan Ramadhan. taraweh dan sholat Isya kadang kadang kami lakukan di Pesantren Husnayain.  

 

Tahun 1999 saya mengajak bapak Uztad Kholil Ridwan untuk mengunjungi area kerja saya di HPH Rante Mario yang terletak di Salulebbo, Mamuju, Sulawesi Barat. Waktu itu Mamuju masih bagian dari Sulawesi Selatan.  Sesudah pengajian akbar kami berdialog dengan pemuka tokoh masyarakat dan umat Islam di masjid Camp Rante Mario di Salulebbo. Para tokoh masyarakat ini memohon agar Uztad Kholil berbuat sesuatu untuk memajukan umat islam di Salulebbo, terutama generasi muda. Banyak anak-anak di Salulebbo yang tidak mendapat pendidikan yang memadai, ilmu agama Islam rendah dan ilmu pengetahuan umum rendah.  Saya dan Uztad Kholil Ridwan mendengarkan dengan seksama permohonan para tokoh adat dan tokoh masyarakat Salulebbo. Kemiskinan dan kebodohan sangat akrab dengan umat islam di Salulebbo. Satu-satunya jalan untuk mengentaskan kebodohan dan kemiskinan masyarakat Islam di Salulebbo adalah dengan pendidikan.  

 

Hasil diskusi malam itu menelorkan keputusan yang sungguh luar biasa. Kami sepakat mendirikan pesantren.

Pesantren Husnayain III di Salulebo Sulawesi Barat

Foto 1999. Pesantren Husnayain III di Salulebo Sulawesi Barat

selaku Direktur Utama PT Rante Mario, menyanggupi menyediakan tanah seluas yang diperlukan  3 ha  dan masih bias ditambah dikemudian hari  7 ha. Saya menyanggupi membangun ruangan kelas sebanyak 3 ruang, membangun masjid, membangun rumah untuk para guru dan ruang serba guna di areal pendidikan. Lokasi dari panti pendidikan direncanakan akan dibangun didepan area Binhut PT Rante Mario. Maksudnya untuk menyediakan infrastruktur berupa listrik dan air. Saya menyanggupi menyediakan dana operasi tahunan untuk mendukung berjalannya kegiatan pendidikan di Salulebbo. Saya menyanggupi untuk mengumpulkan anak-anak di salulebbo untuk dididik di panti pendidikan yang baru. Semua biaya pendidikan akan ditanggung oleh PT Rante Mario.

 

Uztad Kholil Ridwan langsung menyanggupi untuk mengirim guru-guru pesantren lulusan Husnayain, dengan penugasan setahun, dan setiap tahun akan dirotasi dengan lulusan Husnayain yang lain. Uztad Kholil Ridwan pun menyanggupi untuk mengetrapkan kurikulum Gontor, dengan catatan akan meminta izin dahulu ke Pimpinan Gontor. Sewaktu Uztad Kholil menilpun Pimpinan Gontor, untuk meminta izin penggunaan kurikulum Gontor di pesantren Salulebbo, KH Abdullah Syukri Zarkasyi langsung menyetujui dan langsung memberikan komitmen untuk mengirimkan guru guru lulusan Gontor ke Salulebbo untuk menjadi guru pesantren. Bapak Uztad Kholil Ridwan pun menghubungi bapak Galib Mas’ud, seorang alumni Gontor dan alumni fakultas Hukum Unhas yang tinggal di Makassar untuk bersedia menjadi Pimpinan Pesantren Husnayain di Salulebbo. Saya pun membuat surat keputusan direksi untuk mengangkat pak Galib Mas’ud menjadi karyawan tetap PT Rante Mario yang ditugaskan menjadi Pimpinan Pesantren Husnayain di Salulebbo Mamuju. Allah swt membuka hati pak Galib Mas’ud dan pak Galib bersedia menerima amanah ini.

 

Allah SWT meridhoi niat dan usaha kami mendirikan pesantren Husnayain di Salulebbo, Mamuju, Sulawesi Barat. Prosesnya mulus, cepat, tanpa halangan yang berarti. Tim gabungan Rante Mario dan Husnayain memerlukan 3 bulan untuk persiapan. Meratakan tanah didepan Binhut Rante Mario dengan bulldozer, menyediakan logs pohon dan membuat menjadi papan-papan, membangun masjid, membangun 3 ruang kelas, ruang guru dan ruang serba guna.

 

pesantren husnayain III salullebo (1)Bulan Juli 1999  Pesantren sudah resmi dibuka, diberi nama Pesantren Husnayain III Salulebbo, Mamuju, Sulawesi Barat dahulu Sulawesi Selatan.  Pesantren Husnayain III berafiliasi dengan pesantren Gontor. Guru guru sebagian lulusan Gontor, sebagian dari lulusan Husnayain Sukabumi. Kurikulum berkiblat ke Gontor. Ilmu Agama dan ilmu pengetahuan umum diajarkan di Husnayain III. Sekarang menjadi kebanggaan di Sulawesi Barat. Menempati ranking atas waktu testing Ujian Negara setingkat SMU. Subhanallah. Alhamdullilah.

 

Bapak KH Kholil Ridwan sangat berpengaruh atas ke islaman saya. Beliau yang membimbing saya naik haji. Beliau yang memberikan pelajaran tentang Islam ke saya sampai sekarang. Beliau yang menjadi partner saya mendirikan Pesantren Husnayain III di Salulebbo. Bapak KH  Kholil Ridwan sekarang menjadi Ketua MUI Pusat dan Ketua Dewan Dakwah Indonesia Kwitang dan masih ada beberapa jabatan dalam keorganisasian Islam. Semoga Allah swt memberikan keberkahan kepada beliau.

husnayain Kholil Ridwan .

rante mario 005c7rante mario 005c10rante mario 005c8rante mario 005c9rante mario 00b2a

 

About Gufron Sumariyono

Born in Pati, Central Jawa on Nov 5, 1945. Retired in 2004. Joined ESQ group. Executive of LK ESQ and Yayasan Wakaf Bangun Nurani Bangsa. Believe in the Islamic Socio Economic Concept.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

2 Responses to Pengalaman Spiritual (6) – Mendirikan Pesantren bersama KH Kholil Ridwan tahun 1999

  1. Berkaca-kaca mata saya membaca tulisan ini :

    Hasil diskusi malam itu menelorkan keputusan yang sungguh luar biasa. Kami sepakat mendirikan pesantren. Saya selaku Direktur Utama PT Rante Mario, menyanggupi menyediakan tanah seluas yang diperlukan +/- 3 ha dan masih bias ditambah dikemudian hari +/- 7 ha. Saya menyanggupi membangun ruangan kelas sebanyak 3 ruang, membangun masjid, membangun rumah untuk para guru dan ruang serba guna di areal pendidikan. Lokasi dari panti pendidikan direncanakan akan dibangun didepan area Binhut PT Rante Mario. Maksudnya untuk menyediakan infrastruktur berupa listrik dan air. Saya menyanggupi menyediakan dana operasi tahunan untuk mendukung berjalannya kegiatan pendidikan di Salulebbo. Saya menyanggupi untuk mengumpulkan anak-anak di salulebbo untuk dididik di panti pendidikan yang baru. Semua biaya pendidikan akan ditanggung oleh PT Rante Mario.

    Subhanallah, kapan saya bisa berbuat seperti yang Bapak lakukan itu i……

    • Gufron Sumariyono says:

      Ananda Mulyo Wiharto,
      Terima kasih sudah berkunjung ke blog kami. Masyarakat Salulebbo, Mamuju, Sulawesi Barat masih banyak yang belum mendapatkan pendidikan agama dan pendidikan umum. Mereka mempunyai hak mendapat pendidikan. Saya dan Uztad Kholil Ridwan meliht sendiri, mendengar sendiri bagaimana tulusnya tokoh masyarakat di salulebbo tentang permohonan ini. Allah swt membuka hati kami untuk membantu masyarakat Salulebo.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s