Ibunda (2) – Ibu Aktifis Perwari

Ibunda (4) – Ibu aktifis Perwari

Perwari singkatan dari Persatuan Wanita Republik Indonesia, relatif kurang dikenal. Perwari menolak terhadap poligami dan berani menghadapi konflik terbuka dengan Sukarno. Penolakan terhadap poligami merupakan upaya lain Perwari untuk meningkatkan kedudukan perempuan dalam hukum perkawinan dan masyarakat.

Sejarah mencatat, konsistensi Perwari menolak poligami berujung pada konflik dengan Sukarno, terkait dengan perkawinan  kedua sang presiden. Menurut Perwari, perkawinan Sukarno dengan Hartini menurunkan derajad dan martabat kedudukan kepala negara dan menusuk hati kaum pergerakan perempuan yang memperjuangkan kedudukan perempuan dalam perkawinan. Itulah cerita yang sayup sayup pernah diceriterakan oleh ibunda di tahun 1960 an, saya aktifis PMKRI. Perwari mengajak organisasi-organisasi perempuan yang mereka undang untuk berkonsolidasi menyikapi perkawinan sang presiden.

Delegasi Perwari pernah menemui Sukarno, diberi janji oleh Sukarno. Janji tersebut berisi pernyataan Sukarno bahwa ia tidak akan memperkenalkan Hartini di hadapan publik sebagai istrinya. Tidak hanya itu, Sukarno berjanji pula bahwa ia dan Hartini tidak akan tampil bersama, terutama dalam acara-acara yang bersifat umum. Dengan kata lain, janji Sukarno, hanya ada first lady yakni Fatmawati.

Tidak hanya mengirim delegasi, konsistensi Perwari menolak perkawinan Sukarno dengan Hartini juga dilakukan dengan seruan terbuka anggotanya untuk memboikot Sukarno dan Hartini. Pemboikotan itu antara lain dengan menghindari berbagai pertemuan yang memungkinkan berhadapan dengan Sukarno dan Hartini, baik ketika mereka bersama maupun sendiri.

Sementara itu, oleh karena sikapnya yang reaktif terhadap Sukarno, Perwari mengalami mengalami hambatan. Selain menjadikan banyak usaha sosial Perwari kurang berkembang, pascaprotes terhadap Sukarno, banyak anggota Perwari yang mengundurkan diri dari organisasi karena suami mereka mendapat tekanan di tempat lain. Tidak hanya itu, pemimpin-pemimpin Perwari pun banyak mendapat tekanan moral serta ancaman dari pihak yang tidak bertanggung jawab. Bahkan, Perwari pun nyaris dibubarkan oleh pemerintah. Itulah seelumit erjuangan Perwari yang saya dengar dari ibunda.

Ibunda adalah bendahara umum Perwari Kabupaten Pati dengan Ketua Umum adalah ibu Suwignyo, ibunda dari mbak Titiek. Dari saya masih SD 1955 sampai tahun 1980 an, jabatan ibunda masih tetap sebagai bendahara Perwari. Ibunda ulet, gigih, rajin mengikuti rapat dan mencatat keuangan organisasi dengan beres tidak sepeserpun dikorupsi. Luar biasa. Malahan di tahun 1980 ibu pernah diusulkan untuk menjadi anggota DPRD Pati mewakili Partai Golkar. Ibu dianggap dan dinilai mempunyai talenta untuk memperjuangkan nasib kaum wanita di DPRD Pati. Yang melarang ibunda masuk ke DPRD Pati mewakili Partai Golkar adalah ayahanda sendiri. Sebab ayah juga dicalonkan untuk menjadi anggota DPRD Pati mewakili Partai Demokrasi Indonesia. Pertimbangan ayah mosok dalam satu rumah ada 2 anggota DPRD, yang satu Golkar dan yang satu PDI. Akhirnya ibunda mengundurkan diri dan diganti dengan istrinya pak Djais, guru bahasa Djerman di SMA N Pati. Bapak menjadi anggota DPRD Pati mewakili PDI bersama dokter Tedjo tetangga yang tinggal di pojok prapatan Bleber.

Rombongan Perwari dari Pati pernah menghadiri Konggres Nasional di Jakarta. Ibunda ikut sebagai delegasi dari Kabupaten Pati. Ibunda mengikuti Konggres dengan sangat serius sekali. Didalam acara Konggres ada accara pertemuan dengan Ibu Tien Suharto di Istana Negara. Ada foto ibunda didepann Istana Negara dengan Ibu Tien Suharto sebagai Ketua Dewan Pelindung Perwari. .

ibunda perwari 001

About Gufron Sumariyono

Born in Pati, Central Jawa on Nov 5, 1945. Retired in 2004. Joined ESQ group. Executive of LK ESQ and Yayasan Wakaf Bangun Nurani Bangsa. Believe in the Islamic Socio Economic Concept.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s