Ibunda (3) – Ibu yang sabar, ikhlas dan syukur

Ibu yang sabar, ikhlas dan syukur

 K

 

ibunda 11

Karakter yang sangat kuat yang ada pada bapak dan ibu adalah  sabar, ikhlas dan syukur. Ibu itu memiliki kesabaran yang luar biasa. Sabar disini diartikan secara positip. Sabar yang optimis, sabar yang pantang menyerah, sabar yang terus berusaha, sabar yang bersemangat dan sabar yang konsisten melaksanakan rencana dengan kepercayaan yang tinggi. Sangat yakin bahwa Tuhan akan menolong.  Menghidupi 12 anak perlu biaya besar, perlu kesabaran yang tinggi, perlu semangat pantang menyerah. Bapak dan ibu sangat sadar akan tanggung jawab yang besar untuk memberi makan, untuk mendidik karakter anak2nya agar mempunyai agama dan budi pekerti yang baik.

 

ibunda 01

Tahun 1963 bapak memutuskan untuk pensiun dari guru SMP N Pati. Bapak berdagang naftol, pewarna pakaian. Modalnya meminjam dari sahabat bapak pemilik toko Lares. Naftolnya dibeli drum druman dari Yogya, dibawa sendiri dengan kereta api sampai Semarang, lalu pindah naik truk menuju ke Pati. Dirumah naftol itu dibungkusi satu per satu didalam plastik kecil ukuran yang cukup untuk satu baju. Tanpa merek tanpa label. Naftol dititipkan kebeberapa warung. Bulan pertama masih promosi, belum dikenal oleh masyarakat. Barang kurang laku, masih seret, masih belum menghasilkan untung. Bapak dan ibu sabar sambil terus berupaya promosi, menjaga tetap semangat walau barang tidak laku dan pantang menyerah. Kesabaran  sambil berupaya itu sedikit demi sedikit membuahkan hasil. Terutama warna hitam, sebab warna hitam menjadi seragam berbagai organisasi masyarakat. Waktu itu suhu politik sedang tinggi. Semakin banyak rapat partai atau pawai partai, semakin banyak naftol hitam laku dibeli oleh anggota ormas. Terutama ormas yang berhaluan kiri alias PKI. Naftol pak Giek mulai diminati masyarakat karena bagus, tidak luntur dan murah. Bulan berikutnya bapak belanja ke Yogya lagi. Dalam waktu sebulan sudah habis. Belanja lagi dan jumlahnya di dobelin. Dalam waktu sebulan habis lagi. Bapak dan ibu senang sekali karena upaya dan keuletan dagang naftol mulai memperlihatkan hasil. Hutang ke toko Lares sudah dikembalikan, dan mulailah dagang dengan modal sendiri. Dari bulan ke bulan usaha semakin maju, volume naftol yang terjual semakin banyak. Bapak mendapatkan kemudahan dari distributor Yogya, tidak perlu diangkut sendiri tetapi dikirim dengan perusahaan dsitribusi dan diterima dirumah. Hal ni berlangsung sampai tahun 1966. Terjadilah peristiwa G30S. Pawai dan rapat partai PKI sudah drop malahan sudah dilarang. Bisnis naftol pun ikut amblas, tidak laku. Masa nyaman jualan naftol di tahun 1967 berhenti total.

 

ibunda 10

 

Bapak ibu tetap sabar dan tetap berupaya berdagang komoditi yang lain. Ibu tidak mengenal putus asa. Sebagai gantinya ibu ganti berbisnis es mambo. Ibu membeli  refrigerator sebanyak 3 box dan beberapa termos. Setiap malam sebelum tidur adik adik membungkusi es mambo di kantong plastik kecil dan disusun di refrigerator selama semalam. Pagi pagi ibu dengan sabar dan semangat memindahkan es mambo kedalam termos, dan tugas dik Andre dan dik Kris untuk menitipkan kewarung disekitar SD Kanisius.

ibunda 03

 

Ibuku  juga dagang emas berlian. Ada pedagang kaya yang tinggal di Jakarta yang mensuplai perhiasan set-setan, ditawarkan   ke teman arisan ibu para pejabat Kabupaten pati. Ibu juga ikut arisan kopyok bersama teman2 wanita tionghoa dari Pati. Setiap week end ibuku merias manten di luar kota maupun didalam kota.

ibunda 01b

 

Sekarang kami tahu dan kami sadar bahwa bapak dan ibu menghidupi kami,  12 orang anak  termasuk makan dan biaya sekolah dari pekerjaan yang halal. Luar biasa. Berkali-kali ibu menyatakan rasa syukur kepada kami bahwa 12 anaknya semuanya normal tidak ada yang cacat. Penyebabnya karena ibunda sabar, penuh kasih sayang dan bersyukur atas rezeki dari Tuhan yang dicari dengan halal. Ibunda telah sukses mengerjakan pekerjaan besar dalam waktu yang lama dan kosisten yaitu memberi makan 12 anak, mendidik 12 anak, mendampingi 12 anak dengan sabar, ikhlas dan syukur. Hasilnya sungguh luar biasa.

 

001

 

About Gufron Sumariyono

Born in Pati, Central Jawa on Nov 5, 1945. Retired in 2004. Joined ESQ group. Executive of LK ESQ and Yayasan Wakaf Bangun Nurani Bangsa. Believe in the Islamic Socio Economic Concept.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s