Ibunda (4) – ibunda ke Belanda, Paris dan Lourdes

Ziarah ke Lourdes.

 Lourdes adalah sebuah desa kecil di pegunungan Pyrenee, Perancis Selatan. Meskipun letaknya terpencil di pegunungan Perancis Selatan, Lourdes adalah kota yang penting buat umat Kristen Katolik. Bunda Maria, ibu Yesus Kristus pernah menampakkan diri di sebuah gua di pinggiran Lourdes kepada Bernadette Soubirous ketika ia sedang mengumpulkan kayu bakar bersama saudara-saudaranya di tahun 1858.

Jutaan orang dari seluruh dunia berziarah ke tempat suci ini, setelah berziarah dan minum dari mata air di gua tempat Maria menampakkan diri sebagian dari para penziarah yang sakit ingin mendapatkan kesembuhan. Air tersebut dipercaya bisa menyembuhkan penyakit. Keajaiban-keajaiban di Lourdes itu yang menarik kedatangan para peziarah dari seluruh dunia.

Kabut menyapu Lourdes setelah hujan gerimis ketika kami melangkah keluar dari bis. Menyaksikan pemandangan kabut menyapu bukit, saya langsung jatuh hati pada Lourdes. Tempat ziarah ini sangat tenang dan damai.

Hotel kami tidak jauh dari gua tempat penampakan gua Maria. Kami istirahat sejenak di sore itu menikmati kehangatan hotel. Kami berangkat menuju gereja dan hujan sudah turun meski tak terlalu deras. Prosesi doa rosario dimulai di malam yang hujan itu doa rosario didaraskan dalam bahasa-bahasa utama Eropa yaitu Italia, Perancis, Inggris, Jerman, Belanda.


Keesokan paginya kami mandi dan bersiap ke gereja untuk merayakan misa kudus. Sebelum misa, kami membeli pastry untuk sarapan di sebuah toko. Ketika memilih-milih roti, ternyata pemilik toko roti bisa sedikit bicara bahasa Indonesia. “Lima Euro,” kata si Bapak pemilik toko. Mungkin si Bapak bisa sedikit bahasa Indonesia karena lumayan banyak peziarah datang dari Indonesia. 

Di luar gereja kami menemukan banyak sekali orang sakit yang merindukan mukjizat di Lourdes. Mereka ini duduk di kursi roda antri menuju gua yang letaknya di bawah gereja. Di gua ini di abad 19 Bernadette Soubirous mendapatkan penampakan bunda Maria ketika sedang mengumpulkan kayu bakar.


Gua Maria Lourdes itu hanya kecil dan sederhana saja. Dalam imajinasi semula, gua Maria Lourdes pasti sangat megah dan mewah. Namun kenyataannya tidak begitu. Suasana sederhana tidak mengurangi kesucian gua Maria itu.


Salah satu pesan Bunda Maria kepada Bernadette adalah membangun kapel gereja kecil di dekat gua tersebut. Ketika itu tidak sedikit orang yang skeptis dengan penampakan Maria kepada Bernadette. Tak kenal lelah Bernadette diuji oleh ilmuwan dan gereja.  Baru tahun 1870 Paus Pius IX setuju membangun katedral di atas gua tempat Maria menampakkan diri. Katedral inilah tempat kami beribadah dipagi itu.


Dalam cuaca yang dingin dan hujan itu Titik, mbak Dewi dan ibunda duduk di depan gua Maria sambil berdoa rosario. Selesai berdoa rombongan kecil ini memasuki antrian untuk memasuki gua dan memegang dinding gua yang dialiri mata air. Setelah itu Titik mengambil air untuk dibawa pulang, ada keran-keran air tempat mengambil air dari mata air yang ditemukan Santa Bernadette. Air ini bagi yang percaya berkhasiat menyembuhkan. Tanpa rasa percaya, tidak ada kesembuhan. Begitu kata Santa Bernadette.

03v16lourdes

 03v22   03v18 001 lourdes03

001 lourdes04

001 lourdes05

001 lourdes06

001 lourdes07

001 lourdes08

001 lourdes09

001 lourdes10

About Gufron Sumariyono

Born in Pati, Central Jawa on Nov 5, 1945. Retired in 2004. Joined ESQ group. Executive of LK ESQ and Yayasan Wakaf Bangun Nurani Bangsa. Believe in the Islamic Socio Economic Concept.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s