Ibunda (5) – Ibunda ke Melbourne dan Sydney

Bapak meninggal dunia pada tanggal 6 Desember 1996. Sesudah bapak meninggal, ibunda hidup sendiri di kota Pati. Kami putra putri ibunda telah mengusulkan agar ibunda pindah ke kota Jakarta dan tinggal bersama salah satu putra ibunda. Rencana perpindahan ibunda ke Jakarta belum mendapat respond dari ibunda karena ibunda merasa bahwa tinggal di kota Pati lebih menyenangkan. Ibunda ingin hidup mandiri dan merasa mampu hidup mandiri di kota Pati. Teman2 banyak, sahabat2 banyak dan terutama kehidupan spiritual ibunda lebih terjaga. Suster2 dari Biara Susteran di kota Pati sangat memperhatikan ibunda. Secara berkala ibunda ikut sembahyang Rosario bersama para suster. Kemudian kalau ingin kegereja untuk mengikuti misa ibunda diantar oleh tukang becak yang sudah menjadi langganannya. Famili ibu yang tinggal di Pati ada beberapa dan merekalah yang menjaga ibu, ada dokter Prambapak 02b keponakan ibu, ada anaknya Lik Warso yang tinggal tidak jauh dari rumah kami.

Kami tidak memaksa ibunda pindah, kami harus melakukan secara perlahan-lahan agar ibunda bersedia pindah. Yang berperanan besar untuk meyakinkan ibunda pindah adalah adik Ien no 5. Kira2 setahun setelah bapak meninggal, ibunda diajak dik Ien untuk piknik ke Padang, ikut rombongan ibu2 dari Krakatau Steel. Ibu sangat senang dan menikmati perjalanan keluar kota, inilah pertama kalinya ibunda piknik kekota selain Jakarta. Selama 40 tahun lebih ibunda disibukkan mengurusin anak2nya yang berjumlah 12 orang. Bapak tidak mengijinkan ibunda pergi kemana-mana kecuali ke Jakarta menengok anaknya.

Kira2 duabulan sesudah perjalanan ke Padang, ibunda diajak ke Bali oleh dik Ien. Kepergian ke Bali benar2 membuka wawasan ibunda, beliau sangat senang, sangat menikmati liburan ke Bali. Inilah janji almarhum ayah yang belum sempat dilaksanakan, yaitu almarhum ayah ingin mengajak ibunda ke Bali untuk liburan.

Setahun sesudah itu ibunda diajak berlibur ke Melbourne. Ibu pun sangat setuju dan sangat senang. Mas Yanto bersekolah di Sydney selama 10 tahun dan sekarang ibu diajak berlibur ke Australia. Mula2 ke Melbourne kemudian dengan mobil akan diajak ke Sydney.

Melbourne adalah ibukota Negara bagian Victoria Australia. Penduduknya 4,5 juta. Terletak di dekat teluk besar yaitu Port Philip Bay. Didirikan tahun 1835 oleh Inggris yang menjajah Australia. Pada masa Victorian gold rush sekitar 1850, Melbourne menjadi kota paling besar dan paling kaya diseluruh dunia. Melbourne mendapatkan predikat kota paling nyaman untuk ditinggali dari majalah The Economist tahun 2002 dan 2004. Daerah metropolis Melbourne memiliki jaringan trem listrik terbesar didunia.

Selama Ibunda di Melbourne, ibunda tinggal dirumah mas Anto di daerah suburban Melbourne. Ibunda bukan tinggal di hotel, ibunda merasakan bahwa memang environment Melbourne sangat berbeda dengan Jakarta atau kota lain di Indonesia. Melbourne kotanya sangat teratur, sangat tertata rapi, sangat bersih dan aman sekali. Ibu menikmati naik City Circle Tram di Central Melbourne, dan melihat lihat kota tua Melbourne yang masih dirawat dengan sangat baik, menjadi atraksi turis. Ibunda pun diajak ke downtown Melbourne yang berjejer restorant macam-macam kuliner dari barat maupun dari timur, seperti restoran China, restoran Thailand, ada juga restoran Indonesia. Di down town banyak bar, ada juga tempat entertainment, pertokoan, coffee shops dan hotels. Semuanya tertata rapi dan bersih enak untuk dilihat. Ibunda sempat ke Victoria Market berbelanja keperluan sehari-hari untuk dimasak dirumah. Ada ayam, daging, sayur mayur dan buah-buahan. Mirip sebuah pasar tradisionil yang sangat modern, sangat bersih dan teratur rapih.

<aSeminggu setelah ibunda berlibur di Melbourne, ibunda diajak pergi ke Sydney dengan mobil. Rencananya hanya sehari pulang pergi. Dengan berkendaraan mobil VW Combi Caravel berangkatlah rombongan dari Melborne menuju ke Sydney. Jalannya lebar dan udaranya panas karena musim panas. Perjalanan lancar sekali tidak ada halangan apa2. Selama berkendaraan mobil, rombongan disuguhin panorama yang bagus sekali, melalui daerah pertanian yang hijau. Jalan mulus dan teratur. Selama dalam perjalanan ibunda sangat menikmati dan selalu tersenyum-senyum menandakan gembira di hati beliau.

Sampai di Sydney sudah agak siang. Sydney mempunyai banyak taman seperti Hyde Park, Royal Botanical Gardens dan taman nasional. Yang menjadi ikon kota Sydney adalah Sydney Harbour membuat kota Sydney menjadi salah satu kota terindah didunia. Sydney termasuk kota termahal di Australia. Sydney menempati peringkat ke 10 sebagai kota yang pantas dihuni didunia menurut the Economist. Sydney juga merupakan kota pusat keuangan internasional.

melbourne 06

melbourne 05

melbourne 04

melbourne 03

melbourne 02

melbourne 01

About Gufron Sumariyono

Born in Pati, Central Jawa on Nov 5, 1945. Retired in 2004. Joined ESQ group. Executive of LK ESQ and Yayasan Wakaf Bangun Nurani Bangsa. Believe in the Islamic Socio Economic Concept.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s