Ibunda (7) – berdagang naphtol dan es mambo

Ungkapan kasih sayang untuk ibu dari dari Andreas Sumariyatmo putra ke 9.

andreSaya Andre putra ibunda no 9. Saya ingin sharing sedikit tentang kehidupan saya di Pati waktu masih kecil.

Dari mulai SD sampai di SMP saya sekolah di SD dan SMP Keluarga di Pati. Saya menjalani kehidupan yang sangat menyenangkan. Secara spiritual saya diajarin untuk rajin ke gereja dan bersembahyang secara katolik. Secara kekeluargaan saya hidup dalam keluarga yang damai dan menyenangkan. Saya sebagai anak laki dirumah di Jalan Pangeran Diponegoro 108 mempunyai tugas rumah tangga yaitu mengisi jeding kamar mandi yang sangat besar dan sangat luas untuk ukuran sekarang. Mengisi jeding dengan menimba air sumur ini saya harus lakukan setiap pagi sebelum berangkat ke sekolah. Sekalian olah raga tidak berat dan banyak mengeluarkan keringat. Dampak positipnya saya sangat sehat. Jarang sakit. Saya anggap mengisi jeding kamar mandi sebagai olah raga harian.

andre 01Kalau mau ke sekolah, saya berboncengan dengan adik no 10 di Kris. Kami membawa naphtol dalam bungkusan besar untuk dititipkan ke warung disekitar sekolahan. Sesudah sekolah selesai, saya dan dik Kris mendatangi warung tersebut dan meminta uang hasil penjualan, sambil menghitung berapa yang sudah laku dan berapa yang belum laku. Yah .. ada administrasi kecil-kecilan, namanya sekarang konsinyasi.

Ketika bisnis naphtol berganti dengan bisnis es mambo, tugas saya dan dik Kris belum berubah yaitu setiap pagi membawa 2 termos dan dititipkan termos berisi es mambo ke warung disekitar sekolahan. Siang setelah sekolah mendatangi warung dan meminta uang hasil penjualan. Yah .. ada administrasi kecil2an dan sangat sederhana. Saya dan dik Kris berboncengan sambil membawa termos itu bukan pekerjaan berat, bukan pekerjaan yang memalukan, bukan menurunkan gengsi. Sama sekali bukan. Kami berdua telah di latih dan dididik oleh ayah dan ibunda untuk melakukak kegiatan ekonomi untuk menjaga agar selalu ada pemasukan untuk biaya sekolah dan biaya hidup. Orang hidup harus bekerja mencari makan, kata ayah, dan cara ini adalah cara yang halal dan yang terbaik yang bisa dilakukan.

Pengalaman berdagang naftol dan es mambo sangat bermanfaat bagi diri saya pribadi. Sekarang saya berdagang bahan kimia seperti methanol dan melamin. Kunci yang saya pertahankan adalah kejujuran dan ketepatan waktu sebagai bagian dari servis kepada para pelanggan. Yang kadang2 menyulitkan saya adalah tugas menagih hutang dagang. Namun selama ini masih mampu saya lakukan dengan cara yang manusiawi sekali, ajaran bapak dan ibu selama di pati saya pakai.

Ibunda yang sekarang berusia 90 tahun, Ibu sangat berjasa dalam mendidik karakter saya, agar tetap bermanfaat bagi sesama, bertanggung jawab kepada keluarga, bertanggung jawab sebagai bapak dan sebagai suami. Terima kasih atas didikan ibunda sehingga saya bisa seperti sekarang ini.

andre 04andre 03a

About Gufron Sumariyono

Born in Pati, Central Jawa on Nov 5, 1945. Retired in 2004. Joined ESQ group. Executive of LK ESQ and Yayasan Wakaf Bangun Nurani Bangsa. Believe in the Islamic Socio Economic Concept.
This entry was posted in keluarga, memoir. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s