Derawan (3) – Kakaban

Pulau Kakaban ini tak berpenduduk. Sangat terkenal karena mempunyai danau yang airnya merupakan air laut yang terperangkap. Ditambah air dari dalam tanah dan air hujan dan itu berlangsung selama ribuan tahun. Apa istimewanya? Di dalam danau terdapat ribuan atau jutaan ubur-ubur stingless jellyfish, yaitu ubur-ubur yang tidak menyengat. Ubur-ubur ini terjadi akibat adanya proses evolusi selama ribuan tahun. Air danau disini menjadi lebih tawar dibandingkan air laut yang ada di sekitarnya. Spesies ini hanya bisa ditemukan di dua tempat didunia yaitu di pulau Kakaban dan di pulau Palau di Micronesia.

derawan 04c derawan 04b IMG_7590  IMG_7591 IMG_7597 IMG_7596 IMG_7595 IMG_7594 IMG_7593 IMG_7592

Dari dermaga kapal, kami harus trekking naik turun tangga yang cukup licin karena hujan. Naiknya curam dan turun ke danau juga curam, lumayan untuk orang setua saya. Sampai didanau ya lantas nyemplung saja. Tunggu apa lagi. Ubur-ubur di dalam danau tidak menyengat, pertama kali geli. Warna trasparan putih. Jumlahnya ribuan bahkan mungkin jutaan. Berenang bersama ubur-ubur ini lama lama menyenangkan. Saya menikmati sekali.. Inilah keajaiban dunia yang terdapat di pulau Kakaban. Atraksi wajib kalau berkunjung ke Derawan. Kami memegang ubur-ubur hidup tanpa takut disengat. Luar biasa. Subhanallah.

Medan yang sulit, berbahaya dan tidak adanya tempat berlabuh di Pulau Kakaban menjadikan lokasi selam ini penuh tantangan. Catatan para penyelam juga memberikan gambaran, hewan-hewan yang ada di danau ini mempunyai cahaya lebih berwarna warni.

Namun  sayangnya secara nasional dan internasional Pulau Kakaban ini sudah di kenal oleh dunia kerena banyaknya kunjungan wisata yang datang hanya untuk melihat keindahan Danau Kakaban yang terkenal dengan 4 jenis ubur-ubur yang mungil dan tercatat sebagai ubur-ubur yang hanya  ada di dua lokasi di dunia tidaklah seperti apa yang kita bayangkan.

Ada delapan jenis ikan di Danau Kakaban, empat di antaranya adalah serinding (Apogon lateralis), puntang (Exyrias puntang), teri karang (Antherinomorus endrachtensis) dan ikan julung-julung (Zenarchopterus dispar). Pada akar Rhizopora yang terbenam di tepian Danau Kakaban banyak ditemukan alga Halimeda dan Caulepa, yang mirip anggur kecil berwarna hijau. Kakaban bisa dikatakan sebagai benteng terakhir tempat biota laut di kawasan terlindung dari serbuan manusia yang populasinya sudah kian meningkat.

Sisi luar Pulau Kakaban merupakan tebing yang tinggi dan curam yang langsung masuk ke laut, dengan terumbu karang-nya yang sangat indah, bergua-gua dan lorong-lorong, menjadi surga bagi penyelam.

Siapapun yang menjelajahi Danau Kakaban dengan perlengkapan selam/snorkel, atau menonton dokumentasi video bawah air akan memahami mengapa Kakaban patut menjadi sumber kebanggaan nasional dan bahkan internasional.

Dunia penyelaman telah mengenal beberapa titik penyelaman disekitar Pulau Kakaban yaitu : Barracuda Point, The Drift, Cabbage Patch, The Wall, Blue Light Cave, The Plateau, Rainbow Run, Diver’s Delight dan The North Face. Variasi dari berbagai tipe lokasi penyelaman ini sangat menarik bagi para penyelam pemula sampai yang berpengalaman.

IMG_7601 IMG_7600 IMG_7598IMG_7602IMG_7606IMG_7605IMG_7603  IMG_7611 IMG_7609 IMG_7608IMG_7617IMG_7635IMG_7633IMG_7632IMG_7630IMG_7629IMG_7627IMG_7626IMG_7625IMG_7624IMG_7623IMG_7621IMG_7619IMG_7618 IMG_7614 IMG_7613 IMG_7612

About Gufron Sumariyono

Born in Pati, Central Jawa on Nov 5, 1945. Retired in 2004. Joined ESQ group. Executive of LK ESQ and Yayasan Wakaf Bangun Nurani Bangsa. Believe in the Islamic Socio Economic Concept.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s