Ayah saya mendapat penghargaan sebagai Pejuang Pendidikan dari Pati

bapak 1

Ayah saya bernama Mathias Soegijono. Almarhum lahir di Yogyakarta pada tanggal 02 Maret 1912. Almarhum wafat tanggal 6 Desember 1966

Dizaman Penjajahan Belanda, rakyat Indonesia itu bodoh dan miskin. Belanda memang membuat rakyat Indonesia agar miskin dan bodoh. Buktinya hanya 0,011% dari 70 juta penduduk Indonesia yang lulusan MULO (setingkat SMP). Belanda sengaja menghambat pendidikan rakyat Indonesia, agar Belanda dapat menguasai dan mengeruk hasil bumi Indonesia sebanyak-banyaknya. Ayah saya dikenal dengan nama Pak Giek menjadi guru sejak 1940 di sekolah-sekolah swasta yang didirikan Belanda di Pati, dan membuka kursus bahasa Belanda di Pati.

Dizaman Penjajahan Jepang, dari tahun 1942 sampai 1945, situasi politik berbeda. Jepang ingin mengambil hati rakyat Indonesia yang miskin dan bodoh. Jepang menjanjikan kemerdekaan kepada Indonesia. Jepang memberi instruksi kepada para guru di Pati untuk mendirikan SMP Negeri, namanya SMP Syuu Dai Ichi Chu Gakko, dikenal SMP Rondole. Murid datang dari Jepara, Kudus, Pati, Juana, Rembang dan Blora. Murid dan guru dilatih PETA oleh tentara Jepang. Kurikulum SMP ada kegiatan membantu menambah logistik Jepang yang sedang berperang melawan Sekutu.

Dizaman Kemerdekaan RI, dari tahun 1945 sampai sekarang, situasi politik sangat berbeda. Sesudah Proklamasi RI 17 Agustus 1945, murid dan guru SMP Rondole aktif melucuti tentara Jepang bersama masyarakat Pati.  Ditahun 1945-1950 murid dan guru berjuang mengangkat senjata bersama BKR, namanya Brigade Tentara Pelajar Rondole. Para pelajar SMP Rondole ikut perang melawan Jepang di Semarang, di front depan di Demak dan Solo melawan Penjajah Belanda. Sesudah pengakuan kemerdekaan RI oleh Belanda, senjata senjata diserahkan ke BKR, para guru dan murid kembali melakukan kegiatan di SMP Rondole.

Bapak Mathias Soegijono,  lebih dikenal dengan nama Pak Giek, telah bekerja 3 tahun (1939 – 1942) sebagai guru di zaman Belanda, 3 tahun (1942 – 1945) di zaman Jepang dan 20 tahun (1945 – 1965) sebagai guru di zaman kemerdekaan. Pak Giek mendirikan SMP Rondole. Pak Giek adalah pejuang yang digembleng di Sekolah Guru Noormaalschool di Muntilan, untuk memerangi dan mengentaskan kebodohan dan kemiskinan. Pak Giek konsisten untuk bergerak dibidang pendidikan. Pak Giek yakin melalui pendidikan, Indonesia bisa maju. Bisa mengatur masa depan dan mengelola sumber daya alam untuk kesejahteraan rakyat Indonesia. Berbagai rintangan dan tantangan dihadapi pak Giek, dan semua berhasil diatasi. Antara lain mendapatkan Gedung yang lebih representative untuk SMP Rondole yang dipakai mulai 1947 sampai sekarang. Pak Giek adalah pejuang yang berkarya sebagai guru dan pendidik di Pati. Pak Giek memimpin aubade murid2 Pati, dengan penuh semangat. Para murid SMP dan SMA diseluruh kota Pati, menyanyikan lagu-lagu nasional dan lagu-lagu perjuangan pada setiap 17 Agustus di Rumah Karesidenan, dari tahun 1950 sampai tahun 1965. Para murid ditempa dan dididik rasa nasionalisme dan rasa kebangsaannya. Mereka mencintai Indonesia, mencintai NKRI dan bangga jadi bangsa Indonesia. Pak Giek menolak untuk dipromosikan menjadi Kepala Koordinator Pendidikan Menengah yang berlokasi di Semarang. Pak Giek menolak untuk dipindahkan ke Departemen Luar Negeri di Jakarta. Pak Giek menolak dikirim ke USA untuk pendidikan lebih tinggi. Karena pak Giek ingin tetap sebagai guru di Pati.

Pak Giek akan diberi penghargaan oleh Pemerintah Daerah Pati sebagai Pejuang di bidang Pendidikan. Pemrakarsa antara lain Marsekal Muda TNI (Purn) Ir. Sri Diharto MSc, Ir Asrap, Ir Budi Wiyarso.

Bravo pak Giek

 

Advertisements

About Gufron Sumariyono

Born in Pati, Central Jawa on Nov 5, 1945. Retired in 2004. Joined ESQ group. Executive of LK ESQ and Yayasan Wakaf Bangun Nurani Bangsa. Believe in the Islamic Socio Economic Concept.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s